
...****************...
Beberapa tahun setelahnya, Rei didiagnosa mengidap kanker. Kesehariannya selalu berada di rumah sakit dengan di temani oleh Noa.
Sementara itu di berangkas pribadi Rei, Daisuke menemukan banyak foto dan CD. Foto-foto tentang pak gubernur, dan juga presiden Wakatobi.
"(Rei.. yang benar saja dia.. aku pikir dia akan berhenti setelah dihina oleh semua orang. Bisa-bisanya.. dia..) "
.
.
.
(*Sebelum Rei bertemu dengan Daisuke)
[Gedung Trixie Entertainment]
"Rei, besok kau diminta untuk menjadi model dari designer yang sedang naik daun saat ini. Kau pasti tau kan~ "
"Iya. Aku tau. "
Miyami Rei, model yang memiliki paras yang cantik dan terkenal ramah. Dia punya bakat dalam menjadi model. Meski kini usianya masih 17 tahun, dirinya sudah mampu menarik perhatian orang-orang. Banyak pakaian yang ia gunakan selalu laris. Hanya saja terkadang penampilan Rei terlalu menyorot perhatian dibandingkan model lainnya, karena itulah terkadang Rei sering dijauhi oleh model-model senior.
"Hmph. Dia hanya orang bodoh. "
"Uh-huh! "
Rei yang sedang berjalan menuju ruang ganti, tak sengaja mendengar pembicaraan presiden Wakatobi dengan seseorang.
"Dia hanya alat untuk menambah pendapatan. Mungkin memang kuakui wajah dan postur tubuhnya sangat indah, hanya saja otak gadis itu nyaris tak berfungsi. "
"Haha. Yang benar saja.. "
"Disini dia tak lebih hanyalah batu loncatan untuk menggeser studio sebelah. "
"Bagaimana jika gadis itu ingin pindah? "
"Mana mungkin dia akan melakukannya. Dia pasti akan memikirkannya 1000×. Habis studio itu akan segera runtuh. Jika kita berhasil merusak studionya, rencana pak gubernur untuk pembangunan gedung gubernur juga akan berjalan lancar. Hebat bukan? " jelas Wakatobi.
Rei syok mendengarnya!
Alasan utama Rei menjadi model adalah demi uang. Keluarganya memang sangat kaya, tapi tak ada yang mau merawatnya.
"Lalu apa yang akan pak gubernur lakukan jika gedung itu berhasil di bangun? "
"Tentu saja menjalankan rencana keduanya. Korupsi besar-besaran. "
"Hah! menjadi anggota pemerintahan itu memang enak ya. "
__ADS_1
"Hei.. coba pikirkan. Kita juga dapat hasil dari korupsi itu. Meski hanya dapat 40% nya saja, tapi jika kita bisa menipu gubernur sialan itu, keuntungannya bisa mencapai 80%. "
"Aku heran kenapa dia bisa jadi gubernur. Kalau dilihat-lihat dia hanya seorang penakut. "
"Ada dalang dibalik ini semua.. "
"Hm? Dalang? "
"Ya. Gubernur itu bukan apa-apa kecuali kroco biasa. Dia dipilih karena memiliki kesamaan layaknya pemimpin, tapi dibalik itu semua ada seseorang yang mengendalikannya layaknya boneka. "
"Dan orang itu-. "
"Rei! "
"Uh! "
Rei pergi, ia segera menjauh dari tempat itu. Wakatobi tau kalau Rei menguping pembicaraan mereka.
"Tch."
Esoknya, Rei mulai merasakan ada yang aneh di studio itu. Rasanya semua orang mencampakkannya. Rei juga mendapatkan spam komentar negatif dari orang-orang.
"𝘈𝘯𝘦𝘩! "
"𝘈𝘬𝘶 𝘳𝘢𝘴𝘢 𝘥𝘪𝘢 𝘴𝘶𝘥𝘢𝘩 𝘵𝘢𝘬 𝘱𝘢𝘯𝘵𝘢𝘴 𝘶𝘯𝘵𝘶𝘬 𝘫𝘢𝘥𝘪 𝘮𝘰𝘥𝘦𝘭. "
"𝘈𝘱𝘢 𝘣𝘦𝘯𝘢𝘳 𝘥𝘪𝘢 𝘱𝘶𝘯𝘺𝘢 𝘱𝘢𝘤𝘢𝘳? "
"Uh-huh! "
Dalam waktu seminggu Rei berubah dari model papan atas menjadi gadis gelandangan. Rei tau ini ulah siapa, karena itulah dia mengunjungi orang itu secara langsung.
"Hah! Jadi kau menuduh ku yang membuat berita itu? "
"Presiden.. tolong.. hentikan ini semua.. "
"Pft. Dasar gadis bodoh. Kau bahkan tak punya bukti untuk menuduh ku sebagai tersangka. "
"Hm."
Rei menunduk, ia tak tau harus berbuat apa. Kini ia bukan lagi model yang disegani oleh banyak orang. Dua hanyalah gadis biasa.
"Inilah yang kau dapat dari hasil ikut campur. " bisik Wakatobi.
"Huh! "
"Ini adalah nasibmu, jangan bawa-bawa orang lain dalam menghadapi nasib. Segeralah pergi dari sini. "
Karena fitnah dan gosip yang beredar, membuat nama keluarga Miyami juga ikut tercoreng. Rei mendapatkan pukulan berkali-kali lipat, entah itu pukulan fisik atau pukulan mental, Rei sangat menderita dengan hal itu.
__ADS_1
Tapi Rei bukan gadis yang pantang menyerah. Ia berusaha mencari cara agar bisa memperbaiki nasibnya.
𝓜𝓮𝓼𝓴𝓲 𝓽𝓮𝓻𝓾𝓼 𝓭𝓲𝓽𝓮𝓻𝓳𝓪𝓷𝓰 𝓪𝓷𝓰𝓲𝓷 𝓫𝓪𝓭𝓪𝓲, 𝓹𝓸𝓱𝓸𝓷 𝓭𝓮𝓷𝓰𝓪𝓷 𝓪𝓴𝓪𝓻 𝔂𝓪𝓷𝓰 𝓴𝓲𝓪𝓽 𝓽𝓪𝓴 𝓪𝓴𝓪𝓷 𝓶𝓾𝓭𝓪𝓱 𝓽𝓾𝓶𝓫𝓪𝓷𝓰.
Wakatobi Hikaru tak akan membiarkan Rei begitu saja. Dia tau kalau keluarga Miyami tak menginginkannya. Karena itulah Wakatobi menghasut ayah Rei untuk menjodohkannya dengan petarung Muaythai terkenal, Nakagawa Daisuke, dengan harapan Rei akan menderita dan memilih untuk bunuh diri. Mengingat Daisuke adalah orang pria gila. Tapi, satu hal yang tak diketahui oleh Wakatobi adalah.. tentang hubungan asli dari Daisuke dan gubernur.
Rencana Wakatobi semakin buyar setelah tau kalau mereka berhasil melahirkan 3 orang anak. Setelah kabar Rei yang meninggal beredar, Wakatobi berusaha mengincar anak terakhir mereka, yaitu Noa. Tapi entah kenapa rencananya selalu digagalkan oleh sang kakak, yaitu Kaizen.
Bagi Wakatobi, Noa adalah batu yang pas untuk menjatuhkan image keluarga Nakagawa. Cara kedua yang Wakatobi gunakan adalah dengan menghasut kembali keluarga Miyami. Wakatobi meyakinkan mereka untuk membawa Noa ke keluarga Miyami. Wakatobi meyakinkan mereka kalau Noa adalah anak yang akan menaikkan derajat keluarga Miyami.
.
.
Tapi hasilnya sama saja.
Kaizen tak akan membiarkan siapapun membawa adiknya itu.
"DASAR ANAK BRENGSEK!! KAU PIKIR KAU HEBAT APA?!! "
Wakatobi yang mulai stress, merusak ruangannya sendiri.
"Jika saja Rei sialan itu ku binasakan sejak awal ini semua tak akan pernah terjadi! Kenapa aku malah membantunya untuk jadi lebih bahagia?!! Ah.. benar juga.. Daisuke sialan itu ya. Apa yang Rei itu lakukan sehingga ia bisa memikat hati Daisuke?!! "
"Wakatobi, tak ada gunanya kau menggerutu seperti itu. "
"Osamu! Kau tau sendiri masalahnya kan?! "
"Ya, aku sangat tau. "
Sumi Osamu, orang yang sejak awal sudah bekerjasama dengan Wakatobi Hikaru untuk menjatuhkan Rei.
Keluarga Miyami sudah tak berdaya lagi. Mereka tak dapat mengambil Noa karena desakan dari Kaizen. Noa juga tak tertarik untuk pergi kemana-mana.
"Ayolah Noa, bukankah kau sangat menyayangi ibumu? "
𝘔𝘦𝘳𝘦𝘬𝘢 𝘵𝘦𝘳𝘶𝘴 𝘮𝘦𝘮𝘣𝘶𝘫𝘶𝘬 𝘬𝘶, 𝘴𝘦𝘰𝘭𝘢𝘩-𝘰𝘭𝘢𝘩 𝘮𝘦𝘳𝘦𝘬𝘢 𝘴𝘢𝘯𝘨𝘢𝘵 𝘣𝘦𝘳𝘫𝘢𝘴𝘢. 𝘗𝘢𝘥𝘢𝘩𝘢𝘭 𝘮𝘦𝘳𝘦𝘬𝘢 𝘩𝘢𝘯𝘺𝘢 𝘮𝘢𝘩𝘬𝘭𝘶𝘬 𝘫𝘢𝘩𝘢𝘵, 𝘵𝘪𝘥𝘢𝘬.. 𝘮𝘦𝘳𝘦𝘬𝘢 𝘭𝘦𝘣𝘪𝘩 𝘱𝘢𝘳𝘢𝘩 𝘭𝘢𝘨𝘪 𝘥𝘢𝘳𝘪 𝘮𝘢𝘩𝘬𝘭𝘶𝘬 𝘫𝘢𝘩𝘢𝘵. 𝘈𝘬𝘶 𝘣𝘦𝘯𝘤𝘪 𝘮𝘦𝘳𝘦𝘬𝘢, 𝘭𝘦𝘣𝘪𝘩 𝘣𝘦𝘯𝘤𝘪 𝘥𝘢𝘳𝘪 𝘴𝘪𝘢𝘱𝘢𝘱𝘶𝘯. 𝘔𝘦𝘳𝘦𝘬𝘢 𝘵𝘢𝘬 𝘵𝘢𝘶 𝘢𝘱𝘢𝘱𝘶𝘯 𝘵𝘦𝘯𝘵𝘢𝘯𝘨 𝘪𝘣𝘶, 𝘮𝘦𝘳𝘦𝘬𝘢 𝘴𝘢𝘯𝘨𝘢𝘵 𝘩𝘪𝘯𝘢.
"Tidak mau, kalian orang jahat. "
"Uh!! "
Lima kata yang diucapkan oleh Noa mengubah segalanya bagi keluarga Miyami. Belum lagi kata-kata itu diucapkan oleh Noa di depan sekolah Noa. Orang-orang mulai membisikkan mereka.
Tak mungkin anak kecil berkata bohong, bukan?
Keluarga Miyami mendapatkan banyak ujaran tentang kata-kata Noa. Meski masih berhubungan darah, tapi Noa tak ingin berhubungan darah dengan orang yang telah menyakiti perasaan ibunya.
Noa menganggap orang-orang yang menyakiti ibunya adalah orang jahat, lebih jahat dari siapapun. Mereka tak pantas hidup bahagia!
__ADS_1
𝓑𝓪𝓫 𝓭𝓮𝓵𝓪𝓹𝓪𝓷𝓫𝓮𝓵𝓪𝓼, 𝓚𝓮𝓱𝓲𝓵𝓪𝓷𝓰𝓪𝓷 𝓚𝓮𝓶𝓾𝓵𝓲𝓪𝓪𝓷 [2],
𝓢𝓮𝓵𝓮𝓼𝓪𝓲~