Calon Suamiku Teman Idolaku

Calon Suamiku Teman Idolaku
Asisten Pribadi


__ADS_3

Kira-kira setengah jam kemudian makanan yang di pesan oleh David untuk makan malam pun tiba.


Tok Tok Tok


"Makan malam sudah siap. Ayo keluar dan makan." Ucap David yang mengetuk pintu kamar Eve.


CEKLEK


Eve yang sudah berganti baju pun keluar dari kamarnya dan berjalan mengikuti David ke arah meja makan.


"Jadi ini rencanamu untuk menggagalkan rencana bulan madu dati Mama? Dengan mengajak mereka ikut ke sini?" Tanya Eve sambil menyantap makanannya dengan perlahan.


""Ya. Dengan begitu kita bisa beralasan kalau aku sibuk syuting acara kebersamaan dengan mereka setiap hari. Sebenarnya memang sudah ada rencana grup kami akan mengadakan syuting seperti ini beberapa bulan ke depan, jadi ku minta ke Manajer untuk di adakan sekarang."


"Apakah tidak apa-apa kalau mereka tau tentangku?"


"Tidak apa-apa, mereka semua taunya kamu adalah sepupu jauhku. Jadi jangan sampai salah bicara."


"Aku mengerti.."


° ° °


"Apa hari ini kalian akan syuting di luar?" Tanya Eve saat sarapan bersama David.


"Ya, kami akan berjalan keliling kemudian ke pantai." Jawab David.


"Bolehkah aku ikut?"


"......" David hanya diam menatap Eve yang duduk di depannya.


"Bolehkah..? Aku janji tidak akan mengganggu kalian.." Tanya Eve lagi dengan wajah memelas.


"Baiklah. Kamu boleh ikut. Tapi dengan syarat..."


"Apa syaratnya?"


"Kamu harus berlaku menjadi asistenku."


"Asisten? Aku tidak mengerti pekerjaan asisten artis."


"Gampang...intinya kamu harus menyediakan semua keperluanku, misal aku haus ya kamu harus sediakan air minum untukku." Ucap David sambil tersenyum dan melanjutkan sarapannya.


"Hah..? Kenapa rasanya seperti jadi baby sitter gitu sih?"


"Sembarangan. Itu tugas asisten memang begitu. Ah satu lagi..kamu harus mendengarkan perintahku juga. Paham?"


"Iya..paham.." Jawab Eve dengan wajah manyunnya.

__ADS_1


"Ayo cepat makannya kucing manyun. Satu jam lagi kita kumpul dengan mereka."


"Iya iyaa..."


"Mm..Alden juga pasti ikut kan?" Tanya Eve dengan senyuman malu-malu bahagia.


"Dasar kucing manyun. Atau lebih baik kamu tidak usah ikut ya?" Jawab David tiba-tiba dengan nada kesal.


"Kenapaaa? Apa salahku? Pokoknya aku mau ikut." Rengek Eve.


"Ingat baik-baik ya. Kamu itu asistenku, jadi saat aku di luar frame kamera kamu ga boleh jauh-jauh dariku. Paham?"


"Iya paham.."


° ° °


"Semuanya ayo kumpul." Teriak sang Manajer.


Pandangan Eve yang tidak lepas dari Alden itu seketika terhalangi oleh tampak punggung David yang tiba-tiba berdiri tepat di depannya.


Heissh. Cowok ini kenapa sih? Sudah enak-enak berdiri di sebelah sekarang malah pindah ke depan. Aku kan ga bisa lihat Alden kalo dia terus saja menghalangi begini. Dasar cowok menyebalkan. Dumel Eve dalam hatinya saat David berulang kali menghalangi pandangannya dengan berdiri di depannya.


"Kalian sudah kenal ini adalah Eve, sepupu David. Hari ini dia juga akan ikut dengan kita." Ucap sang Manajer yang menarik Eve dari belakang David dengan pelan seraya memperkenalkannya.


"Ha-hallo semuanya.." Sahut Eve melambaikan tangan kanannya sambil tersenyum menatap ke para anggota grup yang berkumpul di depannya itu.


"Hai, namaku Sparke Lee, senang berkenalan denganmu." Ucap Sparke yang mengulurkan tangan kanannya untuk berkenalan dengan nada pura-pura seriusnya.


"Hai Sparke..kamu tetap terlihat lucu walaupun berpura-pura serius seperti itu." Jawab Eve yang menjabat tangannya sambil tersenyum melihat kelucuan Sparke.


"Waaah..sepertinya kamu salah Nona, yang paling lucu itu adalah aku. Kenalkan, aku Jeremy." Ucap Jeremy yang mendorong Sparke dari samping lalu menjabat tangan Eve sambil tersenyum tipis.


"Hallo Jeremy..kamu juga lucu dan manis." Jawab Eve sambil tersenyum.


"Hallo Eve, aku Matt, akulah anggota yang paling lucu di antara mereka." Ujar Matt yang tiba-tiba menarik Jeremy ke arah belakang lalu menjabat tangan Eve.


"Hallo Matt.." Jawab Eve yang berusaha menahan tawanya dengan satu tangan menutup bibirnya.


"Ya ya, kalian semua membuatnya takut. Hai, aku Nathan. Anggota termuda tapi terdewasa di sini." Ucap Nathan yang berdiri di antara Eve dan Matt sambil melambaikan tangannya ke arah Eve.


"Hai Nathan.." Sahut Eve sambil melambaikan tangannya dan tersenyum ke arah Nathan.


"Ayo ayo sudah cukup kalian semua. Ayo sekarang kita mulai acara kelilingnya." Ucap sang Manajer sambil menepuk-nepukkan tangannya lalu mulai berjalan ke luar villa.


"Hai Eve..apa kamu sudah sehat hari ini?" Tanya Alden yang tiba-tiba berada di sebelah Eve sambil tersenyum menatap Eve.


"Ha-hai Alden..a-aku sudah sehat hari ini. M-maafkan aku tentang semalam.." Jawab Eve dengan gugupnya karena berada sangat dekat dengan Alden.

__ADS_1


"Tidak perlu meminta maaf, syukurlah kamu sudah membaik." Ucap Alden sambil menatap dengan senyuman manisnya.


"Dia baik - baik saja setelah di beri makan yang banyak." Sahut David yang menarik lengan Eve ke arah sampingnya hingga menjauh dari Alden.


"Hahahaha. Jangan sampai kamu lupa memberinya makanan David." Jawab Alden.


"Justru dia yang seharusnya menyediakanku makanan. Itu tugasnya sebagai asisten." Sahut David sambil menatap ke arah Eve dengan menyipitkan mata yang di balas dengan tatapan Eve yang kesal.


"Asisten?" tanya Alden kebingungan.


"Yup. Dia asistenku selama kita di sini."


Mendengar hal itu Alden hanya tersenyum dan tidak mengatakan apa-apa lagi.


Dasar cowok menyebalkaaaan! Kenapa dia harus berkata seperti itu ke Alden sih? Padahal ini kesempatanku untuk berbincang dengan Alden tadi. Huuh. Mengganggu saja. Dumel Eve dalam hatinya saat melihat Alden yang sudah berjalan menjauh di depannya.


"Apa kamu sedang mengumpatku dalam hati kucing manyun?" Tanya David yang mengucel-ucel rambut kepala Eve.


"Iiiihh" Dumel Eve yang menangkis tangan David dari atas kepalanya lalu merapikan kembali rambutnya.


"Apa?" Tanya David saat Eve menatapnya dengan mata yang menyipit kesal.


"Kemarin aku pingsan bukan karena kelaparan. Huuh."


"Oooh..begitu. Kukira karena kucing manyunku kelaparan karena perjalanan jauh makanya pingsan.." Jawab David sambil tersenyum tipis seraya mengganggu Eve.


"Heiissh. Sudah kubilang bukan karena itu! Aku pingsan karena Alden."


"Ooh...jadi karena Alden makanya kamu pingsan. Okey, akan kuberitau Alden supaya jauh-jauh darimu supaya kamu ga pingsan lagi."


"Lhe, bukan begituuu. Bukan gara-gara dekat Alden aku pingsan.."


"Tadi kamu bilang karena Alden. Sekarang bukan gara-gara dia. Yang mana yang benar?"


"Hiiih! Maksudku bukan begituuu. Duuh. Susah menjelaskan sama cowok nyebelin kayak kamu. Dah lah." Ketus Eve sambil memanyunkan wajahnya.


"Pokoknya jangan bilang apa-apa ke Alden." Ucap Eve dengan ketusnya mengancam David.


"Intinya jangan dekat-dekat Alden lagi kalau kamu ga mau pingsan lagi." Ucap David sambil menekan kepala Eve dengan telapak tangan kanannya sambil menatap Eve dengan serius.


"Aku tidak akan pingsan lagi meskipun dekat Alden." Jawab Eve yang menepis pelan tangan David.


"Ingat baik-baik. Kamu adalah asistenku hari ini. Jadi kamu dilarang jauh - jauh dariku. Mengerti?"


"Hish. Iya iya, ga usah di ulang terus juga aku sudah ingat."


Kenapa aku sedikit kesal melihat kucing manyun ini dekat - dekat dengan Alden? Batin David.

__ADS_1


__ADS_2