
Hari ini, kaka jhon pulang terlambat karna harus bekerja lembur dikantor.
Banyak pekerjaan menunggu untuk dia selesaikan. Lina yang tidak mengetahui hal itu, menunggunya diruang TV. Berharap kak jhon akan kembali tepat waktu sebelum malam.
Tak berapa lama, lina mendapat telepon dari kak jhon, yang mengatakan dirinya akan pulang sebelum tengah malam. Dan meminta adiknya itu untuk makan malam sendiri hari ini.
Sedih rasanya, karna sebelumnha dia tidak pernah makan sendirian.
(Aduh, kakak lembur. Aku makan sama siapa dong? masa iya aku makan sendiri? Mana belum masak apa apa lagi. Tapi mau gimana lagi. cari makan diluar aja kali ya, trus balik cepet cepet) ucapnya dalam hati
Lina masuk kedalam kamarnya, mengambil baju hangat dan dompetnya.
Lalu mengendarai sepedanya berkeliling disekitar lingkungannya untuk mencari makanan.
Jumpa lah dia dengan sebuah tempat berbentuk ruko berpintu merah yang menjual beberapa jenis makanan yang dihidangkan panas. Disana menyediakan bermacam bakso, mie kuah, Bermacam sup, dimsun, dan masih banyak lagi.
"silahkan masuk mbak"
Salah satu karyawan yang bertugas disa na mempersilahkan lina masuk
"iya" membalas karyawan tersebut
Dia pun segera masuk dan duduk dibangku yang menyediakan dua buah kursi.
Tak berapa lama, salah seorang Waiters wanita mendekati lina dan memberikan sebuah kertas yang telah di laminating. Semua menu tertulis disana, dilengkapi dengan gambar yang menggiurkan
"selamat malam bu. ini menunya bu, bisa dilihat dulu" ucap waiters tersebut dengan melemparkan senyuman
lina melihat lihat isi kertas tersbut.
"mau pesan apa bu?" tanya sang waiters
"saya pesan bakso urat jumbo satu, pakai mie, minumnya jeruk panas. Sama satu lagi, kasih air putih hangat ya mbak." jawab lina
Sang waitres pun mencatat semua pesanan lina
"maaf bu saya ulangi pesanannya ya. Bakso urat jumbo satu pakai mie, minumnya jeruk panas, sama air putih hangat ya bu? Benar?" ucap waiters tersebut, memperjelas pesanannya
"iya"
"oke baik bu, mohon ditunggu pesanannya"
Waitres tersebut meninggalkan lina.
__ADS_1
sepuluh menit menunggu, akhirnya pesanan lina datang.
Dia makan perlahan, karna semuanya masih panas. Dia sangat menikmati makan malamnya, sudah lama sekali dia tidak makan bakso. Dan hari ini dia puas makan malam diluar walau hanya sendirian. Namun karna keadaan disana ramai pengunjung, dia tidak merasa kesepian
"mbak, tolong bill nya" ucap lina pada salah seorang waiters yang melintas dihadapannya.
"sebentar ya bu" jawab waiters tersebut.
Lina yang sudah selesai makan, membayar makanannya lalu keluar dari tempat itu. Dikayuhnya sepedanya menuju kerumah.
Hari sudah gelap, karna takut dia tak memperhatikan jalan. Hanya berfokus pada satu arah.
Tiba tiba, seseorang yang sedang mengendarai sepeda motornya berhenti menghadang lina.
"akhh.." siapa sih? Ucap lina dengan nada kesal
Orang itu membuka helm yang menutupi kepalanya dan berjalan mendekati lina.
"ka.. Kamu, ngapain kamu kesini?"
Lina terkejut melihat orang yang ada dihadapannya. Ternyata orang itu adalah andi.
"masih hidup lu ternyata, gua kira udah mati" ucap andi, dengan senyum sisir dibibirnya
braakk.. (*andi mendorong sepeda lina hingga terjatuh)
"akhh" teriak lina, yang terkejut
"kamu mau apa? Jangan dekati aku lagi, pergi dari sini*"
Dia mulai ketakutan, mundur perlahan lahan, berusaha menjauh dari andi.
"kenapa? takut lu sama gua hahaha"
Suara tawa andi membuatnya semakin takut, dan akhirnya dia menangis memohon agar andi meninggalkannya
"andi please, tinggalin aku. Aku tau aku salah, aku juga udah minta maaf. Tolong jangan sakit aku lagi" pintanya memohon
"apa lu bilang? Lu pikir gua bakal lepasin lu gitu aja? Gak.. Gua gak bakal biarin lu hidup tenang"
Plakk.. Suara tamparan terdengar
"akhh.." tamparan keras yang dilayangkannya membuat lina jatuh tersungkur ke jalanan.
__ADS_1
"manusia gak tau diuntung"
Andi mengangkat tangannya, hendak memukul lina. Namun gerakannya terhenti ketika seseorang muncul dan menolong lina
"bangsat"
Buamm.. Satu pukulan melayang tepat diwajah andi.
"rendy"
"kurang ajar lu. Mau berapa kali lu nyakitin dia haa"
Rendy berteriak tepat kewajahnya.
"bajingan lu." buamm.. andi membalas pukulan rendy.
Pertengkaran hebat terjadi disana.
Dengan amarahnya yang sudah memuncak, rendy menghajar andi hingga babak belur.
"udah stop, stop rendy"
Perkelahian terhenti karna teriakan lina.
"sekali aja lu berani sentuh lina lagi, habis lu sama gua. Ingat itu bangsat"
Andi berlari ketakutan. Secepat kilat dia tak terlihat lagi
Rendy segera mengambil sepeda lina yang jatuh karna dilempar oleh andi tadi
"ini lin sepeda lu. Lu gak papa kan? Dia ngapain lu tadi?" tanya rendy
"gak, aku gak papa. Aku baik baik aja." ucap lina
"aku antar kamu balik ya. Kebetulan aku tadi habis dari bengkel, motor aku rusak"
"iya ren, makasih ya"
"hmm yukk naik"
"iya"
Lina naik kebangku belakang sepeda, memegang pinggang rendy dengan erat dan kembali kerumah
__ADS_1