
"Gunung mana yang akan jadi tujuanmu?"
tanya nya
"Semeru,puncak mahameru"kataku
Arga terdiam menatapku dan langsung memelukku,aku masih bisa merasakan hangat kasih sayangnya dan juga teringat perkataannya saat ia menyatakan cintanya di bromo dan dia akan membawaku ke semeru.
"Akan ada hari dimana aku membawa
kamu menuju mahameru,puncak para
Dewa.Akan aku beritahu para dewa itu
Bahwa Raya sheila adalah dewiku"
ucapnya pada saat itu.Namun,kali ini hanya aku lah yang akan pergi sendiri untuk melepaskan perasaan ini
"Bisakah kita ulang kembali?aku tahu kamu masih mencintaiku"katanya
__ADS_1
Aku pun menangis di pelukannya dan mengelus pipinya
"Menjauhlah dari ku Arga,Aku memang mencintaimu. Tapi besok,Perasaanku tak lagi sama"kataku
"Kamu disana tinggal dirumah siapa?"tanya nya
"Namanya ibu Lisa dan anaknya Azura waktu aku masih tinggal di jakarta,keluarga daniel keluar kota yaitu ke surabaya aku diajak oleh keluarganya, dulu kami pernah lewat gunung semeru untuk jalan jalan ke suatu perkebunan di dekat sana.Tapi ban mobil bocor dan pada saat itu hujan deras.Pak danang suaminya itu meolong kami dan memberikan tempat tinggal sementara sampai mobil diperbaiki,waktu itu Azura belum lahir dan tahun ini umurnya berusia 5 tahun"kataku
"Jadi,kalian masih bisa berkomunikasi?tanyanya
"Ya,bu lisa masih sering menelponku menanyakan kabar.Eh aku mau buang air kecil bisa titip tasku"kataku
"Eh boleh boleh,Aku tunggu disini ya"katanya
"Aku gak punya waktu banyak aku harus pulang dan mungkin ini terakhir kali kita bertemu"
kataku
"Tapi aku masih boleh chat kamu kan?"tanya nya
"Tentu"kataku
Kemudian aku memeluknya sangat erat dan mencium pipinya dan tak sengaja meneteskan Air mataku
__ADS_1
Aku ke toilet karena menangis tak bisa lagi membendung air mataku tapi tetap saja aku tak bisa tutupin air mata ini dari kamu.Batinku
"Aku pergi,Arga.."kataku
Aku melepaskan pelukan itu dan kembali kerumah.Saat sampai dirumah aku mempersiapkan barang barang yang akan kubawa dan membawa sebuah kado untuk zura karena besok adalah ulang tahun nya zura
Keesokan hari aku berangkat,Lagi lagi tanpa sepengetahuan orang tuaku.Hanya bibi yang mengetahui itu pun sekedar memberi tahu
"Bi Raya pergi"kataku
Bibi berusaha mencegahku namun aku mencoba menenangkannya "Raya cuma mau tenangin diri" ucapku seperti itu.
Jika aku berkata menenangkan diriku pasti orang tuaku dan bibi sudah tau aku akan pergi kemana,Tapi mereka tak akan tahun gunung mana yang akan kudaki
(📍Gn.Sumeru)
Akhirnya tiba,Aku parkirkan motorku di rumah kepala desa karena untuk kerumah bu lisa harus berjalan kaki,Selama melewati jalanan kecil untuk menyusuri rumahnya aku merasa seperti ada yang mengikutiku.Aku menoleh ke belakang tapi tak ada siapa siapa,mungkin hanya perasaan ku saja Dan aku kembali melanjutkan perjalanan
Aku melihat rumah gubuk milik bu lisa dan gubuk tetangga lainnya hingga gubuk yang biasa disewa orang,Warga yang sangat ramah dan baik,suka bergotong royong menjaga kebersihan gunung sumeru hingga gunung itu terlihat indah meski mengeluarkan letusan yang berupa abu,pasir dan krikil 10-15 menit sekali
"Nak Raya!"Sahut bu lisa
"Ibu!"sahutku
__ADS_1