Calon Pewaris.

Calon Pewaris.
Bagian 43.


__ADS_3

Habis makan mi pangsit, lanjut ke Asia King -- Swalayan ada di dekat Pajak Hongkong. Dulu Swalayan itu letaknya di lokasi Medan kota -- Asia Mega Mas. Sekarang sudah pindah di Kota Bingei. Swalayan ini tetap ramai, karena posisi dekat perpajakan banyak yang belanja dan sambilan juga belanja kebutuhan untuk rumah seperti Beras ; Minyak goreng ; Gula ; Jajanan untuk anak-anak ; Mainan ; semua lengkap. Bukan itu saja, selain Swalayan. Di tempat ini juga ada toko-toko kelontong sembako, seperti bahan-bahan buat bumbu adonan, atau kopi bubuk.


Alex dan Nisan sebagai pengikut setia saja. Tapi mereka berpencar. Tidak mungkin juga mereka berdua membuntuti Fira mulu. Pastinya Fira ke Swalayan tentu beli beberapa kebutuhan di rumah. Karena Alex tidak pernah masuk ke tempat ini, maka dia lihat-lihat. Kebetulan juga dia disuruh tanggung jawab memegang proyek yang akan dibangun nanti. Untuk lokasi pembangunan itu belum ditentukan, oleh karena itu sembari meng-review dan meng-survei isinya.


Kalau Nisan, dia malah menuju ke tempat minuman. Dia tidak beli apa-apa, beli minuman untuk menyegarkan dahaga tenggorokan. Sekaligus beli beberapa camilan untuk cadangan makanan di malam hari. Soalnya tiap malam suka lapar mendadak, belum lagi dapat panggilan itu juga mendadak. Jadinya dia sebagai asisten sopir tentu harus menjaga kesehatan.


Fira ke lantai dua, dia ke tempat bagian anak-anak. Ada beberapa akan dibeli. Seperti pelengkap bayi. Selama ini dia memang tidak memikirkan buat beli ini itu. Masa kehamilannya saja sudah membuat dia kerepotan. Siapa yang akan menemani dirinya buat belanja seperti ini. Ervan saja belum dipastikan kapan pulang. Mumpung ada dua manusia baik dan mau dijadikan pembantu. Jadi dia akan pergunakan mereka sebaik mungkin.

__ADS_1


Alex pun menaiki ke lantai dua, setelah usai melihat di lantai dasar. Dengan jalan pelan-pelan, sambil mengambil suatu benda, lalu diletakkan kembali. Kemudian berjalan lagi ke tempat lain, bertemulah dengan Fira yang sedang melihat benda ditangannya.


"Oh, tolong pegang ini dulu." Fira dengan sikap menyerahkan keranjang isinya sudah penuh kepada Alex.


Alex yang menatap keranjang banyak aneka produk berisi perlengkapan bayi. Terus Alex sempat nya pula melihat harga barang itu. Memang Fira beli tidak mahal-mahal. Tanpa komentar Alex menuruti saja lalu ikut Fira ke mana.


Sekarang Fira akan turun dari sana. Di tangan Alex memegang keranjang isi perlengkapan bayi, kemudian di tangan satunya lagi bungkusan pembalut. Nisan yang di sana mencari sosok majikannya. Baru saja dia akan naik ke lantai dua, dia sudah melihat Alex turun dalam penggerakan kayak robot. Nisan jelas ingin menertawakan tetapi ditahan. Soalnya Alex sudah memasang muka mau memakan Nisan secara hidup-hidup.

__ADS_1


Akan tetapi Nisan malah mengejek majikannya. "Calon Papa yang baik."


Alex langsung berikan bungkusan pembalut kepada Nisan. Nisan dengan sukarela terima saja. Di sana Fira mendorong troli belanjaan lagi.


"Barangnya taruh di sini saja. Kalian gak ada kesibukan di luar, kan?" Fira memerintah dan bertanya pada Alex dan Nisan.


"Tidak ada, Bu. Sini biar saya yang dorong," jawab Nisan.

__ADS_1


"Baguslah, soalnya ada banyak yang mau aku belanja," ucap Fira, hendak pergi ke beragam sabun.


__ADS_2