Calon Suamiku Teman Idolaku

Calon Suamiku Teman Idolaku
Pilihan Tepat


__ADS_3

Malam itu, David pergi seorang diri untuk menemui kepala pendeta di gereja. Karena takut diketahui orang lain, David mengenakan topi dan masker serta kacamata bolong.


¹Pak Pendeta, maaf kalau saya mengganggu malam-malam begini. Saat ini saya membutuhkan saran dari Anda." Ucap David yang duduk di hadapan kepala pendeta.


"Tidak apa-apa Nak David..jadi apa yang bisa Bapak bantu?"


"Pak Pendeta, saya mau bertanya. Apabila pria dan wanita terikat dalam sebuah pernikahan yang bukan atas dasar cinta, apakah mereka di ijinkan berhubungan layaknya suami istri dan memiliki anak?"


"Bukankah saat mereka menikah itu sudah disebut sebagai pasangan suami dan istri..? Apabila sudah sah menikah berarti mereka boleh melakukannya. Dan tentu saja boleh memiliki anak.. " Jawab kepala pendeta dengan senyuman.


"Walaupun tidak ada cinta di antara mereka?"


"Lalu atas dasar apa mereka mau menikah..?" tanya kepala pendeta.


"Itu......." David tidak bisa mengatakan lebih jauh lagi sehingga akhirnya dia memilih untuk diam.


"Nak David..apabila sudah sah menikah, kalau kedua pihak sama-sama setuju untuk melakukan hubungan layaknya suami istri dan memiliki anak, tentu saja itu di ijinkan. Jadi akan lebih baik apabila hal ini di bicarakan berdua sebelum menikah." Jawab kepala pendeta dengan pelan dan bijaksana.


"Terima kasih Pak Pendeta." Ucap David.


Sementara itu di depan gereja..



"Hm? Mobil hitam ini? Bukannya ini mobil yang tidak tahu aturan waktu itu? Kenapa bisa ada di sini?" Ucap Eve yang baru saja selesai membereskan ruang dalam gereja untuk keperluan ibadah besok pagi.


"Waktu itu aku juga melihat mobil ini di halaman rumah Jasmine. Sekarang di halaman gereja. Tapi aku sama sekali tidak pernah melihat pengemudi mobil ini." Gumam Eve sendiri sambil menempelkan tangannya ke arah jendela mobil hitam itu seraya melihat ke arah dalam mobil itu.


"Kaca mobil ini gelap sekali..." ucap Eve sambil terus berusaha melihat ke dalam mobil itu.


"Ya, sama sekali tidak terlihat dari luar..." Suara seseorang yang meneruskan perkataan Eve.


"Benar, kenapa tidak kelihatan apa-apa?" sahut Eve meneruskan perkataan orang itu tanpa menyadari bahwa ada orang lain di sana.


Sedetik kemudian Eve terdiam dan baru menyadari ada seseorang yang sedang bermain kata terusan dengannya saat itu. Eve memundurkan kepalanya dari kaca mobil itu sambil melirikkan matanya ke arah kirinya.


Dan benar saja, ternyata David sedang berdiri tepat di samping Eve sambil melipat kedua tangannya di dada. Sontak hal itu membuat Eve langsung kaget dan reflek dia berteriak minta maaf dan langsung berlari meninggalkan tempat itu tanpa melihat David sedikit pun.


"Gadis yang aneh. Ssh, kenapa sepertinya aku pernah melihat gadis itu sebelumnya? Tapi dimana aku melihatnya?" Gumam David sambil membuka pintu mobilnya lalu masuk dan melaju pergi.


Di waktu yang bersamaan. Di rumah kediaman Choi...


"Sungguh??" Teriak Jasmine.


"Jasmine. Kecilkan suaramu. Nenek sedang beristirahat di kamar." Tegur Tuan Kim dengan pelan.

__ADS_1


"Maaf Pa."


"Ma, apa itu benar? Eve adalah cucu teman Kakek?" tanya Jasmine dengan mata yang membulat berbinar gembira.


"Benar sayang...tapi rahasiakan dulu dari Kakakmu ya..Nenek dan Papamu yang akan memberitahu Kakakmu dan juga Eve."


"Waaah. Waaah. Waaaah.......Jasmine masih shock. Ternyata benar ga ada yang mustahil. Eve akan jadi Kakak ipar Jasmine Ma. Waaaahhh"


"Apa kamu senang mendengar itu..?"


"Tentu saja! Eve wanita yang baik. Kak David beruntung bisa dapat istri seperti dia."


"Mama terpikirkan sesuatu untuk mereka berdua setelah menikah nanti.."


"Apa itu Ma?"


"Sini, Mama bisikkan supaya Papamu tidak mendengar..."


"Papa juga ga mau dengar Ma..." sahut Tuan Kim sambil tersenyum tipis saat melihat istri dan anak perempuannya sedang berbisik-bisik sambil tertawa bahagia seolah sedang merencanakan sesuatu.


"Hi hi hi hi. Jasmine setuju Ma! Duuuh. Jasmine uda ga sabar lihat mereka menikah Ma. Hi hi hi"


"Waaaah..untung saja ada Papa Mama juga. Seandainya cuma ada kamu yang Kakak lihat duduk di sofa ini sambil tertawa cekikikan gitu...Kakak pasti akan langsung memanggil jasa Ghostbuster." Ucap David yang baru saja pulang dan melihat keluarga nya sedang berkumpul di ruang tengah.


"Iiiiiih! Kak David."


"Bahagia kenapa?" tanya David yang perlahan duduk di belakang Nyonya Kim.


"Iiih. Ke po" jawab Jasmine sambil tersenyum tipis.


"David..berapa hari kamu akan tinggal disini sayang?" tanya Nyonya Kim.


"Hari Sabtu depan David sudah harus pulang Ma, jadwal David selanjutnya akan mulai penuh tiap harinya."


"Kak David, besok pakai baju yang paling rapi ya..yang paling bagus. Pokoknya Kakak harus tampil ganteng besok."


"Hm? Kenapa? Bukannya Kakak memang biasanya ganteng?" ucap David seraya mengganggu adiknya.


"Iiih. Ya deh yaa....tapi besok Kakak pokoknya harus tampil yang paling ganteng." sahut Jasmine.


"Kenapa memangnya kamu minta Kakak tampil ganteng?"


"Besok Jasmine mau ajak Kakak kenalan sama seseorang. Hi hi hi"


"Siapa?"

__ADS_1


"Teman baru Jasmine."


"Gadis yang di foto kemarin itu?"


"Ya! Cantik kan? Kalo Kakak lihat aslinya pasti lebih cantik lagi"


"Cantik. Tapi bukan tipe Kakak."


"Iiih. Pokoknya Kakak harus suka."


"Dih. Kok maksa."


"Iiiih. Kak Daviiid."


"Sudah, sudah kalian berdua. Sudah malam, ayo cepat istirahat. Besok kita harus berangkat pagi." Ucap Tuan Kim sambil berdiri dan beranjak dari sana.


"Kalian berdua ini kalau sudah bertemu selalu saja...ayo cepat istirahat." sahut Nyonya Kim yang tersenyum sambil menggeleng-gelengkan kepala karena melihat keakraban kedua anaknya.


° ° °


Keesokan harinya..


"David, kamu berangkat sendiri saja. Nenek akan berangkat satu mobil dengan Papa Mama dan Jasmine." ucap Tuan Kim saat mereka semua sedang bersiap berangkat ibadah pagi.


"Ok Pa." jawab David singkat.


Sesampainya di gereja, cukup banyak gadis-gadis yang berkerumun duduk dekat David. Namun seperti biasanya, ibadah di lakukan dengan kusyuk dan berjalan dengan sempurna. Hingga waktu ibadah selesai...


"Nenek, itu Eve Nek. Bagaimana menurut Nenek?" Jasmine yang duduk di sebelah sang Nenek menunjuk ke arah Eve yang sedang membereskan peralatan ibadah di meja yang ada di depan.


"Ajak Nenek berkenalan dengannya..." ucap sang Nenek.


Tidak lama kemudian Jasmine meminta Eve untuk ikut dengannya ke taman gereja, dimana sang Nenek sudah duduk di sana sedang menunggu kedatangannya.


"Nenek, ini Eve. Eve, ini Nenekku." ucap Jasmine seraya memperkenalkan mereka.


"Hallo Eve.." ucap sang Nenek sambil hendak berdiri.


"Nenek duduk saja...tunggu sebentar, Eve akan segera kembali Nek." sahut Eve yang membantu sang Nenek untuk kembali duduk kemudian berlari masuk ke dalam.


Jasmine dan sang Nenek yang tidak mengerti kenapa Eve tiba-tiba pergi pun hanya bisa terdiam menunggu di sana sambil saling bertatapan kebingungan.


Tidak lama kemudian, Eve kembali dengan membawa sebuah selimut dan langsung menaruhnya di pangkuan sang Nenek.


"Maaf sudah membuat Nenek menunggu...di luar udaranya cukup dingin, lebih baik Nenek memakai ini supaya tetap hangat." ucap Eve yang membentangkan selimut itu hingga menutupi paha dan lutut sang Nenek.

__ADS_1


"Terima kasih sayang..." ucap sang Nenek yang memandang Eve dengan penuh haru.


'Sayang...aku sudah menemukan cucu temanmu. Dan apa sayang tahu? Gadis ini memiliki hati yang sangat baik dan tulus. Sepertinya pilihanmu memang tepat untuk David." Ucap sang Nenek dalam batinnya.


__ADS_2