Bokusa No Musuko

Bokusa No Musuko
BAB 13 : Kekecewaan


__ADS_3

...****************...


Esoknya, Noa akhirnya sadar. Ryukyu menghubungi Kaizen untuk datang dan menjemput Noa. Sementara Haruki, dia sudah pergi sejak kemarin malam. Haruki pergi tanpa memberitahu siapapun.


"Hah.. sifat anak itu keluar lagi. Bisa-bisanya dia meninggalkan adiknya disini. "


"Kakak.. "


Ryukyu mencoba meyakinkan Noa untuk berhenti melakukan aksinya, mengingat pak gubernur yang telah mengetahui rencana Noa.


"Jika kau melanjutkannya, nanti kau yang kena imbasnya. Kami tak bisa muncul ke publik untuk membantumu. " ucap Ryukyu.


Meski begitu, tak jauh berbeda dengan Haruki, Noa adalah pribadi yang egois dan sangat ambisius--sifatnya itu tertutupi oleh tampang dan nada bicaranya yang polos.


.


.


.


.


.


Kaizen yang tiba di tempat langsung memeluk Noa.


"Terimakasih karena sudah merawat Noa. "


"Ya, tidak papa. Ngomong-ngomong soal adikmu-. "


"Maksud anda Haruki? "


"I-iya.. "


"Tidak masalah, saya akan urus Haruki. Sekali lagi saya ingin berterimakasih. Saya berjanji akan merahasiakan hal ini. "


"Ya."


Noa pulang bersama Kaizen dengan menaiki mobil. Selama perjalanan, Kaizen menceramahi Noa dengan banyak kata-kata yang biasa dilontarkan oleh orang tua. Meski Noa agresif dan ambisius, dia tetap mendengarkan apa yang Kaizen katakan. Hanya saja, ia tak bisa menuruti kemauan Kaizen untuk berhenti.


"Kakak sendiri tak berhenti mencari cara untuk ayah.. kenapa.. aku harus berhenti? "


"Uh. Noa, kau belum-. "


"Apa yang tak ku mengerti?! "

__ADS_1


"Noa, kau tidak tau siapa yang kau hadapi?! "


"Hm. "


Noa terdiam. Dibandingkan Haruki, Noa lebih takut dengan Kaizen. Karena yang tau dengan sifat asli Kaizen hanya Noa dan ayahnya.


Meski Noa kecewa dengan Kaizen, Noa tetap teguh pada pendiriannya. Karena bagi Noa..


" 𝓣𝓲𝓭𝓪𝓴 𝓹𝓮𝓭𝓾𝓵𝓲 𝓼𝓮𝓫𝓮𝓻𝓪𝓹𝓪 𝓼𝓮𝓻𝓲𝓷𝓰 𝓸𝓶𝓫𝓪𝓴 𝓶𝓮𝓷𝓰𝓱𝓪𝓷𝓽𝓪𝓶, 𝓭𝓮𝓷𝓭𝓪𝓶 𝓽𝓪𝓴 𝓪𝓴𝓪𝓷 𝓭𝓲𝓫𝓲𝓪𝓻𝓴𝓪𝓷 𝓽𝓮𝓻𝓫𝓪𝔀𝓪 𝓪𝓻𝓾𝓼. "


Noa hanya bisa diam, sesekali ia melirik kearah Kaizen untuk memastikan Kaizen tak benar-benar marah padanya. Karena bagaimanapun tanpa Kaizen, Noa hanyalah anak kesepian.


Sementara itu Haruki, dia pergi ke Yokohama untuk bertemu dengan managernya dan meminta flashdisk yang ia titipkan. Sawaragi Goro, manager arena ilegal Yokohama.


Haruki dan Goro bekerjasama demi membebaskan Nakagawa Daisuke. Goro adalah penggemar berat Daisuke, dan menurut Goro, Daisuke adalah pribadi yang baik dan ramah padanya. Karena itulah saat melihat Haruki dan tekadnya untuk menyelematkan Daisuke, Goro juga ikut turun tangan membantu dari balik layar.


Sementara itu.. di markas Ryuto, Ryukyu mengumpulkan anggotanya.


"Dengar. Kita harus mencari pria ini. " Ryukyu menunjukkan foto.


Itu adalah foto orang yang Ryukyu dapat dari Kaizen. Sebelumnya setelah menghubungi Kaizen untuk menjemput Noa, Kaizen yang tau tentang Ryuto langsung meminta bantuan kepada mereka untuk mencari seseorang dan menginterogasinya. Kaizen tau kalau pria yang ia cari sangat sulit untuk ditemukan, karena itulah ia meminta bantuan pada Ryuto dengan memberikan imbalan yang lumayan.


"Papa, aku dan kakak akan mencarinya di wilayah Kyoto. "


"Ha? Isuzu kau harus bekerja. "


"Tidak boleh. Ini terlalu berbahaya untukmu. "


"Jika aku ketahuan menendang kepala pak gubernur, aku bisa ditangkap. "


!!


"Y-ya sudah.. terserah kau saja.. " 凸


"Isuzu! Ayo! "


"Iya..! Kami pergi dulu, papa. " *senyum


"Haish.. anak-anak egois. Dia sama sepertimu.. Miwako. " gumam Ryukyu.


.


.


.

__ADS_1


[Tokyo, kediaman keluarga Nakagawa]


Kaizen mencoba menghubungi Haruki, tapi ponsel Haruki tak aktif. Tentunya hal itu memprovokasi Kaizen.


"Noa."


"Uh? "


"Sejauh mana kau tau tentang hubungan Trixie entertainment dengan pak gubernur? "


"Uh? A.. ku.. "


"Katakan padaku Noa, aku muak dengan ini semua! Jika kau terlibat dalam hal ini bisa-bisa rencana kita semua hancur! "


"Kakak.. ingin.. menggunakannya.. untuk.. menyelamatkan ayah..? "


"Uh! "


"Kenapa cuma ayah? Apa tidak ada yang peduli dengan ibu? " nada bicara Noa mulai serak.


Noa sudah tak kuasa menahan tangisnya, air mata Noa mengalir melewati pipinya. Dia benar-benar merasa sedih dengan keluarganya.


"Apa.. ibu.. tak.. cukup.. baik..? "


"Tidak.. tidak.. bukan begitu. Aku tidak bermaksud begitu. " Kaizen mengusap air mata Noa.


"Kakak berbohong. Kakak juga sama dengan yang lainnya. Kenapa ayah sangat dibangga-banggakan? Aku tidak mengerti.. kenapa hanya karena kasus palsu orang-orang jadi percaya kalau ibu seorang pecundang? Kenapa.. hiks.. hiks.. "


"Noa.. "


Kaizen memeluk Noa, berusaha menenangkannya.


"Maaf Noa, aku salah. Aku percaya pada ibu, karena itulah jangan menangis lagi. "


"Sungguh..? "


"Iya. Aku akan membantumu untuk menyelesaikan kasus ibu, lalu kita bisa bersama-sama mengeluarkan ayah dari penjara. Bagaimana? "


Noa terdiam. Sejak awal Noa tak berniat membantu ayahnya. Tapi Noa sangat percaya dengan Kaizen.


Noa menganggukkan kepalanya, dan Kaizen langsung memeluk Noa.


Sekarang tujuan Kaizen bukan hanya tentang ayahnya, tapi juga tentang ibunya.


"(keluarga yang rusak..) " batin Kaizen.

__ADS_1


𝓑𝓪𝓫 𝓽𝓲𝓰𝓪𝓫𝓮𝓵𝓪𝓼, 𝓚𝓮𝓴𝓮𝓬𝓮𝔀𝓪𝓪𝓷.


𝓢𝓮𝓵𝓮𝓼𝓪𝓲~


__ADS_2