BLUE IRIS

BLUE IRIS
Bab 52 : Mertua?


__ADS_3

Setelah menyelesaikan segala urusan di hotel,Arka kembali ke rumah sait,Anne Alara mengatakan kalau Elna mencarinya.Tidak butuh waktu lama,kini Arka sudah berada di dalam kamar perawatan Elna,setelah di nyatakan sadar oleh dokter,dokter menyarankan untuk Elna di rawat lebih intensive.


"Bagaiman keadaanmu sayang?"Tanya Arka yang sedang mengusap rambut istrinya lembut.Elna tersenyum lemah, menahan rasa sakit."Aku tidak apa apa kak.Oiya apa anak kita baik baik saja,soalnya perutku terasa sangat sakit."Elna meringis kemudian memegang perutnya.


Arka bingung,bagaimana cara dia menjelaskan pada Elna,namun dia harus mengumpulkan keberanian."Sayang,maaf kan aku,Tuhan lebih menyayangi anak kita,kita harus bersabar sayang,Tuhan pasti sudah merencanakan sesuatu yang lebih indah untuk kita,ok."Ujar Arka sambil memegangi tangan Elna dan sesekali mengecup tangan istrinya.


Elna menangis,menangis dalam diam,suara tangisan sudah tidak terdengar,itu menandakan kalau saat ini dia sangat sedih,hanya air mata yang mengalir deras di selingi raut wajah yang menahan kesakitan yang teramat sangat.


"Kak perutku,perutku sakit sekali."Ujar Elna tertahan,dan dari daerah kewanitaannya mengalir darah yang sangat banyak.Arka panik,secepatnya dia memanggil bantuan.wajah Elna pucat pasi,tangan dan kakinya mulai terasa dingin,Dokter segera memeriksa dan ternyata Elna mengalami perdarahan hebat.Dia butuh bantuan darah agar kondisinya bisa kembali normal.


"Kita tidak bisa menunggu lama tuan,nyawa istri anda dalam bahaya jika tidak segera tertangani."Ujar dokter yang menangani Elna.Arka terdiam,tangan dan kakinya gemetar,sulit menerima kenyataan,baru saja dia berbicara dengan sang istri tiba tiba hal besar datang menghampiri.


"Baik dok,saya akan segera mencari pendonor untuk istri saya."Lanjut Arka.Baba dan Anne kembali setelah mengisi lambung mereka di kantin rumah sakit.Anne dan Baba saling tatap,ruangan sepi yang baru beberapa saat mereka tinggalkan,kini berubah ramai.


"Ada apa Arka?Kenapa ramai sekali."Perasaan Anne Alara tidak enak.Dan sejurus kemudian,Arka menghampiri Anne dan memeluknya,cairan bening yang dia tahan tumpah juga di pelukan sang ibu."Elna mengalami perdarahan dan harus segera mendapatkan transfusi darah,tapi stok darah di sini tidak banyak Anne,dokter menyarankan untuk mencari pendonor."Lanjut Arka setelah berhasil menenangkan diri.


"Kau tenang dulu,biar kita pikirkan bersama.Apa golongan darah istrimu?"Tanya baba."Golongan darahnya A."Arka menghela nafas,teringat beberapa bulan lalu saat Ozkhan sakit dan membutuhkan darah,yang memiliki golongan darah yang sama dengan Elna hanya Anne Efrina,dan sekarang Anne berada di Istanbul,tidak mungkin Arka meminta tolong padanya,meskipun bisa,itu pasti akan sangat terlambat,butuh sekitar dua belas jam untuk tiba di Indonesia.Arka putus asa.


Di sisi lain,Anne Alara berjalan beberapa langkah menjauh dari Arka dan Baba Aslan,terlihat dia menelpon seseorang.Baba yang melihat gerak gerik mencurigakan Anne, mendekati sang istri.


"Kamu menghubungi siapa sayang?"

__ADS_1


"Hadyan,aku ingin dia segera ke mari,dengan menghubungi nya,aku ingin dia ikut andil demi kesembuhan Elna,bagaimana pun Hadyan adalah ayah kandung dari menantu kita."


"Apa dia akan datang?"


"Tentu saja."Anne Alara yakin akan kedatangan Tuan Hadyan Daniswara.


"Baiklah kita tunggu."


Tidak menunggu lama, Tuan Hadyan datang,dia menoleh ke kiri dan ke kanan mencari seseorang yang menelpon nya sekitar sejam yang lalu.Dan tidak butuh waktu lama menemukan keberadaan wanita tadi.Dia melangkah kan kakinya menghampiri Baba dan Anne,Arka masih di dalam ruangan menemani sang istri yang saat ini tengah mendapatkan bantuan oksigen.Bibir yang selalu tampak merah,kini terlihat pucat.Transfusi sementara di lakukan,hanya saja dokter masih butuh beberapa kantong untuk menstabilkan haemoglobin Elna yang turun hingga di angka tujuh.


"Nyonya Gaozhan."Panggil tuan Hadyan.


"Tuan Daniswara,maaf menelpon anda di saat anda sedang sibuk."


"Bicara denganku saja Tuan Daniswara."Baba mengambil alih dan berbicara dengan tuan Hadyan,Baba menyarankan Anne untuk menemani Elna di dalam ruangan,dan Anne menuruti permintaan Baba.


Baba mengajak Tuan Hadyan untuk duduk.Baba mulai menjelaskan permasalahan yang sekarang terjadi,bahwa keluarga Gaozhan membutuhkan tuan Hadyan untuk di ambil sampel darahnya,apakah golongan darah yang dia miliki sama dengan menantu nona muda keluarga Gaozhan yang sedang terbaring tak berdaya di dalam sana akibat perdarahan.


"Tunggu tuan Gaozhan,bukan saya tidak ingin membantu menantu anda,tapi saya merasa di jebak oleh nyonya Gaozhan."Tuan Hadyan bingung,pasalnya saat di hubungi oleh Anne Alara,tidak ada pembahasan mengenai bantu membantu dalam perihal kemanusiaan.


"Mengenai kerjasama yang istri saya bicarakan tadi,itu bukan candaan,hanya saja saat ini kami hanya ingin meminta tolong pada anda tuan Daniswara,karena yang sedang berbaring di dalam sana adalah putri dari Efrina.Anda masih ingat nama itu bukan?"

__ADS_1


Deg!Jantung tuan Hadyan memompa sangat cepat mendengar nama seorang wanita yang pernah mengisi hari harinya saat kuliah di luar negeri dulu.


"Apa maksud anda tuan Gaozhan?"


"Telinga tuan Daniswara tidak bermasalah kan?Seperti yang saya katakan tadi,menantu kami,Elnara Ziya adalah anak anda,anda pasti bertanya tanya di mana kami mengenal Efrina,nanti akan saya jelaskan sedikit tentang mantan istri anda,atau mungkin masih berstatus istri.istri yang di abaikan."


Ingatan masa lampau teringat kembali,di mana Hadyan muda terpesona dengan wanita asal Turki yang sangat cantik,Hadyan kembali jatuh cinta untuk yang kedua kalinya setelah merasakan cinta pertama yang sekarang sudah menjadi istrinya.Pertemuan yang begitu intens membuat Efrina membalas cinta Hadyan dan pernikahan atas dasar cinta di lakukan keduanya tanpa Efrina tau kalau sebenarnya Hadyan sudah menikah dan memiliki anak,begitupun dia yang menikah tanpa sepengetahuan Tuan Ehran Mehr.


"Sebelum saya menjelaskan semua,ada baiknya anda melakukan pemeriksaan terlebih dahulu,maaf kalau kami terkesan memaksa,tapi ini demi keselamatan nyawa menantu kesayangan kami dan tentu saja putri anda,putri yang baru anda ketahui keberadaannya setelah waktu berlalu puluhan tahun silam,Kami berharap mudah mudahan golongan darah anda sama,karena hanya Anne nya yang bisa membantu Elna,namun Efrina sekarang tidak berada di sini.Jadi saya meminta dengan sangat,tolong bantu menantu kami."


"Baiklah,saya akan melakukan pemeriksaan."Tuan Hadyan akhirnya setuju.


Setelah menunggu beberapa saat,hasil sampel keluar dan golongan darah tuan Hadyan cocok dengan Elna.Perisapan transfusi sudah mulai di lakukan,karena jika menunggu terlalu lama takutnya sesuatu yang fatal akan terjadi.


Tuan Hadyan tidak meninggalkan rumah sakit meskipun tugasnya selesai.Dia ingin melihat wajah sang putri kedua,karena saat pertemuan pertama Elna dan Tuan Hadyan kala keluarga Gaozhan memutuskan pertunangan Arka dan Elna,di situlah dia merasa jika wajah Elna tidak asing baginya.


Arka keluar dari kamar perawatan setelah memastikan keadaan Elna dalam batas normal.Dan di situlah dia melihat orang asing yang sedang duduk bersama Baba dan Anne.Banyak pertanyaan tersusun rapi di kepalanya dengan kedatangan ayah Freya.Karena dia hanya berdiri mematung tanpa menyapa tuan Hadyan,Baba Aslan menegur anak sulung nya itu.


"Arka,mana sopan santun mu,beri hormat,dia adalah mertuamu."


"Mertua?"

__ADS_1


...****************...


__ADS_2