BLOODY RING

BLOODY RING
13


__ADS_3

kali berikutnya mataku terbuka dan saat ini, aku telah berada disebuah ruangan yang remang-remang dengan kedua tangan dipasung ke atas menggunakan rantai besi untuk mengunci lenganku dan begitu pula dengan kedua kaki juga pinggangku yang dirantai untuk menahan tubuhku yang menempel di sebuah dinding semen.


Tubuhku begitu lemah, ingatanku kembali mengingat hal yang baru saja terjadi sebelum aku membuka mataku. Apakah aku diculik kali ini?


"Oh... apakah kau sudah sadar?" Tanya seorang wanita yang tidak begitu jelas terlihat wajahnya akibat cahaya membelakangi wajahnya dan pandanganku yang masih sedikit buram.


"Aku heran, mengapa Alaric memilih seseorang yang hanya MA.NU.SIA rendahan sepertimu dan tidak memiliki kekuatan apapun berada didekatnya?" Protes wanita itu sambil mengangkat wajahku agar menatap matanya yang berwarna merah menyalah.


Seorang vampire wanita... apakah dia yang menyuruh seseorang meracuniku sebelumnya dan sekarang menculikku juga? sungguh ironis...! lalu.. Alaric? Siapa Alaric itu? Apakah yang dimaksudnya adalah Tuan Vilan? Ucapku dalam hati.


"Katakan padaku, siapa kau sebenarnya..!?" Tanya Wanita itu dengan menekan kedua pipiku menggunakan jarinya yang penuh kuku tajam dan menusuk pipiku hingga darahnya merembet keluar.


"Aku.. ha.nya..lah... se..orang pelayan... bia.sa..." jawabku terbata-bata dan lemah.


"Hahaha... seorang pelayan biasa? kau pikir aku mempercayai ucapanmu itu..!!"


PLAK...!


Sebuah tamparan mendarat tepat di wajahku dan kali ini bibirku mengeluarkan sedikit darah akibat tamparannya yang sangat kuat, pandanganku semakin kabur. Aku menggeleng-gelengkan kepalaku sedikit dan mengerjapkan mataku berulang kali agar mendapatkan kembali penglihatanku dengan jelas, wanita itu kembali menagkup wajahku dan memperlihatkan amarahnya di setiap garis wajahnya.


"Alaric tidak akan memberikan darahnya begitu saja hanya untuk seorang pelayan rendahan sepertimu..! terlebih lagi membiarkan pelayan itu berada di ruang pribadinya!" Ucap wanita itu pelan namun penuh dengan amarah yang ia tahan.


Namun semua hal itu telah dilakukan Tuan Vilan padaku... Ucapku dalam hati sambil terus menatap wanita yang terus mengeluarkan amarahnya padaku.


"Sejauh pengetahuanku, selama ini yang selalu berada lama dalam ruang pribadinya hanyalah tangan kanannya. Gideon! Namu... kehadiranmu itu benar-benar mengusikku..."


Wanita itu terus saja berbicara dan memprotes sesuatu yang tidak aku mengerti, seperti suatu rasa cemburu yang tidak pasti?


"Aku tidak akan membiarkan semua itu!! aku harus menyingkirkan dirimu sesegera mungkin..!" Senyuman licik tergambar sangat mengerikan di wajah putih pucatnya, wanita itu sangat cantik walau dalam kegelapan namun semua kecantikan yang ia miliki hanyalah sebuah topeng.


"Baiklah... akan kupikirkan... sekarang bagai mana caranya aku menyingkirkan dirimu.. hmmm... apa aku menyuruh bawahanku menghisap seluruh darahmu saja hingga habis dan mati..?" Ucapnya lalu kembali berfikir lagi.


"Tapi... Aku rasa kematian yang seperti itu terlalu baik untukmu, hmmm..." Ucapannya semakin membuatku merinding saat ia menatapku dengan senyuman yang lebih mengerikan dan melanjutkan kata-katanya.

__ADS_1


"Apakah sebaiknya aku menjualmu saja ke sebuah pelelangan? dengan begitu kau akan merasakan penderitaan yang sangat lama, namun sebelum itu... biar aku serahkan kau pada bawahanku untuk mereka nikmati terlebih dahulu..." Ucap wanita itu dan semakin membuatku merasakan perasaan takut juga khawatir.


"Hahaha... benar! Aku sangat pintar, benar-benar sangat pintar!" Lanjut wanita itu dan berbalik membelakangiku.


"Hei kalian..! Kemarilah dan bermain-mainlah sedikit dengannya, tetapi jangan sampai membunuhnya... aku akan menjualnya dalam pelelangan sebentar malam... hihihi..."


Rasa khawatir dan takut semakin kuat menderaku, kini aku tidak dapat berbuat apa pun. Tuan Vilan telah memperingatiku sebelumnya agar aku tidak keluar ruangannya namun ku rasa egokulah yang sekarang membuatku menggali sendiri kuburanku, pandangku tertuju pada beberapa Vampire yang semakin mendekat padaku dan wanita yang memerintahkan mereka terus memandangiku dengan hati girang dan raut wajah yang menjijikkan.


Seorang Vampire pria yang telah berada tepat di hadapanku mencabik-cabik seluruh pakaianku hingga aku terpasung tanpa sehelai kain pun yang menutupi tubuhku, rasa dingin mulai menusuk kulit dan tulang-tulangku.


mereka semua menancapkan taring-taring tajamnya di sekujur tubuhku, menikmati darah dan juga tubuhku bagaikan sebuah hidangan di atas meja.


Teriakanku menggelegar dalam ruangan dan menahan tiap-tiap rasa sakit akibat hujaman taring-taring mereka, air mataku terus mengalir membasahi pipiku.


Dalam hati, aku terus memanggil-manggil Tuan Vilan. Berharap dia dapat mendengarkan panggilanku namun semua itu sia-sia, Tuan Vilan tidak dapat mendengarkan teriakanku sebab saat ini aku tidak berada di sekitarnya.


Air mataku terus bercucuran menahan rasa sakit setiap mereka menggigit dan menyedot darahku, lagi dan lagi hingga akhirnya wanita itu menghentikan aksi mereka semua untuk berhenti menyiksaku.


"Apakah kau tau berapa hargamu jika aku menjualmu?" Ucap wanita itu sambil menggerakkan tongkat yang ia genggam mulai dari bawah kakiku hingga di tepat bagian intimku, ia terus memainkan bagian intimku dengan tongkat itu dan membuatku merasa sangat tidak nyaman dengan rasa sakit di sekujur tubuhku dan tongkat yang terus berulang kali ditusuk-tusukkannya padaku.


"Kau akan sangat mahal jika ku jual dengan darahmu yang lezat itu dan juga... keperawananmu ini" Ucapnya lagi sambil kembali mengarahkan tongkat itu menjelajahi keintimanku.


"Sebenarnya aku sangat ingin menyaksikan mereka semua merobek-robek dagingmu itu, namun hal itu tidak aku lakukan. Berterima kasihlah padaku karena aku begitu baik padamu, masih membiarkan mereka agar tidak menjatuhkan harga jualmu nanti" Ucapnya lagi dengan seringaian yang sangat mengerikan, ia kembali berbalik dan memerintahkan seseorang agar menurunkan tubuhku dan membersihkanku dari bekas-bekas darah yang masih mengalir lalu memakaikan pakaian yang pantas untukku.


Tubuhku terkulai lemah di atas lantai seusai mereka membersihkanku dan memberikan aku sehelai pakaian tipis yang tembus pandang untukku pakai, pakaian yang menurutnya pantas untuk melelangku kelak.


Dua orang pria bertubuh besar mengangkat lenganku, masing-masing dibagian posisi mereka dan membantuku berdiri lalu meninggalkan ruangan penyiksaan yang sempat aku nikmati.


"Masukkan dia ke dalam mobil, kita hampir terlambat!! sebentar lagi pelelangan dimulai..." Ucap wanita itu lalu ikut masuk ke dalam mobil setelah tubuhku dilemparkan ke dalam mobil seperti sebuah barang yang tiada bernilai.


Aku memperbaiki dudukku dan menatap wanita yang duduk dengan santai dan anggun di sebelahku, walaupun wanita itu sadar akan tatapanku padanya. Namun ia mengabaikanku, pandangannya tetap fokus ke depan tanpa memperdulikanku.


Pria yang duduk dibangku supir mulai menginjak pedal gasnya untuk menjalankan mobil tersebut, dengan kecepatan yang lumayan laju mobil terus berjalan membawaku menuju tempat tujuan.

__ADS_1


"Apakah aku boleh bertanya kepada anda, Nona..?" Tanyaku dengan suara yang parau, namun tidak ada jawaban untuk mengizinkan ku bertanya ataukah hanya diam saja.


"Mengapa anda menculikku? dan siapa anda..?" Lanjutku tanpa menghiraukan sikap cuek wanita itu.


"Haruskah aku memperkenalkan diriku padamu..?" Jawab wanita itu dengan dingin tanpa menoleh sedikitpun padaku.


"Aaah.., benar juga. Sebagai hadiah dariku, seharusnya aku memperkenalkan diriku padamu terlebih dahulu sebelum menjualmu. Maafkan aku..." Lanjut wanita itu sambil menatapku sinis.


"Aku adalah Claudia satu-satunya putri dari keluarga Vinesia dan aku adalah Tunangan Alaric Vilan, atau yang kau kenal dengan nama Tuan Vilan" Jelas Claudia yang mengaku sebagai Tunangan Tuan Vilan.


"Mengapa anda melakukan ini padaku?" Tanyaku lagi.


"Apakah masih kurang jelas mengapa aku melakukan ini semua padamu?" Tanya Claudia balik padaku dengan raut wajah kesal.


"Aku dan Tuan Vilan tidak ada hubungan apapun selain kontrak kerja, Tuan Vilan melindungiku itu semua hanya karena aku adalah pelayan pribadinya. tidak lebih" Jelasku.


"Hahaha... apakah kau tahu jika Tuanmu itu tidak pernah mengizinkan siapapun meminum darahnya berulang kali walau dia adalah orang kepercayaannya sendiri?" Tanya Claudia padaku.


Aku berfikir dengan penuh kehati-hatian dan menjaga bibirku agar tetap terkatup tanpa mengeluarkan sedikitpun suara, ada benarnya bahwa Tuan Vilan tidak mungkin memberikan darahnya dengan sembarangan terlebih lagi kepada seorang pelayan yang baru saja menandatangani kontrak kerja dengannya dan jikapun aku dalam keadaan yang membutuhkan darah maka seharusnya Tuan Vilan dapat dengan mudah menyuruh salah satu anak buahnya untuk memberikan aku darahnya.


Tapi mengapa Tuan Vilan sendiri yang memberikan darahnya padaku? Pikiranku terus bertanya-tanya mengapa Tuan Vilan tidak memerintahkan bawahannya melainkan dirinya sendiri yang ia tawarkan untuk meminum darahnya, dan hal itu bukan hanya sekali ini saja.


"Tapi... aku dan Tuan Vilan tidak memiliki.."


"DIAM!! AKU TIDAK INGIN MENDENGARKAN PENJELASANMU ITU!!" Bentak Claudia sambil menampar wajahku saat aku belum menyelesaikan perkataanku.


Aku terhempas kearah pintu karena tamparannya yang sangat kuat, agak lama untukku memperbaiki lagi dudukku dan menyandarkan tubuhku di kursi karena tubuhku yang semakin lemah dan menahan rasa sakit.


"Jika kau mengeluarkan sepatah kata lagi, maka aku akan membunuhmu saat ini juga!" Ancam Claudia.


Mobil yang membawaku terus melaju, aku menundukkan kepalaku dan menatap kedua kakiku juga pahaku yang penuh dengan lubang-lubang bekas gigitan para Vampire yang masih mengeluarkan sedikit darah di bagian lubang-lubangnya.


Aku tidak pernah menyangka bahwa nasipku akan menjadi seburuk ini setelah memasuki alam Vampire, pikiranku penuh dengan penyesalan yang terus bertubi-tubi menyerangku. Karena hanya sebuah tawaran gaji yang lebih tinggi sehingga aku menandatangani kematianku sendiri dan melupakan bahaya yang mendekat padaku, seharusnya sejak awal aku tidak tergiur dengan sebuah gaji yang tinggi namun penuh bahaya.

__ADS_1


__ADS_2