Bokusa No Musuko

Bokusa No Musuko
BAB 4 : Hujan matahari


__ADS_3

...****************...


(*2 tahun kemudian, di wilayah Kansai, Osaka.)


Hujan turun mengguyur wilayah Kansai dan Kanto. Hujan yang turun terus-menerus sejak 2 minggu terakhir, menyebabkan banjir di beberapa wilayah di Kansai dan Kanto.


.


.


.


[Perkumpulan Penulis]


"Hoamm.. "


Nakagawa Kaizen, yang kini berusia 22 tahun--bekerja secara tertutup bersama para penulis naskah lainnya. Ia bergabung dengan kelompok yang didirikan oleh teman lamanya. Sebuah grub yang bernama "Perkumpulan Penulis". Terkesan biasa saja, seperti grup pada umumnya. Akan tetapi grup yang diisi oleh 200 orang lebih, merupakan sebuah perkumpulan pencari data dan informasi. Mereka memanfaatkan hobi dan keahlian menulis cerita sebagai landasan untuk mendapatkan informasi dari orang sekitar.


Sederhananya mereka akan bertanya tentang apapun yang ingin mereka ketahui. Lalu mereka akan berkata " Saya seorang penulis, saya ingin mencari ide untuk naskah saya. " kurang lebih seperti itu. Intinya, grup ini berisi orang-orang licik.


.


.


*tap.. *tap.. *tap..


/suara langkah kaki/


"Yo~ Kaizen. Sepertinya kau dapat informasi menarik ya. "


"Pak, sepertinya kau lupa menaruh kunci mu lagi. "


"Hah.. ternyata kau peka juga. Eee.. kau tau ada dimana? "


"Di atas lemari kamar bapak. "


"Oh, oke. Terimakasih ya. "


"Iya. "


*tik *tik *tik


/mengetik/


"Hm? "


𝙎𝙚𝙤𝙧𝙖𝙣𝙜 𝙨𝙞𝙨𝙬𝙞 𝙎𝙈𝘼 𝙃𝙖𝙩𝙩𝙤𝙧𝙞 𝙢𝙚𝙣𝙙𝙖𝙥𝙖𝙩𝙠𝙖𝙣 𝙟𝙪𝙖𝙧𝙖 𝙙𝙖𝙡𝙖𝙢 𝙊𝙡𝙞𝙢𝙥𝙞𝙖𝙙𝙚 𝙎𝙖𝙞𝙣𝙨.


𝙂𝙖𝙙𝙞𝙨 𝙗𝙚𝙧𝙣𝙖𝙢𝙖 𝙉𝙖𝙠𝙖𝙜𝙖𝙬𝙖 𝙉𝙤𝙖, 𝙢𝙚𝙢𝙚𝙣𝙖𝙣𝙜𝙠𝙖𝙣 𝙊𝙡𝙞𝙢𝙥𝙞𝙖𝙙𝙚 𝙎𝙖𝙞𝙣𝙨 3× 𝙗𝙚𝙧𝙩𝙪𝙧𝙪𝙩-𝙩𝙪𝙧𝙪𝙩!


"Noa..? "


Kaizen merenung memikirkan adik-adiknya.


"Sudah 2 tahun ya.. "


.


.


.


Beralih ke wilayah Yokohama. Sama halnya seperti Kaizen, Haruki juga mencari informasi selama 2 tahun terakhir melalui pergaulan liar yang ia ikuti. Haruki yang kini berusia 20 tahun sering mengikuti pertandingan ilegal untuk mendapatkan informasi.


"Hei anak muda! Hahaha! Seperti biasanya kau memang punya tendangan yang hebat ya..! "


"Jangan berteriak di telingaku. Kalau mau mabuk di luar saja sana. "


Haruki yang kesal akhirnya menjauh. Ia pergi ke ruang ganti untuk mengambil barang-barangnya.


"Huh.. (aku rasa ada memar di punggungku.) "


*Cling!


/notif pesan/

__ADS_1


"Ng? "


Haruki membuka ponselnya dan melihat notif pesan yang ia dapat.


...----------------...


𝘗𝘦𝘯𝘨𝘪𝘳𝘪𝘮 : 𝘒𝘢𝘪𝘻𝘦𝘯


𝘗𝘦𝘴𝘢𝘯 :


𝘓𝘢𝘮𝘢 𝘵𝘢𝘬 𝘣𝘦𝘳𝘵𝘦𝘮𝘶, 𝘣𝘢𝘨𝘢𝘪𝘮𝘢𝘯𝘢 𝘬𝘢𝘭𝘢𝘶 𝘬𝘪𝘵𝘢 𝘬𝘦𝘮𝘣𝘢𝘭𝘪 𝘬𝘦 𝘛𝘰𝘬𝘺𝘰 𝘶𝘯𝘵𝘶𝘬 𝘮𝘦𝘯𝘦𝘮𝘶𝘪 𝘕𝘰𝘢?


...----------------...


"Ck. Buang-buang waktu. "


Haruki adalah orang yang paling menyayangi ayahnya. Ia sangat patuh dan menghormati ayahnya. Karena itulah, jika ada orang yang menghina ayahnya--ia tak akan segan untuk menghabisi orang itu.


.


.


.


Di tempat kelahiran mereka, yaitu Tokyo. Nakagawa Noa yang berusia 17 tahun, yang kini bersekolah di SMA Hattori. Noa yang sekarang berada di kelas 3 SMA, mengikuti sejumlah kegiatan pembelajaran dan seni melukis di sekolah dan klub.


Noa masih menjadi pribadi yang pendiam. Tapi Noa yang sekarang lebih berani untuk berbicara, meskipun terkadang tangannya gemetar saat berbicara terlalu banyak--hal itu juga membuat kepala Noa sakit dan kelelahan.


Noa yang tak mau kalah dari kakak-kakaknya, kini berusaha untuk bangkit dan akan mendahului saudaranya.


"Nona, setelah ini nona ada kelas seni di hotel Fay. Jika nona masih lelah, sebaiknya lewatkan saja. "


"Iya. Hm. Satoshi.. bisakah kita mampir ke toko kue? "


"Tentu saja, nona. "


"Terimakasih Satoshi.. "


"(semenjak tuan Kaizen dan tuan Haruki pergi dari rumah, nona tidak pernah menanyakan soal mereka. Nona adalah gadis yang kuat, aku kagum pada nona yang mampu mendapatkan informasi mengenai gubernur saat ini.) "


"Satoshi.. "


"Aku ingin makan di rumah.. "


"Baik. Saya mengerti nona. Saat tiba nanti saya akan buatkan milkshake untuk nona. "


"Terimakasih Satoshi.. " Noa tersenyum.


.


.


.


[Perkumpulan Penulis]


"Aku tidak bisa menemukan apapun.. "


"Hm? Kau bersungguh-sungguh? "


"Ya. (ini diluar dugaan ku. Kupikir datanya akan semudah itu didapatkan. Bahkan dengan grup rahasia seperti ini masih belum cukup untuk mendapatkan informasi.) "


"Huh.. kalau sudah tak menemukannya mau bagaimana lagi. Kenapa tidak beristirahat dulu? "


"Tidak. Bagaimanapun aku harus menemukan cara agar ayah divonis tak bersalah. "


"Aku yakin ini hanya permainan politik. Gubernur saat ini sangat licik. Bahkan 100× lebih licik dari presiden Wakatobi yang kau kenal itu. "


"Untuk mendapatkan informasi kita harus bertanya pada seseorang yang dekat dengan pak gubernur. "


"Fuhh.. " *merokok.


"Kau mau? "


"Terimakasih."

__ADS_1


Kaizen mengambil sebatang rokok. Selama 2 tahun Kaizen berada di grup itu, informasi yang ia dapatkan hanya sebatas biografi dan data pribadi dari Pak Gubernur. Data-data dan informasi mengenai kejanggalan tak dapat Kaizen temukan.


"Sepertinya dia sangat menjaga hal ini. Bahkan tidak ada yang mengetahuinya. "


"Ya, aku rasa begitu. "


𝘑𝘪𝘬𝘢 𝘮𝘦𝘮𝘢𝘯𝘨 𝘣𝘦𝘯𝘢𝘳, 𝘮𝘢𝘬𝘢 𝘢𝘬𝘢𝘯 𝘴𝘶𝘭𝘪𝘵 𝘶𝘯𝘵𝘶𝘬 𝘮𝘦𝘯𝘥𝘢𝘱𝘢𝘵𝘬𝘢𝘯 𝘥𝘢𝘵𝘢-𝘥𝘢𝘵𝘢𝘯𝘺𝘢.


Sore harinya, di gedung yang sama. Seorang pria datang dan ingin bergabung dengan grup. Kepala grup ini adalah Pak Kenji.


"Siapa pria itu? " *tanya salah seorang anggota grup.


"Entahlah.. tapi kelihatannya dia ingin bergabung. "


"Bergabung? Dia punya kenalan disini? "


"Entahlah.. "


Sebagian besar anggota grup memiliki kenalan satu sama lain. Begitu juga Kaizen. Kaizen pernah bertemu dengan Pak Kenji saat ingin mengirim naskah miliknya. Saat itu Pak Kenji menyukai cerita yang Kaizen buat, sehingga beliau memberitahu segala hal mengenai grup kepada Kaizen.


"Aku berangkat ke Kyoto ya~ " ucap seorang wanita.


"Hati-hati ya..! "


"Dia benar-benar ingin pergi ke Kyoto? "


"Perjuangan untuk mencari ibunya. Mau bagaimana lagi, setiap orang pasti punya hal yang ia rindukan. "


Kaizen merenung sesaat. Ia memikirkan mengenai adik-adiknya. Tak lama kemudian Kaizen mendapatkan balasan pesan di ponselnya yang ternyata dari Haruki.


...----------------...


𝘗𝘦𝘯𝘨𝘪𝘳𝘪𝘮 : 𝘏𝘢𝘳𝘶𝘬𝘪


𝘗𝘦𝘴𝘢𝘯 :


𝘈𝘬𝘶 𝘵𝘪𝘥𝘢𝘬 𝘣𝘪𝘴𝘢, 𝘢𝘬𝘶 𝘴𝘪𝘣𝘶𝘬.


...----------------...


"Hah.. dasar anak itu. "


.


.


*Cling!


"Ng? "


Kaizen kembali mendapatkan notif pesan, kali ini dari komputernya.


*𝘔𝘢𝘯𝘨𝘨𝘰.


Setiap anggota grup memiliki kode rahasia tersendiri. Untuk Kaizen sendiri diberikan kode name Bamboo oleh Pak Kenji.


*tik *tik *tik *tik


/suara ketikan/


Grup ini dibangun secara legal dan jalankan secara ilegal. Ruangan tempat menganalisis informasi ada di ruang bawah tanah. Cara untuk kemari ada di tembok paling depan (dekat dengan pintu masuk utama). Meski terdengar omong kosong tapi itulah kenyataannya. Pak Kenji adalah orang yang suka memainkan pikiran orang. Orang-orang akan berpikir kalau pintu rahasia akan berada di belakang atau tempat-tempat tersembunyi lainnya. Karena itulah selama bertahun-tahun tidak ada musuh yang bisa membongkar tempat rahasia ini.


Apa semudah itu memainkan pikiran seseorang?


Tidak!


Kejutan dari Pak Kenji bukan hanya itu saja. Di pintu menuju ruang bawa tanah, selain berkamuflase dengan dinding sekitarnya--pintu ini juga dilengkapi dengan scan data. Jadi, ketika seseorang tanpa sengaja atau secara sengaja berdiri di depannya--maka pintu yang awalnya dapat terbuka dengan mudah akan berubah menjadi dinding biasa. Ini adalah pertahan kedua dari Pak Kenji. Karena baginya..


𝓘𝓷𝓯𝓸𝓻𝓶𝓪𝓼𝓲 𝓪𝓭𝓪𝓵𝓪𝓱 𝓹𝓮𝓶𝓫𝓾𝓪𝓽 𝓶𝓪𝓼𝓪𝓵𝓪𝓱 𝓽𝓮𝓻𝓫𝓮𝓼𝓪𝓻.


Tempat ini bisa dibilang tidak begitu tertutup, karena setiap orang bebas keluar-masuk. Hanya saja bagi anggota baru, biasanya memiliki kenalan tersendiri dengan anggota lain atau dengan Pak Kenji sendiri.


Kali ini, seorang pria berkacamata memilih datang dengan tujuan--untuk bergabung dengan grup.


Tapi.. apakah dia benar-benar akan bergabung?

__ADS_1


𝓑𝓪𝓫 𝓮𝓶𝓹𝓪𝓽, 𝓗𝓾𝓳𝓪𝓷 𝓶𝓪𝓽𝓪𝓱𝓪𝓻𝓲.


𝓢𝓮𝓵𝓮𝓼𝓪𝓲~


__ADS_2