
Pria berjas hitam dengan kacamata berwarna senada terlihat tergesa gesa menghampiri sesorang yang sedang menunggu di dalam mobil."Kita terlambat tuan,mereka sudah terbang ke Istanbul beberapa menit yang lalu."Ujarnya begitu kaca mobil di buka oleh pemiliknya.Pandangan pria itu lurus ke depan kemudian melepas kacamata hitam yang bertengger di hidung mancungnya."Sudahlah,kita tidak akan bisa mengganggu bocah itu lagi,aku tidak bisa jika berurusan dengan lelaki tua itu.Di sana adalah wilayah kekuasaannya.Untuk sementara jangan membuat pergerakan,kita tunggu saat yang tepat."Lanjut pria itu memasang kembali kacamatanya kemudian melajukan kendaraan mewahnya membelah jalan raya yang masih lengang di pagi hari di mana matahari masih malu menampakkan dirinya.
Sepeninggal Anne dan Ozkhan,Elna mulai lagi dengan tangisnya,padahal mati matian dia menahan air bening itu untuk tidak menetes saat melihat anak dan Anne nya bersiap masuk ke dalam pesawat,tapi usahanya itu ternyata sia sia.Arka yang selalu berada di samping Elna tidak berhenti memeluk sang istri,dia pun sebenarnya tidak sanggup dengan kepergian Ozkhan,ketika menyetujui Anne membawanya,Arka masih terlihat biasa saja,tapi ternyata hari ini dia yang terlihat tangguh pun hampir saja rapuh kalau tidak mengingat bahwa sekarang sudah tidak ada lagi bahu untuk bersandar bagi Elna selain dirinya.
"Jangan menangis sayang,aku merasa sangat bersalah padamu."Ujar Arka memperat pelukannya.Elna menggeleng."Tidak kak,hanya saja saat ini aku begitu merindukan celotehan bocah ku itu."Arka pun kini merasakan hal yang sama.Senyum dan tawa serta kecerewetan Ozkhan kini menari nari di pelupuk matanya."Ayo kita pulang,aku malas ke kantor hari ini."Arka melerai pelukannya setelah memastikan Elna sudah lebih bisa mengontrol emosinya.
Kini keduanya sudah berada di dalam mobil,Elna menyandarkan tubuhnya sambil menutup mata."Bunda jangan nangis ya,,nanti kalau Ozkhan sudah tiba di rumah buyukbaba,Ozkhan pasti akan menelpon bunda dan ayah.Bunda dan ayah harus jaga kesehatan,dan tolong sering sering lah kalian piknik,selama Ozkhan tinggal dengan ayah dan bunda,Ozkhan belum pernah melihat ayah mengajak bunda jalan jalan."Nasehat Ozkhan pada Arka dan Elna sesaat sebelum masuk ke dalam pesawat hingga Anne Efrina tertawa mendengar perkataan cucu nya itu,terkadang Anne merasa kalau Ozkhan itu berpikir terlalu dewasa tidak sesuai dengan umurnya.
"Sayang,bagaimana kalau hari ini kita habiskan dengan berkencan?"Ujar Arka,dia ingin Elna sedikit melupakan kesedihannya,apalagi dia teringat dengan pesan Ozkhan yang bisa di katakan bukan pesan ataupun nasehat itu lebih tepat kalimat sindiran yang di tujukan untuk dirinya yang tidak pernah memiliki waktu untuk Elna.Elna membuka perlahan matanya."Kakak mau ke mana?"Tanya nya kemudian.
"Bagaimana kalau kita ke Singapura."Lanjut Arka."Singapura?"Elna memperbaiki posisi duduknya,jangan jangan telinganya salah dengar,bagaimana mungkin berkencan harus keluar negeri,kalau liburan bisa saja."Iya,kau tidak ingin ke sana?tau kamu boleh memilih tempat yang terjangkau,kalau ke korea itu sedikit terlalu jauh,Kuala Lumpur juga boleh,kamu bisa memilih."
Elna menggelengkan kepalanya."Apa begini cara orang kaya menghabiskan uangnya?Kak,kita hanya akan berkencan bukan liburan."Elna tidak habis pikir dengan jalan pikiran Arka."Iya memang,perasaan dari tadi aku hanya mengatakan ingin berkencan,bukan liburan."Arka tersenyum,ternyata ide sang anak memang luar biasa,Elna yang tadi hanya murung dan hanya terdiam sekarang sedikit lebih banyak melakukan interaksi dengannya."Kita ke mall saja,tidak usah macam macam."Lanjut Elna."Baiklah."Arka meraih ponselnya kemudian menghubungi seseorang."Nis,pesankan tiket ke Singapura untuk dua orang sekarang juga."
"Kak,,,,"Elna protes."Kenapa lagi,kamu kan bilang mau ke mall,ya sudah kita ke Singapura,di sana mall nya kan banyak,kamu kan juga tidak bilang mall yang mana,di sini atau di luar negeri,kita sudah tidak bisa membatalkannya,Denis sudah memesan tiket untuk kita berdua."Lanjut Arka memperlihatkan ponselnya.Elna tidak bisa berkata kata.Mau marah,tapi tenaganya sudah terkuras habis karena menangis."Terserah kakak sajalah."Elna pasrah dan sikap Elna itu membuat Arka tersenyum penuh kemenangan.
__ADS_1
Arka putar balik arah,untung saja dia belum terlalu jauh meninggalkan bandara.Di bandingkan Malaysia,Singapura masih sedikit lebih dekat,meskipun jaraknya tidak terlalu jauh berbeda.Namun Arka memilih Singapura karena sekalian bisa memeriksa keadaan hotelnya di sana.
Singapura
Kedatangan bos besar Iris company kali ini mengundang banyak kontroversi,bagi yang mengetahui kalau Arka sudah menikah tidak terlalu ambil pusing.Namun tetap saja pandangan mata mereka terfokus pada istri pewaris Iris Company tersebut."*Gila,cantik sekali istri tuan Arka.Wah luar biasa,di mana tuan Arka menemukan bidadari itu.Wajar sih,tuan Arka kan juga gagah.Pantasan tuan Arka seakan tutup mata saat melewati banyak nya gadis gadis yang bekerja di hotelnya,ternyata istrinya cantik sekali*."Begitulah kira kira segelintir kalimat yang keluar dari para netizen Iris hotel yang sempat melihat atau bahkan bertemu dengan Elna.
__ADS_1
"Kamu lelah?'Tanya Arka karena melihat Elna yang begitu memasuki kamar pribadi yang di siapkan khusus untuknya langsung berbaring di tempat tidur."Iya kak,kakak sih,kenapa kencan nya harus jauh jauh begini."Elna kemudian menarik selimut dan membelakangi Arka yang memasang senyum jahilnya.Perlahan,Arka mengikuti Elna.membaringka tubuhnya tepat di belakang punggung Elna dan jangan lupakan tangannya yang melingkar sempurna di perut sang istri.
"Aku merindukanmu."Arka mencium wangi dari rambut panjang Elna.Elna pun tidak menolak sama sekali,dia ingat betul kalau beberapa minggu ini dia terlalu fokus pada Ozkhan hingga hampir saja dirinya melupakan jika ada Arka yang juga sangat butuh perhatian.Elna berbalik,menatap lembut netra hazel yang sedang memandangnya penuh arti."Maaf kan aku kak,beberapa hari ini aku mengabaikanmu,aku juga sangat merindukan mu."
Elna berinisiatif melakukan serangan terlebih dahulu,itu sebagai bentuk permintaan maaf karena tidak melakukan tugasnya sebagai istri dengan baik.Namun baru saja Arka membalas dengan sedikit brutal hingga sempat merobek bagian dada pakaian istrinya,secara sepihak Elna menghentikan serangan api asmara yang baru saja membakar tubuh Arka."Kenapa berhenti sayang?"Tanya Arka,pasalnya saat ini,gairah bercintanya sudah sampai di ubun ubun,apalagi kali ini yang duluan memancing nya adalah Elna,hal yang jarang bahkan belum pernah terjadi semenjak beberapa bulan pernikahan mereka.
"Kak aku lupa,kalau aku tidak bawa pakaian ganti."Paniknya.
__ADS_1
...\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*...