Bokusa No Musuko

Bokusa No Musuko
BAB 10 : Noa [3]


__ADS_3

...****************...


"Baik! Saya akan mengumumkan juara tiga dari lomba ini. "


Jantung Noa semakin berdegup dengan kencang. Bagi Noa ini adalah momen yang berharga. Jadi Noa berharap bisa menang.


"Yamaguchi Shun, dari SMA Taro! "


*prok! *prok! *prok!


"Juara duanya adalah, Yue Mizuki dari SMP Bamboo. "


*prok! *prok! *prok!


Semakin mendekati juara utama, Noa semakin gugup. Meski orang-orang bilang tak masalah bila tak menang--dimata Noa kemenangan adalah jalan satu-satunya untuk menutupi kelemahannya.


"Baik! Ini dia juara satu dari perlombaan ini! Yaitu..!!"


Suasana semakin tegang, dari sekian banyak peserta hanya 5 orang yang berhak mendapatkan piala dan penghargaan.


"Katou Shizuka, dari SMA Hoshi! "


*prok! *prok! *prok!


"Uh..! "


Noa mulai gugup, tidak.. dia tak lagi gugup.. ini adalah rasa takut.


"Kita masih ada 2 juara favorit, jadi jangan berkecil hati dulu. Ini dia! Juara favorit para tamu yang terhormat, para kritikus seni, dan juga guru-guru yang sudah memberikan vote pada peserta. Juara favorit pertama, Nakagawa Noa dari SMA Hattori."


"Uh! "


*prok! *prok *prok


Noa mengangkat kepalanya, ia menatap ke arah panggung.


"Noa, cepat maju. "


Noa gemetar. Sembari berjalan menuju panggung utama, tangannya masih tetap gemetar. Inikah yang namanya kebahagiaan?


"Untuk juara favorit juri, ini dia! Juara favorit kedua, Toriyama Yuno dari SMA Hoshi! "


*prok! *prok! *prok!

__ADS_1


Noa berdiri di depan, disusul dengan laki-laki yang berada di sebelahnya. Noa melirik sedikit ke arah laki-laki disebelahnya. Perasaan Noa campur aduk di depan panggung.


Bintang utama dari acara ini adalah seorang seniman dari Cina, Li Shimin. Wanita yang tampak sangat menawan di mata Noa. Penampilannya yang anggun dengan sorot mata yang tajam membuat penampilannya sangat sempurna. Tampak Noa sadari ia terlalu lama menatap ke arah Shimin, Shimin yang menyadari hal itu langsung tersenyum ke arah Noa. Seketika wajah Noa memerah karena canggung.


"Silahkan, nona Li. "


"Baik. Terimakasih atas kehormatannya. Saya juga ingin mengucapakan terimakasih banyak karena telah memilih saya sebagai juri dalam perlombaan ini. Ini merupakan suatu kehormatan besar bagi saya. "


"Kau lihat? " bisik gadis yang berada di samping Noa. Yang ternyata adalah Katou Shizuka.


"Uh? "


"Dia terlihat sangat menawan bukan? "


"Ehm."


"Suatu hari aku ingin jadi sepertinya. "


"Aku juga. "


Shizuka tersenyum ke arah Noa dan memperkenalkan diri.


"Aku Katou Shizuka. "


"Nakagawa Noa. "


[Kediaman keluarga Nakagawa]


(08.00 pm)


"Kenapa nona merahasiakan ini semua? " tanya Ayaka yang duduk di sebelah Noa, di ruang TV.


"Aku tidak mau membagi informasi untuk menyelamatkan ayah. Aku hanya ingin memperbaiki citra ibu di mata masyarakat. "


"Nona.. sangat membenci tuan besar? "


"Mungkin saja. Entah kenapa segala hal yang menyangkut ayah selalu dipandang buruk oleh orang-orang di sekitarku. Rasanya orang-orang juga ikut membenci pencapaian keluarga ini. "


"Lalu apa yang akan Nona lakukan jika semisalnya tuan Kaizen dan tuan Haruki mendadak pulang? "


"Entahlah.. aku tidak tau.. "


Sesuatu yang Noa tak pahami, adalah tentang orang-orang yang mengagumi ayahnya. Orang-orang disekitar Noa hanya menganggap pencapaian ayahnya sebagai sebuah lelucon.

__ADS_1


Noa yang menghadiri pameran seni, tentunya bertemu dengan tokoh-tokoh ternama. Noa juga sempat berfoto dengan mereka. Tokoh seniman dan tentunya sangat Gubernur. Noa bertemu dengan sang Gubernur saat mengunjungi museum seni terbesar di Korea.


Gubernur saat ini, Nawatari Kikuchi. Datang ke museum dengan para pengawalnya bersama dengan para reporter. Noa menyadari keberadaan Gubernur di dekatnya. Rencana mulai berjalan lancar saat Gubernur tau berita tentang Noa. Lalu mereka bicara empat mata, di ruangan VVIP.


Pembicaraan mereka dimulai dengan latar belakang Noa. Tentang mengapa Noa suka melukis, kapan mulai belajar melukis, serta kesan Noa terhadap nilai seni. Dari pembicaraan itu nampak jelas kalau pak gubernur tak mengenal Noa sebagai putri dari Nakagawa Daisuke. Noa mulai berpikir tentang "Mengapa ini berjalan terlalu mudah?".


Rasanya untuk berhadapan dengan seseorang setingkat pak gubernur yang pernah melakukan korupsi besar-besaran, tak mungkin rasanya--mudah untuk diajak bicara seperti ini. Saat itu juga Noa mulai menyadarinya..


"(dia terlalu percaya diri dengan segala teorinya.)"


Teori hukum, keadilan, dan segala hal berbaur politik, dengan percaya dirinya diucapkan oleh pak gubernur. Itu yang ada di pikiran Noa.


"Nak Noa, kedepannya apa yang ingin kau lakukan? "


"Uh. Sa-saya ingin jadi seniman terkenal.. lalu.. saya juga ingin mengajarkan banyak orang tentang arti seni. " ucap Noa dengan nada polos.


Atau.. ini bukan karena kepercayaan dirinya.


Mungkin saja karena pak gubernur menganggap Noa hanya anak SMA biasa. Sekarang Noa hanya bisa diam. Setiap kata-kata yang diucapkan oleh pak gubernur rasanya tak berarti banyak. Untuk sekarang informasi yang Noa dapatkan hanya tentang korupsi yang dilakukan oleh Gubernur Nawatari Kikuchi. Dan juga, rahasia gelap dari Trixie Entertainment.


.


.


.


(*di kediaman Nakagawa)


"Apa maksudmu tentang kecerdikan nona? " tanya Ayaka.


Ayaka sedang duduk bersama Satoshi di teras rumah sembari meminum teh.


"IQ nona adalah 226, lebih tinggi dari tuan Kaizen yang hanya memiliki IQ sebesar 125. Aku rasa nona punya kesempatan untuk mendapatkan informasi. "


"Sangat disayangkan karena mereka tidak bekerjasama. Jika saja mereka mau bekerjasama.. aku yakin keluarga Nakagawa akan kembali. "


"Ya. Hanya saja mereka memiliki tujuan yang berbeda. Seperti tuan Haruki dan nona. Mereka berdua memihak ke dua jalan yang berbeda. Tuan Haruki dengan tekad sang ayah, dan nona dengan tekad ibunya. Jika disatukan, yang ada hanyalah perpecahan. "


"Kau benar. Jadi, kita harus bagaimana? Aku kasihan pada nona yang terus merenung memikirkan banyak hal. Setiap kali melihat lukisan nona aku melihat kesedihan dan kesepian pada lukisannya. Tangan nona juga kadang gemetar saat ingin melukis, yang membuat lukisannya kadang tak sesempurna seperti biasanya. "


"Huh.. jika saja tuan Kaizen tak pergi. Aku yakin nona akan tetap menjadi gadis polos seperti pada umumnya. "


"Iya.. "

__ADS_1


𝓑𝓪𝓫 𝓼𝓮𝓹𝓾𝓵𝓾𝓱, 𝓝𝓸𝓪 [3].


𝓢𝓮𝓵𝓮𝓼𝓪𝓲~


__ADS_2