BLUE IRIS

BLUE IRIS
Bab 42 : Pertemuan setelah sekian lama


__ADS_3

Arka hanya terdiam setelah mendapat sentuhan tangan dari Ehran Mehr,sentuhan tangan yang hampir saja membuatnya berteriak karena kesakitan."Maafkan Arka buyukbaba."Arka menundukkan kepala."Berani sekali kau memperlakukan cucu ku seperti itu?Kalau saja aku tau lebih cepat apa yang kau lakukan padanya lima tahun lalu,aku tidak akan membiarkan kamu bernafas dengan tenang,dan sekarang...kau ..."


Pletaakkk...Untuk kali kedua Ehran Mehr menjitak kepala Arka saking kesal nya.Bagaimana tidak,tak ada seorang pun yang memberitahu kalau kedua cucu kesayangan nya itu akan menikah.Yang dia sesalkan,meskipun berada jauh dari İndonesia,setidak tidak nya Arka menelpon dan memberitahu nya.


Arka hanya bisa pasrah,berbeda dengan Emir Mehr,Ehran lebih bisa di katakan keras kepala dan sangat arogan."Maafkan Arka buyuk baba."Kata maaf yang sudah beberapa kali dia katakan membuat siapa pun yang mendengar akan merasa bosan."Mana cucu ku?"Tanya nya lalu kembali duduk.Baba Aslan yang menyaksikan kekerasan yang di dapatkan Arka hanya bisa menjadi penonton tanpa berani untuk membantu putranya.


"Di rumah,apa buyukbaba mau menemuinya?"Tanya Arka perlahan masih dengan posisi berdiri.jangankan untuk duduk,bernafas saja terasa sulit baginya.Bisa di bayangkan sekeras apa seorang Heran Mehr,anak kandung nya sendiri di usir dari rumah,Ya meskipun memang itu karena kesalahan tante nya sendiri,tapi Arka merasa hukuman itu terlalu sadis,apalagi Ehran Mehr tidak memiliki anak selain Efrina.


"Antar aku ke sana sekarang juga."Ehran Mehr melangkah meninggalkan Arka dan Baba Aslan yang berjalan di belakang.Saat Arka membawa Ehran ke mansion,Baba Aslan menelpon Anne Alara agar menghubungi Efrina untuk datang ke mansion.


Hening,hanya suara deru mesin kendaraan yang menemani perjalanan Arka dan Ehran Mehr.Wajah kakek Elna itu masih terlihat marah.Tidak berapa lama kemudian mereka tiba di mansion.Elna kaget karena melihat Arka yang pulang padahal dia baru saja berangkat ke kantor sejam yang lalu.

__ADS_1


"Ada yang kakak lupa?"Tanya Elna saat melihat Arka muncul dari balik pintu,Arka tidak menjawab pertanyaan Elna,baru saja Elna akan mengajukan sebuah pertanyaan lagi untuk Arka,dari belakang punggung suaminya,muncul pria tua yang terlihat masih sangat sehat untuk seusianya.


Elna terus memperhatikan,hingga pria itu semakin dekat dengan nya.Elna merasa pernah melihat pria itu,tapi tepat nya di mana dia lupa."Sayang...mungkin ini pertama kali kamu melihatnya,dia adalah tuan Ehran Mehr.kakek kandung mu."Arka memperkenalkan Ehran Mehr.


Kalimat Arka kemudian mengingatkan nya pada foto Anne Efrina dan seorang pria tua yang Anne simpan di dalam kamarnya.Dan dengan menatap wajah pria tua itu,dia bisa melihat kalau wajah Anne nya mirip sekali dengan lelaki yang juga tengah menatap nya."Elnara Mehr..kau tidak ingin memeluk lelaki tua ini?"Ujarnya sambil tersenyum,senyum pertama setelah dirinya dianiaya oleh kakeknya sendiri.


Perlahan Elna mendekat,menghampiri sang kakek yang sedang merentangkan kedua tangan nya."Terakhir buyuk baba menggendong mu saat kau masih sangat kecil.Dan sekarang,buyuk baba mu ini baru bisa bertemu dengan mu lagi setelah puluhan tahun berlalu."Tuan Ehran Mehr memeluk cucu nya dengan erat,begitupun dengan Elna,meskipun ini pertama kali untuknya bertemu dengan sang kakek,tapi dia merasa jika ikatan batin dengan lelaki itu sangat kuat.


"Aku jadi penasaran, bagaimana kabarmu saat aku membawanya pergi,karena aku berencana melakukannya."Tuan Ehran Mehr tersenyum sinis.Tujuannya ke Indonesia memang salah satunya adalah membawa Elna untuk ikut dengan nya ke Istanbul.


Deg...Arka sangat kaget mendengar penuturan tuan Ehran Mehr.Kalimat lelaki tua itu sungguh membuatnya tidak bisa berpikir jernih.Membayangkan Elna tidak berada di samping nya adalah suatu musibah besar yang mampu menghancurkan segala yang dia miliki.

__ADS_1


"Tidak bisa buyukbaba,jangan menjauhkan nya dariku."Arka menarik Elna ke dalam pelukan nya."Aku mohon jangan melakukan nya."Arka memeluk Elna dengan erat,hingga tuan Ehran Mehr yang melihat pemandangan romantis itu membuat senyum tipis tergambar di wajah tuanya."Secinta itukah kau dengan Elnara Arka?baik kita akan liat sampai di mana kau memperjuangkan cinta mu itu." Batin Tuan Ehran Mehr.


Ada alasan kenapa sikap Ehran Mehr sangat protektif pada Elna,dan alasan itu jelas berasal dari Anne Efrina.Tuan Ehran Mehr tidak ingin cucu nya menderita sama seperti ibunya.Cukup Efrina saja yang mengalami pengalaman buruk dalam sebuah pernikahan,meskipun pernikahan ini di jalani oleh kedua cucunya sendiri,namun tidak akan pernah menutup kemungkinan sebuah penghianatan akan terjadi dan menghancurkan kehidupan rumah tangga mereka.Dan sebenarnya tuan Ehran jauh lebih takut jika itu terjadi pada Arka dan Elna karena sama sama kita tau kalau keduanya adalah cucu keluarga Mehr,dan bila sampai pernikahan itu kandas di tengah jalan,berarti kehancuran keluarga Mehr jelas berada di depan mata.


"Baba..?"Ketegangan antara Arka dan Tuan Ehran harus berakhir sementara waktu karena kemunculan wanita wanita tangguh dari keluarga Mehr.Tuan Ehran berbalik dan mendapati putri kesayangannya yang sedang berusaha menahan tangis.Tanpa menunggu waktu lama,Efrina mendekat dan memeluk pria yang sudah mengusirnya dari istana megah keluarga Mehr."Kau masih mengingatku, ku pikir kau menganggap baba mu ini sudah mati."Sindir Tuan Ehran pada Efrina."Jangan berkata begitu Baba,Efri hanya takut jika Efri datang dan menemui Baba,Baba akan mengusir Efri untuk yang kedua kalinya."Tangis Anne Efrina pecah.


"Dasar anak nakal...bagaimana mungkin kau berpikir seperti itu?"Tuan Ehran menjitak kepala Efrina pelan,terlihat memang seperti sesuatu yang menyakitkan tapi baik Tuan Ehran maupun Efrina menganggap kalau itu adalah sebuah bentuk kasih sayang seorang ayah untuk anaknya."Apa kau tau Baba sangat kesepian Efri,puluhan tahun baba menunggu mu datang membawa Elna,tapi kau tidak peduli sama sekali,mungkin kau akan datang jika Tuhan menjemput dan mengambil nyawaku."


Anak kecil yang sedang berdiri berdampingan dengan Anne Alara menyaksikan drama yang sama sekali tidak dia mengerti ,yang dia tau kalau saat ini terjadi sesuatu yang menyedihkan karena melihat beberapa orang dewasa yang berada di sekitarnya sedang menangis.Perlahan dia melangkah menghampiri Anne Efrina yang masih memeluk sang ayah.Anak kecil itu menarik tangan tuan Ehran Mehr.


"Kenapa anda memukul kepala Anne ku?"

__ADS_1


...****************...


__ADS_2