
Matahari pagi mulai menampakkan sinarnya,itu terlihat dari balik tirai jendela kamar Arka yang sangat besar.Perlahan Elna membuka matanya,pandangan pertama yang di lihatnya adalah wajah tampan seorang Arka Kemal Gaozhan yang masih tertidur lelap di sebelahnya,dia menatap intens wajah itu,wajah dengan pahatan sempurna yang di ciptakan Tuhan.
Setelah puas menikmati wajah Arka,Elna berniat untuk bangun dari tidur nya,namun miliknya di bawah sana terasa sangat tidak nyaman,"Kenapa sakit sekali?" Batin nya.Sedetik kemudian dia baru tersadar setelah melihat tubuhnya yang tanpa sehelai benangpun yang melekat kecuali selimut tebal yang menutupi tubuh polosnya.İngatan nya kembali pada beberapa jam lalu,di mana mereka melakukan semua dengan kesadaran penuh,hingga wajah Elna memerah mengingat bagaimana liarnya mereka berdua.
Melihat bathtub yang teronggok di samping tempat tidur,perlahan Elna berusaha untuk mengambilnya,tubuhnya dia geser perlahan agar Arka tidak terbangun.Begitu tangannya menyentuh bathtub tersebut,suara berat Arka mengagetkannya hingga Elna kehilangan keseimbangan dan...bugh...Elna terjatuh, untung tubuh polosnya tertutup sempurna oleh selimut."Apa yang kau lakukan?"Arka membantu Elna dan mengangkat nya kembali ke tempat tidur.
Elna terlihat canggung apalagi tatapan Arka yang seakan menggodanya. "Se..selamat pagi kak."Sapanya tersenyum kikuk."Kamu mau ke mana?Mau melarikan diri dariku?"Ternyata dugaan Elna benar,Arka memang menggodanya."A..aku?Ke..kenapa juga aku harus melarikan diri?"Elna mengumpulkan keberanian dan membalas tatapan Arka."Tidak,untuk jaga jaga saja,aku takut kamu akan melarikan diri setelah meniduri ku semalam."Ujarnya dengan penuh senyum kemenangan.Elna mengernyitkan kening."Apaan sih,kakak tidak malu apa ngomong begitu,ihh..kalau bicara itu yang sesuai dengan kenyataan dong,yang benar saja."Melihat Elna yang protes akan ucapannya,Arka kembali meluncurkan serangan mautnya.Dia kemudian mendorong tubuh Elna hingga kepalanya menyentuh bantal.Dan dengan jarak beberapa senti,Arka kembali menggoda wanita nya,"Semalam kamu sangat luar biasa,aku sampai kewalahan."Hidung mereka kini sudah bersentuhan,membuat debaran jantung Elna kembali memburu,refleks dia menutup mulut Arka."Tutup mulut kakak,itu karena aku sempat tergoda sesaat,sudah ah,,aku malu."Wajah Elna kembali merona merah.Dan jawaban Elna membuat pria tampan itu tersenyum menggoda."Aku menyukai dirimu yang semalam."Mendengar Arka yang terus saja mengganggunya membuat mata Elna membulat sempurna."Kak....hentikan,aku malu kak.."Kali ini Elna menutupi seluruh wajahnya dengan selimut.Kegemasan di pagi hari yang di tunjukkan sang istri kini tidak bisa di tanggulangi olehnya,sesuatu di bawah sana sudah mulai mencari mangsanya kembali."Kamu harus bertanggung jawab sayang."Arka meluncurkan serangan ketiganya setelah semalam menaklukkan lawan hingga membuat lawan harus mengangkat bendera putih untuk yang kedua kalinya tanda menyerah.
Iris Hotel
Freya datang terlambat,dan ini yang pertama kalinya dia lakukan semenjak bekerja.Pengaruh alkohol membuatnya bangun kesiangan.Ekspresinya saat menginjakkan kaki di lobby hotel sungguh sangat tidak bersahabat.Setiap karyawan yang bertemu dengannya tidak ada berani menyapa,takut jika sapaan mereka akan berujung sebuah kalimat yang akan menyakitkan hati.
__ADS_1
Braakk...Freya membuka pintu ruangan dengan kasar,asisten yang biasa menemani nya setiap hari kaget dengan sikap aneh bosnya."Bu Freya kenapa?tidak biasanya beliau seperti itu."Asistennya menatap heran saat Freya menutup kembali pintu dengan gerakan yang sama saat dirinya membuka pintu tadi,hingga sang asisten harus mengelus dada karena terkejut.
Menjelang siang,Freya sama sekali tidak pernah keluar dari ruangan nya.Bila hari hari biasa,dia akan selalu mengontrol langsung pekerjaan karyawan.Sekitar jam sepuluh tadi seorang kurir datang dan mengantarkan sesuatu yang di tujukan untuk atasannya,dan semenjak itu Freya tidak pernah keluar ruangannya hingga seseorang datang menemuinya.
"Kenapa wajahmu seperti itu?"Tanya Rey,Ya,pria yang datang menemui Freya adalah Rey,mantan kekasih sekaligus head chef iris hotel.Rey membawa dua piring makan siang untuk di nikmati mereka berdua."Makan lah dulu,berpikir juga membutuhkan tenaga ekstra apalagi jika kau ingin balas dendam."Lanjut Rey."Apa maksudmu?"Freya mengernyitkan kening,dia mulai berpikir kalau Rey mengetahui sesuatu yang terjadi padanya."Aku tidak bermaksud apa apa,hanya saja itu terlihat dari wajahmu."Rey memasukkan nasi goreng seafood ke dalam mulutnya.
"Pertunanganku di batalkan."Freya berkeluh kesah pada Rey setelah menghabiskan menu makan siang nya."Jadi apa rencanamu sekarang?"Tanya Rey terlihat serius."Hhhhh.."Freya menghela nafas kasar."Seperti katamu tadi,aku akan balas dendam,aku tidak terima dia memutuskan pertunangan ini secara sepihak,aku butuh penjelasan tapi sampai saat ini,kami belum bertemu,aku sulit sekali menghubunginya."
"Semenjak berpisah dengan ku,aku liat kesabaran mu semakin menipis."Rey mengejek Freya,dan memang apa yang di katakan Rey itu benar adanya,Freya dulu adalah wanita yang sangat penurut,hanya keserakahan sang ibu yang membuatnya ikut berubah,malah sekarang jauh lebih parah dari pada Indira."Setelah mengetahui dari ibunya kalau dia akan di jodohkan dengan seorang pria pemilik perusahaan besar dan melihat langsung wajah pria itu yang merupakan atasannya,cinta untuk Rey yang semula sangat dalam perlahan terkikis oleh keserakahan nya akan harta dan tentu saja Arka yang lebih tampan dari Rey.
__ADS_1
"Baiklah,pasang telinga mu baik baik karena aku tidak akan mengulang apa yang akan ku katakan."Rey memperbaiki posisi duduknya."Aku tau semua yang berhubungan dengan mu Fre,dengan siapa kamu bertunangan,apa penyebab pertunangan mu di batalkan,aku tau semuanya."Rey tersenyum smirk,menatap Freya dengan tatapan mengejek.
"Kenapa tunangan mu memutuskan pertunangannya dengan mu?Itu karena dia sama sekali tidak mencintaimu,bahkan sedikitpun tidak ada cinta di hatinya untukmu,karena seluruh hatinya sudah menjadi milik wanita lain,dan wanita itu,kamu sangat mengenal nya.Dan dia tidak akan menikah dengan mu,tidak akan pernah,apa pun cara yang kau lakukan.Kakak ku bila sudah menyukai seorang wanita,dia tidak akan melepaskannya."
"Ka..kakak,siapa yang kau bicarakan Rey?"Freya bingung dengan perkataan Rey."Ya,tunangan mu,salah,,mantan tunangan mu adalah kakak ku,pewaris Iris Company,Arka Kemal Gaozhan."Akhirnya Rey mengungkap jati dirinya."A..paaa....ja..jadi kalian bersaudara?"Freya terlihat tidak percaya dengan apa yang barusan dia dengar.Rey mengangguk menanggapi pertanyaan Freya."Kakak ku sekarang sudah menikah Fre,itulah salah satu sebab dia memutuskan pertunangan kalian."
"Menikah?Rey jangan bohong,tidak mungkin dia sudah menikah,dia baru memutuskan pertunangan ku kemarin.Tidak mungkin."Freya syok,sulit sekali menerima kenyataan saat ini."Di situlah kehebatan kakak ku,dia menikah di pagi hari sebelum orang tuaku menemui orang tuamu saat makan siang di hotel kemarin."Rey meminum jus yang tersisa sedikit untuk melegakan tenggorokannya yang terasa kering.
Wajah Freya memerah,dia mengepalkan kedua tangan nya."aku ingin tau siapa wanita kurang ajar yang berani mengambil milikku!!"Teriaknya dengan penuh emosi.Rey menyimpan kembali gelas di atas meja."inilah masalah nya,aku ingin kau membantuku,seperti yang aku katakan tadi,hubungan simbiosis mutualisme,kau menginginkan kakak ku,dan aku menginginkan istri dari kakak ku.."
__ADS_1
...\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*...