
...****************...
Tokyo menjadi destinasi wisata yang banyak digemari oleh orang-orang. Tapi wilayah indah pun pasti memiliki sisi gelap tersendiri. Dunia sedang tidak benar-benar berpihak.
Seminggu setelah pemakaman istri Nakagawa Daisuke, yaitu Nakagawa Rei. Nakagawa Rei sebelumnya bekerja sebagai model terkenal di Tokyo. Rei didiagnosa mengalami kanker otak sekitar 2 tahun setelah melahirkan putri kecilnya, Noa.
Noa menyiapkan buku dan peralatan lainnya. Noa sekarang ada di jenjang sekolah menengah pertama. Ia selalu mendapatkan juara umum di angkatannya. Sayangnya, Noa kurang bisa berkomunikasi seperti orang-orang pada umumnya. Beberapa guru menyarankan terapi untuk Noa, akan tetapi Daisuke menolak--karena ia tau bukan itu yang Noa butuhkan.
"Noa."
"Uh? " *berbalik badan
"Jangan lupa bekalmu. "
Kaizen tersenyum sembari memberikan kotak bekal Noa.
"Apa Haruki sudah bangun? "
Noa menganggukkan kepalanya perlahan.
"Terimakasih.. kakak.. "
Dengan nada kecil dan lembut Noa berpamitan dan berangkat menuju sekolah.
"Haruki..! "
Kaizen menaiki tangga, ia pergi menuju kamar Haruki. Kaizen membuka pintu dan tak ada siapapun di kamar itu.
"Haish.. anak itu pergi kemana lagi? "
.
.
.
"Hoamm.. "
Nakagawa Haruki, paling kuat dan juga paling ambisius di keluarganya. Haruki memang memiliki bakat dari segi kekuatan dan ketangkasan. Fisiknya melebihi Kaizen dan mengimbangi ayahnya. Di usianya yang terbilang masih muda, Haruki mampu menjuarai beberapa pertandingan tinju, seperti ayahnya dulu.
"Met pagi~ Haruki. " sapa salah satu temannya.
"Apa? "
"Sudah mengerjakan tugas? "
"Belum. Hoamm.. "
"Kau pasti begadang lagi. "
"Aku harus latihan untuk besok. "
"Besok? Tapi besok ada ulangan kan? Kau mau bertanding? "
Haruki mengacuhkan temannya yang terus memanggilnya.
"Tch."
Haruki termasuk dalam siswa nakal di SMA, berbanding terbalik dengan adiknya Noa. Di satu sisi, Kaizen yang bisa terbilang misterius harus mengurus kedua adiknya--selama ayahnya pergi ke luar kota.
[Kediaman keluarga Nakagawa]
__ADS_1
Kediaman keluarga Nakagawa yang terbilang luas, memiliki 5 pelayan dan 1 asisten pribadi milik Kaizen. Rumah tradisional khas Jepang yang di tata oleh Daisuke sendiri saat ia mulai terkenal.
"Ya, aku akan mengatur semuanya. "
"Baik, saya permisi tuan. " ucap seorang pelayan.
"Tuan Kaizen, ada seseorang yang ingin bertemu dengan tuan. "
"Siapa? "
"Saya rasa beliau datang dari Trixie Entertainment. "
"Ha? "
Trixie Entertainment adalah rumah bagi para model. Nakagawa Rei adalah bagian dari entertainment ini dan telah bergabung selama 20 tahun lebih.
"Ya, senang sekali bisa bertemu dengan anda~ Tuan Kaizen. "
Presiden Trixie Entertainment, Wakatobi Hikaru. Media mengenalnya sebagai orang yang bijaksana dan genius. Tapi bagi beberapa orang yang sudah kenal akrab--terutama para model yang bekerja di Trixie Entertainment.
"Ini juga suatu kehormatan bagi saya, presiden Trixie entertainment datang kemari pasti ada hal penting yang ingin anda sampaikan bukan? " *senyum
Senyuman palsu dari Kaizen mulai keluar. Kaizen memang terlihat seperti seseorang yang manipulatif.
"Saya dengar tuan Kaizen menjadi penulis naskah sekarang ini. Beberapa film yang anda tulis juga sudah diliat dan mendapatkan respon positif dari masyarakat. "
"Terimakasih atas pujiannya. "
"(Aku tidak mung bisa melakukannya tanpa bantuan Noa. Hanya dia yang bisa menambah inspirasi dalam cerita naskah.) " *batin Kaizen
"Saya juga sempat menonton salah satu film yang anda tulis. Kalau tidak salah judulnya ๐๐ฆ๐ณ๐ฅ ๐๐ช๐ณ๐ญ. Meski memakai latar dan alur yang cukup pasaran, seperti gadis sekolahan yang terkenal kutu buku, tapi anda mampu membuat penonton merasakan emosi saat sang tokoh utama harus keluar dari SMA favoritnya. Kalau tidak salah menurut kabar, film ini terinspirasi dari adik-adik anda sendiri. Apa benar? "
"(banyak tanya! ๐ข) "
"Begitu ya. Itu suatu hal yang patut di apresiasi. "
"Terimakasih banyak, presiden. "
"(yaampun orang ini benar-benar membuat darah tinggi. Aku tau kalau kau sebenarnya kau hanya basa-basi disini tidak perlu bertingkah sok akrab denganku! ๐ข) "
"Ngomong-ngomong.. adik anda yang paling bungsu, akan segera memasuki jenjang SMA bukan? "
"Oh, maksud anda Noa? Ya. "
"Apa nak Noa sudah memutuskan ingin masuk ke SMA mana? "
"Uh? Ya.. kalau itu.. "
๐๐ฌ๐ถ ๐ต๐ช๐ฅ๐ข๐ฌ ๐ต๐ข๐ถ.. ๐ข๐ฌ๐ถ ๐ต๐ช๐ฅ๐ข๐ฌ ๐ฑ๐ฆ๐ณ๐ฏ๐ข๐ฉ ๐ต๐ข๐ถ ๐ต๐ฆ๐ฏ๐ต๐ข๐ฏ๐จ ๐๐ฐ๐ข. ๐๐ช๐ข ๐ฉ๐ข๐ฏ๐บ๐ข ๐ฅ๐ช๐ข๐ฎ, ๐ฅ๐ช๐ข ๐ต๐ช๐ฅ๐ข๐ฌ ๐ข๐ฌ๐ข๐ฏ ๐ฃ๐ช๐ค๐ข๐ณ๐ข ๐ซ๐ช๐ฌ๐ข ๐ช๐ต๐ถ ๐ต๐ช๐ฅ๐ข๐ฌ ๐ฃ๐ฆ๐ฏ๐ข๐ณ-๐ฃ๐ฆ๐ฏ๐ข๐ณ ๐ฑ๐ฆ๐ฏ๐ต๐ช๐ฏ๐จ. ๐๐ฆ๐ณ๐ฌ๐ข๐ฅ๐ข๐ฏ๐จ ๐ข๐ฌ๐ถ ๐ฎ๐ฆ๐ณ๐ข๐ด๐ข ๐ฌ๐ข๐ญ๐ข๐ถ ๐๐ฐ๐ข ๐ต๐ฆ๐ณ๐ญ๐ข๐ญ๐ถ ๐ต๐ฆ๐ณ๐ต๐ถ๐ต๐ถ๐ฑ.
"Kalau anda belum tau, saya bisa sarankan untuk masuk ke SMA Hattori. "
"(SUDAH KUDUGA AKAN SEPERTI INI!!) ๐ข๐ข๐ข"
"Bagaimana, tuan? "
"(Si br*ngs*k ini pada akhirnya akan memaksa Noa untuk bergabung ke entertainment-nya.) "
๐๐ฆ๐ต๐ฆ๐ญ๐ข๐ฉ ๐ฃ๐ฆ๐ณ๐ฉ๐ข๐ด๐ช๐ญ ๐ฎ๐ฆ๐ฏ๐จ๐ฉ๐ข๐ญ๐ข๐ถ ๐ฌ๐ฆ๐ญ๐ถ๐ข๐ณ๐จ๐ข ๐ช๐ฃ๐ถ ๐ถ๐ฏ๐ต๐ถ๐ฌ ๐ฎ๐ฆ๐ฎ๐ฃ๐ข๐ธ๐ข ๐๐ฐ๐ข, ๐ฌ๐ช๐ฏ๐ช ๐ฆ๐ฏ๐ต๐ฆ๐ณ๐ต๐ข๐ช๐ฏ๐ฎ๐ฆ๐ฏ๐ต ๐จ๐ช๐ญ๐ข ๐ช๐ฏ๐ช ๐บ๐ข๐ฏ๐จ ๐ช๐ฏ๐จ๐ช๐ฏ ๐ฎ๐ฆ๐ฎ๐ฃ๐ข๐ธ๐ข ๐๐ฐ๐ข ๐ฑ๐ฆ๐ณ๐จ๐ช. ๐๐ช๐ฅ๐ข๐ฌ ๐ฃ๐ช๐ด๐ข ๐ฌ๐ถ๐ฃ๐ช๐ข๐ณ๐ฌ๐ข๐ฏ ๐๐ฐ๐ข ๐บ๐ข๐ฏ๐จ ๐ฑ๐ฐ๐ญ๐ฐ๐ด ๐ฃ๐ฆ๐ณ๐จ๐ข๐ฃ๐ถ๐ฏ๐จ ๐ฅ๐ฆ๐ฏ๐จ๐ข๐ฏ ๐จ๐ณ๐ถ๐ฑ ๐บ๐ข๐ฏ๐จ ๐ต๐ช๐ฅ๐ข๐ฌ ๐ช๐ข ๐ด๐ถ๐ฌ๐ข๐ช.
"Mungkin akan saya pertimbangkan kembali dengan Noa. " *senyum
__ADS_1
"Perlu saya ingatkan, SMA ini mendapatkan rating BAIK selama 10 tahun. SMA khusus perempuan, SMA Hattori. Terlebih lagi nak Noa adalah gadis yang pandai dan disiplin, saya yakin kepala sekolah akan menerima nak Noa dengan senang hati. "
"Terimakasih banyak presiden Wakatobi. Saya akan bicara hal ini dengan Noa nanti. "
"Baik. " *senyum
Pembicaraan mereka yang terlihat akrab dan biasa saja--akan tetapi menyimpan dendam dan rencana buruk di pikiran masing-masing.
"Wlee! Kau pikir aku akan membiarkan Noa kecilku masuk grup mu itu?! Wlee!! "
"Tu-tuan.. tidak ada gunanya anda berteriak pada sebuah gambar. " ๅธ
"Oh, kau benar. Lagipula dia hanya presiden br*ngs*k. "
"Huh.. "
"Satoshi, bagaimana dengan pekerjaan ayah?"
"Tuan Daisuke menjalani pekerjaannya seperti biasa. "
Saito Satoshi, asisten pribadi Kaizen yang membantunya dalam mengurus bisnis dan keluarga.
"Kalau begitu apa yang harus kulakukan lagi? "
"Tidak ada. "
"Eh-? " (@ใปะดใป@๏ผ?
"Su-sungguh? "
"Iya. "
"Tidak seperti biasanya. "
"Tapi tuan harus menyelesaikan naskah tuan bukan? Deadline-nya sudah hampir dekat. Seberapa jauh tuan sudah membuatnya? "
"Ya.. tanpa Noa aku tidak bisa membuatnya. "
"(meski hanya diam, tapi Noa sangat membantu.) "
(*Noa selalu menggambarkan kronologis yang ia pikirkan. Karena Noa adalah orang yang imajinatif.)
"Nona memang punya bakat dalam bidang seni ya.."
"Jelas. Dia bagian dari keluarga Nakagawa, tidak mungkin tidak menguasai satupun bidang seni. "
"Anda benar, tuan. "
"Ah.. apa nanti aku perlu menjemput Noa ya? Tidak, Noa lebih nyaman naik bus. " *gumam
"Bagaimana dengan tuan Haruki? "
"Uh! Haruki? "
"Saya dengar tuan Haruki belakangan ini bolos sekolah. "
"Ha?! APA MAKSUDMU?!! "
ๅธๅธ
๐๐ช๐ซ ๐ญ๐พ๐ช, ๐๐ท๐ฝ๐ฎ๐ป๐ฝ๐ช๐ฒ๐ท๐ถ๐ฎ๐ท๐ฝ.
__ADS_1
๐ข๐ฎ๐ต๐ฎ๐ผ๐ช๐ฒ~