Bisakah Aku Mencinta?

Bisakah Aku Mencinta?
Part 35: sakitmu, juga sakitku (sahabat)


__ADS_3

Kak jhon menghubungi salah satu sahabat lina dan menceritakan separuh kejadian di malam itu. Namun dia belum memberitahu tentang siapa orang yang melakukan hal jahat itu pada lina.


Mengetahui keadaan lina yang cukup memprihatinkan, kelima sahabatnya segera berangkat menuju rumah Lina. Amarah dan kesedihan turut mereka rasakan. Disepanjang perjalanan, mereka tak henti bergumam melampiaskan kekesalannya.


Setibanya disana..


"Lin, lu apa kabar? udah baikan?" ucap laras, membuka pembicaraan


"lu gak kenapa kenapa kan lin?" sambung rara


lina malah bersikap tak acuh pada mereka. Dia tetap menutup kedua bola matanya.


Namun mereka tidak putus, mereka tetap disana mencoba berbicara padanya


"lin, apa pun yang terjadi sama lu, lu harus cerita ke kita, jangan disimpan sendiri. Kita sahabat lu lin" ucap tia, sembari duduk disamping lina yang tengah berbaring meringkuk


Lina masih tetap tidak menjawab.


"lin, kalau lu kek gini terus, kita gak bakal sanggup liat lu. lu sakit, kita semua bakal lebih sakit lin. lu tau itu kan?" ucap agnes, airmata nya mulai menetes, rara pun memeluk tubuhnya dan membiarkannya menangis dalam pelukannya.

__ADS_1


"iya lin. kita ketawa bareng, kita juga harus nangis bareng. Kita gak bakal biarin lu sendiri ngadepin ini semua" sambung tia.


Mereka semua menangis tersedu, tak sanggup melihat keadaan lina.


"lin, lu masih anggap kita sahabat kan?"


Seketika itu juga lina bangkit dan duduk bersandar di tempat tidurnya.


Ditatap nya satu per satu sahabatnya itu, dan tersenyum. Namun, airmata nya mengalir deras membasahi pipinya.


"aku sakit.. aku.." (mereka berlari mendekati lina dan saling berpelukan satu sama lain.)


"aku salah apa? kenapa dia jahatin aku?" ucapnya dalam tangis


"siapa yang ngelakuin ini ke lu lin? bilang ke kita. Gua bakal balas ke dia. Dia gak bakal lolos gitu aja" ucap rian. Dia tampak sangat marah, sakit hati melihat sahabatnya terluka


"andi"


"haa? si andi sialan itu. kurang ajar tu orang ya. liat aja ntar, gua balas" amarahnya semakin memuncak setelah mengetahui bahwa andi lah yang menyakitinya

__ADS_1


"gimana ceritanya lin, kok bisa kek gini? bisa ceritain ke kita gak?" ucap tia, dengan nada suara yang lembut


"dia udah dua kali nembak aku, tapi aku belum jawab apa apa. aku bilang ke dia, aku butuh waktu. terus kemaren dia nanya lagi, dan jawaban aku masih sama. Dia marah besar ke aku, dia mukulin aku beberapa kali. Aku udah minta maaf ke dia, aku juga mohon mohon ke dia tapi dia gak mau dengerin aku. Aku takut banget, sampe ujungnya aku pingsan. Pas sadar, aku udah dirumah."


"gila ya tu orang. gak habis pikir gua" ucap laras


"lu tenang aja lin, lu gak perlu takut. Kita bakal selalu ada buat lu. manusia berengsek kek gitu pasti dapet ganjarannya" sambung tia


"iya lin. Lu jangan sedih lagi ya, lu harus kuat. Lupain semuanya." sambung rara


"hmm"


"hapus airmata lu. Jangan biarin dia jatuh lagi. airmata lu ini, berharga. gak boleh jatuh sembarangan (ucap rara, sembari menyeka airmata lina yang membasahi pipinya)


tangisannya kini berubah menjadi senyuman.


kak jhon yang sedari tadi mengintip dari balik pintu, terharu melihat kuatnya hubungan persahabatan mereka.


Dia bahagia melihat adik kesayangannya itu memiliki sahabat yang benar benar tulus menyayanginya.

__ADS_1


__ADS_2