BLUE IRIS

BLUE IRIS
Bab 39 : Untuk yang kedua kali


__ADS_3

Siang berganti malam,pasangan suami istri itu baru saja meninggalkan hotel,kali ini Arka menyetir sendiri,dia ingin berdua saja dengan Elna tanpa ada Denis yang menjadi pihak ketiga."Kamu ingin bertemu Ozkhan dulu sebelum ke mansion?"Tanya Arka sesekali menatap wajah cantik Elna yang di terpa cahaya lampu temaram.Elna mengangguk,dia juga sudah merindukan bocah pintar itu.


Arka membawa Elna ke sebuah mansion yang sangat besar.Membuat Elna bertanya tanya di mana kira kira saat ini dia berada."Ini di mana kak?"Tanya nya penasaran."Rumah Anne."Singkat jawaban yang Arka berikan.Ini adalah pertama kalinya Elna menginjakkan kaki di rumah mewah milik keluarga Gaozhan itu,rumah yang akan menjadi salah satu tempat tinggalnya bila tidak berada di mansion.


"Bunda,Ayah.."Ozkhan menyambut kedua orang tuanya yang baru saja membuka pintu.Ozkhan sedang bermain dengan Anne Alara dan Anne Efrina di ruang tamu jadi dia bisa langsung melihat Arka dan Elna yang masuk sambil bergandengan tangan."Hai anak ayah,Ozkhan lagi bikin apa."Arka menggendong sang putra dengan satu tangan masih memegang Elna."Ozkhan main sama Anne.Ayah,boleh Ozkhan menginap di sini.Ayah dan bunda pulang saja.kata Anne Alara,untuk bisa punya adik,Ozkhan harus lebih sering tinggal dengan Anne."Ujar nya polos,hingga Elna cukup kaget mendengar kalimat aneh anaknya.Dia sudah bisa memastikan kalau Ozkhan sudah terkontaminasi oleh kedua orang tua yang sedang terlihat tersenyum bahagia tanpa merasa bersalah sedikitpun telah menjadi guru yang menyesatkan untuk Ozhkan.


Arka hampir saja tertawa mendengar kalimat Ozkhan."Ozkhan mau adek apa,cewek atau cowok?"Arka melirik Elna yang sedang menatapnya tajam."Ozhkan mau adek yang cantik,pasti seru tuh ayah."Ozkhan sangat antusias,dan Elna hanya mampu menggelengkan kepala dengan pembicaraan mereka.


Arka dan Elna akhirnya meninggalkan rumah utama setelah Arka menidurkan Ozkhan.Perjalanan dari rumah utama hingga mansion,tidak pernah sedikitpun Arka melepas tangan Elna.Tidak ada perbincangan,Arka fokus menyetir dengan satu tangan,namun tangan yang satu nya selain menggenggam erat sesekali kecupan hangat Arka berikan.Suasana terasa begitu romantis.


Tiba di mansion,Elna yang lupa kalau sudah menikah justru berjalan ke arah kamar lamanya yang berada di lantai bawah,hingga Arka heran dan mengerutkan keningnya."Kamu mau ke mana?"Elna berbalik,suara Arka yang terkesan marah padanya membuatnya bingung."Ini kan kamarku kak.apa kakak lupa?"Jawaban Elna sungguh membuat Arka naik pitam."Yang lupa itu aku atau kamu sih?"Arka kesal.


Sesaat kemudian Elna baru sadar."Mampus,kenapa aku bisa lupa." Batin Elna.Dia mulai mencari alasan agar Arka tidak marah padanya."Ooo..itu kak,aku harus ambil pakaian ku dulu,kakak duluan saja,nanti aku menyusul."Elna jadi salah tingkah.Arka melangkah mendekati Elna yang tersenyum aneh padanya."Pakaianmu sudah di pindahkan ke kamar atas,dan tidak usah banyak alasan,dan percuma juga,aku tidak akan membiarkan sehelai benang melekat di tubuhmu malam ini."Kesabaran Arka Hilang melihat Elna yang tidak beranjak sedikitpun dari tempatnya karena itu dalam hitungan detik,tubuh Elna seakan melayang di udara."kak,,apa yang kau lakukan?"Teriak nya."Kau tidak liat kalau aku menggendong mu,berhenti bicara,dan tutup saja mulutmu itu,kau harus menyimpan suara mu,karena sebentar lagi aku yang akan membuat mu berteriak."

__ADS_1


Gleekk..Elna menelan ludahnya kasar."Tuhan tolong lah aku." Batin Elna gelisah atau lebih tepat nya dia sangat takut,dia bukan wanita polos yang tidak paham apa maksud dari kalimat Arka itu.Arka meletakkan Elna dengan perlahan di atas tempat tidur king size miliknya.Arka menatap lekat wajah cantik Elna yang berada di bawahnya,cahaya lampu yang terang bisa menunjukkan wajah nya yang memerah seperti kepiting rebus."Maaf karena menikahi mu dengan sangat sederhana,tidak ada pesta atau resepsi,nanti saat sudah waktunya,aku akan membuat pesta yang sangat meriah untukmu."Ujarnya lalu mengusap wajah mulus Elna.


Perlahan Arka menyentuh bibir merah alami yang sangat menggunggah menggunakan jemarinya."Sekarang ini adalah milikku."Lalu melabuhkan ciuman nya pada benda yang baru saja dia pegang,ciuman itu terasa lembut,hingga tanpa sadar Elna menutup matanya,menikmati sentuhan Arka.Namun sesaat kemudian dia mendorong tubuh Arka perlahan."Kak,,biar aku mandi dulu,seharian di dapur membuat tubuhku lengket,apa kakak tidak cium bau cake saat kakak menciumiku?"Elna mencoba mengulur waktu,dia harus bisa menguasai debaran jantung nya yang terasa begitu cepat saat Arka mulai menyentuhnya.


Arka menghentikan ciumannya yang entah kapan sudah turun ke leher Elna."Aku tau itu hanya alasan mu saja,sepuluh menit,itu waktu yang ku berikan."Akhirnya Arka melepaskan Elna.Dengan cepat Elna bangkit dan berlari ke kamar mandi kemudian menguncinya dari dalam.Elna memegang dadanya yang hampir meledak."Ada apa denganku?Ini bukan pertama kalinya tapi kenapa aku sangat deg degan?" Gumam nya.


Waktu yang Arka berikan sudah habis dan Elna masih mengunci dirinya di dalam kamar mandi."Sampai kapan kamu mau tinggal di dalam sana?"Arka kini berdiri di depan pintu kamar mandi."Sedikit lagi kak."Teriak Elna."Aku akan memberimu waktu satu menit,jika tidak kamu akan tau akibatnya."Arka berkacak pinggang menunggu Elna keluar.


Perlahan Arka melepas ikatan bathtub sambil mencium bibir Elna dengan rakus,tidak ada kelembutan seperti tadi.Tapi Elna mampu menikmati semua sentuhan Arka entah itu dengan lembut ataupun sedikit kasar seperti yang di lakukannya saat ini.Wangi sabun yang menempel di tubuhnya membuat hasrat Arka semakin menjadi jadi.


Tubuh Elna di angkat menuju tempat tidur tanpa melepas pagutan bibir mereka.Bagi Elna ini adalah pengalaman pertama nya bercinta dengan seorang pria karena saat Arka menyentuh nya beberapa tahun lalu,dia dalam kondisi tidak sadar.Dan sungguh,Elna menikmati semuanya,suara ******* demi ******* keluar beriringan dengan setiap sentuhan Arka di setiap inci tubuhnya.


"Aku akan melakukannya sekarang,tahan sedikit,di awal akan terasa sakit,tidak apa kan?"Ujar nya dan di jawab Elna dengan anggukan kepala.Arka tersenyum,kemudian mencium kening,kedua mata dan terakhir bibir Elna yang selalu menjadi candunya .Dann......aaaahhh....

__ADS_1




Di sebuah rumah yang bisa di katakan cukup mewah,seorang wanita melampiaskan kemarahan dengan melempar semua barang yang berada di kamarnya.Beberapa saat lalu ayah dan ibunya membawakan berita buruk untuknya."Aku tidak terima,,ini tidak bisa.Kenapa kau membatalkan pertunangan kita Arka.kamu jahat sekali,,,!!"Freya berteriak teriak seperti orang gila di dalam kamarnya,setelah puas membanting semua barangnya,dia menghubungi Arka,tapi sayang ponsel pria itu tidak dapat di hubungi,puluhan kali dia mencoba tapi hasilnya nihil.Ponsel yang tidak bersalah itupun jadi sasaran amukan Freya berikutnya,dia membanting sekuat tenaga hingga ponsel itu berakhir berhamburan di atas lantai.



"Arka,,,kamu harus menjelaskannya padaku."Freya mengambil kunci mobil setelah melampiaskan kemarahannya,minum alkohol untuk saat ini baginya adalah obat yang paling ampuh.



...\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*...

__ADS_1


__ADS_2