
...****************...
Di musim gugur di bulan Oktober, seorang gadis duduk di kursi taman dengan daun-daun yang berjatuhan di atasnya. Ia begitu indah di musim gugur, dan terlihat lemah di musim dingin.
Ito Hizuru, putri dari sepupu gubernur dan saudari kandung Wakatobi Hikaru. Lahir di keluarga yang memiliki hubungan dengan tokoh ternama, mungkin terdengar sangat indah--ditambah dengan kecantikan serta hati yang lembut--yang Hizuru miliki. Tapi hidupnya lebih rumit saat usianya 5 tahun. Ia diasuh oleh pria yang tak ia kenali, dan juga ibunya dan ayahnya yang kehilangan nyawa karena terlibat kasus dengan pamannya sendiri.
Hizuru yang polos, tak mengerti apapun tentang politik. Ia hanya tau kalau kedua pamannya ingin memanfaatkan dirinya, bahkan berencana ingin membunuhnya. Tapi Hizuru juga bukan gadis yang murahan. Di saat kerabatnya hanya ingin mengasuh adik laki-lakinya, Hizuru sibuk mempelajari bela diri yang ayahnya ajarkan dahulu, serta bermain alat musik dan tarian tradisional yang ibunya pernah ajarkan.
.
.
.
Seorang lelaki yang merupakan putra dari CIA yang dulunya pernah bekerja untuk gubernur, memiliki hidup yang lebih cerah dan bahagia. Tapi kebahagiaannya juga berlangsung sampai usianya 15 tahun. Sang ayah meninggal, sang ibu menajdi depresi dan mulai mengkonsumsi narkoba juga alkohol, sampai akhirnya ibunya juga meninggal saat usianya 18 tahun.
Laki-laki yang terkenal cerdik dan licik, memiliki ketahanan tubuh yang kuat. Dirinya sering disebut psikopat sejak kecil, karena pernah hampir membunuh seseorang. Laki-laki itu tersenyum dengan ria, menertawakan temannya yang terluka parah.
Fujitsu Akamatsu, memang terkenal dengan perilaku buruknya yang menyeramkan. Karena itulah tak ada yang berani dengannya. Ia bertahan hidup dengan cara membunuh dan menyiksa, menyingkirkan orang-orang yang mengganggunya, dan juga tak segan menghabisi orang yang dekat dengan musuhnya.
.
.
.
.
.
Lalu keduanya dipertemukan, di musim salju yang gelap. Saat Hizuru berusia 16 tahun, lalu saat itulah Akamatsu secara tak sengaja membantu Hizuru.
Hizuru yang ketinggalan bus, terpaksa harus menunggu bus selanjutnya datang. Di tengah salju yang terus turun, bus tak kunjung datang, membuat Hizuru merasa kedinginan dan sesak napas.
"Hei. "
"Uh? "
"Kau sedang menunggu bus? "
"Iya.. " *nada kecil
"Bus-nya tak akan datang, yang sebelumnya itu bus terakhir. Harusnya sih ada jadwal datang jam segini, tapi bus satunya sudah tak beroprasi lagi. "
__ADS_1
"Uh. Begitu ya.. terimakasih. "
"Kelihatannya kau sangat kelelahan, bagaimana kalau menginap di rumahku saja? Besok kau bisa pulang. "
"Tidak, terimakasih atas tawarannya. "
Hizuru yang merasa takut mulai menjauh dari Akamatsu. Tapi Akamatsu menahan tangan Hizuru.
"Uh! "
"Kau bisa pingsan, saat kau pingsan nanti tidak akan ada yang akan membantumu. Di cuaca dingin seperti ini mana ada orang yang mau peduli denganmu. "
"Uh! "
Hizuru merenung sesaat. Meski kata-kata Akamatsu terdengar menyakitkan, tapi cukup meyakinkan Hizuru untuk mengikutinya.
Akhirnya Hizuru menginap di rumah Akamatsu.
.
.
.
"Anggap saja rumah sendiri. " ucap Akamatsu sembari menawari coklat panas kepada Hizuru.
"(dia pria yang unik.) " batin Hizuru.
Sejak saat itu, mereka sering bertemu. Di halte, stasiun, terkadang Akamatsu datang ke sekolah Hizuru untuk menjemputnya. Makan bersama, canda-tawa, dan kemudian, mereka resmi berpacaran.
Hizuru mengetahui sifat asli Akamatsu. Tapi itu bukan masalah bagi Hizuru. Akamatsu akan membunuh orang yang ia benci. Karena itulah Hizuru membantu mengubah pandangan Akamatsu tentang orang yang ia benci. Supaya kedepannya Akamatsu tak melukai orang-orang lagi.
Usaha yang dilakukan oleh Hizuru membuahkan hasil hanya dalam 3 bulan. Siapa sangaj hubungan antara mereka berdua justru lebih cocok dibandingkan siapapun.
Pertengkaran diantara mereka selalu dapat diatasi. Hizuru sebisa mungkin mengalah dengan sifat Akamatsu, sehingga Akamatsu juga memiliki inisiatif untuk mengalah dengan Hizuru.
Sampai akhirnya, mereka tak dapat bersama lagi karena Akamatsu harus pergi ke Korea. Selama kurang lebih 2 tahun, mereka tak pernah berbicara dan berkomunikasi. Mereka tak pernah mengirim SMS satu sama lain.
Hizuru fokus mendalami hal-hal yang ia sukai, dan Akamatsu fokus dengan pekerjaannya.
.
.
__ADS_1
.
Lalu masalah kedua kembali melanda hidup Hizuru. Satu-satunya adik laki-laki yang Hizuru sayangi, meninggal karena kecelakaan bus sekolah saat hendak tamasya. Banyak murid menjadi korban, dan yang menjadi tersangka adalah supir bus.
Tapi Hizuru tak punya dendam apapun dengan sang supir. Hizuru melihat langsung mobil bus yang adiknya tumpangi. Ban yang bautnya lepas, lalu bagian dalam mesin yang tampak rusak, tak salah lagi! Ini adalah bus yang sudah lama tak beroperasi. Bus yang dahulu ditunggu oleh Hizuru, kini digunakan kembali dan menewaskan puluhan murid.
Hizuru tau persis ini ulah siapa.
Di pemakaman seluruh murid, hanya ada Hizuru yang mewakili adiknya. Kerabatnya yang selama ini sangat mengagumi adiknya, kini tak peduli dan memilih acuh.
𝙃𝙞𝙯𝙪𝙧𝙪 𝙢𝙪𝙖𝙠 𝙙𝙚𝙣𝙜𝙖𝙣 𝙠𝙚𝙡𝙪𝙖𝙧𝙜𝙖 𝙄𝙩𝙤!
Tapi bak malaikat, Hizuru memilih untuk memaafkan semua orang yang membuat hidupnya menderita, dan mengikhlaskan kepergian orang-orang yang ia sayangi.
Hati kecil Hizuru dibanjiri oleh hujan dan kegelapan, tapi pikiran Hizuru selalu berusaha mengontrol hati kecilnya untuk tak meluapkan emosi di depan banyak orang.
"Apa dia adikmu..? " tanya seorang nenek di pemakaman itu, yang mana cucunya juga ikut terlibat dalam kecelakaan bus.
"Iya. Saya turut berdukacita atas meninggalnya cucu nenek. " *bungkuk
"Iya. Terimakasih. Dia anak yang egois, tapi juga penurut. Aku juga dengar kalau dia berteman dengan adikmu. "
"Uh! "
"Adikmu pasti anak yang baik ya.. "
Nenek itu tersenyum.
Seketika pikiran yang mengontrol hati Hizuru mulai melawan. Adiknya telah diambil oleh keluarga Ito sejak kecil, Hizuru tak tau sifat adiknya, apa yang adiknya sukai, bagaimana kondisi adiknya, ia hanya tau kalau adiknya masih hidup dan tinggal di keluarga Ito. Dan sekarang.. adiknya sudah tidak ada di dunia lagi.
"Kedua orang tuanya sudah meninggal, dia tinggal bersamaku dengan berjualan ramen di kedai kecil. Meski begitu ia tetaplah anak yang baik. Aku yakin, ini berkat adikmu, terimakasih ya.. nak. " *senyum
"hiks.. hiks.. " Air mata Hizuru menetes, membasahi pipi Hizuru.
"Disini, hanya kau seorang yang kulihat tenang. Kau tak menangis, bahkan tak mengeluarkan ekspresi apapun. Tapi aku merasakan dirimu yang ingin menangis.. "
"hiks.. hiks.. "
Hizuru tak sanggup menahannya. Ia berlutut di depan nenek itu dengan air mata yang terus keluar. Lalu nenek itu memeluk Hizuru dan berusaha menenangkan Hizuru.
Kini Hizuru sadar, jika saja dia berani untuk mengambil kembali adiknya dari keluarga Ito, mungkin dia bisa menghabiskan waktu dengan adiknya.
Tak pernah menghabiskan waktu dengan kedua orang tuanya, dan juga dengan adiknya, Hizuru hanya hidup dengan bantuan orang luar dan dirinya sendiri. Kasih sayang yang Hizuru rasakan bisa saja merupakan khayalannya belaka. Hizuru tak pernah membenci siapapun, ia tak pernah menyalahkan siapapun, dirinya yang begitu lemah saat ini hanya bisa menangisi penyesalan yang ada.
__ADS_1
𝓑𝓪𝓫 𝓭𝓾𝓪𝓹𝓾𝓵𝓾𝓱 𝓼𝓪𝓽𝓾, 𝓐𝓷𝓪𝓴 𝓒𝓘𝓐 𝓭𝓪𝓷 𝓚𝓮𝓻𝓪𝓫𝓪𝓽 𝓖𝓾𝓫𝓮𝓻𝓷𝓾𝓻 [1].
𝓢𝓮𝓵𝓮𝓼𝓪𝓲~