
Keesokan harinya..
"Pagi sekali kamu bangun kucing manyun?" Ucap David yang melihat Eve ada di dapur saat dia turun dari lantai dua.
"Heiissh. Namaku Eve. Bukan kucing manyun." Dumel Eve dengan wajah manyunnya.
"Tuh. Desis kayak kucing ditambah lagi manyun ngambek gitu." Jawab David dengan tawa senangnya melihat wajah Eve yang terlihat menggemaskan baginya.
"Aku tidak tau kebiasaanmu sehari-hari sarapan apa, jadi aku hanya buatkan ini untuk sarapan pagi ini." Jawab Eve sambil merapikan piring berisikan roti toast, telur goreng dan sosis.
"Hmm....tidak rugi aku membawa sekian banyak bahan masak." Ujar David yang tersenyum melihat sarapan yang tersedia di atas meja makan.
"Bagaimanapun juga tidak baik tidak sarapan pagi.." Jawab Eve sambil menuangkan jus orange ke gelas kosong untuk David.
"Jadi? Apa sudah terpikirkan bagaimana cara untuk menyelesaikan masalah bulan madu?" Tanya Eve.
"Sudah. Kamu pasti akan suka dengan kejutan yang kusiapkan saat kita pergi kesana nanti."
"Apa?"
"Bukan kejutan namanya kalau kuberitahu sekarang.."
"Mm...apa hari ini kamu akan bertemu dengan Alden?" Tanya Eve dengan pelan.
"Ya. Dengan yang lain juga. Kenapa?"
"Aku membuatkan sesuatu untuk Alden..apa boleh aku titip untuk di berikan padanya?" Tanya Eve dengan sangat berhati-hati.
Mendengar hal itu David langsung menaruh peralatan makannya dan menatap Eve dengan tatapan yang aneh.
"T-tidak usah bilang itu dariku, bilang saja dari fans nya."
"Bagaimana mungkin dia percaya kalau aku bertemu dengan fans nya lalu fans nya menitipkan sesuatu untuk dia?"
"Ah..benar juga....tidak usah kalau begitu.." Jawab Eve dengan lemas dan raut wajahnya terlihat kecewa dan sedih.
"Ehem! Apa yang mau kamu berikan?" Tanya David ketika melihat Eve sedih.
"Sandwich..." Jawab Eve dengan tidak semangat.
"Untukku tidak ada?" Tanya David dengan malu-malu.
"Ada. Sudah aku siapkan juga sandwich untukmu. Tapi kalau kamu tidak mau ga pa pa..."
"Aku mau." Jawab David spontan hingga Eve menatapnya dengan sedikit terkejut.
"Ah maksudku, ga pa pa. Aku akan bawa sandwichnya itu."
__ADS_1
"Baik lah..." Jawab Eve kembali tidak semangat.
"Untuk Alden juga akan kubawakan." Ucap David dengan pelan.
"Sungguh??" Tanya Eve dengan semangat dan senyumannya pun merekah kembali.
"Iyaa. Mana? Aku sudah harus berangkat sekarang." Jawab David yang sedikit kesal tapi sedikit senang saat melihat Eve kembali tersenyum.
"Tunggu sebentar." Jawab Eve yang langsung bergegas menyiapkan bekal sandwich untuk David dan Alden.
Beberapa menit kemudian..
"Belum selesai? Aku sudah harus berangkat lho ini..." Tanya David yang sudah selesai bersiap dan berdiri menunggu di pintu garasi.
"Sudah selesai. Yang ini untukmu dan yang ini untuk Alden." Ucap Eve sambil menyerahkan dua kotak bekal pada David.
"Emang isinya beda?"
"Tidak. Isinya sama."
"Lalu kenapa di pisah?"
"Iiih. Bawel. Pokoknya yang ini untuk Alden. Okey? Thank You." Dumel Eve sambil menunjuk ke arah kotak bekal di tangan David.
"Ck. Dasar kucing manyun bawel. Aku pergi." Sahut David yang membuka pintu garasi.
"Hati-hati di jalan." Jawab Eve yang tersenyum dengan bahagia sambil melambaikan tangan ke arah David.
° ° °
"Iya." Jawab David singkat sambil melihat isi kotak bekalnya.
"Wo ho..sandwich! Kesukaanku. Thanks Bro." Sahut Alden yang terkejut saat membuka kotaknya.
Raut wajah David mulai berubah saat melihat isi kotak bekal Alden berisikan banyak sandwich sedangkan kotak bekalnya hanya berisikan 3 sandwich.
"Semuanya, ayo sarapan sandwich dulu." Teriak David sambil menunjuk sandwich di kotak yang ada di tangan Alden.
"Lha? Jadi ini bukan untukku semua?" Tanya Alden dengan senyuman bingung saat anggota lain berlari menghampirinya.
"Sory Bro, aku berubah pikiran." Jawab David sambil menepuk bahu Alden.
"Yaissh! Sisakan satu untukku!" Teriak Alden saat melihat sandwichnya sudah hampir ludes di ambil semua oleh anggota-anggota yang lain.
__ADS_1
Dasar cewek manyun. Bisa-bisanya dia membuatkan sandwich untuk Alden lebih banyak dan terlihat lebih enak. Batin David sambil menyembunyikan sandwich miliknya di balik jaketnya.
"Manajer, ada hal yang mau kubicarakan." Ucap David pada sang Manajer yang berdiri tidak jauh darinya.
Beberapa menit kemudian...
"Apa kamu serius David?" Tanya sang Manajer yang terlihat terkejut tapi juga tersenyum bahagia setelah mendengar sesuatu dari David.
"Aku serius. Tolong beritahukan pada yang lain." Jawab David sambil menepuk-nepuk bahu sang Manajer.
"Okey. Ayo segera mulai latihan kalian." Jawab sang Manajer.
° ° °
"Sudah pulang? Bagaimana?" Tanya Eve yang menyambut di depan pintu saat David baru saja pulang.
Melihat Eve yang tersenyum bahagia menyambutnya saat baru pulang, tanpa sadar David pun ikut tersenyum.
"Hari ini cukup melelahkan karena latihan dari pagi.." Jawab David sambil melepas sepatunya.
"Lalu apa Alden menyukai sandwichnya? Bagaimana menurutnya?" Tanya Eve dengan penuh semangat.
Tiba-tiba David terdiam setelah mendengar pertanyaan Eve.
"Aku tidak bertanya dia suka atau tidak, jadi aku tidak tau." Jawab David dengan nada sedikit ketus.
"Ooh...baik lah..mungkin buatanku tidak enak..ha ha" Ucap Eve dengan raut wajah sedih tapi memaksakan senyum.
"Sandwich buatanmu enak. Dan tadi kulihat sandwichnya habis, jadi kurasa Alden suka sandwich buatanmu." Ucap David sambil mengusap rambut kepala Eve.
"Sungguh? Sekian banyak sandwich itu habis? Syukurlah kalau Alden sukaaa..." Sahut Eve yang kembali semangat dan tersenyum girang.
"Ah! Kenapa sandwich ku berbeda dengan punyanya? Tadi pagi kamu bilang sama saja. Dan lagi, kenapa porsinya lebih banyak dari punyaku?" Tanya David dengan nada kesal.
"Kan sama-sama namanya sandwich? Hanya saja Alden lebih suka yang itu, dan lagi Alden pasti membaginya dengan Spark atau yang lain. Karena itu aku buatkan lebih banyak."
"Lalu yang punyaku?"
"Yang untukmu memang ku buatkan khusus karena yang ku tau kamu lebih suka makanan yang sehat, jadi itu khusus untukmu semua, tidak untuk di bagi ke yang lain."
Mendengar Eve yang menjawab jujur dengan kepolosannya itu seketika membuat kekesalan tidak jelas yang David rasakan sejak pagi itu langsung menghilang.
Jadi punya Alden untuk di bagi ke yang lain juga. Sedangkan yang aku ga boleh di bagi ke yang lain? Sebegitu posesifnya dia terhadapku?
David yang berjalan menuju tangga mulai tersenyum bahagia saat terlarut dalam pikiran-pikirannya sendiri.
"Apa ada masalah?" Tanya Eve yang heran melihat David dan mengikutinya dari belakang.
__ADS_1
"Tidak.Ah ada! Lain kali kamu harus minta ijinku dulu kalau mau membuatkan sandwich atau apapun untuk Alden. Ah salah, untuk siapapun juga. Mengerti?" Ucap David yang tiba-tiba berbalik lalu meraih tengkuk leher Eve dan mendekatkan wajahnya ke arah Eve.
"I-iya..." Jawab Eve.