
(kelas)
"Ray?Mikirin apa kok melamun?"kata kaila
"Umm..cuma mikir akhir tahun nanti mau buat rencana camp untuk KPA"balasku. Lebih baik kai gak tau kalau aku lagi mikirin viola,batinku.
"Ohh gitu,eh btw ada anak baru mau masuk sekolah disini sama kayak kamu dia pindahan dari jakarta juga,terus dia tu kedengarannya sih ganteng,kayaknya kamu bakal suka deh sama dia"kata kaila
"gak tertarik"balasku
"Ray kamu itu harus lupakan daniel,kamu udh terpisah selama 9 tahun yang lalu" kata kaila
"kai bisa gak gausah sangkutin ke daniel? daniel itu udah mati!!!"kataku dengan tegas
"Raya bahkan orang yang masih hidup pun kamu anggap mati? sebeku itu hati kamu ray sampai gabisa membuka hati untuk orang lain?"tanya kaila yang membuatku merenungkan sesuatu
Daniel...teddy bear itu masih tersimpan rapi di kotak kado yang kamu kasih untuk aku,bahkan saat aku pindah aku membawanya hanya cap tangan kita di rumah pohon yang tak bisa aku bawa.Daniel kamu dimana?apa kamu masih hidup?batinku.
Seketika masa laluku bersama daniel menghantui pikiranku.Teringat aku tentang masa laluku....
jakarta,April 2008
"Ting tong!" bell rumah berbunyi
__ADS_1
"Raya,daniel datang nih". kata mama yang terdengar sampai ke kamarku
"Iya ma,Raya turun"balasku aku pun datang menemuinya
Aku melihatnya berdiri di samping mama,cowok putih bersih dengan rambut tebal dan senyuman yang manis,aku pun segera berjalan menemuinya
"Tante daniel mau ajak raya ikut daniel ngehias rumah pohon yang papa buat untuk kami,papa nunggu di luar tante,boleh ngga raya ikut?tanya daniel ke mamaku
"Boleh,Hati-hati ya daniel,Raya" balas mama
kami pun pergi menuju mobil ayahnya daniel di depan rumahku,sampai di dalam mobil aku melihat om heri papanya daniel dan tante bela mamanya daniel
"Hai om,tante" sahutku kepada om dan tante
"Hai anak manis,minggu lalu daniel heboh banget mau minta buatin rumah pohon untuk raya sama daniel,rumah pohonnya udah jadi tinggal di hias,raya ikut menghias ya"kata tante bela
Saat kami datang ke tempat dimana rumah pohon itu berada kami pun segera menghias
"Raya,daniel! Ayo kesini nak" kata om heri yang sedang membuka dua kaleng cat
kami pun berjalan ke arah om heri,om heri meraih salah satu tangan kami mencelupkan ke dalam cat, daniel berwarna biru dan aku berwarna pink
"coba tempelkan tangan kalian di pohon itu,berdekatan yah..." kata om heri
__ADS_1
kami pun berlari ke arah pohon itu dan menempelkan tangan kami di batang pohon yang besar itu.setelah menempelkan tangan kemudian aku melepas jiplak tanganku di batang pohon itu
"wahh keren"kataku. daniel menatapku dengan mata yang berair seperti mau meneteskan air mata
"kamu kenapa?"tanyaku
Tanpa dia berkata kata dia langsung memelukku dan meneteskan air matanya
"Aku cuma gak mau kamu pergi!"kata daniel
Aku melepaskan pelukannya melihat air mata membasahi pipinya dan mengusapnya kemudian aku menjelaskan
"aku akan tetap ingat kamu kok kamu jangan sedih"kataku
"Saat aku ketemu kamu lagi nanti kamu tinggal sama aku ya selamanya?kita tinggal di rumah pohon ini"balasnya. air mata yang mengalir deras itu pun terhentikan dengan senyuman setelah aku mengatakan.
"oke aku janji selamanya" kataku
orang tua daniel seketika tersenyum haru melihat kami,dan memeluk kami dengan erat
Setelah selesai menghias kami pergi makan malam dan membawaku pulang kerumah.
keesokan pagi saat di kelas,Daniel merangkak di lantai menghampiriku saat jam belajar sedang berlangsung dengan membawa kotak kado berwarna biru,warna kesukaanku. aku pun tersenyum menghampiri nya juga dengan merangkak sepertinya Haha kalau mengingat ini rasanya ingin kembali tersenyum
__ADS_1
"Awas ketauan guru,nih kado untuk kamu semoga kamu suka"katanya sambil memberikan kado itu
"Tapi aku ga ulang tahun"balasku dan mengambil kadonya.