
"Kau harus menjaga Ozkhan dengan ketat Efri,jangan biarkan dia sendiri."Begitu pesan Tuan Ehran Mehr tiga hari yang lalu saat Anne Efrina mengantar nya ke bandara.Kalimat tuan Ehran terus terngiang ngiang di telinga nya."Apa maksud Baba mengatakan seperti itu?"gumam Anne Efrina.Saat ini dia berada di sekolah,mengantar cucu tercinta.Tidak seperti biasa yang selalu meninggalkan Ozkhan saat sudah masuk ke dalam lingkungan sekolah,kali ini Anne Efrina menungguinya hingga proses belajar Ozkhan selesai.
Penjaga sekolah yang sementara berkeliling,menghampiri Anne Efrina yang berada di dalam mobil tengah sibuk berselancar di dunia maya."Permisi nyonya,anda keluarganya Ozkhan Alif kan?"Tanya penjaga sekolah tersebut.Anne Efrina menyimpan ponsel dan menatap pria setengah baya yang sedang menegurnya."Iya pak."
Penjaga sekolah itu seperti ingin menyampaikan sesuatu,tapi dia tampak ragu.Karena melamun,Anne Efrina pun berinisiatif untuk bertanya pada pria paruh baya itu."Kenapa pak?apa Ozkhan ada masalah di sekolah?"Tanya Anne Efrina penuh selidik.Penjaga sekolah menggelengkan kepalanya."Tidak Nyonya,hanya saja ,beberapa hari lalu,ada seorang pria yang diam diam memperhatikan Ozkhan,dan itu dia lakukan tidak hanya sekali.Saat saya mencoba menyapanya,pria itu langsung pergi begitu saja."Tutur nya.
Anne mengerutkan kening."Bapak yakin?bisa saja pria itu bukan memperhatikan Ozkhan."Lanjut Anne Efrina.Penjaga sekolah nampak menghela napasnya pelan."Saya bekerja di sini sudah hampir dua puluh tahun nyonya,semua orang tua siswa yang belajar di sini saya tau,bahkan kendaraan yang biasa mereka gunakan untuk menjemput saya ingat.Tapi saat hari kedua pria itu datang kesini,dia menggunakan mobil yang berbeda.Dan kenapa aku tau kalau dia memperhatikan Ozkhan,itu karena Ozkhan yang selalu paling terakhir keluar dari dalam sekolah,dan bersamaan dengan itu, pria yang memarkir mobilnya di sana,"Tunjuknya di sebuah tempat teduh di bawah pohon yang berada di seberang jalan."Dan pria itu mulai mengambil ponsel dan entah dia merekam atau mengambil gambar saya kurang tau."Terang nya.
Anne Efrina mulai berpikir,kemudian mengambil ponsel dan memperlihatkan satu persatu foto yang ada di galeri ponselnya.Tapi semua yang Anne tunjukkan itu,bisa dia ingat semuanya,hingga Denis yang jarang menjemput pun,penjaga sekolah itu ingat dengan wajahnya."Oiya nyonya,pernah beberapa hari lalu,bunda nya Ozkhan yang mengantar,dan pria itu kembali melakukan hal yang sama,tapi perhatiannya lebih tertuju pada bundanya Ozkhan,bahkan setelah Bundanya Ozkhan pergi,pria itu mengikutinya.
__ADS_1
Deg...Anne Efrina terlihat khawatir,kata kata Tuan Ehran kembali teringat."Apa ini maksud Baba?Tapi siapa mereka?Apa yang mereka inginkan?" Batin nya gelisah."Ya sudah,makasih banyak ya pak,makasih banyak karena telah menjaga Ozkhan."Tutur Efrina sambil tersenyum."Sama sama Nyonya."Bersamaan dengan itu,bel berbunyi menandakan kalau kelas telah selesai,dan betul kata penjaga sekolah,kalau Ozkhan selalu yang paling terakhir keluar,dan itu baru Anne Efrina perhatikan.
"Hai anak ganteng nya Anne.."Anne Efrina membuka pintu mobil saat melihat Ozkhan yang berjalan dengan senyuman lebar menghampiri Anne Efrina."Hai juga Anne."Ujarnya lalu memeluk pinggang Anne Efrina."Ayo masuk,Anne sudah sangat lapar."Lanjut Efrina kemudian menutup pintu.Tiba tiba netranya tanpa sengaja melihat ke arah yang di tunjuk penjaga sekolah tadi,sebuah mobil hitam terparkir di sana,dan Anne Efrina yakin kalau mobil itu baru saja datang,karena sedari tadi ia tidak melihat satupun kendaraan yang parkir di seberang jalan.
Efrina tidak berani melihat lebih lama,dia mulai takut,dengan cepat dia melajukan kendaraanya.Anne Efrina gugup,untuk menghilangkannya dia mencoba mengajak Ozkhan untuk bercerita."Mmmm..Ozkhan hari ini belajar apa?"Tanya Anne Efrina dengan senyum yang sangat di paksakan."Tadi belajar berhitung dan menyanyi Anne."Ozkhan menjawab sambil meminum susu putih dalam kemasan yang belum sempat dia minum di dalam kelas tadi."Waahhh,,pasti menyenangkan,Ozkhan juga ikut menyanyi?"Lanjut Efrina.Ozkhan mengangguk,susu yang baru saja masuk ke mulutnya tidak memungkinkan dirinya untuk menjawab."Kata ibu guru suara Ozkhan bagus Anne."Tutur nya dengan senyum yang memperlihatkan semua gigi putihnya."Ooiya...tadi nyanyi lagu apa,boleh Anne dengar?"Ozkhan pun mulai bernyanyi dengan suara yang lantang,nyanyian Ozkhan lebih mirip seperti orang yang sedang menangis dan itu tidak tidak terlalu di pedulikan Anne Efrina,otaknya di penuhi dengan banyak sekali pertanyaan.
"Iya Anne."Arka menjawab dari balik telpon."Suruh Denis menjemput ku di bawah,sepuluh menit lagi aku sampai."Ujarnya mengakhiri panggilan.Saat lampu berubah hijau,secepat kilat Anne melajukan kendaraannya menuju hotel.Denis sudah menunggu di lobby saat Anne Efrina tiba di hotel.
"Ayahhhh...."Ozkhan menghampiri Arka yang duduk di meja kerjanya."Bagaimana pelajaran sekolahnya sayang?"Tanya Arka sambil mengusap kepala putranya."Hari ini,Ozkhan belajar menyanyi Yah,Ayah mau dengar?"Arka mengangguk,di detik berikutnya,Ozkhan kembali bernyanyi ,lagu yang sama saat tadi dia bernyanyi untuk Anne Efrina di dalam mobil.Senyum yang di perlihatkan semua orang dalam ruangan itu hilang seketika mendengar suara Ozkhan.Kepala Arka tiba tiba pusing.Anne Efrina hampir saja tertawa melihat ekspresi Arka dan Denis yang syok,untung saja Arka punya ide cemerlang untuk menghentikan Ozkhan."Wah,suara Ozkhan sangat bagus,sebagai hadiah,bagaimana kalau kita panggil Bunda?"Ozkhan berhenti bernyanyi lalu menganggukkan kepalanya."Boleh Ozkhan minta bunda buatkan kue?Ozkhan tiba tiba jadi lapar habis bernyanyi."Arka tertawa."Tentu saja son."Arka kemudian menelpon Elna dan meminta istrinya itu untuk membuatkan beberapa jenis kue untuk Ozkhan dan tentu saja untuknya dan Anne Efrina.
__ADS_1
Interaksi ringan terjadi antara Arka dan Anne Efrina hingga Elna datang dan membawa beberapa jenis kue untuk Ozkhan."Wah,bunda terlihat sangat cantik dengan seragam putih ini."Ujarnya memuji sang bunda yang memang hari ini nampak sangat cantik dengan rambut yang di gulung ke atas.Arka pun setuju dengan Ozkhan."Iya,kamu benar sayang,bunda mu memang sangat cantik."Arka menatap Elna dengan penuh rasa cinta.
Elna tersenyum mendapat pujian dari orang terkasihnya.Dia meletakkan nampan di atas meja kemudian duduk di samping Anne Efrina."Tumben Anne ke sini."Mendengar pertanyaan Elna,Anne Efrina mengkambinghitamkan Ozkhan yang ingin bertemu dengan Arka.Lama mereka duduk bersama hingga Ozkhan datang dan merengek pada bunda nya karena sudah mengantuk."Bawa Ozkhan ke dalam sayang."Arka menyuruh Elna menidurkan Ozkhan di dalam kamar yang cukup besar,kamar yang biasa Arka gunakan untuk beristirahat saat pekerjaan nya sangat banyak dan tidak sempat untuk pulang ke mansion.
"Ada yang ingin Anne katakan?"Arka kini duduk di depan mertuanya,menatap Anne Efrina yang terlihat ragu untuk berbicara.
"Apa kau punya musuh Ka?"
...****************...
__ADS_1