BLUE IRIS

BLUE IRIS
Bab 41 : Ehran Mehr


__ADS_3

Seminggu berlalu setelah pernikahan Arka dan Elna,barulah Freya punya kesempatan untuk bertemu dengan mantan tunangannya itu,kini mereka sedang duduk berhadapan di sebuah restoran yang lumayan jauh dari hotel.Mata Freya berkaca kaca,dia tidak mampu menutupi kesedihannya."Maafkan aku Fre,dari awal aku memang tidak menginginkan pertunangan ini,hanya saja aku menghargai keinginan ibuku dengan harapan bahwa aku bisa perlahan mencintaimu hingga kita bisa berakhir menikah,tapi seperti yang kamu liat sekarang,aku tidak bisa.dan hanya kata maaf yang bisa aku katakan padamu."


Freya menangis,meskipun menginginkan harta dari pria kaya raya yang sedang duduk di depan nya,tak di pungkiri kalau cinta mulai tumbuh untuk pria tampan itu."Tapi Arka,aku tidak bisa,aku sangat mencintaimu..hiks..hiks.."Ucapnya sambil terus meneteskan air mata."Maafkan aku Freya,sekali lagi aku minta maaf."Arka meninggalkan Freya yang masih tidak mampu menahan air matanya.


Freya teringat dengan pertemuan beberapa hari lalu dengan Rey,sampai sekarang dia belum tau siapa sebenarnya wanita yang di perebutkan antara dua bersaudara itu.Dengan kasar Freya menghapus air matanya."Percuma juga aku menangisi nya."Wajahnya berubah dingin,kemudian dia mengambil ponselnya dan menelpon seseorang."Permintaan mu tempo hari,aku menyetujuinya."Setelah menyampaikan maksudnya,Freya mengakhiri panggilan dan menyimpan kembali ponselnya dalam tas.Saat pertemuan beberapa hari yang lalu itu terjadi,Freya memang belum mengiyakan permintaan Rey,namun setelah melihat perlakuan Arka padanya hari ini, membuat Freya membulatkan tekad untuk membalas dendam.




Satu bulan berlalu



Restoran Iris hotel



"Makanan apa ini?Begini caramu melayani pelanggan?"Maki seorang laki laki tua pada pramusaji yang membawakan makanan di pagi hari itu."Maaf tuan,ada yang tidak berkenan dengan makanan kami?kami akan mengganti dan membuatkan yang baru."Ujar pramusaji tadi."Tidak usah,panggilkan CEO mu sekarang juga."Pelayan itu mulai ketakutan,tidak mungkin untuk dirinya memanggil seorang CEO datang di pagi buta hanya karena soal makanan yang tamu nya tidak suka,namun dia tetap mencoba tersenyum."Baik tuan,tapi mungkin anda akan menunggu sedikit lebih lama karena kami harus menelpon beliau terlebih dahulu."Jawab pelayan tadi dengan sopan.


__ADS_1


"Aku tidak mau tau,yang jelas dia harus ada di sini dalam satu jam,jika tidak,kalian akan tau akibatnya."Ujar lelaki yang masih menatap tajam pada pelayan yang sedang berdiri di depannya.Segera pramusaji itu berlari dan menghampiri Yudi yang sedang sibuk menyiapkan sarapan."Chef Yudi,gawat.."Ujarnya memasang wajah panik."Kenapa Ita?"Tanya Yudi lalu mengalihkan fokusnya pada wanita yang datang mencarinya di pagi buta."Chef,gawat,,,di resto ada seorang pria tua membuat ulah,katanya makanan yang di sajikan tidak enak,dia komplain."Pramusaji yang di panggil Ita itu mulai meremas tangan nya."Ya udah,ganti aja yang baru,kan gampang."Yudi kembali sibuk dengan aktifitasnya.



"Bukan itu masalahnya chef,pria tua itu minta bertemu dengan Tuan Arka."Ita kembali menjelaskan karena respon Yudi terlihat biasa saja."Appaaa...!!Berani sekali dia ingin bertemu dengan Tuan Arka.Sudah kembali bekerja,aku akan menghubungi Tuan Denis saja."Karen penasaran.Yudi datang sendiri ke resto membawa beberapa jenis makanan sebagai ucapan permintaan maaf pada tamu nya.



Pria tua itu sibuk memainkan ponsel saat Yudi menghampiri."Permisi tuan,saya asisten chef yang bertugas di dapur,maaf atas ketidak nyamanan yang anda rasakan.Kami menyiapkan beberapa makanan untuk tuan nikmati."Meskipun terdengar lancar dan sangat sopan tapi jantung nya berdegup kencang saat bersitatap dengan tamu yang memberikan komplain pada masakan nya.Terus terang,dengan melihat saja,Yudi sudah bisa memastikan kalau yang tengah duduk dengan memasang wajah kesal itu adalah salah satu tamu naratama yang menginap di hotelnya.



"Kalian tidak dengar ya,aku ingin bertemu langsung dengan CEO hotelmu,Hubungi dia sekarang juga."Hardik nya membuat Yudi ketakutan.Dengan terpaksa dia menelpon Denis untu meminta bantuan."Tuan Denis,pagi ini ada tamu yang ingin bertemu langsung dengan tuan Arka."Denis yang baru bangun mengernyitkan kening nya."Ini masih sangat pagi chef,lakukan saja pekerjaan mu dan tidak usah memperdulikannya."Denis menutup telpon,memang ini masih terlalu pagi,jam di dinding nya saja baru menunjukkan pukul enam pagi.




Setengah Jam berlalu,masalah yang di pikir sudah berakhir justru tambah runyam,bagaimana tidak,pendiri Iris Company kini sedang duduk di depan lelaki tua itu dengan menundukkan kepala."Mana anakmu yang kurang ajar itu,suruh dia datang sekarang juga."Wajah kesal pria tua itu makin menjadi jadi.Yudi yang melihat situasi sudah tidak kondusif,kembali menelpon Denis dan tidak lupa mengabadikan foto pria itu.


__ADS_1


Setelah mendapat telpon dan melihat pesan berupa gambar yang di kirim Yudi,Denis langsung melompat dari tempat tidurnya."Sial,,kenapa kau tidak bilang dari tadi."Denis sedikit banyak mengenal keluarga besar Gaozhan,tapi pria di foto itu sama sekali bukan keluarga Gaozhan melainkan tetua dari nyonya besar Gaozhan.



Arka yang sudah berada di meja makan,tiba tiba mendapat telpon dari Denis."Kenapa kau menelpon sepagi ini?"Maki Arka."Gawat tuan,tuan harus ke hotel sekarang,tuan besar sedang bersama seseorang yang dari tadi pagi mencari anda,dan sampai sekarang,informasi yang saya dapatkan,kalau pria tua itu tidak ingin berbicara dengan tuan besar karena dia menunggu anda tuan."Denis mengirimkan gambar ke ponsel Arka dan alangkah terkejutnya Arka saat dia mengamati siapa sosok pria tua yang sedang duduk berhadapan dengan Baba Aslan."Siapa kak?"Tanya Elna begitu penasaran karena ekspresi Arka seketika berubah setelah mendapat panggilan telpon dari Denis."Nanti kita bicara,aku harus segera ke hotel."Arka meninggalkan Elna namun sebelum itu sebuah ciuman tetap Arka berikan pada sang istri tersayang.



Dengan kecepatan tinggi,Arka mengemudikan kendaraan nya."Kenapa dia bisa ada di sini?mati aku,dia pasti tau kalau aku sudah menikahi cucu kesayangannya."Raut wajah nya berubah pias,dia tau siapa pria tua itu.Dan terus terang dia lebih takut dengan nya di banding Baba Aslan.



Tidak butuh waktu lama hingga Arka tiba di parkiran hotel.segera dia melangkahkan kakinya ke restoran.Dan benar saja kedua pria beda generasi itu masih duduk saling berhadapan.Arka menghela nafasnya pelan,mencoba mengatur detak jantung nya yang saat ini sudah seperti pelari maraton."buyukbaba?(kakek dalam bahasa turki)?"Mendengar seseorang memanggilnya dengan panggilan yang cukup akrab,pria itu mendongakkan kepala,dan melihat Arka yang berdiri di sampingnya membuat amarah yang dari tadi dia tahan kini meluap.



Pletakk..Ehran Mehr berdiri dan menjitak kepala Arka dengan keras.Meskipun terasa sangat sakit namun dia tetap menahan nya agar suara kesakitan tidak keluar dari mulutnya,dan yang lebih memalukan sebenarnya adalah pandangan beberapa karyawan yang melihatnya.Image cool yang dia miliki selama ini kini hancur berantakan karena perlakuan kakek nya sendiri.



Ya,pria tua itu adalah Ehran Mehr,paman dari nyonya besar gaozhan,Alara Mehr.Ehran Mehr adalah adik Emir Mehr,ayah Alara.Dan jelas kalau kakek tua arogan itu adalah kakek kandung Elnara Ziya Mehr,,istrinya.

__ADS_1



...\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*...


__ADS_2