BLUE IRIS

BLUE IRIS
bab 37 : Dia adalah putrimu


__ADS_3

Setelah pernikahan sederhana Arka dan Elna,kini giliran Baba Aslan dan Anne Alara yang harus menyelesaikan tugas yang di berikan Arka untuk mereka.Anne Alara sudah menghubungi Indira dan tentu saja Tuan Daniswara.Pertemuan di sepakati di restoran Iris hotel siang ini,dengan Anne Alara yang mengatakan kalau akan membicarakan masalah pertunangan Arka dan Freya membuat Indira membatalkan acara arisan dengan teman teman sosialitanya.


"Fre,,calon mertuamu memanggil ayah dan ibu untuk bertemu siang ini,Alara bilang akan membicarakan tentang pertunangan kalian."Indira menelpon Freya untuk memberitahukan berita bahagia itu."Benarkah bu?Aku sudah tidak sabar untuk menikah dengan Arka."Ujarnya sangat antusias.


"Mereka mengajak bertemu di restoran hotel mu."Lanjut Indira."Aku akan menyuruh dapur untuk menyiapkan makanan spesial kalian."Freya sudah tidak bisa menutupi rasa bahagianya."Ternyata kamu juga sudah tidak sabar untuk menikah denganku Arka,tapi aku salut,kamu bisa menyembunyikan perasaan mu padaku."Ujar Freya setelah mengakhiri panggilan nya.


"Calon mertua dan orang tuaku akan makan siang di restoran siang ini,siapkan menu spesial dan aku tidak ingin ada kesalahan,kalian mengerti?"Freya kini berada di kitchen dan memerintah beberapa asisten chef dengan gaya sombongnya."Tolong bicara yang sopan dengan staf ku bu Freya."Rey keluar dari ruangannya mendengar Freya yang bicara sambil berteriak.


Deg.....Freya kaget,dia tidak menyangka bisa bertemu dengan mantan pacarnya setelah beberapa bulan mereka berpisah karena memilih bertunangan dengan pria lain.Ya,selama ini Freya tidak tau kalau ternyata head chef Iris hotel adalah Rey.Dia hanya tau kalau head chef Iris seorang laki laki,tapi tidak pernah sekalipun dia berpikir kalau itu Rey.Sebulan lebih Freya bekerja,ini pertama kalinya dia menginjakkan kakinya di kitchen,dan jika ada pertemuan internal dengan bagian dapur,Yudi atau Elna lah yang selalu hadir menggantikan Rey yang lebih banyak menghabiskan waktunya mengajar di beberapa kampus baik di dalam dan di luar kota.


"Apa yang kamu lakukan di sini Rey?"Freya terlihat bingung,namun sesaat kemudian ,dia tersadar setelah menyadari pakaian yang di kenakan Rey,baju warna hitam dengan tulisan merah,dan dengan jarak yang cukup dekat,jelas kalau Freya bisa membacanya."Ja,,jadi head chef Iris,kamu?"Sungguh pertanyaan yang bodoh,hingga Rey hanya menanggapinya dengan tersenyum sinis.


"Berbicaralah yang sopan saat ada yang anda butuhkan Bu Freya.Permisi."Rey kembali ke ruangannya menyisakan Freya yang masih tampak tidak percaya bisa bertemu dengan Rey."Dia tidak akan menggagalkan pertunanganku kan?Apalagi nanti saat dia tau kalau aku akan menikah dengan CEO tempatnya bekerja."Batin nya.


Setelah Freya meninggalkan dapur,Rey menghampiri Elna yang sedang sibuk menyiapkan dessert."Chef,,ada tamu spesial hari ini,kedua orang tuaku dan calon besannya akan datang makan siang di restoran kita,aku ingin kamu membuat makanan yang istimewa."Ujarnya tanpa menatap mata Elna,terus terang sampai saat ini dia masih tidak terima dengan Arka yang menikahi wanita yang sangat dia sukai,dan sampai saat ini pun Rey berpura pura tidak tau kalau Elna sudah menikah dengan kakaknya.


"Baik chef."Tidak banyak pertanyaan yang Elna tanyakan,seperti apa yang harus di siapkan,apa makanan favorit tamunya,tidak,dia hanya menjawab dengan singkat.Sekarang mungkin lebih baik untuk tidak terlalu mengakrabkan diri dengan adik suaminya,bukan karena dia tidak suka,melainkan kata kata Rey saat meminta Arka untuk melepaskannya masih terngiang di telinga Elna,permintaan yang entah kenapa membuat nya merasa kalau saat itu Rey sungguh berbeda.Rey pun terlihat cuek,seperti tidak ada apa apa yang terjadi antara mereka.


Menjelang makan siang,kedua keluarga besar itu sudah tiba di restoran,terlihat senyum sempurna dari Freya yang menyambut kedatangan mereka.Freya membawa mereka berempat ke ruangan VIP.Senyum tidak pernah lepas dari wajah Indira dan Freya,berbeda dengan Anne Alara,dia nampak tenang dengan sesekali tersenyum tipis,begitupun dengan kedua pria yang masing masing mendampingi sang istri.

__ADS_1


"Sebaiknya kita makan dulu,bagaimana?"Tawar Indira."Terserah anda saja nyonya."Ujar Anne Alara.Sambil menunggu pesanan datang,mereka hanya berbicara ringan seputar pekerjaan dan yang lain lain,tidak ada satupun yang membahas masalah pertunangan,padahal mulut Indira sudah gatal sekali ingin segera menentukan tanggal pernikahan anaknya dan Arka.


Elna datang dan membawakan menu makan siang ke ruangan VIP itu.Perlahan dia meletakkan berbagai makanan,mulai dari appetizer,main course hingga dessert.Elna menjelaskan satu satu sebelum mereka mencicipi makanan yang dia buat dan tentu saja head chef nya.Alara sesekali melirik wanita yang terlihat cantik dengan seragam chef nya dan baru saja beberapa jam lalu menjadi menantunya."Terima kasih chef...."Ucapan Anne Alara menggantung di udara."Elnara Ziya nyonya."Ucapnya tersenyum.Sebelum acara pernikahan sederhana tadi pagi,mereka memang bersepakat untuk merahasiakan pernikahan Elna dan Arka untuk saat ini.


"Kenalkan chef Elna,dia adalah calon mertuaku,kamu tau kan kalau aku sebentar lagi akan menikah dengan Arka."Freya memperkenalkan Anne Alara dan baba Aslan pada Elna dengan niat ingin membuat Elna merasa minder,apalagi Freya tau kalau Arka sangat memperhatikan chef wanita itu.Namun sayang,Elna terlihat tidak terpengaruh."Selamat menikmati hidangan tuan dan nyonya,saya permisi."Pamit Elna dan di balas Anne dan baba dengan ucapan terima kasih.


Namun seorang pria paruh baya yang duduk di samping Indira terus memperhatikan Elna,dia merasakan sesuatu yang aneh saat menatap wanita itu,dan pemandangan itu tidak luput dari perhatian Anne Alara."Apa kau mengenal chef iris hotel tuan Daniswara?"Anne Alara tersenyum manis seakan mengejek pada tuan Daniswara."Saya perhatikan dari tadi anda memperhatikan chef hotel kami."Lanjut Anne Alara.


Tuan Daniswara nampak kaget dan mengalihkan pandangannya ke tempat di mana Anne Alara duduk,kemudian menggelengkan kepalanya."Tidak,hanya saja aku merasa kalau dia sangat cantik."Sontak Indira memandang tak percaya pada tuan Daniswara,bisa bisanya dia memuji seorang wanita muda yang pantas menjadi anaknya.Melihat tatapan membunuh sang istri,dia langsung meralat kata kata nya kembali."Bukan begitu maksudku,jarang aku melihat chef yang seperti dia,mungkin kalau orang melihatnya tanpa seragam putih ini,mereka pasti mengira kalau dia adalah seorang model."Lanjutnya salah tingkah.


Setelah Elna keluar,tuan Daniswara mulai tidak fokus,dan itu bisa di liat Anne Alara dan Baba Aslan."Darah memang lebih kental dari pada air Daniswara,ini pertemuan pertamamu tapi aku yakin kalau kau merasakan sesuatu saat melihat putri yang tidak pernah kau gendong,jangan kan menggendongnya,Efrina hamil pun kau tidak mengetahuinya." Batin Baba Aslan.





Arka tiba sejam yang lalu dan sekarang sedang berada di hotel Iris yang berada di Singapura.Dia baru saja mendudukkan tubuhnya di sofa,bayang bayang Elna yang sedang tersenyum padanya sudah menghantui otaknya."Apa yang dia lakukan saat ini?"Arka menatap jam yang bertengger di lengan kanannya."Ini jam makan siang,pasti dia sedang sibuk,aku akan menelponnya sebentar lagi."Ujarnya kemudian menyimpan kembali ponselnya dalam saku jas.

__ADS_1



"Saat nya makan siang tuan.Tuan ingin makan di kamar atau di restoran."Denis datang dan mengingatkan Arka."Baiklah,kita makan di restoran saja."Arka melangkah di ikuti Denis yang berjalan di belakangnya."Jam berapa meeting nya?"Tanya Arka pada Denis,saat ini mereka berada dalam lift menuju lantai bawah di mana restoran hotel berada."Dua jam lagi tuan."Ujar Denis singkat.



"Itu terlalu lama,setengah jam,aku akan mengadakan meeting dalam setengah jam."Arka tidak bisa berlama lama,dia sungguh sangat merindukan Elna.Untung saja pertemuan ini hanya di adakan di Singapura yang jaraknya tidak terlalu jauh dari Indonesia."Baik tuan."Denis segera menghubungi manajer hotel untuk segera mempersiapkan pertemuan dalam setengah jam.



Meeting selesai sesuai perkiraan Arka,seperti kebiasaan Iris hotel di cabang manapun,akan ada dessert yang di sediakan untuk CEO mereka cicipi saat berada di ruang rapat.Dan kali ini chef pastry sudah membawakan menu dessert untuk di nikmati para petinggi Iris.Saat dessert itu di letakkan di depan Arka,Arka merasa tidak asing dengan bentuk nya,karena penasaran,dia bertanya pada chef nya langsung."What is the name of your dessert,chef?"Tanya Arka lalu menunjuk piring saji di depannya.



"This is orh nee Mr.Arka."Kata chef tersebut dan berusaha untuk menjelaskan tapi Arka mengangkat tangannya."I know the basic ingredient,my wife once made it for me.(Aku tahu bahan dasarnya,istriku pernah membuatnya untukku.)"Arka tersenyum,senyum yang jarang bahkan tidak pernah di lihat oleh mereka.Melihat tatapan bingung orang orang yang berada di ruangan itu.Arka pun menjelaskan kalau dia baru saja menikah,karena setau mereka,CEO nya itu belum berkeluarga sama sekali.



Arka tersenyum kembali setelah mencicipi dessert tersebut."Sorry chef,i think what my wife makes is much tastier,i will take her on my honeymoon to Singapore in the near future and you can try the orh nee that she makes.(maaf chef,aku pikir buatan istriku jauh lebih enak,aku akan mengajaknya berbulan madu ke Singapura dalam waktu dekat dan kalian bisa mencoba orh nee yang dia buat)."

__ADS_1



...\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*...


__ADS_2