BLUE IRIS

BLUE IRIS
Bab 43 : Rencana tuan Ehran Mehr


__ADS_3

Pertanyaan Ozkhan membuat semua yang berada di ruangan itu hampir tertawa.Begitupun dengan tuan Ehran Mehr.Dia mengalihkan fokus nya pada bocah kecil yang masih memegang tangan nya dengan erat.Tuan Ehran memposisikan tubuhnya hingga sejajar dengan Ozkhan."Apa kamu marah?"Tanya nya dengan seulas senyum di bibirnya.Tanpa ragu Ozkhan mengangguk,hingga Tuan Ehran mengusap kepala Ozkhan dengan sayang.


"Siapa namamu?"Tuan Ehran kembali bertanya."Ozkhan,,Ozkhan Alif Gaozhan."Ozkhan menyebutkan nama nya, kali ini nama Gaozhan tersemat indah di belakang namanya."Nama yang sangat bagus.Oiya,,tentang pertanyaan mu tadi,aku tidak memukul Anne mu,aku hanya mengelus kepalanya dengan sedikit keras dan itu adalah bentuk kasih sayang ku pada nya."Lanjut Tuan Ehran Mehr.


Ozkhan masih terlihat bingung."Memang nya anda ini siapa?Ozkhan tidak pernah melihat tuan sebelumnya."Ozkhan memang terlambat masuk ke dalam mansion,jadi dia tidak menyimak kejadian dari awal,makanya dia tidak tau siapa lelaki tua yang memukul Anne Efrina.Melihat wajah bingung Ozkhan yang sangat menggemaskan,Alara pun mulai menjelaskan siapa Tuan Ehran Mehr sebenarnya.


"Oooo,,berarti tuan ini adalah kakekku,,,dan itu berarti juga Ozkhan harus panggil buyukbaba bukan?Tapi kenapa buyukbaba baru datang sekarang?"Tanya nya dengan gaya seperti orang dewasa.Tuan Ehran mengamati sang cicit dari gaya bahasa hingga gerak geriknya,kemudian sebuah senyum tipis kini tergambar di wajahnya."Bersiaplah nak,kamu akan menjadi penerus ku." Batin nya.


"Dari mana kau tau panggilan itu?"Tuan Ehran terus saja berbicara dengan Ozkhan."Tentu saja dari bunda."Ozkhan menunjuk Elna yang berdiri tepat di samping Arka."Sebenarnya panggilan buyukbaba di tujukan juga untuk Baba Aslan tapi Ozkhan lebih suka memanggilnya Baba.Begitupun dengan Anne Efrina dan Anne Alara,buyukanne adalah panggilan yang tepat untuk mereka,tapi seperti kataku tadi ,Ozkhan lebih suka memanggilnya Anne,itu karena Ozkhan sudah punya bunda dan ayah.Ozkhan tau,darah turki mengalir di tubuh Ozkhan,tapi bunda bilang,Ozkhan harus pintar menyesuaikan diri,karena ini indonesia bukan di turki."Ozkhan menjelaskan panjang lebar.


"Arka,,"panggil tuan Ehran.Mendengar namanya di sebut,Arka menghampiri Tuan Ehran."Aku akan mengampuni mu dengan catatan,kau harus secepatnya membuat cucu kesayanganku hamil."Ucap tuan Ehran dengan suara yang sangat pelan.Dengan syarat seperti itu tentu saja membuat Arka tersenyum lebar."Buyukbaba tidak usah khawatir,aku akan secepatnya memberikan kabar baik."Ujar Arka.




Hingga malam hari,mansion Arka terlihat sangat ramai.Elna harus ijin tidak masuk kerja karena kunjungan tiba tiba sang kakek,semua berkumpul di sana tanpa Rey Mazhar,berbagai alasan Rey ungkapkan saat anne Alara menelponnya tadi siang.Semenjak kejadian pertunangan Arka dengan Freya beberapa bulan lalu,Rey mulai menjauh dari keluarganya,jarang pulang ke rumah utama,jarang menghubungi Baba dan Anne nya,lebih lebih dengan Arka,jika bertemu di hotel dia seakan tidak kenal dengan kakak nya sendiri,namun Arka bisa memaklumi itu semua.Meskipun jarang berkomunikasi,Arka masih selalu memantau adiknya lewat Denis,ya Denis memang punya banyak sekali pekerjaan,selain urusan kantor dia juga harus mengurusi urusan pribadi sang bos,terkecuali yang berhubungan dengan nona mudanya.


__ADS_1


Beberapa saat lalu makan malam telah berakhir,seluruh keluarga kini sedang duduk bersantai sambil menikmati dessert buatan Elna."Tak di ragukan lagi,kau memang cucuku."Itu adalah pembenaran Ehran Mehr .Pujian tidak berhenti ia lontarkan di setiap suapan yang masuk ke dalam mulut nya.Anne Alara dan semua yang berada di ruangan itupun tidak membantah tentang penilaian Tuan Ehran terhadap dessert yang Elna buat.



Ozkhan pun demikian,dia terlihat sangat asik menyendok sesuap demi sesuap cake ke dalam mulutnya sambil duduk di pangkuan Tuan Ehran.Entah sejak kapan mereka jadi sangat akrab,padahal sampai siang tadi saat mereka baru saja bertemu, berbagai penolakan masih Ozkhan tujukan untuk büyükbaba nya itu.



Setelah puas berbincang,Baba Aslan dan Anne Alara meninggalkan mansion Arka,menyisakan Anne Efrina dan tuan Ehran Mehr yang berencana menginap di sana."Efri aku ingin bicara padamu."Panggil Tuan Ehran begitu semua penghuni rumah sudah masuk ke dalam kamarnya masing masing,Elna menidurkan Ozkhan yang sedari tadi sudah sangat mengantuk,Arka harus memeriksa beberapa laporan di ruang kerjanya karena harus absen tidak ke kantor tadi pagi.




"Bukannya Efri tidak ingin pulang bersama Baba, hanya saja, Elna baru saja menikah,dia masih harus menyesuaikan kehidupan barunya saat ini, dia yang dulunya hanya merawat Ozkhan kini harus bisa membagi waktu antara anak dan suaminya."



"Aku dengar dari Alara kalau Ozkhan lebih banyak menghabiskan waktunya dengan mu." Selidik tuan Ehran dan kata kata itu di benarkan Efrina."Karena itu aku berencana membawa Ozkhan untuk ikut dengan kita,aku akan menyerahkan E&E Corp. pada anak Elna itu, aku liat dia sangat cerdas. Tidak mungkin juga anakmu bisa meneruskan perusahaan Baba, dia pasti tidak akan mendapat ijin dari Arka, lagian, buat apa dia capek capek untuk bekerja kalau suaminya sekaya itu.Selagi aku masih sehat, aku berencana membuat Ozkhan jadi penerus ku."Tuan Ehran akhirnya mengutarakan keinginannya.

__ADS_1



Efrina tampak berpikir keras,karena masalah yang menimpa anaknya beberapa tahun lalu,Efrina seperti berat meninggalkan Elna,namun kembali lagi,saat ini Elna sudah menikah dan jelas jika tanggung jawab nya beralih pada Arka,dan cucu nya Ozkhan,dia tak akan sanggup untuk berpisah dengan bocah pintar itu."Beri aku waktu sebulan Baba,aku akan coba membicarakannya pada Arka dan Elna,Elna mungkin mengijinkan tapi bagaimana dengan Arka,dia baru bertemu dengan putranya begitupun Ozkhan,apa dia mau berpisah dari ayahnya,masalahnya anak itu terlalu dekat dengan Arka."



"Baiklah,Baba akan memberikanmu waktu satu bulan.Kau harus bisa membujuk Elna maupun Arka."Tuan Ehran Mehr berdiri."Lusa Baba akan kembali ke Istanbul,persiapkan dirimu dari sekarang.Dan ingat,satu bulan, jangan terlalu lama."Efrina galau,sungguh ini menjadi dilema untuknya.Di satu sisi,dia berat meninggalkan keluarga nya di sini namun kondisi ayahnya yang sudah semakin renta,Efrina juga tidak sanggup melihat nya, lagipula mungkin ini adalah kesempatan nya untuk menebus dosa dosa yang dia lakukan puluhan tahun silam hingga membuat tuan Ehran marah besar dan kecewa pada nya dan berbuntut saat dirinya di usir dari rumah.



Arka yang berencana hendak ke dapur untuk mengambil air minum tanpa sengaja mendengar pembicaraan ayah dan anak itu."Apa yang harus aku lakukan sekarang?Inikah alasan Buyukbaba menyuruh kami untuk segera punya anak?" Batin nya.Arka terlihat kecewa dengan keinginan tuan Ehran untuk memisahkan mereka dengan Ozkhan.Arka kembali ke kamar dan tidak melanjutkan tujuan awalnya untuk menghilangkan dahaganya.



"Kau tidak bisa merusak kebahagiaan mereka,tunggu saja jika saat nya tiba,aku akan membongkar semuanya."Tuan Ehran menatap lurus ke depan.Ingatan nya kembali ke beberapa bulan lalu saat dia mengetahui sebuah rahasia yang sangat besar.



...\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*...

__ADS_1


__ADS_2