BLUE IRIS

BLUE IRIS
Bab 45 : Permintaan Efrina


__ADS_3

Arka kaget dengan pertanyaan Anne Efrina yang tiba tiba karena menurutnya itu adalah sebuah pertanyaan ambigu bagi seorang pebisnis sepertinya."Maksud Anne apa?"Sebagai seorang pengusaha sukses,jelas musuh nya pasti sangat banyak.Dia berkecimpung di bidang perhotelan dan beberapa jenis usaha lain nya,di mana banyak sekali rekan rekan nya yang memiliki usaha yang sama,jadi musuh yang bagaimana yang sebenarnya di tanyakan Anne Efrina.


"Anne rasa ada seseorang yang tidak menyukaimu Arka.Sebelum buyukbaba kembali ke Istanbul beberapa hari lalu,dia berpesan untuk selalu menjaga Ozkhan kemanapun anakmu pergi,pasti ada sebab buyukbaba memintanya."Anne Efrina terlihat khawatir.


Hening,hanya suara helaan nafas Arka yang terdengar sangat berat.Tuan Ehran Mehr adalah orang yang sangat teliti.Seperti yang di katakan Anne Efrina,pasti buyukbaba nya itu mengetahui sesuatu."Apa ada yang terjadi hari ini pada Ozkhan Anne?"Tanya Arka serius,itu terlihat dari garis wajahnya yang tampak tegang dengan kening yang berkerut.Anne Efrina menggeleng."Hanya saja,penjaga sekolah Ozkhan datang menghampiriku dan mengatakan kalau beberapa hari ini ada seorang pria yang selalu memantau gerak gerik Ozkhan.Dan yang lebih mencengangkan,pria itu mengikuti istrimu setelah mengantar Ozkhan ke sekolah.Dan itu bukan omong kosong belaka nak,hari ini Anne mengalaminya sendiri,Anne harus berlari membawa Ozkhan kemari karena sebuah mobil mengikuti Anne sejak keluar dari gerbang sekolah."Tangan Anne gemetar kala mengingat kejadian tadi.


"Benarkah?"Arka terkejut,otaknya mulai memindai satu persatu orang orang yang pernah bermasalah dengannya,tapi yang dia herankan,kalau memang betul orang itu adalah musuhnya,dari mana orang itu tau kalau Elna adalah istrinya sementara pernikahan mereka masih menjadi rahasia,dia pernah mengatakan kalau sudah menikah saat pertemuan di Singapura beberapa bulan lalu,tapi wajah Elna tak satupun yang tau begitupun soal Ozkhan,jangan kan yang di luar negeri karyawan hotel nya saja tidak pernah tahu kalau saat ini dia sudah punya anak.Arka menghela nafas kasar dan mulai memijit pangkal hidungnya.


"Apa kau punya rencana?"Anne Efrina menatap Arka karena sudah menunggu lama namun Arka belum merespon sama sekali."Tentu saja Anne,aku tidak akan tinggal diam.Ini tentang keselamatan seluruh anggota keluargaku dan tentu saja itu tugasku untuk melindunginya."

__ADS_1


"Ka,maaf kalau apa yang akan Anne katakan ini menyinggung perasaan mu atau membuat mu kecewa dengan Anne."Ujar Anne Efrina,namun sepertinya Arka sudah bisa menebak ke arah mana pembicaraan mertuanya itu."Buyukbaba mu menginginkan Anne kembali ke Istanbul,dan dia memberikan Anne waktu satu bulan untuk membereskan semuanya di sini.Dan Buyukbaba mu ingin Anne...."Anne Efrina tidak melanjutkan perkataannya,lidahnya terasa kaku,dia takut Arka marah padanya."Aku tau apa yang ingin Anne katakan,karena saat itu,saat buyukbaba meminta Anne untuk membawa serta Ozkhan ke Istanbul,aku ada di sana,aku mendengar semua pembicaraan Anne dan buyukbaba."Ungkap Arka berterus terang,kali ini tidak tampak wajah kecewa seperti saat dia mendengar keinginan tuan Ehran Mehr hari itu,semua karena pertimbangan dari cerita Anne Efrina yang baru saja Anne ungkapkan.


"Awalnya aku kecewa dengan buyukbaba,meskipun mungkin dia masih marah padaku karena kejadian beberapa tahun lalu,menurutku buyukbaba sangat kejam kalau akan memisahkan kami dengan Ozkhan.Aku mengerti kalau saat ini buyukbaba tengah menghukumku.Tapi dengan penuturan Anne tadi,aku setuju kalau Anne membawa Ozkhan dan tinggal bersama Anne di sana,aku tidak akan egois,tapi aku harus membicarakan semuanya dulu dengan Elna.Dan masalah ini,aku tidak ingin Elna tau.Aku tidak ingin dia terbebani,ini akan menjadi urusan ku,aku pasti akan menemukan siapa dalangnya."Bukan nya Arka tidak ingin Ozkhan tetap tinggal bersamanya,hanya saja dia merasa kalau usulan tuan Ehran Mehr untuk kebaikan putranya juga.


Anne Efrina terkejut dengan pengakuan Arka,dia tidak menyangka kalau menantunya itu mendengar apa yang dia rundingkan dengan tuan Ehran Mehr."Maaf kan Anne nak,awalnya juga Anne menolak,tapi melihat buyukbabamu yang sudah semakin tua dan Elna sekarang yang sudah menikah,Anne pikir,sudah waktunya Anne kembali,tapi kembali Istanbul tanpa Ozkhan,Anne rasa tidak akan sanggup,Ozkhan sudah Anne anggap sebagai anak kedua Anne,sejak di lahir kan,Ozkhan sudah bersama Anne,Bundanya yang tengah terpuruk saat itu harus berjuang mengatasi depresi yang membuat hari harinya sangat menderita.Istrimu dulu adalah gadis yang sangat periang,maaf kalau Anne harus mengungkitnya kembali.Anne berharap kamu akan selalu setia dan menjaga Elna sampai maut memisahkan,dulu dia tidak punya siapa siapa selain Anne dan Ozkhan,tapi kehadiranmu kini sedikit merubah sikapnya."Panjang lebar Anne Efrina mengungkapkan semua perasaan yang terpendam selama ini.


Arka tertunduk lemas,ini semua karena perbuatannya,dulu saat menyentuh Elna untuk pertama kalinya dia tidak menduga kalau apa yang dia lakukan akan membuat Elna trauma."maafkan aku Anne."


Arka membuka pintu kamar,menghampiri Elna dan Ozkhan yang sedang terlelap sambil berpelukan.Arka menatap wajah putranya yang sangat menggemaskan,"Maafkan ayah son,ini juga berat untuk ayah,apalagi bundamu,tapi ini semua demi kebaikan mu.Jika kelak kau sudah dewasa nanti pasti kau akan mengerti."Arka mengusap kepala Ozkhan kemudian mencium pucuk kepala sang putra kesayangan.

__ADS_1


Arka kemudian beralih menatap istri tercintanya.Perlahan dia naik ke tempat tidur berbaring tepat di belakang Elna dan memeluk wanitanya.Elna yang merasakan beban berat di area perutnya, membuka mata perlahan, dia sudah tau apa benda itu.Tanpa berbalik dia mengusap tangan Arka."Anne sudah pulang kak?" Ucapnya setengah berbisik, takut Ozkhan terbangun."Mmmmm.. "jawab Arka.Netranya terpejam, wangi tubuh sang istri mampu menenangkan hatinya yang sedang kalut.


Lima menit berlalu, Elna membalikkan tubuhnya.Hidung mereka hampir bersentuhan karena posisi Arka yang sedang memeluk Elna dari belakang.Melihat Arka yang memejamkan mata,membuat Elna tidak bisa menahan diri untuk tidak menyentuh wajah suaminya.Elna tersenyum melihat Arka yang berbaring di sampingnya,tubuh tinggi atletis itu sedang terbaring masih mengenakan pakaian lengkap,bahkan sepatunya pun masih melekat sempurna.Perlahan,Elna mengusap rambut Arka."Kakak pasti lelah."gumamnya.


Elna bangkit dari tidurnya,kemudian membuka satu persatu sepatu Arka dan meletakkan di rak yang sudah di sediakan.Elna berencana keluar,membuka pintu perlahan,namun tiba tiba pelukan erat menghentikan aktivitasnya."Setelah puas menatap wajah tampan suamimu ini,kau ingin melarikan diri?Dasar wanita tidak bertanggung jawab."Ujarnya lalu menyenderkan kepalanya di bahu Elna.Elna mengerutkan kening."Jadi dari tadi kakak tidak tidur?"Arka mengangguk."Wangi tubuhmu menggoda indra penciumanku hingga mata hazel ku ini tidak bisa terlelap."Lanjut Arka mulai menggigit kecil leher Elna.Perlakuan brutal Arka itu membuat Elna kegelian."Kakak menyindirku?"


"Apa maksudmu?"Arka menghentikan kegiatan yang sebentar lagi membangkitkan birahinya."Aku ini dari dapur kak,sudah puluhan dessert yang ku buat sejak pagi,masa sih masih wangi?yang benar saja."Nada kesal dari intonasi suara Elna membuat Arka membalikkan tubuh wanitanya."Kamu marah?"Elna memutar bola matanya malas.Melihat ekspresi pemberontakan sang istri bukan nya marah,Arka justru gemas,hari ini dia bisa melihat sisi lain dari Elna.Arka melabuhkan ciumannya di bibir manis Elna."Kak,,,apa yang kau lakukan?Kakak ini tidak paham ya kalau aku sedang marah."Bentak Elna lalu mendorong pelan tubuh Arka.Arka semakin ingin tertawa mendengar pengakuan Elna.Namun sedetik kemudian,senyuman itu hilang berganti dengan raut wajah penuh harap.


"Apa kamu hamil sayang?"

__ADS_1


Deg......


...****************...


__ADS_2