
...****************...
Untuk melanjutkan rencananya, Kaizen perlu memastikan satu hal. Ia pergi ke Osaka untuk menemui Pak Kenji. Selama Kaizen pergi, Noa diam di rumah sembari mengutak-atik laptopnya.
Disisi lain, sembari menunggu arahan, Isuzu kembali ke Kyoto untuk bekerja, sedangkan Ryunosuke tetap bersama ayahnya dan anggota yakuza ayahnya.
"Memangnya si Kaizen itu bisa membuat rencana kedua dalam waktu singkat? " tanya Ryunosuke.
"Kau tak akan pernah tau sebelum bicara dengannya secara langsung. "
"Ha?! "
"Sekarang semuanya bubar, mungkin misi ini akan ditunda sekitar 2 sampai 3 bulan ke depan. "
"Yang benar saja.. kalau begitu aku ke Kyoto saja. "
"Ya. Sekalian awasi Isuzu. "
"Ya.. "
Dengan perginya Kaizen ke Osaka, pak gubernur mulai merasa panik dengan segala kemungkinan yang akan terjadi.
"Hah! setelah hampir mati, kau datang kemari untuk menemuiku? A-yah? "
"Ck. Tidak bisakah kau menyuruh anak-anak mu untuk duduk diam?! Kenapa mereka malah ikut campur urusan politik?!! "
"Karena mereka anakku. "
"Uh! "
"Mereka tak tau kalau kakek mereka adalah gubernur yang mereka incar selama ini. Bagaimana ya~ anak-anakku itu benci dengan dunia luar, semuanya. Ah~ tapi yang paling benci dengan hal itu adalah Noa, putriku. "
"Tch. Secara tak langsung kau ingin aku membebaskanmu?! "
"Ya. Dengan begitu ku pastikan kau akan baik-baik saja. "
"OMONG KOSONG! Saat ku bebaskan kau akan membeberkan ke media bahwa aku melakukan korupsi dan hubunganku dengan Trixie entertainment adalah hal yang-! "
"Hahahahahahahaha!! "
"Uh! "
Tawa Daisuke yang keras dan puas, terdengar seperti tawa seorang pemenang.
"Hei ayah~ apa ayah ingat dengan Rei? "
"Uh! "
"Meskipun ayah membebaskan ku pun, aku tak berniat untuk membunuhmu. Hanya saja~ mungkin anak-anakku tak akan tinggal diam. "
"Ck. Kau-! " 💢
"Suruh bos mu kemari, lalu hentikan saja aksi ini. Dengan begitu kebahagiaan akan datang padamu, bagaimana? "
"Ck. Kau..! "
.
__ADS_1
.
.
.
[Osaka]
"Ini yang kau minta. "
"Terimakasih, pak. " *bungkuk
"Kenapa kau mencurigai 3 orang ini? "
"Karena mereka sama-sama masuk karena satu alasan, dan alasan mereka berhubungan dengan pemerintah. Karena itulah aku perlu menyelidiki hal ini. "
"Hah.. kau benar-benar ingin membebaskan ayahmu ya~ "
"Iya. Itu adalah tugas saya. "
"Jika kau butuh informasi tambahan, kenapa tidak bertanya pada seseorang yang lebih tepat? "
"Uh? Siapa.. yang anda maksud? "
"Fuh.. " merokok.
Pak Kenji duduk di kursi.
"Kau tau kalau Wakatobi punya keponakan? "
"Uh! Saya tidak tau.. "
"Hm. Lalu.. apa hubungannya dengan gubernur? "
"Ini agak rumit. Kakak perempuan Wakatobi menikah dengan sepupu gubernur. Meski terpaut usia hampir 12 tahun, mereka baru punya anak saat usia sang wanita menginjak 36 tahun. Putri mereka bernama Ito Hizuru, mereka mengenakan marga saudara jauh gubernur untuk putri mereka. Supaya putri mereka tak terlibat dalam urusan politik. "
"Lalu.. bagaimana dengan mereka berdua? "
"Oh, mereka sudah lama mati. Belum lama ini, sekitar 3 bulan yang lalu Hizuru juga kehilangan adiknya karena kecelakaan. Kini ia hanya tinggal sendiri, karena kerabatnya tak ada yang mau mengasuhnya. "
"Uh! "
"Fuh.. " *merokok.
"Ba-bagaimana bisa Anda tau semua ini? "
"Karena aku mengasuhnya sejak usianya 5 tahun. Sampai usianya 15 tahun sebelum kedua orang tuanya benar-benar meninggal. "
"Uh!! "
"Dia gadis yang baik dan ramah, aku merasa kasihan padanya yang hidup dalam penderitaan sejak kecil. Tapi.. aku sudah tidak perlu mengkhawatirkan hal itu lagi. "
"Uh! "
"Hizuru adalah pacar Fujitsu Akamatsu, orang yang membantumu dalam mengatasi kasus ayahmu. "
"Uh-huh..! "
__ADS_1
"Meski kadang aku ragu tentang rumor itu, tapi ternyata hubungan Akamatsu dengan Hizuru juga tak buruk. Aku berencana menikahkan mereka, aku bersedia menjadi wali mereka berdua. "
"Ck. "
Kaizen meneteskan air matanya. Entah kenapa perkataan Pak Kenji terasa begitu hangat. Inikah yang namanya..
𝓗𝓪𝓻𝓪𝓹𝓪𝓷 𝓸𝓻𝓪𝓷𝓰 𝓽𝓾𝓪?
"Aku.. ingin menemuinya. "
"Ng? maksudmu Hizuru? "
"Iya. "
"Percuma saja. "
"Uh! Kenapa? "
"Habis dia orang yang sangat tertutup. Mungkin dia hanya bisa terbuka dengan Akamatsu. "
"Bukankah anda juga orang dekatnya?! "
"Iya, tapi Hizuru hanya menganggapku sebagai walinya. Sedangkan Akamatsu, tempatnya berbeda denganku. "
"Pak Kenji, jika semisalnya Akamatsu dan Hizuru menikah, bukankah masalah politik bisa diatasi? "
"Ya, mungkin saja. "
"Pernikahan antara anak dari anggota CIA yang dulu bekerja dengan gubernur, dan juga keponakan gubernur. Bukankah ini akan memperkuat hubungan mereka? "
"Ya, kau ada benarnya. Tapi sayangnya Hizuru masih terlalu muda untuk menikah. Kalau disuruh dia pasti mau, tapi Akamatsu tak menginginkan hal itu. "
"Uh! Kenapa?! "
"Akamatsu ingin menikah dengan Hizuru saat Hizuru sudah berumur 20 tahun. Hanya itu harapannya. "
"Ck. "
"Karena itulah Kaizen, kau fokus saja mencari dalangnya. Aku yakin Akamatsu akan mengurus ini semua demi dirimu. Karena dari yang ku tau, dia sangat tertarik dengan taktik mu. " *smirk
"Huh.. "
Kaizen melanjutkan rencananya seorang diri, seperti yang disarankan oleh pak Kenji.
Tempat bagi seseorang untuk tinggal disebut dengan rumah. Tapi tempat untuk seseorang balas dendam disebut dengan arena.
Dengan begitu, Kaizen memiliki ambisi yang lebih kuat dalam masalah ini.
Walaupun Kaizen dan Haruki berhasil mendapatkan segala informasi yang mereka inginkan, nyatanya mereka masih tertinggal jauh oleh Noa.
Tak dapat dipungkiri bahwa Noa adalah informan terbaik di keluarganya. Hanya saja ambisi Noa yang berbeda membuat drama politik semakin menjadi-jadi.
Bisa dibilang Noa pelit terhadap informasi yang ia punya. Tapi itu ia lakukan karena ingin memenuhi keinginannya lebih dahulu. Ini bukan kesalahan Noa, ini adalah keinginan Noa.
Sama halnya seperti seekor lebah yang tak akan pergi dari tempat yang sama jika sangat ratu masih berada di sana. Sama halnya dengan Noa yang akan terus menyimpan informasi untuk dirinya seorang sampai masalahnya benar-benar selesai.
Noa tak dapat mempercayai Kaizen ataupun Haruki, atau rekan lainnya untuk membebaskan tuduhan ibunya. Karena itulah, demi memenuhi tujuannya, Noa akan berjuang seorang diri.
__ADS_1
𝓑𝓪𝓫 𝓭𝓾𝓪𝓹𝓾𝓵𝓾𝓱, 𝓣𝓮𝓶𝓹𝓪𝓽 𝓭𝓪𝓷 𝓱𝓪𝓻𝓪𝓹𝓪𝓷.
𝓢𝓮𝓵𝓮𝓼𝓪𝓲~