Bisakah Aku Mencinta?

Bisakah Aku Mencinta?
Part 28: SIAPA YANG SPESIAL?


__ADS_3

Tapat pada pukul 23.40wib, Ketika semua orang tengah tertidur lelap, ponsel lina berdering beberapa kali. Membuatnya terbangun dan beranjak mengambil ponselnya untuk melihat siapa yang saat ini sedang menghubunginya.


Ternyata Rendy lah yang menghubunginya.


Dia menjawab panggilan tersebut dengan suara yang terdengar masih mengantuk


"halo, siapa ini, kenapa nelpon nya tengah malam sih?" lina menjawab tanoa membuka matanya


"ini gua rendy. Maaf ya gua ganggu lu tengah malam gini." ucap rendy


"haa, i.. Ini kamu ren? Ada apa ren malam malam ginj nelpon aku?"


Lina bertanya dengan nada terbata bata


"gua lagi di depan rumah lu lin. Lu bisa keluar sebentar gak? ada hal penting yang mau gua sampein ke lu"


"ohh gitu, ya udah tungguin ya, aku turun dulu."


Lina bergegas turun dari kamarnya menuju lantai bawah untuk menemui rendy yang tengah menunggu kehadirannya


"ren, maaf lama"


"iya gak papa kok. Gua juga belum lama"

__ADS_1


"ada apa ren? Kamu mau ngomongin sesuatu ke aku?" tanya lina padanya


"gak kok. Gua kesini mau ngucapin happy birthday buat lu. Dan mau ngasih ini buat lu." (rendy menyerahkan sebuah kotak berukuran kecil, dengan balutan kertas kado yang indah, dan diberi pita kecil diatasnya. Tak lupa, diajuga menyelipkan sebuah kartu ucapan dibawah pita tersebut.)


"aduh ren, makasih banget ya. Udah capek capek bawain aq kado, cantik banget bungkusan nya" ucapnya dengan senyum bahagia dibirnya


"gue sengaja ngasih pas jam segini, karna gua pengen jadi orang terakhir yang ngucapin selamat ke lu, danjadi orang terakhir yang ngasih hadiah buat lu. Gua pengen ini jadi kenangan buat lu"


Rendy tampak serius mengucapkan perkataannya itu.


"gua juga mau ngomongin hal penting sama lu" sambung nya


Belum sempat mengutarakan apa yang ada dalam hatinya, sebuah mobil sedan berwarna hitam berhenti tepat dihapan mereka. Ternyata, orang yang ada didalam mobil itu adalah andi.


Lina dan rendy saling menatap, seakan fikiran dan isi hati mereka sama


"hy lin, happy birthday.. Belum telat kan? masih ada lima menit lagi. Ini buat kamu lin (memberikan hadiah kecil pada lina, sembari melemparkan senyum manis padanya)


"eh iya di, makasih ya. Udah repot repot datang kesini di jam segini hehe"


Raut wajah lina tampak sedikit tidak senang melihat andi.


(sialan, makin ngelunjak ni anak. Pake acara ngasih kado segala lagi. Harusnya kan gue orang terakhir yang ngasih kado ke lina. kesel banget gue lama lama, gue tonjok juga lu ntar. Huu)

__ADS_1


batin rendy berteriak melampiaskan amarahnya.


Keinginannya untuk menjadi orang terakhir yang memberi hadiah pada lina, gagal karna kedatangan andi


"aku pengen jadi orang terakhir yang ngasih ucapan dan hadiah ke kamu. Karna katanya ni, orang terakhir yang ngasih kado ke lawan jenis nya bakalan jadi orang spesial nanti nya."


"hehe" lina hanya tersenyum kecil menjawab perkataan andi.


"lebay"


Ucapan andi dibalas ketus oleh rendy


"lahh, lu siapa sih? Sewot banget jadi orang" ucap andi, dengan kesal menjawab perkataan rendy yang menyinggungnya.


"gue sahabatnya lina, dan gue cowok pertama yang bisa deket sama lina. Bisa dibilang spesial" ucap rendy


"spesial? Spesial dalam hal apa ni? Sahabat mana ada yang spesial. Martabak kali spesial hahaha"


Andi menjawab rendy sambil tertawa sinis


"lu ya, cari perkara lu sama gue"


"Stop, udah. Jangan dilanjut lagi ya, oke. Udah malem, mending kalian balik aja ya trus tidur."

__ADS_1


Lina memotong pembicaraan mereka, dan segera menyuruh mereka untuk pulang. Agar pertikaian antara keduanya tidak berlanjut lagi.


__ADS_2