Bokusa No Musuko

Bokusa No Musuko
BAB 14 : Harga diri


__ADS_3

...****************...


Arena ilegal Yokohama, dulunya tempat ini tak ramai pengunjung. Tapi setelah Haruki datang dan bertanding disini--banyak petarung yang akhirnya datang untuk melawan atau hanya sekedar melihat Haruki.


Haruki sangat mirip dengan ayahnya. Wajah, gaya bertarung, dan sifat, semuanya!


"Ah.. jadi ini wajah pak gubernur? " ucap Goro.


"Masa iya kau tak pernah melihatnya. "


"Aku anak rumahan jadi tak tau tokoh publik seperti itu. " Goro berbicara sambil memakan cemilannya.


"Hacker sepertimu mana mungkin tak tau. Dasar. "


"Aku hanya menyelidiki tokoh-tokoh luar negeri. "


"Terserah. Bagaimana dengan data-datanya? "


"Yah.. sayang sekali seluruh data sulit untuk ditemukan. Mereka memiliki pertahanan yang kuat ya~ Jadi ini pemerintahan Jepang. "


"Jangan banyak omong! "


"Maaf.. maaf.. "


Goro adalah pria berusia 20 tahun yang memiliki code name 𝘊-100.


"Akan kucoba cara lain, tapi mungkin akan memakan waktu lama. Sebelum itu, kau simpan saja data di flashdisk itu. "


"Data apa ini? "


"Tentang Trixie entertainment. " *terhenti


"Ada apa? "


"Bukankah adikmu pernah berbicara dengan pak gubernur? "


"Uh! " /mengingat kembali


Haruki memang tau soal rencana Noa. Tapi Haruki tak mempercayainya kalau Noa benar-benar tau tentang data-data pak gubernur.


Haruki berusaha menghubungi Noa. Tapi Noa yang masih syok, meninggalkan ponselnya di kamar sementara ia tidur di sofa ruang tamu. Karena tergesa-gesa, Haruki akhirnya menghubungi kakaknya, Kaizen.


Kaizen mengangkat telepon, dan saat itulah Haruki menanyakan semuanya pada Kaizen. Kaizen juga belum diberitahukan dengan jelas oleh Noa. Kaizen juga berusaha untuk meyakinkan Haruki untuk sabar.


"Jangan gegabah, aku yakin ayah akan baik-baik saja. Tidak mungkin pak gubernur berani untuk membunuh ayah. "


"Kakak! "


"Haruki, kau harus mengerti. "


"Uh! "


"Nawatari Kikuchi bukan orang yang berani. Aksi korupsi yang ia lakukan tak lebih hanya untuk menjatuhkan ayah. Kau mengerti, inilah yang namanya penjara. "


"Ck. "


Kaizen menutup telepon.


"Hah.. (maaf ayah.. ibu.. aku gagal menjadi seorang kakak. Aku bahkan menyakiti perasaan Noa, dan sekarang membuat Haruki kecewa. Maaf..) "


Kaizen depresi dengan dirinya yang sekarang. Ia menyesali semuanya. Tentang ayahnya, tentang ibunya, tentang adik-adiknya, dan juga tentang pekerjaannya.


Disisi lain, ada yang sedang depresi karena takut rencananya terbongkar.

__ADS_1


Nawatari Kikuchi, pergi ke penjara khusus yang ia buat untuk Nakagawa Daisuke.


"Hormat! "


Para bodyguard yang baru memandu-nya untuk masuk.


/pintu terbuka/


"Fuh.. " *merokok


Nakagawa Daisuke, sedang duduk di lantai sembari merokok. Disisinya ada banyak bekas alkohol dan makanan.


"Kenapa kau sangat berani, Nakagawa Daisuke? "


"Hm? lalu aku harus apa? takut? "


"Hmph. Kau punya anak-anak yang hebat ya~ "


"Ya, mereka sangat hebat. " *senyum


"Aku ingin tau bagaimana caramu membuat anak-anak seperti itu. Padahal istrimu hanya seorang pecundang yang bodoh. "


"Haha! pertanyaan-mu seperti anak berusia 6 tahun, pak gubernur..! "


"Ha? Apa aku salah bicara? "


"Apa kau tau? Siapa yang paling berbahaya di antara anak-anakku? "


"Nakagawa Noa, kan? "


"Hm?! Kenapa kau pilih dia? Oh! Apa karena dia tau soal rencana-mu? "


"Tch. "


"Ya, kuakui Noa memang sangat hebat. Tapi berbahaya yang ku-maksud disini, bukan berbahaya dalam bidang yang kau pikirkan. "


"Uh! "


"Grrtt!! " *menggerutu


Nakagawa Daisuke selalu memprovokasi Nawatari Kikuchi, setiap kali dirinya bertemu dengan sang Gubernur itu.


"Kau yakin tak masalah jika aku menghabisi anak-anakmu? "


"Hmph. Memangnya kau bisa menghabisi mereka? "


"Hah! Anak-anakmu itu terpecah-belah, itu justru sangat mempermudah diriku dalam-. "


"HAHAHAHAHAHA!! KIKUCHI BODOH. "


*DEG!!


/tegang/


Seketika suasana menjadi tegang, tak ada yang berani melawan si tubuh besar itu.


"Kau pikir anak-anakku itu apa~ ha..? Mereka adalah anak dari Nakagawa Daisuke, mereka bukan orang yang mudah kau jatuhkan. Jika kau tak percaya, silahkan saja coba membuat salah satu anakku tak berdaya dan putus asa. Jika kau berhasil melakukannya, aku akan bunuh diri. "


"Uh! kau-. "


"Ada apa~ ? Jika aku mati kau lebih mudah dalam menjalani korupsi bukan? Lagipula sejak awal aku disini hanya karena kau takut aku menyebar beritanya. Kau tau lebih hanya kroco di mata anak-anakku. "


"DAISUKE!!! "

__ADS_1


.


.


.


.


.


[Kediaman keluarga Nakagawa]


"Kakak.. "


"Oh, Noa? Kau sudah bangun ya. "


"Aku.. ingin membicarakan soal tadi.. "


"Uh. Iya, sebentar, bicaranya duduk saja. "


Kaizen mematikan kompor dan mengambil kue rasa buah-buahan yang Noa suka. Noa merasa lega dengan sepotong kue yang Kaizen berikan.


"A-aku boleh makan dulu..? " Noa memelas.


"Boleh kok. " Kaizen tersenyum.


"Terimakasih kakak. "


Noa memakan kue sedikit demi sedikit sembari memikirkan harus menjelaskannya darimana. Sementara itu, Kaizen menghubungi pak Kenji yang berada di Osaka.


Pak Kenji yang menerima laporan dari Kaizen, langsung meminta bantuan beberapa orang untuk mencari informasi yang Kaizen minta.


"Tenang saja. Ada beberapa orang yang nganggur disini. "


"Terimakasih pak. Saya sangat terbantu. "


"Santai saja.. aku sudah mempercayaimu. "


"Iya. "


Noa selesai memakan kuenya. Ia menarik lengan baju Kaizen untuk menjelaskan semua hal yang Noa tau.


Noa menjelaskan mulai dari presiden Wakatobi yang mengajaknya bergabung dengan Trixie entertainment. Noa juga menjelaskan alasan dan tujuannya masuk ke sana, sampai akhirnya ia berhasil memenuhi tujuannya.


"Aku terlalu lengah.. karena terlalu puas dan merasa kalau semuanya sudah selesai. "


"Tidak papa. Sekarang kamu sudah tau kesalahanmu ada dimana, tinggal memperbaikinya supaya tak terulang lagi. "


"Iya. "


"Lalu apa lagi? "


"Aku mendapatkan data-data itu saat pak gubernur mengajakku masuk ke ruangannya yang dipenuhi oleh lukisan. Saat pak gubernur lengah, aku menyadarinya.. ada pintu rahasia di antara lukisan. "


"Uh! Darimana kau mengetahuinya? "


"Saat melihat salah satu lukisan yang memiliki cat jenis berbeda, apalagi lukisan itu tak semengkilap lukisan lainnya. Aku menyadarinya saat tak sengaja menyentuhnya, tekstur, dan cat yang digunakan, aku rasa itu untuk memberi tanda. "


"Kalau pintunya ada di sana? "


"Iya."


"(jadi begitu. Kemungkinan satu gedung itu dipenuhi oleh pintu-pintu rahasia. Mengingat berita 5 tahun lalu tentang Nawatari Kikuchi yang membangun gedung megah untuk dirinya. Ia mengaku kalau pembangunannya dibantu oleh Wakatobi Hikaru. Mereka berdua benar-benar sulit ditangani.) "

__ADS_1


𝓑𝓪𝓫 𝓮𝓶𝓹𝓪𝓽𝓫𝓮𝓵𝓪𝓼, 𝓗𝓪𝓻𝓰𝓪 𝓭𝓲𝓻𝓲.


𝓢𝓮𝓵𝓮𝓼𝓪𝓲~


__ADS_2