
...****************...
*AKH!!
/tersungkur/
*ting! ting!
"YEYYY!!! DAISUKE! DAISUKE! "
/sorakan penonton/
Dunia bela diri menjadi salah satu ajang yang disukai oleh banyak orang. Kebanyakan diikuti oleh para pria. Beberapa orang ahli karena mempelajarinya, dan beberapa orang lagi ahli karena memang memiliki bakat dalam bela diri.
Bela diri banyak jenisnya. Salah satunya adalah Muaythai. Muaythai adalah bela diri tinju asal Thailand.
"Tuan Daisuke, bagaimana perasaan anda setelah memenangkan pertandingan? "
"Apa anda akan bertanding kembali? "
Nakagawa Daisuke, pria tampan rupawan yang sangat ahli dalam bela diri Muaythai. Ia membuka tempat pelatihan "TINJU THAI", yang saat ini ramai dikunjungi oleh orang-orang yang mau mempelajari bela diri Thailand ini. Sebelumnya Daisuke memang pernah tinggal di Thailand selama 6 tahun. Saat ia remaja ia mempelajari banyak hal tentang Thailand.
Di salah satu wawancaranya yang sangat memikat para fans adalah saat Daisuke mulai mengumumkan pernikahannya.
"Saya tidak mungkin bertarung sampai usia tua, saya yakin anak-anak saya yang akan melanjutkan karir saya. "
"Apa anda akan mendidik anak anda sebagai petarung? "
"Ya.. anak-anak zaman sekarang punya hobi yang berbeda-beda. Jika kita memaksa mereka untuk melakukan hal yang tak mereka inginkan, itu hanya akan membuat mereka membenci kita. Saya tidak akan memaksa mereka untuk melanjutkan karir saya, karena mereka punya hak untuk bebas. "
Beberapa tahun setelahnya, istrinya di kabarkan meninggal dunia akibat sakit yang dideritanya. Pemakamannya pun ramai dengan para wartawan. Dan di sanalah, media mulai menyorot anak-anak dari Daisuke yang sudah mulai beranjak dewasa. Mereka memiliki sifat yang mencerminkan ayahnya.
Nakagawa Kaizen, si sulung yang memiliki sifat bijaksana dan cerdik seperti ayahnya. Kaizen juga pandai menyusun kata-kata yang bisa memanipulasi orang. Bisa dibilang dia orang yang cukup manipulatif. Tanggal lahirnya pun bertepatan dengan ulang tahun ayahnya.
Nakagawa Haruki, anak tengah yang memiliki ketahanan dan kekuatan fisik melebihi kakaknya. Ia sangat ahli dalam bela diri, memiliki raut wajah yang terlihat kasar seperti ayahnya, dan nada bicara yang terkadang kasar.
Nakagawa Noa, si bungsu yang merupakan satu-satunya putrinya. Ia memiliki sifat yang sama seperti Daisuke saat remaja. Takut akan dunia yang begitu luas, pendiam, tidak berbicara dengan siapapun termasuk orang-orang terdekat. Ia hanya akan bicara saat diajak bicara. Itupun kadang ia batasi karena takut salah bicara.
Meski begitu, baik Kaizen, Haruki, maupun Noa tak memiliki masalah satu sama lain. Meski mereka tak begitu akrab karena fokus pada dunia masing-masing, tapi di saat-saat tertentu mereka akan berkumpul.
.
.
__ADS_1
.
[Ruang tunggu]
"Fuhh.. " *merokok
"Ayah. "
"Uh? Oh, Kai. "
"Tidak ku sangka ibu akan pergi secepat ini.. "
"Ya, tidak ada yang bisa menyangkal yang namanya takdir. "
"Menjadi orang baik itu buruk ya.. "
"Hm? "
"Mereka selalu pergi dengan cepat. "
"Begitu kah pemikiran mu? "
"Hm? "
"Karena itulah aku memberikan pemikiran ku. "
"Iya.. iya. Fuhh.. " *merokok
.
.
.
"Ngomong-ngomong, bagaimana dengan kondisi adik-adikmu? "
"Haruki ada di ruang latihan, kalau Noa.. aku tidak begitu mengerti. Dari tadi dia hanya diam di pojokan sambil membaca buku. Meski tak jelas, tapi aku bisa dengar beberapa orang membicarakannya. Aku yakin Noa juga tau. "
Daisuke mematikan rokok dan membuangnya di tempat sampah. Daisuke kemudian memegang bahu Kaizen dan menyuruhnya untuk berbalik melihat kearah jendela.
"Lihat. Apa Noa terlihat sedih? "
"Ti-tidak.. dia.. "
__ADS_1
"Noa sangat sedih. "
"Uh! "
"Diam adalah cara terbaik untuk menahan emosi. Jika semisalnya Noa menangis saat ini, apa yang akan kau lakukan? "
"Uh? "
"Apa kau akan memperlakukannya sama seperti Haruki? "
Semua pelayan di rumah tau, kalau Noa adalah anak yang paling dekat dengan ibunya. Meskipun tidak ada yang pernah melihat mereka saling bicara satu sama lain.. tapi kenyataannya Noa masih bisa tersenyum saat bersama ibunya.
"Intinya, salah satu hal yang tak bisa kau permainkan adalah perasaan. Karena perasaan itu datang dengan tulus, dan pergi dengan penuh tekanan. "
"Uh."
Tak lama, beberapa wanita menghampiri Noa, mereka seperti membicarakan sesuatu. Kaizen yang sadar akan timbul konflik, segera menghampiri Noa.
....
"Jadi, bagaimana Noa? Kamu sangat menyayangi ibumu bukan? "
Noa menunduk, ia menggenggam erat pakaiannya. Kedua wanita itu terus berusaha membujuknya.
"Maaf ya. "
"Uh! "
"Uh? "
"Ka-Kaizen?! "
"Bibi, tidakkah bibi merasa kalau bibi terlalu memaksa? " *senyum
"Ha?! Jangan asal menuduh. "
Memperebutkan hak asuh adalah hal yang dilakukan saat seorang anak tak memiliki orang tua lagi. Pihak keluarga ibu ingin mengambil hak asuh Noa demi kepentingan pribadi. Meski mereka tau kalau Daisuke masih hidup. Usia Noa yang masih berumur 15 tahun dituntut untuk bersikap seperti ibunya yang merupakan seorang model.
Noa yang menganggap dunia hanyalah permainan untuk mencari jalan keluar. Di mata Noa, dunia tak lebih hanya rumah hantu. Dimana Noa berusaha untuk mencari jalan keluar.
𝓑𝓪𝓫 𝓼𝓪𝓽𝓾, 𝓐𝓷𝓪𝓴 𝓹𝓮𝓽𝓲𝓷𝓳𝓾.
𝓢𝓮𝓵𝓮𝓼𝓪𝓲~
__ADS_1