
...****************...
Paginya, Noa menyiapkan sarapan khusus untuk Kaizen. Noa sangat antusias membuatkan sarapan untuk Kaizen.
Sementara itu, Kaizen terbangun karena nada dering telepon di ponselnya. Ia mendapatkan telepon dari Pak Kenji yang ingin menanyakan sesuatu padanya.
"Apanya? " Kaizen yang masih setengah sadar berbicara sambil mengusap matanya.
"Kuncinya. Kau tau dimana? "
๐ข
"AKU DI TOKYO! AKU TIDAK TAU! "
.....
(*setelahnya, di meja makan)
"Tch. Bisa-bisanya menanyakan kunci. Padahal dia tau aku sedang di Tokyo. " *gumam ๐ข๐ข
Kaizen turun tangga dengan perasaan kesal dan jengkel.
"Kakak..? " ๅธ
"Eh?! " (@ใปะดใป@๏ผ?
"Kau tidak sekolah? "
"Sekarang hari Sabtu. "
"Eh? Sungguh? "
"Iya. "
"Aku lupa.. pantas dia menanyakan kunci. " ๏ผ-""-๏ผ)
"Kakak kenapa? "
"Aku tidak papa. Hanya sedikit kesal dengan atasan ku. "
"Begitu ya. "
Noa menyiapkan roti dan kopi untuk Kaizen. Mereka makan berdua di meja makan ditemani obrolan kecil.
Mereka berdua melanjutkan hari dengan pergi ke toko buku dan museum seni.
"(aku benar-benar tak mengerti dengan selera Noa.) " (๏ฟฃใธ ๏ฟฃ ๅธ
"Noa, kau selalu datang kemari? "
"Iya. Hampir setiap minggu aku kemari. "
"Ha?!! Hampir setiap minggu?! "
"Kenapa? " Dengan nada polos--Noa memiringkan kepalanya sedikit.
"Bu-bukan apa-apa.. "
Kaizen tak begitu paham dengan nilai seni melukis. Tapi Kaizen paham kalau Noa sangat menyukai hal-hal seperti ini.
.
.
.
Kaizen mulai bosan menemani Noa berkeliling melihat-lihat lukisan dan pahatan-pahatan. Sementara Noa berkeliling, Kaizen duduk di sofa untuk beristirahat sejenak.
"Permisi, lukisan ini asli? "
"Tentu saja nona. "
Tatapan Kaizen tertuju pada gadis dengan gaun merah terang, dengan rambut diurai. Gadis itu memegang sebuah notebook dan pulpen--ia begitu antusias mencatat penjelasan sejarah da ri berbagai lukisan yang ada.
__ADS_1
Sampai akhirnya Kaizen menyadari siapa gadis itu. Ia adalah putri dari penulis novel terkenal, Katou Asuka--dan yang ada di depannya adalah putri angkatnya, Katou Shizuka.
Meski baru berusia 19 tahun, Katou Shizuka memiliki potensi untuk menjadi penulis terkenal. Shizuka mampu menggabungkan sejarah asli dengan cerita buatannya. Tapi sayangnya Shizuka tak mampu untuk mewujudkan impiannya sebagai penulis karena keluarga angkatnya tak menginginkan hal itu. Sederhananya, Shizuka masuk ke keluarga Katou hanya sebagai penambah anggota keluarga. Dirinya diadopsi saat isinya masih 6 tahun, di sebuah panti asuhan di Saitama.
Keluarga Katou mulai terkenal sejak Katou Asuka menceritakan cerita miliknya dalam sebuah panggung teater kecil. Lama kelamaan semua orang mulai tertarik dengan drama panggung miliknya. Tapi, Katou Asuka sangat menginginkan anak perempuan sebagai penambah anggota keluarganya. Ia hanya memiliki 3 orang putra yang kini beralih profesi di bidang olahraga, sama seperti suaminya. Karena itulah, saat melihat bakat Shizuka dalam menggambar--tanpa pikir panjang Asuka langsung mengadopsinya. Dengan catatan..! Shizuka akan diberikan kehidupan yang mewah dan bebas, akan tetapi dirinya tak boleh menunjukkan bakatnya dalam seni menulis sebelum Asuka meninggal.
"(ada kemungkinan Katou Asuka tak mau tertandingi olehnya. Dia benar-benar wanita bodoh. Kalau begitu untuk apa mengadopsi anak?) "
"(Ah.. tapi dari catatan yang ku baca, Shizuka selalu dapat perlakuan buruk di panti asuhan.) "
"Kakak..? "
"Uh? "
"Uh?! "
"Kenapa kakak ada disini? " seorang bocah laki-laki datang menghampiri Shizuka.
"Leo. "
"Uh! (jangan bilang dia..!) "
Katou Leo, putra bungsu dari Katou Asuka. Meski usianya masih 14 tahun, nyatanya Leo sudah bisa membuka karirnya sendiri sebagai atlet voli.
"(bagaimana bisa aku bertemu orang-orang seperti mereka?!!) " (ใoใ๏ผ) ?!!
"Aku bisa merahasiakan hal ini kok, supaya kakak tidak dimarah. "
"Terimakasih Leo.. tapi sepertinya ibu sudah tau.. "
"Uh! Lalu.. kakak mau bagaimana sekarang? "
"Aku sudah siap menerima hukumannya kok. Karena itu aturan keluarga Katou bukan? "
"Hm. "
Kaizen menatap lama pembicaraan Shizuka dan Leo. Kaizen menyadari satu hal tentang Shizuka.
Shizuka selalu tampil dengan gaun yang sama di setiap acara. Di beberapa pertemuan Shizuka juga menggunakan gaun dan dandanan yang polos.
"Kakak."
"Ekh! (ใoใ๏ผ) "
"Kakak sedang melihat apa? "
"Bu-bukan apa-apa.. kau sudah selesai melihat-lihat? "
"Belum sih.. tapi.. "
Tatapan Noa tertuju pada Shizuka dan Leo.
"Uh. Kak Shizuka! "
"Eh?! (@ใปะใป๏ผ ๏ผ?? "
"Ng? " *berbalik badan
.
.
.
.
.
(*Cafe)
"Aku senang bisa bertemu dengan kakak disini, sudah lama sekali kita tidak bertemu. "
"Iya, bagaimana sekolahmu? "
__ADS_1
"Lancar kok. Ngomong-ngomong kakak sekarang bagian dari keluarga Katou bukan? Bagaimana rasanya tinggal di sana? "
"Menyenangkan. "*senyum
"Begitu ya. Syukurlah. "
Kaizen tau kalau ayahnya punya masalah dengan Katou Asuka, karena itulah ia berusaha menjaga jarak dengan anak-anaknya. Tapi yang tak disangka-sangka, Noa sangat akrab dengan anak angkatnya. Kaizen hanya bisa pasrah berada di situasi dimana ia harus akrab dengan anak-anak keluarga Katou.
Katou Asuka terkenal tegas dengan anak-anaknya. Ia tak segan untuk menghukum anaknya--dengan cara mengucilkannya. Tapi hal inilah yang membuat anak-anaknya mandiri dan memiliki ambisi untuk berubah. Katou Asuka juga benci jika keinginannya tak dituruti, ia juga tak suka jika perintahnya di langgar. Karena itulah julukannya "Si Rubah Angkuh". Beberapa orang yang membenci Katou Asuka, lebih mendukung putri angkatnya--dan juga adik dari Katou Asuka, Katou Rin.
Pembicaraan antara Noa dan Asuka membuat Kaizen memikirkan satu hal. Pertanyaan-pertanyaan yang dilontarkan oleh Noa seolah-olah sedang menginterogasi Shizuka.
"Kakak.. ibu sudah di rumah. " ucap Leo sembari menodongkan ponsel yang berisi chat-nya dengan Asuka.
"Baiklah, aku pergi ya. Terimakasih sudah mau bicara dengan ku. " *bungkuk
"Iya. Sampai jumpa lagi, kak Shizuka. "
"Ehm. Sampai jumpa lagi. "
Kaizen mencurigai Noa yang kenal dengan Shizuka. Cara bicara, nada, dan ekspresi, semuanya seperti sudah Noa atur. Tapi Kaizen tetap ingin mempercayai adiknya.
"(Dia tidak mungkin melakukan itu..) " batin Kaizen.
Setelahnya, mereka pergi ke salah satu restoran yang menjual makanan Italia. Sementara Noa memesan makanan, Kaizen duduk di meja sembari memainkan ponselnya.
"Setiap hari Sabtu restoran ini memiliki diskon, jadi kakak mau yang mana? "
(ใoใ๏ผ) !
"Y-yang mana saja.. "
"Hm. Baiklah.. "
"(aku tak tau makanan Italia, maaf Noa_-*)" batin Kaizen.
Kaizen membuka ponselnya dan melihat notif pesan yang ia dapat.
"(kalau dari Pak Kenji akan ku abaikan) ๐ข"
"๐๐ข๐ณ๐ถ๐ฌ๐ช"
"Uh?! "
*Click.
...----------------...
๐๐ฆ๐ฏ๐จ๐ช๐ณ๐ช๐ฎ : ๐๐ข๐ณ๐ถ๐ฌ๐ช
๐๐ฆ๐ด๐ข๐ฏ :
๐๐ฌ๐ถ ๐ข๐ฌ๐ข๐ฏ ๐ฑ๐ถ๐ญ๐ข๐ฏ๐จ. ๐๐ฆ๐ณ๐ต๐ข๐ฏ๐ฅ๐ช๐ฏ๐จ๐ข๐ฏ๐ฌ๐ถ ๐ด๐ฆ๐ญ๐ข๐ฏ๐ซ๐ถ๐ต๐ฏ๐บ๐ข ๐ข๐ฅ๐ข ๐ฅ๐ช ๐๐ฐ๐ฌ๐บ๐ฐ, ๐ซ๐ข๐ฅ๐ช ๐ซ๐ข๐ฏ๐จ๐ข๐ฏ ๐ด๐ข๐ญ๐ข๐ฉ ๐ฑ๐ข๐ฉ๐ข๐ฎ.
...----------------...
"Anak ini.. " ๅธ
"Kakak? "
"Uh! "
"Ada apa? "
"O-oh, bukan apa-apa. Haruki bilang dia akan pulang, karena pertandingannya ada di Tokyo. "
"(sebenarnya pertandingan apa? Aku tidak dengar ada pertandingan bela diri di Tokyo.) " batin Kaizen.
Kaizen dan Noa makan bersama. Sementara itu Haruki dalam perjalanan menuju Tokyo dengan mengendarai mobil.
Akankah pertemuan mereka akan mempersatukan kembali hubungan mereka?
๐๐ช๐ซ ๐ฎ๐ท๐ช๐ถ, ๐๐ช๐ญ๐ฒ๐ผ ๐ผ๐ฎ๐ท๐ฒ.
__ADS_1
๐ข๐ฎ๐ต๐ฎ๐ผ๐ช๐ฒ~