
Setelah mendapatkan informasi pasti tentang ibunya. Noa berniat untuk membongkarnya ke media massa dalam acara seni yang diadakan di Tokyo.
Tapi saat itu bertepatan dengan kedatangan Kaizen dan Haruki ke rumah. Noa terpaksa mengundur rencananya.
Hal ini Noa lakukan semata-mata untuk menghindari komentar langsung dari saudara-saudaranya.
"Uh-huh! (iya juga.. kenapa aku sebodoh ini?!) " Kaizen berdiam di ruangan yang ada di seberang ruang TV.
Kaizen mulai menyadari dan yakin kalau Noa menyembunyikan rahasia besar.
"Satoshi! "
"Uh? "
"Satoshi! "
"Tuan, ada apa? "
"Apa Noa bergabung dengan Trixie entertainment? "
"Uh? "
"Katakan, apa dis bergabung dengan Trixie entertainment?! Sejauh mana Noa tau tentang Trixie entertainment?! "
Nada bicara Kaizen mulai naik. Ia tak menyangka kalau adiknya yang paling bungsu telah menyiapkan rencana yang bisa saja mengancam nyawanya.
Sementara itu Haruki mencoba untuk bertanya ke beberapa warga yang ada di taman. Salah satu dari mereka melihat Noa yang pergi bersama para Yakuza. Saat itulah Haruki mulai merasakan amarah yang menggebu-gebu!
(*disisi lain..)
Noa dibawa ke gudang tua yang ternyata pernah menjadi tempat penyimpanan bahan pangan negara. Noa mulai merasakan kecurigaan, ia gemetar. Akan tetapi Noa yang saat itu masih dihantui akan kecemasan tak dapat berpikir secara lurus.
"Turunlah."
"Uh! "
Salah satu pria merangkul Noa dan mengajaknya masuk ke gudang. Gudang yang sangat besar dan tampak sangat berkarat--tak terurus. Tak lama, seseorang yang Noa tak sangka-sangka muncul dihadapannya. Ialah Gubernur yang Noa targetkan!
Nawatari Kikuchi!
"Lama tidak bertemu, nak Noa. "
"P-pak.. Gubernur? "
"Kelihatannya ada seekor rubah kecil yang terjebak dalam kandang serigala ya~ "
Sorotan mata pak gubernur yang terlihat jelas meski tertutup oleh kacamata.
"Begini nak Noa, sepertinya ada barangku yang tertinggal di tempatmu. Maukah kau membawakannya untukku? "
"Maaf.. saya tidak tau barang apa yang bapak maksud. "
"Ha? Sungguh kau tak mengerti~? HAHAHAHA! Jelas juga ya~ kau itu kan anak gangguan jiwa. "
"Uh! "
Noa reflek mundur. Akan tetapi ia tak sengaja menabrak salah satu yakuza berbadan besar yang ada di belakangnya.
"Setelah ku ingat lagi, rasanya kau punya hubungan akrab dengan pria berbadan besar bernama Nakagawa Daisuke. "
"Uh-huh! "
"Apa hubungan kalian? Paman dan keponakan? Atau~ Ayah dan anak?! "
"(tidak.. ini diluar perkiraan ku..)"
"𝘈𝘬𝘶 𝘴𝘢𝘭𝘢𝘩.. 𝘢𝘬𝘶𝘭𝘢𝘩 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘵𝘦𝘳𝘭𝘢𝘭𝘶 𝘮𝘦𝘳𝘦𝘮𝘦𝘩𝘬𝘢𝘯𝘯𝘺𝘢. 𝘗𝘢𝘬 𝘎𝘶𝘣𝘦𝘳𝘯𝘶𝘳 𝘣𝘶𝘬𝘢𝘯 𝘰𝘳𝘢𝘯𝘨 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘮𝘶𝘥𝘢𝘩 𝘵𝘦𝘳𝘵𝘪𝘱𝘶. "
__ADS_1
"Jadi demi kenyamanan bersama, bagaimana kalau kau berikan saja bukti rekaman video itu? "
"Maaf. Saya tidak mengerti maksud anda. "
" Ha? Videonya itu! Masa kau tak paham?!! BERIKAN VIDEO CCTV ITU!! " Pak gubernur menarik kerah baju Noa dan menampar nya.
"Saya tidak tau. "
"Ck. Egois!! " *melempar
"Ukh. "
"𝘒𝘶𝘱𝘪𝘬𝘪𝘳 𝘢𝘬𝘢𝘯 𝘮𝘶𝘥𝘢𝘩 𝘮𝘦𝘯𝘥𝘢𝘱𝘢𝘵𝘬𝘢𝘯 𝘪𝘯𝘧𝘰𝘳𝘮𝘢𝘴𝘪 𝘥𝘦𝘯𝘨𝘢𝘯 𝘣𝘦𝘳𝘨𝘢𝘣𝘶𝘯𝘨 𝘬𝘦 𝘛𝘳𝘪𝘹𝘪𝘦 𝘌𝘯𝘵𝘦𝘳𝘵𝘢𝘪𝘯𝘮𝘦𝘯𝘵. 𝘗𝘳𝘦𝘴𝘪𝘥𝘦𝘯 𝘞𝘢𝘬𝘢𝘵𝘰𝘣𝘪 𝘥𝘢𝘯 𝘗𝘢𝘬 𝘨𝘶𝘣𝘦𝘳𝘯𝘶𝘳 𝘮𝘦𝘮𝘪𝘭𝘪𝘬𝘪 𝘩𝘶𝘣𝘶𝘯𝘨𝘢𝘯 𝘥𝘦𝘬𝘢𝘵. 𝘐𝘯𝘪 𝘵𝘦𝘳𝘭𝘢𝘭𝘶 𝘬𝘢𝘤𝘢𝘶. "
Pak gubernur mengambil besi yang ada di dekatnya, sementara itu Noa berusaha untuk berdiri--tanpa pikir panjang pak gubernur langsung memukul wajah Noa dengan besi yang ia pegang.
"Ugh! "
"BERIKAN VIDEONYA!! " *memukul tubuh Noa
"(pasti ada cara! tidak mungkin usahaku untuk mengembalikan nama baik ibu akan berjalan buruk!) "
Seorang gadis berlari ke arah pak gubernur, dan melontarkan tendangan tepat di kepalanya.
"Akh!! "
"Pak! "
Para bodyguard berusaha melawan gadis itu. Gadis bertopi dengan jaket coklat--menghajar seluruh bodyguard yang dibawa oleh gubernur. Sementara itu pak gubernur pingsan karena tendangan gadis itu.
Noa tak mampu menggerakkan tubuhnya. Matanya samar-samar melihat seorang gadis yang sedang berbicara para yakuza itu.
"𝘒𝘢𝘭𝘢𝘶 𝘥𝘪𝘱𝘪𝘬𝘪𝘳-𝘱𝘪𝘬𝘪𝘳.. 𝘬𝘦𝘯𝘢𝘱𝘢 𝘮𝘦𝘳𝘦𝘬𝘢 𝘩𝘢𝘯𝘺𝘢 𝘥𝘪𝘢𝘮? "
"haah! haah! haah! haah! "
Haruki berlari pulang ke rumah.
"KAKAK! "
"Tuan Haruki?! "
"Satoshi, dimana kakak?! "
"Tuan Kaizen sedang pergi ke gedung Trixie entertainment. "
"Tch! Sial! "
"Tuan Haruki-. "
"Apa?! "
"Tadi ada telpon dari teman anda. Saya rasa nona bersama mereka. "
"Uh! "
Haruki bergegas pergi menuju tempat yang diberitahukan oleh Satoshi.
Sementara itu, Noa yang masih tak sadarkan diri terbaring lemas di kasur kecil di sebuah tempat yang disebut markas yakuza.
"Hei Isuzu, kau lanjut saja bekerja. Bisa gawat kalau kau sampai dipecat. " ucap pria yang merupakan ketua Yakuza.
"Papa tidak perlu khawatir, aku sudah izin pada manager ku. "
"Yang benar saja. "
Kagawa Ryukyu, ketua dari Yakuza Tokyo. Mereka menyebut diri mereka Ryuto atau Ryu Tokyo. Putrinya bernama Kagawa Isuzu yang berusia 16 tahun.
__ADS_1
"Hah.. kau ini. Jika bukan karena anak itu adik dari temanku, aku tidak mungkin akan menerima uang itu. Lagian anak itu sangat nekat membongkar rahasia pak gubernur. "
"Menurutku dia sangat keren. "
"Omong kosong! Anak kecil sepertimu mana mengerti. "
"Ya-."
"NOA! "
Haruki sampai dengan napas tergesa-gesa.
"Hei nak. Kau siapa-. "
"Dimana Noa?! "
"Hah.. kau pasti kakaknya. Adikmu ada di dalam, periksa saja sendiri. "
"Ck. "
Haruki melihat sedikit di balik pintu.
"Uh? "
"Ng? kau tak mau memastikan adikmu masih hidup atau tidak? "
"Dia masih bernapas, biarkan saja. "
"Dia mana peduli dengan adiknya! " teriak seorang lelaki dari arah pintu.
"Kakak.. "
Kagawa Ryunosuke, putra dari Ryukyu sekaligus teman latihan Haruki di Yokohama. Usianya setahun lebih tua dari Haruki.
"Ng? Kalian saling kenal?! "
"Dia orang yang pergi dari rumah untuk membebaskan ayahnya. Tch. Lihatlah kau ini, kau bahkan tak tau cara menjaga adikmu sendiri. Ahh.. benar juga, kau baru pulang tadi ya? Apa memang begini caramu bicara dengan adikmu?! Sampai di pergi dari rumah, ha?!! "
"Ini bukan urusanmu. Masalah keluargaku tak ada hubungannya denganmu!! "
"Ya.. ya.. ya.. terserah. "
Haruki memang menyesali perkataannya. Karena itulah ia mau mencari Noa.
"Hei Isuzu, kenapa kau ada disini..?! Bukankah kau harus bekerja? "
"Ayah meminta bantuan padaku untuk-. "
"Ha?!! Hei pak tua! KENAPA TAK MENGHUBUNGI KU SAJA?!! "
"AKU SUDAH MENGHUBUNGIMU SIALAN!! CEK PONSEL SANA! "
Isuzu menutup kedua telinganya dan menatap datar pertengkaran antara ayah dan kakaknya. _-
"Tch. Tapi seharusnya kau tidak menyuruh Isuzu! Kau tau dia baru dapat masalah di tempat kerjanya kemarin! "
"Cerewet! aku butuh bantuan seseorang tau! "
"Kenapa tak suruh anggota mu saja?! "
"Bodoh! KAU PIKIR SEMUDAH ITU?!! "
"Hei Isuzu! Lain kali kalau dapat panggilan telepon dari pak tua ini jangan diangkat! Jika kau bekerja, bekerja saja! "
"Tch. Dasar anak durhaka! "
"Ha?!! "
__ADS_1
𝓑𝓪𝓫 𝓼𝓮𝓫𝓮𝓵𝓪𝓼, 𝓛𝓪𝔀𝓪𝓷 𝓭𝓪𝓷 𝓴𝓪𝔀𝓪𝓷.
𝓢𝓮𝓵𝓮𝓼𝓪𝓲~