Bokusa No Musuko

Bokusa No Musuko
BAB 19 : Membalikan keadaan


__ADS_3

Setelah Daisuke membeberkan bukti dan semua hal yang menyangkut tentang bukti-bukti mengenai ayahnya--tentunya Kikuchi tak tinggal diam. Tak lama ia juga menahan Daisuke atas tuduhan penyerangan dan pembunuhan. Tapi Kikuchi tak seberani itu untuk menyebarkan berita. Jadi ia hanya menahan Daisuke di penjara bawah tanah.


Daisuke sudah menyadarinya. Dan ia juga tau kalau anak-anaknya tak akan tinggal diam.


"Seseorang pasti akan datang kemari. Tidak perlu repot-repot mengeluarkan ku dari sini, a~yah."


"Adu politik katamu? "


"Bagaimanapun juga kami lahir berkat presiden Wakatobi, jadi aku juga ingin berterimakasih dengannya. Lewat video yang Noa berikan, aku akan membuat dirinya merasa bebas dari dunia politik. "


"grttt!!! KAIZEN!!! "


"Apa ini? Yang benar saja.. bukankah ini Nakagawa Rei? "


"Jadi dia adalah korban?


"Diluar dugaan ternyata dia korban. "


"Siapa sangka Trixie entertainment melakukan hal seperti ini. "


"SIALAN!! OSAMU!! "


"Kau ingin aku menyelesaikannya? "


"Apa gunanya kau bergabung dengan klub itu jika hasilnya malah seperti ini?!! Kau harus memikirkan caranya! "


"Yaya.. aku mengerti. Tch. Ini benar-benar merepotkan. "


Wakatobi mulai stress dengan semua hal yang terjadi. Tapi di sela-sela kehancuran Wakatobi, ada pak gubernur yang tak tinggal diam dengan hal ini.


Lalu Kaizen, menjalankan seluruh rencananya.


"Pertama, Fin dan Rin akan masuk ke gedung itu. Mereka akan masuk lewat pintu belakang dengan menyamar sebagai bodyguard. " jelas Kaizen.


"Benar-benar pasaran. " ucap Haruki.


"Haruki, disini lah tugasmu. Minta temanmu untuk meretas keamanan di sana, aku rasa Den tak bisa melakukannya. "


"ITU KARENA AKU TAK PERNAH KESANA! "


"Terserah.. " ┐( ̄ー ̄)┌


Mereka menjalankan rencana dengan cepat. Semuanya di koordinasi oleh Kaizen dengan menggunakan ponsel sebagai penghubung.


Disisi lain Rin dan Fin berhasil masuk ke dalam dan berpencar.


"Berhati-hatilah."


"Fin, aku punya firasat buruk dengan ini semua. "


"Tetap fokus, kita akan baik-baik saja. "


"Benar juga ya, pasti akan baik-baik saja.. " *pergi


"Oke.. oke.. lalu kita tinggal pencet ini supaya Rin bisa masuk. " gumam Goro.


"Kau bisa meretas CCTV-nya? "


"Aku sudah mencobanya sejak lama, jadi percayalah kali ini pasti akan berhasil. "


Rin sampai di salah satu ruangan yang berisi CCTV. Rin menatap sedikit ke arah CCTV dan masuk ke ruang bawah tanah. Sepertinya sekarang Rin beruntung tebakannya benar.


Rin memiliki ingatan yang lebih kuat dibandingkan Fin. Karena itulah kemungkinan besar Rin yang akan menemukan jalan utama lebih dulu.

__ADS_1


Rin tiba di salah satu ruangan yang merupakan ruang baca pribadi milik pak gubernur, sementara Fin berada di ruangan yang cukup jauh dengan ruangan Rin. Rin menoleh ke arah CCTV yang tampak menyala, dengan kata lain Rin berada di ruangan yang tepat.


"Aku sudah meretas seluruh CCTV-nya, tenang saja. " ucap Goro.


"Kau dengar, kak? " tanya Haruki dengan nada berat.


"Ya, aku dengar. "


Kaizen mengkoordinasikan semuanya, sementara Noa hanya diam melihat Kaizen yang berbicara lewat ponsel--dengan pensil dan kertas di hadapannya.


"(itu bukan informasi pastinya..) " batin Noa.


Noa pergi ke kamarnya dan mengunci pintu, ia juga menutup jendela untuk memastikan hanya ia yang ada di kamar itu. Noa menghidupkan lampu dan menyambungkan ponsel ke laptopnya. Ia membuka file yang berisi nomor dan huruf, sepertinya Noa sudah mengatur semuanya.


"(jika aku memberitahu kakak tentang ini semua, memangnya kakak benar-benar akan membuat ibu bebas? Berita yang tersebar hanya menjatuhkan Trixie entertainment, nama ibu tidak akan bersih begitu saja..) "


Noa menggenggam erat bantal yang ia bawa.


"(masih ada orang.. satu lagi.. yang mengatur Trixie entertainment..) "


Noa membuat salinan file ke ponselnya.


"(tidak mungkin beritanya akan membantu.) "


<𝘔𝘦𝘮𝘱𝘳𝘰𝘴𝘦𝘴 𝘥𝘢𝘵𝘢>


"Noa..?! "


*tok *tok *tok


/mengetuk pintu/


"Noa kamu di dalam? "


Noa mematikan laptop dan menaruhnya di tas miliknya.


*cklek.


/membuka pintu/


"Noa, kamu tidak lapar? "


Noa menggelengkan kepalanya perlahan.


"Belum.. "


"Maaf ya, aku tidak fokus karena mengurus ini semua. "


"(maaf kakak, tapi bukan ini yang kuinginkan. Dibandingkan menjatuhkan Trixie entertainment dengan berita kebenaran, aku lebih memilih membalas tuduhan yang diberikan oleh mereka. Mungkin kakak akan marah padaku, tapi itu hal yang wajar.) "


"𝘒𝘈𝘐𝘡𝘌𝘕! 𝘎𝘈𝘞𝘈𝘛! "


"Uh! "


"𝘒𝘈𝘜 𝘋𝘌𝘕𝘎𝘈𝘙 𝘛𝘐𝘋𝘈𝘒?!! 𝘏𝘌𝘐 𝘒𝘈𝘐𝘡𝘌𝘕!! "


Teriakan Ryunosuke yang terdengar jelas dari telpon, membuat Kaizen panik dan segera pergi menuju ruang tamu. Sementara Noa masuk ke kamarnya dan menutup pintu.


"Ada apa?! "


"𝘙𝘦𝘯𝘤𝘢𝘯𝘢 𝘢𝘥𝘶 𝘱𝘰𝘭𝘪𝘵𝘪𝘬, 𝘨𝘢𝘨𝘢𝘭. " ucap Fin dengan napas yang tak beraturan.


"Fin, ada apa?! "

__ADS_1


"𝘩𝘢𝘢𝘩.. 𝘩𝘢𝘢𝘩.. 𝘩𝘢𝘢𝘩.. 𝘙𝘪𝘯 𝘵𝘦𝘳𝘬𝘦𝘯𝘢 𝘵𝘶𝘴𝘶𝘬𝘢𝘯 𝘥𝘪 𝘣𝘢𝘨𝘪𝘢𝘯 𝘱𝘦𝘳𝘶𝘵𝘯𝘺𝘢.. 𝘮𝘢𝘢𝘧, 𝘴𝘦𝘱𝘦𝘳𝘵𝘪𝘯𝘺𝘢 𝘮𝘦𝘳𝘦𝘬𝘢 𝘴𝘶𝘥𝘢𝘩 𝘮𝘦𝘯𝘺𝘢𝘥𝘢𝘳𝘪𝘯𝘺𝘢. "


"Uh! Haruki, CCTV-nya-! "


"𝘚𝘪 𝘣𝘳*𝘯𝘨𝘴*𝘬 𝘪𝘵𝘶 𝘴𝘦𝘱𝘦𝘳𝘵𝘪𝘯𝘺𝘢 𝘱𝘶𝘯𝘺𝘢 𝘰𝘳𝘢𝘯𝘨 𝘭𝘢𝘪𝘯. 𝘔𝘦𝘳𝘦𝘬𝘢 𝘮𝘦𝘯𝘨𝘢𝘮𝘣𝘪𝘭 𝘢𝘭𝘪𝘩 𝘊𝘊𝘛𝘝-𝘯𝘺𝘢..! " ucap Haruki dengan nada marah.


"Dengan begini.. rencana mereka buyar sudah. " ucap pak gubernur.


Disisi lain, gedung Trixie entertainment kebanjiran demo dan komentar negatif. Tapi hal itu berhasil dihentikan oleh Wakatobi. Rencana adu politik telah GAGAL!


Kaizen tak menyangka hal ini, tentang Trixie entertainment yang punya seorang hacker. Tapi dengan begini Kaizen jadi punya target baru sebelum ia meng-skakmat gubernur.


"Tch. Sial! "


Ryunosuke yang kesal mulai membanting ponselnya. Sementara itu Akamatsu sedikit kecewa dengan berita yang ia rencanakan tidak begitu kuat untuk meyakinkan khalayak.


"Fuh.. " *merokok


"Paman, aku pergi dulu ya. "


"Ng? kau mau kemana, Akamatsu? "


"Misi ini sudah gagal, aku yakin Kaizen atu persis apa penyebabnya. Jadi untuk mendukung misi ini aku ingin meminta bantuan seseorang. "


"Uh? "


"Da, aku pergi dulu ya. "


Akamatsu merencanakan sesuatu. Begitu pula dengan Kaizen yang langsung membuat rencana kedua begitu tau ada dalang baru.


"SIALAN!! " Haruki yang kesal melimpahkan amarahnya ke-samsak yang ada di depannya.


"Haruki, ayolah tenangkan dirimu. " ucap Goro.


"MANA BISA AKU TENANG?!! Bisa-bisanya si sialan itu membalikkan keadaan. Akan ku bunuh, segera setelah ia jatuh nanti!! "


"Hei.. hei.. ucapanmu jadi diluar kendali tau~ lebih baik sekarang kita pikirkan cara kedua. Ngomong-ngomong coba bicarakan dengan kakakmu, siapa tau dia punya rencana kedua. "


"Tch. Dia tidak mengangkat telponnya. "


"Ah-ha! itu artinya dia punya rencana kedua. "


"Ck. Kalau punya harusnya dia membicarakannya. "


"Terkadang orang tak suka diganggu kalau sedang serius. Lagipula bukankah kau juga begitu? Jadi tunggu saja, jika kakakmu sudah serius dengan rencananya dia pasti akan membicarakannya pada kita. "


"Bagaimana kalau mereka yang justru menyerang balik? "


"Hei~ bukannya adikmu itu punya koneksi dengan Ryuto? "


"Tch."


"Ryuto bekerja untuk pemerintahan bukan? Ditambah lagi si kembar Yuno, dan juga Akamatsu yang merupakan putra CIA. Bukankah itu keren? "


"Hm."


Haruki tersadar, bahwa dalam hal ini mereka tak kalah unggul dengan gubernur.


Sekarang tinggal menunggu rencana kedua yang Kaizen siapkan. Ambisi Kaizen meluap-luap dan semakin meluap, karena itulah Kaizen memutuskan untuk kembali ke Osaka untuk menemui Pak Kenji. Dan Noa.. ia sibuk dengan urusannya sendiri. Untuk menyusun semua video dan rekaman suara yang ia punya.


𝓑𝓪𝓫 𝓼𝓮𝓶𝓫𝓲𝓵𝓪𝓷 𝓫𝓮𝓵𝓪𝓼, 𝓜𝓮𝓶𝓫𝓪𝓵𝓲𝓴𝓴𝓪𝓷 𝓴𝓮𝓪𝓭𝓪𝓪𝓷.


𝓢𝓮𝓵𝓮𝓼𝓪𝓲~

__ADS_1


__ADS_2