
...****************...
"Tch. Dasar pak tua sialan. "
"Aku dengar bodoh! " 💢
"Hei Haruki, kelihatannya kau sangat tak berdaya ya. Wajahmu pucat. "
"Kau-! "
"Kakak, hentikan.. "
"Oke.. Oke. Aku pikir kita akan membantu siapa, tak ku sangka ternyata anak ini. "
Haruki yang kesal, dengan cepat menarik kerah baju Ryunosuke.
"Kau nantangin~? "
/melontarkan pukulan/
Ryunosuke menghindari pukulan Haruki dengan cepat. Perkelahian antara mereka berujung pada aksi saling pukul hingga membuat tangan Haruki berdarah.
"Ap-?! "
Ryunosuke memiliki pisau kecil di gelang miliknya. Yang menyebabkan tangan dan wajah Haruki mengeluarkan darah.
"Papa, tidak masalah membiarkan mereka? "
"Hah.. kalau mereka begitu ya begitu. "
Isuzu duduk di lantai, di dekat Ryukyu.
"Apa papa juga begini dulu? "
"Ng? Bagaimana kau bisa tau? "
"Asal tebak. "
"Huh.. ya, aku sama seperti mereka sekarang ini. "
*BUG!!
"Tch..! "
"Ayolah Haruki, berikan aku pukulan mu itu..! "
Haruki bangun dan melontarkan tendangan ke arah wajah Ryunosuke.
"Anak laki-laki kerjaannya memang bertengkar. " ucap Ryukyu sembari menghidupkan rokok.
"Papa sudah melakukannya 3×, tidak baik merokok berlebihan. "
"Hah.. ya.. ya. Ternyata begini rasanya punya anak perempuan. "
"Akh!! "
*BUG!
"haah.. haah.. haah.. "
Ryunosuke cukup kewalahan menerima seluruh tendangan Haruki. Tapi Ryunosuke yang ingin memberikan pelajaran pada Haruki, berusaha untuk menahan setiap tendangan yang Haruki berikan. Meski akhirnya membuat tubuh Ryunosuke di penuhi memar dan tangan kanannya terkilir.
"Pak tua! kau bawa perban? "
"Tidak ada. "
"Ck. "
Haruki terbaring lemas di lantai. Sejauh ini saingan terberat Haruki adalah Ryunosuke seorang. Selama di Yokohama mereka sering bertanding, baik di tingkat maupun di luar ring. Hasilnya, kemenangan jatuh pada Ryunosuke.
Isuzu membalut tangan Ryunosuke dengan perlahan.
"Hei nak. Kau mau menunggu adikmu sadar? "
"haah.. haah.. ck. "
.
__ADS_1
.
.
.
.
Karena hari sudah semakin malam, mereka makan bersama di markas. Kaizen berada di rumah, ia sudah mengetahui tentang hubungan Noa dengan Trixie entertainment. Karena itulah, karena tau Noa dan Haruki berada di markas Ryuto, Kaizen tidak perlu khawatir dengan mereka.
[Markas Ryuto]
"Hei nak. Apa kau bisa minum? "
"Ya. "
"Ah.. bodoh sekali. Kau seharusnya bicara baik-baik dengan adikmu..! "
"Sialan dia mabuk. " 💢 (*Ryukyu)
"Kakak.. "
Ryuto atau Ryu Tokyo, yakuza yang dipimpin oleh Kagawa Ryukyu. Ini adalah yakuza yang paling sering digunakan dalam dunia politik.
Sembari menunggu Noa sadar, mereka makan dan minum bersama. Ryukyu menceritakan segala hal mengenai kelompok yakuza Ryuto. Alasan tentang ia berteman dengan Nakagawa Daisuke, dan juga alasan ia membelot dengan gubernur.
"Intinya ayah juga mantan petinju yang pernah kalah melawan Daisuke. "
"Kau sudah tak mabuk lagi? " 🗿 (*Ryukyu)
"Cerewet! kata siapa aku mabuk?! Aku hanya ingin menasehati orang itu saja. " *duduk
"Ck. "
"Isuzu, aku mau sandaran. "
"Iya.. "
"Dasar kalian ini seperti orang pacaran saja. "
"I-iya.. "
"Isuzu memang baik ya~ aku beruntung punya adik sepertimu. " Ryunosuke memeluk Isuzu.
"Kakak berlebihan.. "
💢💢 (*Haruki)
Ryunosuke bersikap manja pada Isuzu untuk memprovokasi Haruki yang bersikap kasar dengan adiknya. Ryunosuke mengetahui semua hal tentang Haruki dan adiknya, karena ia anak dari yakuza.
"Sialan kau! Sini tanding denganku! " 💢
"Hm? kenapa? Kau tersinggung? Orang yang gampang marah emang kadang mudah tersinggung sih. "
"Tch."
"Isu~zu. "
*plak!
"Jangan bersikap begitu, geli tau! " 💢
Ryukyu memukul kepala Ryunosuke cukup keras.
"Apaan sih, lagian Isuzu juga tak masalah. Ya, kan? "
"Kakak cuma bercanda, papa tidak perlu terlalu keras. "
"Tuh dengar~ "
"Sepertinya kau salah mengartikannya. " 💢
Tapi Ryunosuke memang sangat akrab dengan adiknya. Bermain, belajar, berlatih bela diri, dan hal-hal lainnya mereka lakukan bersama. Walau kadang ada pertengkaran sekalipun, mereka tak bisa marah terlalu lama--satu sama lain.
Saat melihat mereka, Haruki tersadar satu hal. Ia mempertanyakannya setiap hari. "Apa aku terlalu berlebihan", begitu. Haruki merasa dirinya hampir tak pernah bicara atau melakukan aktivitas dengan Noa. Haruki mendapatkan banyak pujian, hanya Noa yang tak pernah benar-benar mengakuinya (menurut pemikiran Haruki).
"Tadi kau bilang ingin bertanding denganku? Dimana? disini? "
__ADS_1
"Terserah. "
"Jangan pedulikan kakak, dia memang provokator. "
(〇o〇;) !!
"Ha?! Kau sudah berani membelot ya?! "
"Habis aku jujur.. "
"Itu penghinaan tau! Dasar kau tikus pemburu! "
"Aku tidak bermaksud begitu. "
"Sudah! kalian ini ribut sekali! "
.
.
.
.
.
/tidur/
Ryukyu dan Haruki yang masih terjaga memutuskan untuk bicara di luar.
"Mereka memang terbiasa berulah. " ucap Ryukyu sembari menyelimuti Ryunosuke dan Isuzu yang sedang tertidur.
"Ya. "
Pembicaraan mereka diawali dengan bakat serta potensi Haruki dalam bertarung.
"Melihatmu bertarung menginginkanku pada orang itu. Fuhh.. " *merokok
"Anda orang kesekian kalinya yang bicara begitu. "
"Aku mengerti denganmu. Maaf kalau aku menyangkut masalah pribadimu. Aku tau kalau kau sangat membanggakan ayahmu. Sayangnya tidak semua orang memiliki idola yang sama, kalaupun ada idolanya pasti akan hancur dalam sekejap. "
"Apa anda mau membandingkan diriku dengan Noa? "
"Aku tidak bermaksud begitu. Salah satu anggota ku punya anak yang dulunya bersekolah di SMP yang sama dengan Noa. Aku tau segala hal tentang Noa darinya. Dibandingkan dirimu yang dapat banyak pujian, Noa justru mendapat banyak hujatan. "
Haruki mengingat kembali kata-kata Noa saat di rumah.
"Noa dibully oleh teman-temannya, bahkan salah satu guru pernah berusaha untuk melecehkan Noa. "
"Uh!! " *syok
"Noa yang malang.. di usianya yang masih muda, dirinya sungguh dapat banyak masalah. Aku kagum dia berani mengambil bukti rekaman CCTV milik pak gubernur, hanya demi ibunya. "
"Tch. Padahal ibu sudah tidak ada, kenapa dia harus mencari bukti itu?! "
"Inilah yang namanya menjaga nama baik. Sebelumnya ibu kalian menentang Trixie entertainment yang menyebabkan dirinya harus berhadapan dengan gubernur. Sekarang Noa ingin memperbaiki citra ibunya di mata masyarakat, dan membuat orang-orang sadar kalau selama ini mereka ditipu. "
"Uh..! Noa.. melakukan rencana sebesar itu? "
"Anak itu adalah orang yang genius. Sangat di sayangkan dia harus lahir sebagai putri Daisuke. "
"Ha? Apa maksud anda?! "
"Menjadi anak dari sosok terkenal sangat merepotkan. Meski genius, terkadang seseorang juga butuh yang namanya perhatian. Sayangnya adikmu tak punya hal itu, yang akhirnya menyebabkan dirinya tersesat karena melangkah sendirian. "
"Hm. "
"Hanya itu nasehat dariku. Aku rasa dia akan segera sadar. Ngomong-ngomong fisik adikmu sangat lemah, dia kurang mengkonsumsi protein. "
Ryukyu meninggalkan Haruki di luar.
Haruki tak pernah menjadi seorang kakak yang baik. Karena dirinya yang sangat berambisi terhadap ayahnya, membuat Haruki tak pernah menghabiskan waktu bersama keluarga lainnya kecuali ayahnya seorang. Ia tidak pernah mempedulikan urusan keluarga. Karena itulah Haruki yang sekarang muncul.
𝓑𝓪𝓫 𝓭𝓾𝓪𝓫𝓮𝓵𝓪𝓼, 𝓡𝓮𝓷𝓬𝓪𝓷𝓪 𝓝𝓸𝓪.
𝓢𝓮𝓵𝓮𝓼𝓪𝓲~
__ADS_1