
"Hai"kata Vano
"Aaaaahhhh!!!"teriakku kaget dan seketika dibungkam olehnya
"Sssttt diam"kata Gevano
"Ka..Ka..kamu ngapain disini,aku kan udah kunci pintu ke..kenapa kamu bisa masuk?pakai bath robes pula tuh"tanyaku
"Karena aku punya kunci cadangan,Tadi aku juga habis mandi makanya pakai bath robes"
balasnya
"Apa!!!"kataku kaget
"Tenang,Aku kesini antarkan lemon tea untuk kamu"kata nya
"Makasih tapi aku gak mau,Aku gak bisa minum itu"kataku
"Aku gak meracuni mu,minumlah sedikit biar tubuhmu fresh lagi"kata nya
Lalu aku mengambil dan meminumnya sedikit demi sedikit Gevano pun tersenyum dan menikmati lemon tea dia
Dia menaruh gelas miliknya di pinggir balkon dan menatapku sangat dekat sampai aku mundur ke pinggir balkon
"Jangan gitu,aku bisa jatuh"kataku
Lalu aku menaruh gelasku juga di pinggir balkon itu,Dia membuka sedikit bath robes nya
di bagian bahu.Dia semakin mendekat hingga aku tak bisa menyeimbangkan tubuhku, karena rasa yang sudah ingin terjatuh ini aku pun terpaksa menggenggam bahunya
"Ahh!!! Mundur!!!!Aku hampir jatuh,Takut"
kataku
Dia hanya tertawa kecil Lalu tangannya merangkul pinggangku dan menggendongku naik diatas balkon itu
__ADS_1
"Aku takut ketinggian Kamu mau bunuh aku apa hah!"kata ku
"Coba jujur,kamu kan yang Makeup muka ku di pesawat?"tanya nya
"Ya iyaa itu aku,aku udah jujur,aku takut,Tolong"Balasku
"Satu pertanyaan lagi"kata nya
"Apa?"tanyaku
"Kamu sayang aku atau ngga?"tanya nya
"Pertanyaan gila,aku saudara mu udah pasti aku sayang kamu"kata ku
Tapi bohong.Batinku
"Bukan sebagai saudara tapi sebagai kekasih"
kata Gevano
"Katakan kalau kamu mencintai aku,Kalau tidak aku gak segan segan mendorong kamu sampai terjatuh"katanya
Huh psikopat gila!.batinku
"Hmmm habiskan dulu lemon tea mu,kamu
terlihat gugup"katanya
Aku mengambil lemon tea ku dan meneguk nya sampai habis Lalu kepalaku langsung terasa pusing
"Ahh Vano aku pusing,tolong"kataku
"Katakan!"katanya membentak
"Aku sayang,aku sayang kamu,Vano aku gak bisa tahan lagi"kataku
__ADS_1
Penglihatan ku sudah buram rasanya aku tak bisa menyelamatkan diriku dari balkon itu tetapi aku merasakan Vano merangkul pinggangku dan menaruh ku di tempat tidur Lalu dia pergi
"Bagus dengan begini semuanya lancar"
Aku mendengar suara itu,Apa itu ucapan Vano
Kata kata itu terngiang terus di telingaku seperti akan ada orang yang mencelakaiku,Lalu aku membuka mataku
"Uh sakit!"kataku
"Kamu sudah bangun?"tanya Gevano
"kamu dari tadi disini?"tanyaku balik
"Baru datang,Oh iya kalau gak mau dalam bahaya lagi jangan terus terusan membuatku kesal"kata Vano
"Ah iya maaf"kataku
Lalu dia naik ke atas tempat tidurku mendekati wajahnya lagi kepadaku dan tersenyum,Dia mendekatkan bibir nya pada bibirku karena rasa takutku aku menamparnya
"Sial!"ucapnya
Dia menggenggam kedua tangan ku dengan tangan kirinya dan mengarahkan tanganku ke atas kepalaku Lalu mendekatkan wajahnya pada leherku
"Kamu mau apa!Tanganku sakit"kataku
"Aku mau kamu!"katanya
"Jangan macam macam!"kataku
"Kamu gak bisa pergi dari aku Raya"katanya
"Bajingan! lepaskan,Kontrol dirimu! kamu ini kenapa!!!"kataku
Lalu dia melepaskan tanganku dan dia memegang erat kepalanya matanya seketika melotot wajahnya memerah dan terjatuh dari tempat tidur
__ADS_1
"Vano!kamu"kataku panik