BLUE IRIS

BLUE IRIS
Bab 36 : Sah


__ADS_3

Arka tidak melepaskan Elna sedikitpun,meskipun wanita itu sudah meronta ronta minta di lepaskan,namun apa daya dari segi kekuatan jelas Arka jauh di atasnya,sebenarnya berada dalam pelukan Arka membuatnya merasa tenang dan terlindungi namun,kondisi saat Arka memeluknya yang tidak bisa di terima Elna,bagaimana tidak matanya harus ternodai melihat tubuh kekar dengan roti sobek di bagian dada tanpa baju yang menutupi.


"Apa yang kalian lakukan?"Efrina berteriak mendapati anak dan kemenakannya sedang berada di kamar yang sama dan yang lebih dramatis nya lagi mereka berada di bawah selimut yang sama.Karena lengkingan suara Efrina yang memekakkan telinga,Arka yang mendekap Elna terkesiap dan melepas pelukannya.


"Teyze.."


"Anne.."


Keduanya duduk dengan sigap,Elna harus menunduk karena Efrina harus melihat hal memalukan antara dirinya dan Arka.Efrina menggelengkan kepala dan melipat kedua tangannya di dada."Oooo,jadi begini kelakuan mu saat menginap di sini Elna?"


"Bukan begitu teyze,teyze salah paham."Arka mencoba menjelaskan,namun Efrina mengangkat tangannya menandakan agar Arka berhenti bicara."Teyze tidak sedang bicara denganmu."Efrina menahan tawanya karena wajah panik dari Arka dan Elna yang tidak bisa mereka berdua tutupi.


"Ceritanya tidak seperti itu Anne,Anne salah paham."Kali ini Elna duduk bersimpuh seperti meminta pengampunan pada sang bunda.Arka menoleh menatap wajah Elna,kemudian memegang tangan wanitanya."Lepaskan kak,Anne melihat kita."Elna menghempaskan tangan Arka,tapi seperti biasa pria itu seperti batu besar yang sulit sekali untuk di gerakkan.

__ADS_1


"Ini kamar siapa Anne?"Ozkhan muncul dari balik pintu dengan wajah takjub melihat interior kamar utama mansion tersebut,untung saja,Efrina segera menghampiri cucu nya sehingga dia belum sempat melihat bunda dan ayahnya yang kepergok tengah berdua di atas tempat tidur."Ayo sayang,kita turun,anne Alara menunggu kita di bawah."Efrina segera menutup pintu,takut jika Ozkhan melihat kemesraan kedua orang tuanya.


"Ini semua gara gara kakak."Elna menatap tajam wajah Arka yang tidak terlihat ketakutan sedikitpun setelah tantenya yang sebentar lagi akan menjadi mertuanya memergoki mereka berdua.Tanpa sanggahan,Arka menarik tangan Elna yang dari tadi dia genggam hingga keduanya berakhir dalam posisi berbaring di mana Arka berada di bawah dan Elna di atasnya.


"Kak,apa yang kakak lakukan?"Usaha yang selalu sia sia saat dirinya mencoba lepas dari pelukan Arka."Ini akan menjadi kamar kita berdua dalam beberapa jam lagi,jadi kamu harus membiasakan dirimu di tempat ini."Arka mengusap wajah mulus Elna."Kak,tolong jangan seperti ini,kakak sudah bertunangan,lepaskan aku ya,tanpa menikah pun kita bisa merawat Ozkhan bersama sama,jangan lupa kalau hubungan kekeluargaan kita sangat dekat." Sebenarnya apa yang dia katakan dari mulutnya sungguh jauh berbeda dengan apa yang dia rasakan,terus terang seiring intens nya pertemuan mereka,membuat Elna perlahan mulai mencintai pria yang sudah menanamkan benih di rahimnya.Tapi dia tidak egois,meskipun mencintai Arka,tapi dia tidak ingin ada wanita lain yang menderita karena keegoisannya.


Kening Arka berkerut,"Jadi kamu tidak mencintaiku?"Ujarnya mempererat pelukannya."Bukan begitu kak."Elna menggelengkan kepalanya dengan mimik wajah lucu hingga Arka gemas di buatnya, apalagi mendengar jawaban Elna yang membuatnya tersenyum.Namun tidak lama berselang,Elna sadar kalau apa yang barusan dia katakan adalah sesuatu yang salah.Dari perkataan nya jelas Arka bisa menyimpulkan kalau Elna juga punya perasaan yang sama dengan nya.


Karena panik dengan kata kata nya sendiri,di luar kendali nya,dia malah duduk di atas senjata laras panjang Arka,hingga sang pemilik mencoba untuk tetap tenang agar senjata miliknya tidak menembak kan pelurunya dan menghancurkan tempat persembunyian lawan."Sebaiknya kamu cepat turun,sepertinya MUA nya sudah datang."Arka mencoba mengalihkan pembicaraan,bagian bawahnya sudah terasa ngilu menahan sesak."Iya kak aku akan keluar tapi aku akan meluruskan kata kataku tadi.Aku..?"


"Baiklah, aku akan keluar, tapi tidak bisakah kita menunda nya kak? aku rasa ini salah,jangan karena semalam kakak marah hingga mengambil keputusan yang tidak di pikirkan secara matang." Elna masih belum sadar dengan situasi nya saat ini."Aku tidak pernah mengambil keputusan kalau tidak aku pikirkan baik baik dampak kedepannya, dan menikahi mu bukanlah keputusan satu malam seperti katamu tadi melainkan sudah aku pikirkan dari lima tahun lalu, sayang aku tidak bisa menemukanmu."Lanjut Arka, kini dia sudah tidak mampu menahannya.Dengan gerakan cepat dia membalikkan tubuh Elna dan membuat wanita itu kembali berteriak.Posisi mereka sekarang berubah."Aku sudah memperingatkan mu untuk keluar, tapi kau tidak mengindahkan nya."


Arka mulai menciumi leher Elna dengan brutal,dress pendek dengan belahan yang cukup rendah membuat Arka sangat leluasa memainkan lidahnya di sana."Kak,hentikan,apa yang kau lakukan?"Elna berusaha menolak tapi saat ini otaknya sudah tidak berfungsi dengan baik,mulutnya memang sedang melayangkan protes tapi tubuhnya tidak,semua berbanding terbalik.Elna terkadang mengumpat Arka dan sesekali melenguh karena lidah Arka sudah menjilat ke mana mana dan tidak bisa di kondisikan.Entah sejak kapan dress itu sudah terlepas,untung saja sebuah panggilan telpon menghentikan kegilaan mereka.

__ADS_1


"Sial,,,"Arka mengumpat karena ponselnya tidak berhenti berdering,beberapa kali dia abaikan tapi justru panggilannya semakin banyak.Arka menghentikan aktivitas nya dengan wajah di tekuk.


"Suruh Elna turun sekarang juga Arka!!Jika tidak aku akan membatalkan pernikahan kalian."Dari balik telpon,lengkingan suara Anne Alara membuat Arka menggusar rambutnya kasar.Elna sudah mengenakan pakaiannya kembali."Anne menyuruhmu turun,kita akan melanjutkan ini setelah aku pulang dari singapura.Persiapkan dirimu,karena kau tidak akan melepaskan mu."Ujarnya lalu mencium bibir Elna sebelum wanitanya keluar dari kamar.


Setelah beberapa saat menunggu,akhirnya semua sudah siap.Arka harus menelan ludahnya kasar karena melihat Elna yang berjalan ke arahnya dengan anggun dan terlihat sangat cantik.Tidak ada pesta meriah,hanya pernikahan sederhana,dan itu sangat jauh untuk ukuran seorang CEO kaya raya seperti dirinya,hanya saja,yang lebih penting sekarang adalah adanya ikatan antara dirinya dan Elna agar dia bisa melindungi ibu dari anaknya itu,untuk pesta mewah dan megah akan di laksanakan saat kondisi sudah memungkinkan.


"Datanglah ke mansion pagi ini,sebagai adikku kamu harus menjadi saksi pernikahan antara aku dan Elna,aku tunggu kedatanganmu." Bunyi pesan teks yang Arka kirim untuk Rey tengah malam tadi,namun sampai saat ini tidak ada jawaban dari adiknya itu padahal Arka tau kalau pesannya sudah di baca oleh Rey.Arka tau sifat Rey,dia tidak ingin sesuatu yang sudah dia klaim menjadi miliknya harus menjadi milik orang lain,tapi yang Arka herankan kenapa saat dia bertunangan dengan Freya,Rey sama sekali tidak bertindak,apa sebetulnya yang anak itu pikirkan dan itu masih menjadi pertanyaan besar untuk Arka.


Dan di sinilah dia sekarang di atas pesawat untuk melakukan penerbangan ke Singapura setelah dirinya resmi menikah dengan Elna sekitar sejam yang lalu."Aku akan tiba di rumah sekitar jam sembilan atau jam sepuluh malam.Tunggu aku,dan untuk anak kita,aku sudah menyiapkan kamar untuknya.Aku pergi dulu,jaga dirimu baik baik."Pesan Arka sebelum berangkat dengan Denis ke bandara.


"Kak,,boleh aku ke hotel?"Elna meminta ijin pada Arka,karena dia sudah tidak bisa pergi sesuka hatinya karena status nya sekarang sudah menikah.Arka menganggukkan kepala tanda setuju."Hati hati di jalan kak."Elna tersenyum dan di balas Arka dengan ciuman di bibir yang cukup lama,hingga Denis yang merasa tidak di anggap harus menghentikan bos mesum nya itu.


Di tempat terpisah,seorang pria terlihat marah besar,ponsel yang selama ini dia gunakan kini sudah tidak berbentuk karena baru saja dia lempar dengan kekuatan penuh.

__ADS_1


"Kali ini kau membuat kesalahan besar kak...."


...****************...


__ADS_2