
...****************...
"Uh! "
Hizuru syok dengan seorang pria yang datang ke tokonya dengan rambut di cat merah. Wajahnya yang tampak tak asing bagi Hizuru.
"A.. ka.. matsu..? " Dengan nada gagap dan penuh keraguan, Hizuru memanggil nama pria itu.
"Hm? Oh, aku pesan Ramen ya. 2 porsi makan disini. "
Hizuru tak dapat berkata-kata dan langsung memeluk Akamatsu.
"Dasar.. memangnya kamu habis makan dua porsi?"
"Kalau habis, gimana? "
.
.
.
(*malam hari)
Saat kedai tutup, Hizuru makan ramen berdua bersama Akamatsu di dalam toko. Hizuru menjelaskan tentang kedai ramen yang ia kelola saat ini, dan juga tentang adiknya.
"Maaf Hizuru, seharusnya aku menghubungimu setiap waktu. Aku khawatir kau akan merasa rindu saat aku menelpon mu. "
"Yaampun. Tidak papa kok, aku baik-baik saja. "
"Syukurlah Hizuru tak banyak berubah. "
Akamatsu beranjak dari tempat duduknya dan memeluk Hizuru. Perasaan rindu diantara mereka berdua sangat terlihat.
.
.
.
Akamatsu juga menceritakan tentang alasan kedua ia datang menemui Hizuru.
Hizuru mengerti maksud Akamatsu. Tapi Hizuru juga tak ingin terlalu gegabah mengambil tindakan. Ditambah lagi sekarang Hizuru ingin fokus pada kedai ramen yang ia kelola, Hizuru tak mau mengulangi kesalahan kedua.
"Ya, aku mengerti.. " Akamatsu memeluk Hizuru dari belakang.
"Tapi.. tidak ada salahnya mencoba. "
"Uh? "
Tangan Hizuru tampak gemetar. Akamatsu berusaha menenangkan Hizuru yang nampak khawatir.
"Akamatsu.. jika tuan Daisuke sudah selamat, apa Akamatsu akan kembali ke Amerika? "
Akamatsu terdiam sesaat mendengar ucapan Hizuru.
"Tidak. Aku akan berada disini bersama Hizuru. Aku sudah berjanji padamu bukan? Kita akan menikah saat usiamu sudah 20 tahun nanti. "
"Kenapa malah bicara itu sih~ kalau urusan menikah aku rasa tidak ada masalah. Akamatsu bebas menikah dengan siapapun. "
"Tapi aku hanya ingin Hizuru. " /mencium Hizuru
.
.
__ADS_1
.
.
.
Hizuru memegang wajah Akamatsu.
"Oke, jadi kapan kita akan menemui mereka? "
"๏ผยด๏ฝ๏ฝ) berjanjilah kau tidak akan terpikat pada laki-laki di sana. "
"Pfft.. iya.. iya.. cuma Akamatsu yang bisa memikat hatiku. "
Keesokan harinya, Akamatsu membantu Hizuru menyiapkan barang-barangnya untuk pergi ke Tokyo.
Kedai ramen terpaksa harus ditutup karena Hizuru akan pergi ke Tokyo untuk sementara waktu.
"Cepat kembali ya, nak Hizuru. Kami sangat menantikan ramen buatan mu. "
"Iya. Aku pasti akan segera kembali. "
"Apa dia pacarmu? Saat kembali nanti pastikan kau bersamanya ya. " ucap seorang ibu
"I-iya.. " saut Hizuru dengan wajah memerah.
Tidak ada yang tau tentang hubungan Hizuru dengan keluarga orang-orang ternama. Hizuru juga tak menganggap mereka sebagai keluarga. Meski Hizuru memaafkan mereka, tapi tak semua orang yang Hizuru bantu bisa menjadi bagian dari--yang disebut Keluarga.
Mereka tiba di Tokyo sekitar pukul 1 siang. Akamatsu menaruh barang-barang milik Hizuru di apartemennya, lalu mengajak Hizuru ke markas Ryuto. Kebetulan di sana ada Kaizen dan juga Haruki.
"Oh, jadi semuanya sudah berkumpul ya~? "
"Akamatsu, dia siapa? " tanya Kaizen.
"Uh! "
Seketika Kaizen ingat dengan gadis yang pak Kenji ceritakan. Ito Hizuru, keponakan dari Pak Gubernur dan Presiden Wakatobi.
"Salam kenal, saya Ito Hizuru. "
"K-kau.. "
"Ng? " semua pandangan mengarah ke arah Kaizen.
"Kau punya hubungan darah dengan Gubernur dan Wakatobi Hikaru, kan?! "
"Uh! " Hizuru syok
"Hei! Kau tau darimana?! Apa kau diam-diam memata-matai Hizuru? " ucap Akamatsu dengan nada tegas.
"Mana mungkin aku melakukan hal sebodoh itu! Aku tau dia dari pak Kenji. "
"Uh-huh! "
"Ha?! Pak Kenji? "
"Pak.. Kenji..? Anda kenal dengan pak Kenji?! "
"Hei Hizuru, kau mengenalnya? "
.
.
.
__ADS_1
๐๐ฌ๐ถ ๐ช๐ฏ๐จ๐ข๐ต ๐ฅ๐ฆ๐ฏ๐จ๐ข๐ฏ ๐ฑ๐ณ๐ช๐ข ๐บ๐ข๐ฏ๐จ ๐ด๐ฆ๐ณ๐ช๐ฏ๐จ ๐ฎ๐ฆ๐ฏ๐จ๐ช๐ณ๐ช๐ฎ ๐๐๐ ๐ฑ๐ข๐ฅ๐ข๐ฌ๐ถ, ๐ฎ๐ฆ๐ฏ๐จ๐ช๐ณ๐ช๐ฎ๐ฌ๐ข๐ฏ ๐ฎ๐ข๐ฌ๐ข๐ฏ๐ข๐ฏ, ๐ฅ๐ข๐ฏ ๐ซ๐ถ๐จ๐ข ๐ฎ๐ฆ๐ฎ๐ฃ๐ข๐บ๐ข๐ณ ๐ด๐ฆ๐ฌ๐ฐ๐ญ๐ข๐ฉ.
๐๐ฆ๐ด๐ฌ๐ช ๐ข๐ฌ๐ถ ๐ฃ๐ฆ๐จ๐ช๐ต๐ถ ๐ช๐ฏ๐จ๐ข๐ต ๐ฅ๐ฆ๐ฏ๐จ๐ข๐ฏ ๐ธ๐ข๐ซ๐ข๐ฉ๐ฏ๐บ๐ข. ๐๐ข๐ฑ๐ช ๐บ๐ข๐ฏ๐จ ๐ซ๐ฆ๐ญ๐ข๐ด, ๐ฑ๐ณ๐ช๐ข ๐ช๐ต๐ถ ๐ข๐ฅ๐ข๐ญ๐ข๐ฉ ..
"Salah satu anak yang ayahku jaga, dan juga Nakagawa Daisuke.. " ucap Hizuru dengan tergesa-gesa.
"Uh-huh..! " (*Haruki)
"Tanaka Kenji dan Nakagawa Daisuke adalah sahabat, ayahku pernah menjadi guru mereka berdua. Apa anda tau dimana pak Kenji berada?! "
"Uh! " (*Kaizen)
"Kau.. tau darimana..? "
"Aku mohon, aku ingin tau tentang pak Kenji! Kenapa dia tak pernah muncul di hadapanku?! "
"Hizuru, tenanglah..! "
Hizuru mulai panik, jantungnya berdegup kencang, perasaannya campur aduk. Sementara itu Kaizen tak menyangka kalau pak Kenji adalah sahabat ayahnya sendiri.
"(aku bahkan tak tau marga pak Kenji. Ayah.. punya koneksi sebesar ini?) "
Nakagawa Daisuke, petarung Muaythai terkenal yang sudah mendalami seni bela diri sejak SMP. Di dukung oleh sahabatnya Tanaka Kenji, dan gurunya, Nawatari Tora.
Daisuke belajar bela diri sejak SMA bersama Nawatari Tora, meski tak berlangsung lama, tapi hubungan mereka sangat dekat. Sementara itu sahabatnya, Tanaka Kenji, mereka bertemu saat SMA.
"Ini bukan soal ayahku.. aku hanya ingin bertemu dengan pak Kenji.. "
"Sekarang beliau sedang sibuk, aku akan memberitahu mu jika beliau sudah tak sibuk lagi. "
"Uh. Begitu.. ya.. "
Pak Kenji dan Daisuke hanya terpaut usia 1 tahun, mereka berdua selisih 20 tahun dengan Nawatari Tora saat Daisuke masih berguru dengan Tora.
"Dunia terlalu sempit untuk bisa dimengerti, ayahku dulu pernah bilang soal Daisuke. Bisa dibilang.. aku sepupu dengan Daisuke. "
(*Ibu Hizuru melahirkan Hizuru saat usianya 36 tahun, sementara usia Tora saat itu 48 tahun. Dengan kata lain Hizuru lebih muda daripada Kaizen dan Haruki. Meski dalam silsilah mereka adalah bibi Kaizen, Haruki, dan Noa.)
Hizuru menjelaskan tentang hubungan keluarga, dan banyak hal lagi yang membuat Kaizen dan Haruki syok.
Dunia begitu kecil untuk orang-orang yang selama ini tak mengenal saudaranya.
"Bodohnya. Jadi selama ini gubernur sialan itu adalah kakek kami? " ucap Haruki dengan pasrah
"Maaf membuat kalian terkejut. "
"Tidak, mau bagaimana pun itu tidak akan membuat tekad kami hilang untuk menjatuhkan gubernur. " ucap Kaizen.
"Dia adalah pamanku, tapi ya.. mustahil juga kalau semisalnya aku ikut campur. Untuk apa orang yang tak punya dendam turun tangan? "
"HA?! setelah apa yang dilakukan pada kedua orang tuamu, kau masih mau membela?! " tegas Haruki
"Ini bukan soal balas dendam. Selama ada orang yang masih bersamaku, entah satu dunia membenciku, aku tak masalah. "
"Ck."
Bak kepingan puzzle yang terpecah, kini menjadi satu membentuk sebuah silsilah. Ito Hizuru, telah membongkar segalanya tentang silsilah keluarga Nawatari. Ini tak akan Hizuru ketahui jika ia tak mengenal Akamatsu.
Akamatsu membantu Hizuru memastikan segalanya tentang keluarga Nawatari, Ito, dan juga Wakatobi. Dan sekarang, masalah selanjutnya muncul dengan turut sertanya keluarga Ito dalam proyek pembangunan gedung kedua gubernur.
"Aku akan menemui keluarga Ito. " ucap Hizuru dengan nada rendah.
๐๐ช๐ซ ๐ญ๐พ๐ช๐น๐พ๐ต๐พ๐ฑ ๐ฝ๐ฒ๐ฐ๐ช, ๐๐ท๐ช๐ด ๐๐๐ ๐ญ๐ช๐ท ๐๐ฎ๐ป๐ช๐ซ๐ช๐ฝ ๐๐พ๐ซ๐ฎ๐ป๐ท๐พ๐ป [3].
๐ข๐ฎ๐ต๐ฎ๐ผ๐ช๐ฒ~
__ADS_1