
"Ada Andre depan pagar" info Yanti saat menemui ku di perpustakaan, bergegas aku menghampirinya. "Aku kira dia bercanda" batinku tak percaya akan kata katanya ditelepon semalam. "Lama amat sih" teriaknya saat aku mendekati pagar, "Udah lebih dari 10 menit aku berdiri disini" keluhnya dengan mimik wajah lucu seperti anak kecil yang sedang ngambek, reflek aku tersenyum, "Kamu senang ya buat aku nunggu?" tanyanya kesal. "Nih" ucapku sambil memberikan minuman kaleng lewat sela sela pagar, "Udah baik kan?" tanyanya setelah minum dengan mengamati wajahku yang terhalang jeruji pagar, "Ya" jawabku singkat. "Rabu besok tanggal merah, kamu di asrama atau pulang kerumah?" tanya Andre pelan, "Di asrama" jawabku. "Aku ada pertandingan Basket, kamu nonton ya?" pintanya serius, "Basket?" batinku ragu, "Hei" tegur nya melihat ku melamun, "Dimana?" tanyaku memastikan jenis pertandingannya, "GOR" jawabnya yang buatku merinding, "GOR" ucapku dalam hati sambil mengingat kisah ku di GOR dengan Pongky, "Aku usahakan, makasih ya" jawabku sekalian pamit meninggalkan Andre yang masih di depan pagar.
"Halo" sapaku ditelepon, "Non" balas si penelepon yang langsung bisa ku tebak orangnya itu Indra, "Mbul" ucapku memanggil Indra dengan nama panggilan lapangannya. "Aku udah pulang Non" balas Indra memberitahu keberadaannya sekarang, "Rabu aku main ke asrama mu boleh?" tanyanya, "Rabu?" tanyaku balik karena ingat janjiku dengan Andre, "Aku ada acara" jawabku, "Acara apa?" tanya Indra menyelidiki, "Aku juga ada acara didekat asrama mu, mungkin setelah acara selesai baru mampir" jelas Indra mengisyaratkan jika acaraku tidak akan mengurung niatnya bertemu Rabu ini. "Oke, selesai acara aku hubungi" balasku, "Ponselmu udah aktif?" tanyanya menyindir kebiasaan ku yang tidak pernah membawa ponsel atau menghubungi orang lain. Indra tau persis perubahan drastis sifat dan sikapku, yang sekarang hidup dalam dunia dengan pemikiran ku sendiri, tidak membutuhkan apapun di dalamnya. Itu yang membuat aku tidak pernah mengaktifkan ponsel atau menghubungi siapapun, termasuk Papa meski dalam keadaan sulit. "Sampai ketemu Rabu besok Non" pamit Indra sebelum mematikan sambungan teleponnya.
__ADS_1
"Andre tanding hari ini ya?" tanya Yanti yang membuat aku curiga, "Hubunganmu dengan Andre itu apa?" tanyaku dengan muka serius untuk membuatnya panik, "Apa sih" balas Yanti yang masuk dalam perangkap ku, "Yudi, temannya Andre yang kasih tau, disuruh ingatkan aku untuk pastikan kamu datang ke pertandingan" jelas Yanti dengan nada bersalah dan memecahkan tawa kecilku. "Kok ketawa" ucap Yanti kaget melihat responku, "Wajahmu lucu" balasku sambil mencubit pelan pipi Yanti. "Jadi, kamu akan pergi kan ?" lanjut Yanti bertanya memastikan, "Iya, nih mau siap siap" jawabku sambil berjalan menuju kamar mandi. "Yuk" ajak Yanti yang sudah menunggu di depan Aula asrama, "Kita dijemput Yudi" ucap Yanti sambil menunjuk seorang laki laki yang berdiri di depan mobil SUV berwarna putih, "Itu yang namanya Yudi?" tanyaku saat berjalan menghampiri.
"Kita duduk diatas aja" pintaku ke Yanti saat masuk kedalam GOR, "Itu Andre" teriak Yudi menyemangati temannya yang mendengar dari lapangan menoleh ke arah kami. Sekilas aku melihat Andre tersenyum lepas melihatku berdiri dekat Yudi, "Senyumnya manis" batinku sambil membalas senyumnya. Akhirnya aku bisa lagi membalas senyum seseorang, meski hatiku sedih melakukannya. Babak pertama dimenangkan pihak lawan dengan skor tipis, "Hi" sapa Andre dari arah belakang sambil memegang pundak ku, "Hi" balasku kaget dan canggung karena Andre langsung duduk di samping tanpa melepas tangannya dipundak ku, "Modus merangkul namanya" batinku membaca sikapnya. "Put" sapa seseorang yang berjalan menghampiri tempat duduk ku, "Hi" balasku sambil berdiri menyambut uluran tangannya. Taehin, seniorku di tim POPDA angkatan Indra. "Kangen ya ma lapangan" goda Taehin sambil memegang lenganku, spontan Andre yang melihat langsung berdiri. "Indra mana?" tanya Taehin yang membuatku kaget, "Indra?" tanyaku balik, "Loh kamu gak sama Indra?" lanjut Taehin, "Indra datang kok, dia jadi tamu kehormatan kan" jelas Taehin yang didengar Andre. "Aku gak tau dia datang ke acara ini" jawabku sambil mengingat kata kata Indra ditelepon kemarin, "Acara ini yang dimaksudnya" batinku menyadari. "Kita kumpul dibawah yuk, banyak anak anak. Mereka pasti senang lihat kamu" ajak Taehin yang langsung menggandeng tanganku untuk berjalan, situasi aneh kurasakan dari tatapan mata Andre tapi aku tidak bisa menolak ajak kan Taehin. "Bentar ya" pamit ku ke Yanti, Yudi dan Andre yang kaget melihat akrabnya Taehin.
__ADS_1
"Kamu atlet basket ya Put?" tanya Yudi kaget, "Hmm" jawabku tersipu, "Andre shock" ucap Yudi cemas, "Shock?" tanyaku pelan, "Iya, Andre gak nyangka jika kamu seorang atlet nasional" jelas Yanti. "Awalnya mau buat kamu tersipu liat pertandingannya, ternyata malah dia yang tersipu tau kenyataannya" lanjut Yudi lemas.
Babak kedua dimenangkan tim Andre, saatnya babak penentuan. Sesekali aku melihat Andre melihat ke arahku dengan raut muka masam, "Lucu banget mukanya" batinku menghiraukan perasaannya sambil tersenyum. "Yeay" teriak Yudi ketika babak penentuan dimenangkan tim Andre, "Selamat ya" ucapku ke Yudi yang sangat bahagia dengan kemenangan temannya. "Non" sapa Indra dari arah sampingku, "Hei" balasku, "Kenalkan ini temanku Yudi dan ini Yanti" ucapku mengenalkan, "Kalo Yanti aku udah kenal" balasnya sambil menggoda Yanti yang tersipu. "Indra" ucap Yudi kaget, "Wah, idolaku" lanjut Yudi yang buat Yanti malu dan menyadarkan dengan menginjak kakinya. "Aww" teriak Yudi kesakitan. "Kita jalan sekarang?" ajak Indra yang reflek buat Yudi kaget, "Andre" ucap Yudi yang belum selesai sudah dipotong Yanti, "Hati hati ya" ucap Yanti sambil menganggukkan kepala dan senyum bahagia melihat aku dan Indra.
__ADS_1