Bisakah Aku Mencinta?

Bisakah Aku Mencinta?
Part 26: KEJUTAN DARI KAKA TERCINTA DAN SEMUA SAHABAT


__ADS_3

Suatu hari, saat matahari masih bersembunyi dalam kesunyian dan belum menunjukkan sinarnya. Dengan suasana sekitar yang masih ditutupi embun pagi, tanpa seorang pun yang terlihat berkeliaran disekeliling. Tepat di jam 05.00wib dini hari, kak Jhon bangun dari tidurnya dan beranjak dari tempat tidur nya menuju dapur kecil tempat nya biasa memasak.


Dia membuka lemari penyimpanan, memilih beberapa bahan makanan yang akan dia olah menjadi makanan yang akan mereka nikmati di pagi hari


Dengan tangan lihai nya, dia mulai memasak.


Semua yang dia siapkan merupakan hidangan favorit adik kesayangannya, Lina.


tak perlu menunggu lama, beberapa hidangan siap dihidangkan dimeja makan. mulai dari mie goreng, sosis goreng, ayam panggang, ikan saus pedas manis dan beberapa cemilan pencuci mulut. Tidak ketinggalan, nasi hangat yang menjadi makanan pokok juga tersedia disana.


satu per satu hidangan itu di tata rapi, dengan dihiasi beberapa bunga dan sebatang lilin ditengah tengah.


Setelah selesai, dia beranjak menuju ke lantai dua. Hendak membangunkan adiknya yang masih tertidur lelap.


perlahan dia membuka pintu kamar adiknya itu, lalu membangunkan nya.


"Lin, bangun sayang. udah pagi" ucapnya dengan lembut, sembari mengelus elus rambutnya


"hmm kak, ntar dulu. kan hari ini lina libur kak. Hari minggu loh"


Lina yang masih mengantuk merengek dihadapan kakaknya


"iya Kaka tau. tapi bangun dong. Kaka udah masak enak tu, semua nya makanan kesukaan kamu. ayo cepetan"


mengangkat tubuh Lina, agar duduk dan beranjak bangun dari tempat tidurnya


"iya iya, ni udah bangun" ucapnya dengan nada kesal.


"mandi gih sana, Kakak tunggu dibawah. jangan lama lama"


"hmm"

__ADS_1


Kak jhon turun ke lantai bawah, dan duduk dengan tenang menunggu adiknya yang sedang membersihkan diri.


beberapa saat kemudian lina pun turun dari kamar nya dan segera bergabung dengan kakaknya. Lina tampak kaget melihat begitu banyak hidangan tersedia di meja makan.


"wahh, banyak banget kak makanannya. kakak masak dari jam berapa kak?" ucapnya.


(melirik kesana kemari)


"dari jam lima. Kaka masak semua makanan yang kamu suka." jawab Kaka Jhon


"buat apa kak? sebanyak ini"


"lahh, ulangtahun sendiri kok lupa. masih muda juga, udah mulai pikun aja"


"oh iya ya kak, lina lupa. makasih ya kak, setiap kali aku ulangtahun pasti kakak masak enak buat aku.


"hmm mulai deh lebay nya. udah ah jangan ada moment sedih sedih."


kak Jhon yang melihat kedua bola mata adiknya yg mulai berkaca kaca, mencoba mengalihkan perhatian Lina agar tidak menangis dihari bahagia nya.


"gak papa kak. Kaka pergi aja. aku juga udah gede kak, bisa ngurus diri sendiri."


"ya udah, kita makan dulu"


setelah selesai makan kak jhon bergegas berangkat ke kantor untuk menyelesaikan pekerjaannya.


Meja yang tadi nya tampak berantakan setelah makan, kini sudah kembali rapi dan bersih dibuatnya. begitu pula dengan peralatan makan yang mereka gunakan, semua sudah bersih dan tertata rapi kembali


tokk..tokk..tokk..tokk.. (suara ketukan pintu terdengar beberapa kali)


"hmm pasti ada yang ketinggalan ni." ucap lina dalam hati sembari berjalan membuka pintu

__ADS_1


"ada yang keting.." (belum sempat melanjutkan perkataannya, beberapa orang muncul dari balik pintu)


"surprice.."


"haa.. kalian. kok bisa disini sih? pagi pagi malah" ucapnya.


Lina tampak kaget melihat kelima sahabatnya tengah berdiri dihadapannya membawa kue dan beberapa hadiah.


"ya bisaa lah. ini kan ultah lu lin. mana bisa kita ketinggalan" jawab Laras


"iya dong. kita mau ngerayain ultah bareng lu. biar lu gak kesepian. kita juga udah kangen tauu" sambung Agnes


"hmm so sweet banget sih sahabat sahabat aku. jadi pengen nangis" ucap Lina dengan raut wajah yang tampak ingin menangis.


"eits.. gak ada nangis nangisan ya. yang ada harus senyum bahagia." ucap rara. sembari menyentuh lembut pipi lina yang tampak memerah


"ultah itu harus bahagia" sambung rian, kekasih agnes


"iya..masukk yukk"


(mempersilahkan mereka masuk dan duduk di ruang TV.)


"nih lin, tiup lilinnya. tapi harus make a wish dulu ya" ucap tia yang sedang memegang kue ulangtahun berukuran sedang ditangannya


Lina memejamkan mata dan mengucapkan permohonannya dalam hati, sehingga tak ada yang tau apa harapannya.


namun kelima sahabat nya itu sama sekali tidak bertanya apa harapan yang dia ucapkan dalam doa nya.


mereka hanya mengharapkan apa yang lina ucapkan menjadi kenyataan.


Lina dan yang lainnya menikmati kue dan minuman dingin yang sudah lina siapkan sebelumnya.

__ADS_1


lalu, memainkan beberapa permainan yang seru.


mereka tampak bahagia bisa menghabiskan waktu bersama setelah sekian lama tidak bertemu.


__ADS_2