BLUE IRIS

BLUE IRIS
Bab 49 : Kencan part 2


__ADS_3

"Kakak sih,kenapa bajunya harus di robek segala,kan sayang."Elna protes,dia menatap nanar pakaiannya yang sudah tidak berbentuk teronggok di lantai."Astaga Elna,aku pikir kenapa.Lagian saat ini kau tidak membutuhkannya."Arka yang mulai tidak tahan dengan drama yang Elna buat,langsung menyerang wanitanya itu secara membabi buta hingga Elna tidak mampu untuk melawan,dia tidak bisa berbuat apa apa di bawah kungkungan suaminya yang sudah seperti singa yang sangat kelaparan.


Beberapa jam berlalu Elna sadar dari tidur lelapnya setelah bergumul dengan Arka hingga hampir dua jam,tubuhnya seakan remuk,rasa rasanya dia tidak sanggup meladeni nafsu besar dari sang suami."Kamu sudah bangun sayang?"Arka duduk di pinggir tempat tidur,mengusap lembut rambut Elna dan mencium bibirnya."Mmmmm..."


"Apa kau sangat lelah?"lanjutnya.Elna menggelengkan kepala."Kakak mau kemana?"Elna bertanya karena suaminya itu sudah terlihat sangat rapi."Kamu lupa dengan tujuan awal kita datang kesini?"Arka tersenyum menatap wajah cantik istrinya."Aku ingat,tapi bagaimana aku bisa meninggalkan tempat ini?Aku tidak punya pakaian cadangan."


"Itu di sana,aku sudah menyiapkannya untukmu,sebaiknya kamu bangun dan mandi,setelah itu kita makan siang dan setelahnya baru kita berkencan."terang Arka sambil mencubit pipi Elna saking gemasnya.Elna pun mengikuti semua perintah Arka.Dan saat mengenakan pakaiannya dia sungguh terpana,bagaimana tidak,pakaian yang Arka bawakan sangat pas di tubuhnya."Wah,,ternyata kakak hebat juga,bisa tau ukuran ku."


Arka datang dan memeluk Elna."Tentu saja sayang,jangan kan ukuran bajumu,titik sensitif mu saat bercinta pun aku sudah tamat."Ujarnya dengan senyum jahil lalu mulai memegang bagian yang dia maksud,hingga membuat Elna berteriak kesal."Kak...ihhh..apaan sih."Elna sampai harus memukul tangan Arka yang mulai bergentayangan meraba setiap inci tubuhnya."Ya sudah,aku minta maaf,cepat kenakan pakaianmu,aku sudah sangat lapar."Ujar Arka tersenyum.


Setelah menghabiskan waktu beberapa menit,kini mereka sudah berada di ruangan VIP restoran hotel.Chef datang membawakan berbagai macam hidangan best seller yang di miliki Iris hotel Singapura itu.Elna memandang satu persatu makanan dalam piring yang di hidangkan untuknya dan Arka.Chef tersebut mulai menjelaskan apa saja yang sekarang berada di atas meja,dari appetizer,maincourse hingga dessert,semua di terangkan secara rinci oleh chef senior milik Iris hotel.


Elna manggut manggut sambil memasang senyum mendengar kan celotehan mendidik dari chef tersebut,berbeda dengan Arka yang justru terihat sibuk memandangi wajah cantik istrinya,membuat chef yang melihat tingkah bos nya itu tersenyum tipis.Hidangan dessert khas Singapura orh nee,juga tak ketinggalan menjadi pelengkap di antara banyaknya jenis masakan yang di hidangkan."Isn't this orh nee?(bukankah ini orh nee?)"Tanya Arka."Yes Sir."


"Do you want to try orh nee made by my wife?(apa kamu ingin mencoba orh nee buatan istriku?"Elna melongo melihat tingkah Arka.Apa sekarang dia sedang membandingkan masakan istrinya dengan chef profesional iris hotel?Sungguh di luar nalar.Chef itu pun menatap Elna,terpampang raut wajah keraguan di sana."With pleasure Sir.(Dengan senang hati tuan.)"Ujar nya.


Setelah kepergian chef tersebut,Elna menyatakan protesnya pada sang suami."Kakak ini apa apaan sih,buat malu saja."Elna memutar bola matanya malas."Siapa bilang,aku bisa bertaruh,kalau masakan mu lebih enak dari masakan head chef Iris hotel,dan apa kau ingat di hari pernikahan kita,saat aku harus berangkat ke Singapura karena urusan pekerjaan,head chef tadi membuatkan orh nee untuk aku nikmati,tapi rasanya jauh berbeda dengan buatanmu.Dan aku mengatakan,jika suatu saat nanti aku datang bersamamu ke sini,aku akan membiarkan mereka mencoba orh nee seorang chef Elnara Ziya Mehr,salah harusnya Elnara Ziya Gaozhan."Terang Arka panjang lebar.

__ADS_1


"Ya ampun kak."Elna tidak sanggup lagi berkata kata,sekarang dia seperti berada di posisi di mana mengingatkan nya saat kuliah dulu,ada mata kuliah yang mengharuskan mereka bertanding layaknya sebuah ajang pencarian master chef.Dan yang menang tentu saja akan mendapatkan profit yang membuat para mahasiswanya tersenyum lebar.




Saat ini mereka tengah berada di salah satu mall terbesar di Singapura,the Shoppes at Marina Bay Sands.Mall dengan pemandangan yang cukup menakjubkan.Pusat brand brand ternama dunia,dalam artian tempat ini adalah surga belanja bagi para kaum hawa.Namun berbeda bagi pasangan suami istri ini,justru yang terlihat antusias berbelanja adalah Arka,Elna hanya mengikuti keinginan suaminya itu,berbagai model tas dan pakaian dari brand Gucci,chanel dan lain lain yang tergolong limited edition kini sudah berada di tangan Arka.Melihat hal itu Elna pun memperingatkan suaminya untuk berhenti."Kak,sudah,ini sudah sangat banyak.Jangan terlalu banyak menghamburkan uang untuk hal hal yang seperti ini,lebih baik,jika kakak punya uang lebih,sumbangkan saja,itu pasti akan jauh lebih berguna.Lagian aku tidak terbiasa menggunakan barang barang mahal,dan itu bukan berarti aku tidak suka kakak membelikan semuanya untukku,aku menyukainya,wanita mana yang tidak akan bahagia jika di belikan barang barang mewah oleh kekasih ataupun suaminya,dan aku sadar dengan siapa aku menikah,seorang pengusaha muda yang sangat sukses,pewaris Iris Company,dan tentu saja barang barang yang kakak belikan tadi tentu akan berguna kelak jika aku sudah bisa berdiri di samping kakak,seperti halnya Anne Alara."Ujar Elna panjang lebar,dia menyusun kata katanya agar Arka tidak tersinggung.



Perkataan Elna barusan seakan mencubit hati nya,tidak ada yang salah dari apa yang di katakan istrinya barusan."Maafkan aku sayang,aku paham maksudmu."Ujar Arka lalu memeluk sang istri tercintanya.Cukup lama berkeliling,Arka dan Elna kembali ke hotel,karena hari masih sore,Arka menyempatkan dirinya membawa Elna untuk melihat bagaimana kondisi dapur Iris Hotel Singapura.




Elna mulai memasak setelah Arka mengutarakan keinginannya.Kegiatan terhenti begitu melihat istri sang bos yang sangat cekatan menggunakan pisau dan semua peralatan dapur lainnya.Semua terpana,menyaksikan Elna membuat tiga menu makanan dan bisa dia selesaikan dalam waktu enam puluh menit,dan jangan lupakan orh nee,dessert itu adalah request utama Arka,dia ingin mereka merasakan pastry buatan sang istri.

__ADS_1



"Did you graduate le cordon bleu?(Apa nyonya lulusan le cordon bleu?)"Tanya head chef yang sempat meragukan kemampuan istri sang bos.Namun semua terbantahkan setelah dia mencoba dessert buatan Elna."Yes,that is true,i am also a chef like you,my expertise is in pastry.(ya,benar sekali,saya juga seorang chef sama seperti anda,dan keahlian saya di pastry.)"Ujar Elna memperkenalkan dirinya.



"Well,what did i say,chef?(bagaimana,benarkan yang aku katakan chef?)"Tanya Arka meminta pembenaran saat dirinya memuji masakan sang istri tempo hari."That's right sir,I admit that the orh nee made by your wife is very delicious,I think I have to ask her for the recipe.(benar sekali tuan,saya mengakui kalau orh nee buatan istri tuan sangat enak,sepertinya saya harus meminta resep padanya.)"Semua tertawa mendengar gurauan head chef tersebut,tapi bagi head chef yang sudah mencicipinya,kalimat barusan memang adalah kesungguhan hatinya,orh nee buatan Elna memang jauh lebih enak dari pada buatannya sendiri.



Arka dan Elna kembali ke kamar setelah acara makan malam selesai."Kapan kita pulang kak?"Tanya Elna,karena dari gerak geriknya,Arka tidak menunjukkan kalau mereka akan pulang ke Indonesia."Kenapa?kamu bosan di sini?"Arka bertanya balik.Elna menggelengkan kepala."Tidak juga hanya saja,aku sudah ijin selama satu hari,aku takut kak Rey akan memarahiku karena sering absen."Ujar Elna.



"Jangan khawatirkan itu,kalau perlu berhentilah bekerja,aku lebih suka kalau kau tinggal di rumah."Lanjutnya,tangannya sudah kembali melanglang buana menyusuri setiap lekuk tubuh sang istri,mencari kesenangan dan kepuasan di sana.


__ADS_1


...\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*...


__ADS_2