Calon Suamiku Teman Idolaku

Calon Suamiku Teman Idolaku
Deal!


__ADS_3

"Apa kamu yakin itu adalah Kakek Nenekmu Nak..? Apa kamu pernah bertemu dengan mereka sebelumnya..?" tanya sang Nenek.


"Ya itu mereka. Itu adalah Kakek dan Nenek Eve dari almarhum Papa. Saya tidak pernah bertemu dengan mereka. Almarhum Papa bilang mereka meninggal sejak Papa masih muda, karena itu yang tersisa hanya foto-foto mereka yang selama ini selalu disimpan oleh almarhum Papa."


"Ada apa dengan foto itu? Bagaimana foto mereka bisa ada disini?" tanya Eve dengan kebingungan.


"Anak yang ada dalam foto itu adalah Ayahmu Nak..." sahut sang Nenek dengan pelan.


"Dan almarhum Kakekmu adalah teman dari almarhum Suami Nenek.."


"......" Eve hanya diam dan mengulurkan tangannya yang bergetar pelan untuk meraih foto yang ada di tangan Nyonya Kim itu.


"Jadi ini adalah Papa...?" Suara dan kedua tangan Eve mulai bergetar saat memandang foto yang sudah ada di tangannya. Dan tanpa dia sadari, air matanya mulai mengalir di pipinya.


"A-apakah foto ini boleh untuk saya...?" tanya Eve dengan berlinang air mata karena tidak bisa menahan rasa rindunya terhadap mendiang Ayahnya.


"Boleh sayang..." ucap Nyonya Kim dengan lembut setelah sang Nenek menganggukkan kepala seraya mengijinkan.


"Terima kasih...Terima kasih.." Dengan bahagia Eve langsung memejamkan mata dan memeluk foto itu di dadanya.


Nyonya Kim dan Jasmine yang ada di sebelah Eve langsung memeluknya dan memberikan tisu untuk menyeka air matanya.


"Apa yang terjadi sebenarnya Pa?" bisik David kepada Tuan Kim yang duduk di sebelahnya.


"Dengarkan dulu sampai selesai." jawab Tuan Kim dengan pelan.


"Eve...apakah mendiang Ayahmu pernah memberitahu tentang perjodohanmu dengan keluarga ini?" tanya sang Nenek setelah melihat Eve kembali tenang.


"P-perjodohan? Tidak. Tidak pernah."


"Eve...almarhum Kakekmu pernah membantu menyelamatkan mendiang suami Nenek. Dan untuk membalas hutang budi itu, mereka mengikat janji untuk menikahkan cucu mereka supaya dua keluarga bisa menjadi satu." Ucap Nenek.


"Cucu? M-maksud Nenek? Saya dan..??"


"Ya. David, cucu Nenek." jawab sang Nenek dengan tegas.


"T-tapi ini tidak masuk akal. Kenapa saya harus menikah dengan cucu Nenek hanya karena janji yang saya bahkan tidak pernah tahu?"

__ADS_1


"Nak Eve...almarhum suami Nenek selama ini menutupi perihal janji itu dan baru mengungkapkannya tepat sebelum dia meninggal. Karena inilah Nenek mau memenuhi permintaan terakhirnya dengan menikahkan kalian secepatnya.."


"Tapi kami berdua bahkan tidak pernah mengenal, tidak saling mencintai. Bagaimana mungkin kami menikah?"


"Eve sayang...Nenek hanya ingin memenuhi permohonan terakhir dari mendiang suaminya..apa kamu tidak mau membantu kami..? tanya Nyonya Kim dengan lembut sambil menggenggam tangan kanan Eve.


"Benar Eve..tolong bantu memenuhi permintaan terakhir Kakekku Eve. Apa kamu tega kalau permintaan terakhir Kakekku tidak terpenuhi?" sahut Jasmine yang memegang tangan kiri Eve.


"Nak..bisakah kamu membantu?" tanya Tuan Kim.


"T-tapi Tuan, Nyonya..kalaupun saya setuju menikah, putra kalian belum tentu menyetujui pernikahan ini."


"David sudah setuju." sahut Tuan Kim.


"Hah??" Eve terkejut mendengar hal itu.


"David sudah setuju Nak, tapi dengan syarat kalau pernikahan kalian tidak diketahui publik dulu. Bukan bermaksud buruk terhadapmu Nak Eve. Hanya saja David masih mau melanjutkan karir dalam dunia keartisannya." Tuan Kim menjelaskan.


"Apa kamu tidak keberatan apabila seperti itu Eve..?" tanya Nyonya Kim yang menatapku dengan lembut.


"Apakah saya boleh berbicara berdua saja dengan David?" tanya Eve.


"Tentu saja. David, ajak Eve ke ruang kerja Papa agar kalian bisa berbicara berdua." ucap Tuan Kim.


"Ya Pa. Sebelah sini." David berdiri dan berjalan menuju sebuah pintu berwarna coklat yang berada tidak jauh dari ruang tengah tersebut.


Di dalam ruang kerja Tuan Kim...


"Jadi, apa yang mau kamu bicarakan?" tanya David sesaat setelah menutup pintu.


"Pertama-tama yang mau aku ketahui, kenapa kamu bersedia menerima perjodohan ini?"


"Karena mereka adalah Nenek dan orangtuaku. Ditambah lagi ini adalah permintaan terakhir mendiang Kakekku."


"Hanya karena itu? Tapi kita sama sekali tidak pernah kenal atau tau tentang satu sama lain. Dan pastinya aku bukan wanita yang cocok untuk menjadi istri seorang David Kim. Bagaimana kamu bisa semudah itu menerima perjodohan ini?"


"Semua yang kamu katakan benar. Tapi kamu salah tentang kamu bukan wanita yang cocok untuk seorang David Kim. Yang benar adalah kamu bukan tipeku. Ya. Tipeku itu wanita yang berbeda 180 derajat denganmu. He em." Jawab David yang melipat kedua lengannya di dada sambil mengangguk-anggukkan kepala.

__ADS_1


"Heissh. Kamu juga bukan tipeku. Idolaku itu Alden Lee." Jawabku tidak mau kalah.


"Alden? Oh bagus.. Belum menikah saja kamu sudah mengagumi pria lain di depan calon suami sendiri." Eh, kenapa aku harus marah sampai berkata begini? Batin David sesaat setelah mengatakan hal itu.


"Lalu kenapa? Calon suamiku teman idolaku. Apa yang salah dengan mengidolakan orang lain? Apa aku wajib mengidolakanmu, calon suami?" tanya Eve dengan menaikkan satu alisnya.


"Ha ha. Siapa juga yang mau di idolakan olehmu, calon istri? Terserah kamu mau mengidolakan siapa, tapi tidak boleh anggota grupku." Jawab David yang berbalik menatapku sambil menyipitkan kedua matanya.


"Idolaku satu-satunya adalah Alden! Terserah aku dong! Alden juga pasti tidak keberatan kalau aku mengidolakannya."


"Hah! Semua anggota grup itu adalah saudaraku. Lagipula aku lebih mengenal Alden daripada kamu, jadi aku tau jauh di lubuk hatinya Alden pasti keberatan punya idola sepertimu."


"Iishh. Aku baru tau sifat asli David Choi ternyata seperti ini. Jasmine ternyata benar tentangmu. Sudahlah. Aku malas berdebat denganmu. Kembali ke pokok utama masalah kita."


"Sama. Aku juga malas berdebat denganmu."


"Lalu mengenai pernikahan yang tidak mau tersebar ke publik?"


"Ya itu. Karena aku masih terikat dengan manajemen artis dan kontrak-kontrak lain. Kalau sampai hal mengenai aku menikah denganmu yang bukan kalangan artis ini sampai tersebaaar...karirku sebagai artis dan komtrak-kontrakku yang lain bisa terancam. Bahkan kamu sendiri juga bisa terancam."


"Karena fans-fans mu? Atau karena media?"


"Bisa jadi apa saja. Entahlah."


"Jadi? Apa keputusanmu?"


"Lalu....kalau kita menikah..bagaimana mengenai yang itu......." tanya Eve yang tidak bisa melanjutkan kata-katanya sendiri.


"Itu apa?" tanya David yang bingung.


"I-itu...masalah tidur. Aku tidak mau tidur di satu kamar denganmu."


"Tidur? Ah..jangan kuatir, di rumahku ada dua kamar. Aku juga tidak mau tidur satu kamar denganmu. Tenang saja. Bagiku pernikahan ini hanya untuk sekedar memenuhi permohonan terakhir Kakek dan juga untuk membahagiakan Nenek dan orangtuaku." Ucap David menjelaskan.


"Sungguh? Baik lah kalau begitu. Aku setuju."


"Ok. Deal! Kalau begitu pembicaraan kita sudah selesai. Ayo berikan jawabanmu kepada mereka."

__ADS_1


__ADS_2