
Berita kehamilan Elna sudah di dengar Anne Efrina dan Ozkhan, alangkah bahagianya Ozkhan begitu mengetahui kalau sebentar lagi dia akan punya adik.Seharian ini kerjanya hanyalah melakukan panggilan video dengan sang bunda,Elna sampai pusing menjawab pertanyaan Ozkhan.Begitupun dengan Arka, bagaimana tidak,Ozkhan sudah menanyakan jenis kelamin adiknya,padahal kandungan Elna baru berumur beberapa minggu,belum lagi bocah pintar itu menginginkan seorang adik perempuan dan tentu saja itu di luar kendali Elna dan Arka.Mereka hanya bisa berdoa kepada Tuhan,agar permintaan anak itu terkabul,dan yang lebih parah dia sudah meminta adik perempuannya untuk tinggal bersama di Istanbul begitu sang adik lahir.
Tiga bulan berlalu
Elna memutuskan untuk berhenti bekerja,di awal para staf dapur sempat tidak menerima saat mendengar keputusan Elna,namun pengakuan kalau dia sudah menikah dan sekarang sedang hamil,mereka akhirnya mengerti,meskipun sangat kehilangan chef pastry andalan Iris hotel,tapi mereka juga tidak bisa egois.
Siang ini,Elna ada jadwal pemeriksaan ke dokter,biasanya Arka tidak pernah absen untuk mengantar sang istri, tapi hari ini rapat penting dengan sebuah vendor yang tidak bisa dia tinggalkan,mau tidak mau,Elna pergi sendiri.Elna di larang membawa mobil,jadi pilihannya adalah memesan lewat online kendaraan roda empat untuk dia gunakan ke rumah sakit.Arka melonggarkan pengawasan pada Elna,mengingat tidak ada gangguan yang dia rasakan setelah Ozkhan pergi dan kecelakaan yang menimpa Anne Efrina beberapa bulan lalu.
Namun prediksinya salah,karena saat ini bahaya sedang mengincar wanitanya.Baru beberapa menit meniggalkan mansion,mobil yang di gunakan Elna menabrak pembatas jalan hingga membuatnya terluka parah.Supir yang mengemudikan mobil tersebut kini sudah menghilang.Kecelakaan tunggal yang di alami Elna sampai ke telinga Arka,tanpa memperdulikan rapat yang masih sementara berlangsung dia meninggalkan ruangan dengan perasaan yang tidak menentu.
Elna sudah berada di rumah sakit dan menjalani serangkaian perawatan ketika Arka datang,seperti orang gila dia berkeliling mencari istrinya di ruang IGD yang luas.Hingga seorang perawat menghentikan keributan dengan menunjukkan di mana Elna berada.Melihat istrinya terbaring tak berdaya dengan perban di kepala dan beberapa tempat lainnya,membuat hatinya teriris, mata hazel itu berusaha untuk tidak menitikkan air mata,tapi percuma saja,tanggul itu jebol,dia tidak sanggup melihat keadaan Elna yang terluka parah,apalagi mengingat kalau saat ini istrinya sedang hamil,meskipun dokter belum menjelaskan kondisi Elna,tapi hatinya yakin,dengan luka benturan di area perut yang di alami Elna,bayinya pasti tidak bisa di selamatkan,dan benar saja,tidak lama berselang,dokter datang dan memberinya kabar yang sesuai dengan tebakannya,Arka terduduk lemas di lantai rumah sakit yang sangat dingin,cobaan apa ini?apa yang telah dia lakukan hingga Tuhan menghukumnya dengan cara yang sangat tragis.
Setelah menenangkan diri,Arka berdiri menghampiri sang istri yang masih belum membuka mata."Maafkan aku sayang,ini semua karena kesalahanku."Arka mencium pucuk kepala Elna,entah dengan cara apa dia akan menjelaskan pada Elna tentang keguguran yang dia alami,bagaimana cara menjelaskan pada Ozkhan jika anak pintar itu bertanya?oh tidak kepalanya terasa sangat pusing.
__ADS_1
"Anne,Elna sekarang di rumah sakit,di barus saja mengalami kecelakaan,dan bayi kami harus ikut menjadi korban,tolong jaga Elna untukku,aku harus menyelesaikan sesuatu."Arka menelpon Anne Alara.Anne Alara syok mendengar berita yang sangat mengejutkan itu.Anne yang sedang bersantai berteriak histeris setelah Arka menutup telpon,Baba Aslan yang kebetulan berada di ruang kerjanya kaget mendengar teriakan istrinya."Kenapa Anne,apa yang terjadi?"Baba menghampiri Anne yang duduk di lantai sambil menangis.
"Ayo Ba,antar Anne sekarang juga."Ujar Anne Alara."Iya Baba antar,tapi kita mau kemana?tolong jangan menangis,Baba tidak mengerti maksudmu."Baba Aslan bingung melihat Anne yang seperti orang linglung."Elna Ba.Elna mengalami kecelakaan."Lanjut Elna dengan tubuh yang gemetar."Dai mana kamu tau,sekarang banyak penipuan Anne,jangan cepat percaya.Siapa yang menelponmu."
"Arka Ba,Arka baru saja menelponku,dia meminta ku untuk menjaga Elna.Ayo kita segera ke rumah sakit."Mereka bergegas ke rumah sakit,di perjalanan,Anne menceritakan apa saja yang Arka katakan,namun perkataan terakhir Arka yang di tirukan Anne membuat kekhawatiran bagi Baba Aslan."Benarkah anakmu mengatakan seperti itu?"Baba Aslan mencoba memastikan.Ane mengangguk."Memangnya ada apa Ba?"Anne menatap suaminya."Baba rasa ada yang tidak beres Anne."Baba curiga.
Arka yang kini sedang mengemudikan kendaraan mewahnya,baru saja menelpon Denis.Denis yang menggantikan Arka melanjutkan rapat harus mengakhiri pertemuan itu sepihak,untung saja,mereka mau mengerti dengan penjelasan Denis,hingga tidak terjadi kesalahpahaman meskipun belum ada kesepakatan di antara kedua perusaahan besar itu.
"Aku sudah menduganya,aku pikir mereka berhenti setelah Ozkhan dan Anne Efrina meninggalkan Indonesia,ternya aku lengah,aku lupa kalau dia juga mengincar istriku."Arka geram,tangan nya mengepal kuat."Apa tuan mengenal Alvano Narendra?"Tanya Denis mencoba mencari tau dari sang bos siapa sebetulnya pria itu.
"Tidak,aku tidak mengenalnya."Ujar Arka setelah berpikir cukup lama."Pria bernama Alvano Narendra adalah pria yang mengikuti keseharian Ozkhan dan yang menyebabkan kecelakaan Anne Efrina dan kemungkinan besar,supir yang menghilang di TKP adalah orang yang sama."Lanjut Denis.Arka kembali mencoba mengingat,adakah di antara rekan bisnisnya yang bernama Alvano Narendra,hingga beberapa saat dia tersadar.
Arka menghentikan kendaraannya di pinggir jalan yang tidak terlalu ramai."Denis,aku ingat sekarang,Alvano,nama itu baru pertama kali aku dengar tapi nama belakang nya aku tidak asing."Denis pun seketika mengingat kejadian beberapa tahun silam di kota B,saat tuan Arka memecat secara tidak terhormat seseorang yang bernama Narendra."Iya tuan aku baru ingat sekarang.Apa ini balas dendam yang Narendra lakukan melalui anaknya?"Ujar Denis.
__ADS_1
Ya,sedikit banyak,mereka tau tentang keluarga Narendra,dia memang memiliki seorang putra,tapi mereka tidak tau namanya siapa."Kita kembali ke hotel,ada sesuatu yan harus aku lakukan."Arka putar balik,sekarang dia kembali menuju ke hotel.
'Bagaimana kabar nona muda tuan?"Tanya Denis penasaran."Terakhir aku menghubungi Anne,dia sudah sadar,tapi aku melarang untuk memberi tahu tentang keguguran yang dia alami."Arka menghela nafas kasar,begitupun dengan Denis"Saya turut berduka tuan."Denis menundukkan kepala dan Arka hanya diam saja mendengar ucapan yang membuat hatinya sakit.
Freya sedang berada di lobi saat Arka tiba di hotel.Dia masih mencoba mendekati Arka meskipun Freya tau kalau Arka sudah menikah."Kamu dari mana sayang?"Sapa nya dengan senyum sumringah.Arka yang melihat jadi muak."Berhenti menggangguku Freya dan kerjakan pekerjaan mu."Kesal Arka.Denis pun menatap Freya dengan tatapan jijik.
Saat akan melangkah,Freya menghadang Arka dengan berdiri di depan pria tampan itu.Dan di situlah Arka melihat kalung berlian yang mirip dengan kalung milik Elna,hanya inisialnya yang berbeda,bentuk dan warna nya semua sama.Arka terus menatap kalung tersebut,hingga Freya sadar kalau Arka tengah memperhatikan berlian indah yang melekat sempurna di leher nya.
"Cantik bukan?tenang saja ini bukan dari pria mana pun,ini pemberian ayahku."Lanjut Freya.Arka melanjutkan langkahnya tanpa mengomentari perkataan Freya,hingga Denis yang berdiri di samping Arka tersenyum mengejek pada wanita yang masih selalu mengharap cinta sang bos,padahal sudah di tolak mentah mentah."Dasar wanita tidak tau malu." Batinnya kesal.
"Nis,aku punya tugas tambahan untukmu,selidiki apa hubungan Elna dan tuan Hadyan Daniswara."
...****************...
__ADS_1