BLUE IRIS

BLUE IRIS
Bab 50 : Hamil


__ADS_3

Mentari pagi Singapura di liat dari lantai tertinggi Iris Hotel sungguh sangat luar biasa.Cahaya kekuningan masuk melalui sela sela jendela kamar.Sepasang suami istri masih setia di bawah selimut yang menutupi tubuh mereka.Elna mengerjapkan mata nya karena terpaan sinar mentari yang tepat mengenai wajah cantiknya.Badannya terasa pegal,bukan karena semalam mereka bercinta,hanya saja posisi tidurnya yang tidak berubah yang membuat nya merasa tidak nyaman.Sepanjang malam Arka memeluknya tanpa sedetikpun membiarkan Elna untuk setidaknya meregangkan otot.


Perlahan dia mengangkat tangan kekar yang masih melingkar di pinggangnya."Kamu mau ke mana?"Elna terperanjat,Arka ternyata sudah bangun."Aku mau mandi kak."Ujarnya."Jangan terlalu lama,aku masih ingin memelukmu."Lanjut Arka.


Lima belas menit kemudian,Elna sudah berpakaian rapi dengan make up tipis yang menghiasi wajahnya."Kak,bangun,ayo kita pulang."Ajak Elna,dia menarik tangan Arka yang masih setia bersembunyi di bawah selimut."Mmmmm,sedikit lagi."Arka berbalik menarik tangan Elna hingga tubuhnya terjatuh menimpa tubuh Arka."Auh..kak."


"Aku kan sudah bilang masih ingin memelukmu.Lima menit,setelah itu aku bersiap dan kita pulang."Elna pasrah,dia mengikuti keinginan Arka,detik demi detik,menit demi menit pun berlalu hingga tidak terasa lima menit itu sudah berubah menjadi setengah jam.Kesabaran Elna habis."Kak,lima menit kakak sudah lewat dari tadi,ayo bangun."Kesal Elna.Mata Arka terbuka perlahan."Baiklah sayang,kamu itu cerewet sekali."




Setelah menempuh perjalanan kurang lebih dua jam,kini mereka sudah tiba di Indonesia.Denis yang di telpon Arka beberapa saat sebelum meninggalkan Singapura sudah berada di bandara sekitar setengah jam yang lalu.Arka menggandeng tangan Elna keluar dari bandara,mendadak kepala Elna tiba tiba pusing,wajahnya juga nampak pucat."Kamu baik baik saja sayang?"tanya Arka di tengah kekhawatirannya,pasalnya saat meninggalkan Singapura,Elna tampak baik baik saja,tidak ada keluhan sama sekali.



"Aku cuma sedikit pusing saja kak."Ujar Elna,namun sedetik kemudian tubuhnya ambruk,dia pingsan,untung saja Arka dengan sigap menangkap istrinya,hingga tubuhnya tidak menyentuh lantai. Denis yang sudah menunggu kaget saat melihat Arka yang datang menghampirinya dengan menggendong Elna."Nona muda kenapa tuan?"Tanya Denis panik."Tadi dia bilang kepalanya pusing.Kita langsung ke rumah sakit."Ujar Arka begitu Denis menutup pintu mobil.



Mobil itu melaju seakan tidak memiliki rem,Arka sangat takut istrinya kenapa kenapa,gurat kekhawatiran tidak bisa dia tutupi.Masalahnya beberapa jam lalu,mereka masih tertawa bersama,namun saat turun dari pesawat,Arka di kagetkan dengan kondisi Elna yang tidak sadarkan diri.


__ADS_1


Tidak butuh waktu lama,Mereka tiba di rumah sakit.Perawat dan dokter segera menangani Elna.Arka tidak meninggalkan Elna sedetikpun,dia terus menggenggam tangan istri tercintanya.Dokter yang memeriksa datang menghampiri Arka."Maaf pak,apa bapak suami dari nyonya Elna?"Tanya dokter."Iya dok,saya suaminya,istri saya tidak apa apa kan?"



Dokter itu tersenyum."Kalau dari hasil pemeriksaan kami,istri anda tidak apa apa pak,hanya denyut nadi yang sedikit meningkat dan dari hasil pemeriksaan,di temukan jika terdapat peningkatan HCG dalam darah istri bapak,dan itu menandakan kemungkinan besar istri anda sedang hamil,dan untuk memperkuat diagnosis kami,kami membutuhkan urine dari nyonya Elna,tapi kami harus menunggu istri anda sadar kembali."Ujar sang dokter memberikan kabar yang menggembirakan untuk Arka.



Arka masih melongo,penjelasan panjang lebar yang di sampaikan dokter tadi membuatnya jadi tampak bodoh,otaknya yang encer seketika jadi buntu.Andai bukan atasannya,Denis sudah pasti akan tertawa terbahak bahak melihat Arka yang kehilangan kepintarannya karena sangat bahagia,sungguh aneh bukan,otaknya tidak bisa langsung konek saat mendengar berita kehamilan istri tercinta nya.



Butuh beberapa menit untuk membuat nya tersadar,Denis sampai harus menepuk bahu sang bos."Tunggu,,bisa dokter ulangi sekali lagi?"Ujar Arka.Denis menggelengkan kepalanya,hari ini dia bisa melihat sisi lain dari Arka Kemal Gaozhan, meskipun sangat pintar,tapi ternyata,dia bisa terlihat dungu juga saat di hadapkan dalam situasi seperti ini.




"Oh,maafkan saya dok,saya terlalu bahagia."Akhirnya Arka sadar situasi nya.Risih juga saat harus memeluk seorang pria di tempat umum seperti ini."Tidak apa apa pak,itu sudah hal yang biasa bagi kami."Ujar dokter tersebut dengan memasang senyuman nya.



Setelah kepergian dokter tadi,Denis menatap jijik pada Arka,hingga Arka yang merasakan tatapan intimidasi dari Denis meluapkan kekesalannya."Apa,, kenapa kau menatap jijik padaku?Pergi Sana,beli makanan untukku dan nona muda mu."Hardik Arka.Sadar dirinya membuat kesalahan, Secepat kilat dia pamit pada sang bos,dan tentu saja kaburnya Denis karena takut kelakuannya tadi akan berimbas pada gajinya yang akan di pangkas berkali kali lipat.

__ADS_1



"Dasar asisten tidak tau diri,berani sekali dia menghinaku."Gumam Arka."Siapa yang membuat kakak marah?"Suara lemah terdengar dari arah tempat tidur,di mana Elna masih terbaring di sana."Sayang,kamu sudah sadar?"Arka langsung mencium kening Elna."Kau membuat ku takut,masih ada yang sakit?"Ucap nya lembut.Elna menggeleng."Tidak kok,cuma perutku terasa sangat lapar."Elna memegang perutnya yang keroncongan.Raut wajah yang kemerahan karena malu menambah kecantikan Elna,hingga Arka tidak bisa menahan diri untuk tidak menempel kan bibirnya ke bibir Elna yang sudah menjadi candunya.



Alhasil perlakuan Arka membuat wajahnya bertambah merah seperti kepiting rebus."Kak..apasih,aku malu."Arka tersenyum gemas dengan tingkah Elna."Oiya sayang,dokter mengatakan kemungkinan besar kamu sedang hamil,saat ini dokter membutuhkan urine mu untuk di periksa agar lebih menguatkan diagnosa dokter."Elna terpana,kalimat Arka barusan membuatnya tidak bisa berkata apa apa."Be, benarkah kak?"Elna tergugu.



Arka mengangguk."Tunggu di sini biar aku panggilkan dokter."Arka bergegas ke meja tempat dokter dan perawat berkumpul.Tidak lama dokter dan seorang perawat menghampiri Elna."Selamat siang nyonya,apa saat ini nyonya ada keluhan?"Ujar dokter yang sebelumnya memeriksa Elna."Tidak ada dok."Elna berkata sambil menggeleng kan kepalanya."Kalau begitu,perawat akan memberikan nyonya wadah untuk menampung urine,karena kami perlu memastikan, apakah saat ini nyonya sedang hamil atau tidak."



"Baik dok."Seorang perawat memberikan wadah untuk Elna gunakan dan sebuah alat tes kehamilan.Di bantu Arka,Elna melangkah ke kamar mandi,karena belum memungkinkan dirinya untuk berjalan sendiri,apalagi ada selang infus yang terpasang di salah satu tangannya.Beberapa menit kemudian,tes kehamilan itu sudah mengeluarkan hasilnya,dan di sana terpampang nyata dua gari merah menandakan kalau diagnosa dokter benar.



Elna keluar dari toilet,di tangannya alat itu dia pegang dengan erat.Arka yang menunggu di luar harap harap cemas saat melihat Elna menghampirinya."Bagaimana hasil nya sayang?"Tanya Arka tidak sabar.



"Aku positif kak."

__ADS_1



...\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*...


__ADS_2