BLUE IRIS

BLUE IRIS
Bab 46 : Kecelakaan


__ADS_3

"Bagaimana?"Tanya seseorang dari balik telpon."Target memasuki hotel Iris tuan."Jawab seorang pria yang masih memarkir mobilnya di seberang jalan."Lanjutkan sesuai rencana."Panggilan berakhir,seringai jahat tampak dari paras nya yang tampan.Setelah mendapat perintah,pria tadi mulai bersiap,menunggu target keluar dari persembunyian nya.


Anne Efrina sampai di lobby,mata nya memindai sekeliling,dia meremas kedua tangannya,Denis yang kebetulan lewat melihat Anne Efrina yang seperti sedang mencari sesuatu."Apa Anne butuh sesuatu?"Tegur nya,Anne mundur selangkah karena terkejut dengan suara Denis yang memanggilnya."Ahh,,kamu?"Anne berusaha menutupi ketakutannya,namun Denis yang peka bisa melihat jelas ketakutan di wajah mertua bos nya itu."Anne mau pulang?"Anne Efrina mengangguk.Denis merubah panggilannya karena permintaan Anne Efrina."Biar saya yang antar Anne,kebetulan saya ada urusan sekitaran tempat tinggal Anne."Denis menawarkan diri,dan memang dia ada sedikit urusan di sana."Makasih nak Denis,hari ini Anne memang butuh tumpangan,untuk menyetir rasanya Anne tidak sanggup.Oiya,pake mobil Anne saja."Anne Efrina menyerahkan kunci mobilnya pada Denis.


Denis menginjak pedal gas dan melajukan kendaraannya membelah jalan raya yang siang itu cukup ramai.Meskipun sudah bersama Denis,Anne Efrina masih terlihat gugup,sebentar sebentar dia berbalik,atau sesekali menoleh ke samping,pengalaman penguntitan yang dia alami pagi tadi membuatnya trauma."Apa ada yang mengikuti kita?dari tadi saya perhatikan Anne tidak tenang."Tanya Denis,dia juga terganggu dengan sikap Anne yang terlihat gelisah."Apa..tadi kamu ngomong apa,,maaf Anne kurang fokus,mungkin Anne kelelahan."Ujar Anne efrina.


"Tidak apa apa Anne."Denis kembali fokus dengan kemudinya,setelah beberapa menit perjalanan,Denis merasa ada sesuatu yang aneh,sebuah mobil dari tadi mengikutinya dari belakang."Inikah yang membuat Anne ketakutan?Tapi siapa dia?"Gumam nya.Denis menginjak pedal gas kuat kuat,melajukan kendaraan dengan kecepatan tinggi guna mencari tahu kalau feeling nya tidak salah,dan benar saja,kendaraan hitam itu juga mempercepat laju kendaraannya mencoba mengejar Denis.


"Sepertinya ini yang Anne takutkan."Anne Efrina menoleh dan menatap Denis,kode mata dari Denis membuat Anne berbalik."Nis,,,itu dia,dari tadi mobil itu mengikuti Anne,itu sebabnya Anne membawa Ozkhan ke hotel."Anne Efrina mengeratkan pegangannya,rasa takutnya kini berada di level yang paling tinggi.


Kini Denis kembali fokus,dia berusaha mempercepat lagi laju kendaraannya,tapi Anne Efrina yang duduk di samping kemudi menjadi kendala untuknya,dia takut menambah laju kendaraannya lagi lebih dari yang dia lakukan sekarang,hingga dengan mudah mobil yang mengikutinya menghantam bagian belakang mobil Denis.


Braakkk...hantaman yang sangat keras membuat Denis kehilangan keseimbangan dan mobil menabrak pembatas jalan,jeritan ban mobil memekakkan telinga saat Denis mencoba menjaga agar mobil tidak sampai terbalik.Asap mengepul dari arah mesin kendaraan,Anne Efrina pingsan,untung saja Denis masih memiliki sedikit kesadaran dan meminta siapapun yang berada di sekitarnya membawanya ke rumah sakit.




Iris hotel



"Hamil?"Elna terkejut dengan perkataan Arka barusan.Apa iya dia sedang hamil.Karena sangat penasaran,Elna menggeser tubuh Arka dan melangkah menghampiri nakas,sebuah kalender kini berada di genggamannya,dia mulai menghitung satu persatu tanggal yang tertera di sana,dan semua gerak gerik Elna tidak luput dari perhatian Arka.


__ADS_1


Seketika Elna menutup mulutnya dan menatap Arka dengan takjub.Dia mengambil kalender tersebut kemudian menghampiri Arka."Kak,aku telat datang bulan."Arka langsung tersenyum,terpesona dengan tingkah istrinya yang dia anggap sangat lucu sekaligus menggemaskan.Tak tahan,Arka mencium bibir Indah Elna.



"Kenapa kakak mencium ku?"Elna protes."kamu sangat cantik sayang.Nanti kalau Ozkhan bangun,kita segera ke rumah sakit,kita akan memastikan kalau sebentar lagi Ozkhan akan punya adik."Ujar Arka sambil mengusap perut Elna yang masih rata.



Di tengah kebahagiaan mereka berdua,sebuah panggilan telpon dari nomor tak di kenal masuk di ponsel Elna.Elna terdiam mendengar seseorang yang sedang berbicara dengannya,tidak ada respon,hanya saja raut kesedihan kini tampak dari wajah cantiknya.



Setelah panggilan berakhir,tanpa sadar Elna jatuh terduduk di pinggiran tempat tidur,ponsel di tangannya kini sudah mencium lantai marmer yang cukup dingin."Kenapa sayang?"Arka panik melihat istrinya yang terlihat sangat syok."Kak,pihak rumah sakit menelpon,katanya Anne dan Denis baru saja mengalami kecelakaan."Derai air mata kini mengalir deras dari pipi Elna,baru saja dia merasakan kebahagiaan,tiba tiba berita tak terduga datang menghampirinya.Arka memeluk Elna erat."Tenang lah sayang,Anne dan Denis tidak akan kenapa napa."




Tidak menunggu lama,akhirnya mereka tiba di rumah sakit.Elna berlari memasuki ruangan IGD,mencari di mana keberadaan sang ibu dan asisten suaminya.mendapat informasi dari petugas yang berjaga,Elna dan Arka berjalan tergesa menuju ke bed paling ujung seperti yang di tunjukan petugas tadi.



Jantung Elna berdetak tidak karuan,dia takut dengan pikiran nya sendiri.Perlahan Elna menyingkap tirai penyekat antara tempat tidur.Dan perasaan tenang sekaligus lega kala melihat Anne nya yang tengah berbaring diatas brankar ruang igd terlihat baik baik saja hanya luka kecil di pelipis dan tangan kirinya yang terpasang infus."Syukurlah Anne tidak apa apa."Gumam Elna.


__ADS_1


"Syukurlah sayang."Arka berdiri di belakang dengan memegang kedua pundak Elna.Elna kemudian duduk di kursi yang di sediakan tepat di sisi kanan Anne Efrina,tidak lama setelahnya,Denis pun datang dengan luka yang hampir mirip dengan Anne Efrina."Apa yang terjadi Denis?kenapa Anne bisa kecelakaan?Dan tunggu..."Anne menatap penuh selidik pada Denis."Kenapa kamu ada di mobil bersama Anne?”Lanjut Elna.



"Saya yang menawarkan diri untuk mengantar Anne Efrina nyonya muda,karena kebetulan,saya ada urusan di dekat tempat tinggal Anne."Denis ingin melanjutkan,tapi tatapan tajam Arka padanya mengisyaratkan untuk saat ini,yang dia perlukan hanyalah menutup mulut.Elna menghela nafasnya kasar."Tapi syukurlah,kalian tidak apa apa."



Sejam lebih Elna menunggui Anne hingga akhirnya Anne Efrina membuka mata.Pandangan pertama yang Anne lihat adalah cat berwarna putih di sekeliling ruangan dan bau menyengat khas tempat mengobati orang sakit.Netranya masih berkeliling dan mendapati Elna yang sedang duduk di sampingnya."Elna."Panggil Efrina,dia mencoba untuk duduk tapi sakit kepala bekas benturan menghalangi pergerakannya.



"İya Anne,Anne tidak usah banyak bergerak dulu,tunggu sampai keadaan Anne jauh lebih baik."Elna berdiri dan membantu Anne kembali di posisi semula."Apa yang sebenarnya terjadi Anne?"Selidik Elna,kecurigaan mulai dia rasakan ketika Denis memberikan pengakuan tapi pengakuan itu cukup janggal bagi nya.



"Anne juga tidak tau apa yang sedang terjadi sayang."Ujarnya berbohong.Elna tau kalau Anne nya saat ini menyembunyikan sesuatu,namun dia tidak akan memaksa untuk meminta Anne menceritakan apa yang menjadi masalahnya saat ini.



Arka menghampiri Denis,"Bagaimana keadaanmu?"Tanya nya lalu duduk di sebelah pria yang sudah menjadi asistennya selama beberapa tahun itu."Saya tidak apa apa tuan,saya hanya mengkhawatirkan Anne,saya berinisiatif mengantarnya pulang,karena dia terlihat sangat ketakutan saat akan pulang dari hotel,dalam perjalanan pun,ketakutannya sama sekali tidak hilang.Dia merasa ada yang mengikutinya,dan ternyata ketakutannya itu terbukti."



"Apa maksudmu Denis?"

__ADS_1



...\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*...


__ADS_2