
Eve Lin adalah seorang yatim piatu berusia 39 tahun. Ayahnya meninggal 10 tahun yang lalu dan ibunya baru saja meninggal sebulan yang lalu. Tinggallah Eve seorang diri tanpa keluarga maupun kerabat yang lain karena begitu banyak kepahitan yang Eve dapat dari kerabat-kerabatnya bahkan dari kekasih yang meninggalkannya setelah menjalin hubungan selama 9 tahun dan memilih wanita lain dengan alasan karena lebih muda dari Eve.
Kehidupan bagai sebuah ilusi bagiku, ingin rasanya aku pergi dari kehidupan seperti ini.
Apa lebih baik aku pergi saja dari sini dan memulai kehidupan yang baru?
Kemana aku harus pergi?
Bagaimana aku bisa bertahan?
Kepada siapa aku harus bertanya?
Batin Eve terasa penuh dengan hal-hal yang tidak bisa dia ungkapkan kepada siapapun. Saat ini Eve merasa kalau hidupnya sangat hampa bahkan tidak ada gairah hidup lagi. Apa saja yang sudah dia peroleh selama hidup ternyata sangat tidak ada artinya apabila sudah tiba akhir hidupnya. Karena itu dia mengambil keputusan untuk menjadi pekerja di gereja tempat dia dan keluarganya dulu selalu beribadah.
"Apa kamu yakin Eve? Korea sangat jauh dan bahkan kamu ga bisa bahasa mereka." Tanya Pueng, satu-satunya teman kerja Eve.
"Yakin Pu."
"Aku mau melupakan semua kenangan burukku di kota ini dan memulai hidup baru di tempat yang baru."
"Ya, aku setuju dengan pemikiranmu yang ingin memulai hidup yang baru, tapi tidak berarti harus memulai semua yang baru di kota yang baru. Lagipula ini bukan hanya kota, tapi ini belahan negara lain Eve!"
Ya. Ketika Eve membulatkan hati untuk menjadi pekerja di gereja tempat dia ingin mengabdikan sisa hidupnya, sebulan kemudian dia mendapatkan tawaran sebagai pekerja sekaligus penerjemah di cabang gereja yang ada di Korea. Walaupun tidak mengerti bahasa Korea tapi Eve lumayan menguasai bahasa Inggris, karena gereja itu berskala internasional jadi lumayan banyak menggunakan bahasa Inggris.
"Kepala pendeta mengerti dengan keinginanku yang sangat sangat sangat ingin memulai hidup baru di tempat yang baru Pu. Karena itulah dia menawarkannya padaku lebih dulu dibanding yang lain, dan...tentu saja aku tidak menolak." Ucapku menjelaskan kepada Pueng yang sedang membantuku membereskan koper dan segala keperluanku.
"Hh..aku sudah ga bisa ngomong apa-apa lagi." Ucap Pueng sambil menghela nafas.
"Siapa tau di suatu hari yang cerah, saat sedang jalan-jalan di pinggiran kota Seoul yang tidak terlalu ramai orang, secara tidak sengaja aku bertemu dengan Alden"
__ADS_1
"Halah. Mulai. Alden lagi Alden lagi. Mana ada idola jalan-jalan sendirian di pinggiran kota?? Mimpi lha." Ucap Pueng yang sudah bosan mendengar Eve bercerita tentang Alden dan grup idolanya itu.
Alden Lee adalah salah seorang anggota grup idola yang menjadi idola favorit Eve sejak pertama kali Eve melihat grup itu tampil di Indonesia.
Ketampanan alami Alden dan juga sifat kalemnya itu membuat Eve jatuh cinta pada pandangan pertama pada Alden.
"Jadi setiap hari sekarang kamu belajar bahasa Korea? Kapan kamu berangkat kesana?"
"Minggu depan."
° ° °
Sementara itu di Seoul..
"Jadi Ayah mempunyai janji seperti itu Bu?" tanya seorang pria tua kepada seorang nenek.
"Kenapa Ibu baru menceritakannya sekarang? Lalu apa Ibu sudah menemukan jejak mereka?"
"Belum. Awalnya Ibu tidak setuju memenuhi janji Ayahmu karena selama ini kita selalu menjaga tradisi kita. Tapi Ibu terus saja merasa bersalah karena ini adalah salah satu keinginan terakhir Ayahmu sebelum meninggal. Karena itulah ibu merasa sudah saatnya Ibu memenuhi permintaan terakhirnya sebelum Ibu meninggal." Ucap nenek tua itu seraya menjelaskan.
"Pa, David juga sudah waktunya untuk memiliki pendamping hidup dan keluarga.." ucap istri pria itu.
"Benar Ma. Tapi bagaimana dengan tradisi leluhur kita? David adalah putra pertama, sesuai tradisi dia tidak boleh menikah dengan wanita di luar kita." jawab pria itu kepada istrinya.
"Karena alasan itulah Ibu tidak menyetujui janji Ayahmu saat itu. Tapi sekarang Ibu sudah semakin tua, Ibu tidak mau Ayahmu kecewa terhadap Ibu saat Ibu menemuinya suatu saat nanti. Karena itulah Ibu memanggil kalian hari ini dan memberitahu kalian." Ucap sang nenek.
"Ibu benar Pa..lebih baik kita turuti permintaan terakhir Almarhum Ayah. Lagipula kita berdua juga sudah tua Pa, Mama kepingin cepat gendong cucu. Ibu juga pasti ingin mempunyai cicit."
"Iya, Ibu juga berpikir sama seperti itu."
__ADS_1
"Bagaimana kalau cucu teman Ayah itu bukan wanita? Mungkin saja cucunya pria." ucap sang suami.
"Ibu sudah mengerahkan beberapa detektif untuk mencari keberadaan mereka. Semoga saja bisa segera ditemukan. Yang penting sekarang adalah kalian harus memberitahu David agar dia tidak terkejut nanti. Kalau memang cucu teman Ayah itu seorang wanita, pernikahan harus segera dilakukan tanpa menunda lagi."
"Baiklah. Ibu tidak usah kuatir, kami yang akan memberitahu David." Ucap sang anak dengan tegas.
"Dimana David sekarang? Segera minta dia pulang agar kalian bisa segera memberitahukan hal penting ini. Ibu tidak mau ke depannya ada masalah atau dia membawa wanita lain ke rumah hanya untuk menghindari pernikahan ini."
"David sedang sibuk konser Bu..aku akan menghubunginya sekarang agar dia langsung pulang ke rumah setelah konser selesai. Ibu tenang saja dan istirahat, lebih baik kami pulang sekarang dan menunggu David di rumah." Jawab sang menantu dengan bijak.
Di tempat lain di sudut kota Seoul, grup idola Star ** sedang mengadakan konser mini. Konser tersebut berjalan dengan mulus dan begitu banyak yang datang sehingga konser tersebut bisa dibilang sangat sukses.
"Syukurlah konser ini selesai dengan baik. Bagaimana kalau malam ini kita rayakan bersama di restoran favorit kita?" ucap salah seorang anggota grup itu.
"Maaf aku tidak bisa ikut dengan kalian malam ini, orangtuaku baru saja memintaku untuk langsung ke rumah mereka setelah selesai konser." Sahut David.
"Ada apa? Tumben orangtuamu menyuruhmu pulang setelah konser?" tanya anggota lain.
"Aku sendiri tidak tahu. Aku pulang duluan. Terima kasih semuanya, kerja bagus malam ini!" Ucap David sambil berjalan ke luar ruangan dan meninggalkan gedung konser melalui pintu belakang.
David Kim, usia 35 tahun, adalah salah satu anggota grup K-pop idol yang terkenal seantero jagat. Ketampanan dan pesona perfect bodynya membuat banyak wanita tergila-gila dengannya, ditambah lagi David Choi satu-satunya anggota grup yang terlahir dari keluarga konglomerat.
Sesampainya David di rumah orangtuanya..
"Apa?? Menikah??" Teriak David dengan kedua mata yang terbelalak.
__ADS_1