
Begitu keluar dari kamar mandi, David melihat Eve yang berpakaian piyama putih sudah dalam posisi tidur di atas sofa dengan posisi wajah menghadap ke arah jendela.
"Bukannya aku menyuruhmu tidur di kasur? Kenapa kamu tidur di sofa?" Tanya David yang berdiri di samping sofa.
"Tidak apa-apa. Itu kasurmu jadi kamu saja yang tidur di kasur." Jawab Eve.
Tanpa berkata apa-apa, David langsung menyematkan kedua lengannya ke badan Eve dan menggendongnya layaknya pasangan pengantin baru menuju ke arah ranjang.
"A-apa yang kamu lakukan??" Teriak Eve yang terkejut saat David tiba-tiba mengangkatnya dengan begitu mudahnya.
"Menurutlah. Aku suamimu. Kamu tidur di kasur dan aku di sofa." Ucap David saat mendaratkan badan Eve di atas kasurnya dengan lembut.
"A-aku tidak apa-apa tidur di sofa saja" sahut Eve yang masih hendak turun dari ranjang.
"Ckshh! Pilih. Kamu di kasur aku di sofa, atau kita berdua tidur di kasur?" Tanya David yang menahan gerakan Eve dengan mendekatkan wajahnya ke arah Eve.
"K-kamu di sofa! Selamat malam!" Jawab Eve dengan histeris langsung menarik cover bednya dan menutupi seluruh badan hingga wajahnya.
David menahan gelak tawanya saat melihat tingkah Eve yang menurutnya sangat menggemaskan.
"Apa kamu yakin tidak mau memakai hadiah dari Mama tadi..?" Sambil tersenyum David berbisik di samping telinga Eve yang tertutup rapat oleh cover bed.
"Tidaaaaaakkk!" Teriak Eve dari dalam cover bed.
Hahahahahahaha
David tidak bisa menahan gelak tawanya lagi karena melihat reaksi Eve yang berteriak sambil menggeserkan badannya makin ke tengah kasur dengan cover bed yang makin erat menutupi seluruh badannya.
"Tidurlah. Besok pagi kita akan pindah ke rumahku." Ucap David yang kemudian meredupkan lampu kamarnya lalu berjalan ke arah sofa dan merebahkan badannya untuk beristirahat.
Apa-apaan cowok ini? Kenapa dia menggendongku seperti itu? Bagaimana aku bisa tidur kalau jantungku tidak bisa berhenti berdebar seperti ini? Batin Eve yang membuka sedikit cover bednya sambil menoleh melihat David yang sudah tertidur di atas sofa.
° ° °
Pagi itu sinar matahari pagi menggelitik wajah Eve dengan kehangatannya di sertai dengan kicauan burung-burung kecil yang terdengar merdu dari luar jendela.
Eve mulai membuka kedua matanya dengan perlahan sambil meletakkan telapak tangan kirinya di depan wajahnya untuk menghalangi sinar matahari yang menyilaukan pandangannya saat itu.
"Sudah bangun?"
Sadar kalau saat ini dia sudah menikah dan tengah berada dalam satu kamar dengan pria yang sudah menjadi suaminya, Eve langsung menoleh ke arah suara itu.
"Kyaaaaaaaa!" Eve berteriak sambil menutup wajahnya dengan kedua tangannya karena melihat pemandangan badan David yang bertelanjang dada.
__ADS_1
"K-kenapa kamu tidak pakai baju?" Tanya Eve sambil melebarkan sedikit jari-jarinya agar matanya bisa tetap melihat David.
Ya ampuuun.......
Pagi-pagi ni mata udah di suguhi sarapan roti sobek sexy kayak gitu. Duuuh....lama-lama ni jantung bisa dag dig dug der dah.
"Hmm...ngintip." Ucap David.
"S-siapa suruh pagi-pagi telanjang gitu." Jawab Eve menurunkan tangannya sambil mengangkat sedikit dagunya agar terkesan galak.
"Kan masih pake celana?"
"T-tetap saja.."
"Atau kamu lebih pilih aku ga pake celana juga..?" Tanya David dengan suara pelan sambil mencondongkan badannya ke ranjang hingga wajahnya mendekat ke arah Eve.
"Dasar mesuuuuuum!!" Teriak Eve yang langsung sembunyi di balik cover bed nya lagi.
Hahahahahaha. Tawa David dengan puas karena sukses menjahili Eve lagi hingga bersembunyi kembali.
"Tiap pagi aku selalu olah raga, jadi tentu saja aku tidak pakai baju. Aku mandi dulu. Setelah sarapan kita langsung pergi. Cepat bersiap." Ucap David sambil berjalan masuk ke dalam kamar mandi.
"I-iya.." Jawab Eve dengan pelan.
Dari dalam kamar mandi terdengar jelas suara pancuran air yang dinyalakan dan suara David yang bersenandung riang bernyanyi.
Setelah masing-masing mereka selesai mandi, David mengambil ponselnya dan menelpon seseorang.
"Bibi Jung, beritahu Nyonya kalau kami sudah siap turun."
Eve yang penasaran siapa Nyonya Jung itu hanya bisa menahan diri untuk tidak bertanya. Eve hanya diam duduk di tepi ranjang.
"Bibi Jung itu kepala pelayan di rumah ini. Kepercayaan Mama yang sudah 20 tahun bekerja di sini." Jelas David sambil menyimpan ponselnya di dalam saku celananya.
"Mm.." Jawab Eve singkat.
"A-apa kita boleh mampir sebentar ke gereja sebelum pergi nanti?"
"Ada apa?"
"Aku ingin berpamitan dengan kepala pendeta. B-bolehkah?"
"Tidak masalah."
"Terima kasih.." Jawab Eve dengan senyuman.
__ADS_1
Ceklek Ceklek.
Terdengar suara pintu kamar yang dibuka menggunakan kunci.
Tok Tok Tok.
"Tuan dan Nyonya, sarapan sudah siap di bawah.." Seru seorang wanita tua dari arah luar kamar.
"Kami akan segera turun. Terima kasih Bibi Jung." Sahut David.
Tuan dan Nyonya? Jadi sekarang itu adalah panggilan untuk kami..? Batin Eve yang merasa malu mendengar pamggilan itu.
"Kenapa wajahmu memerah?" Tanya David saat berjalan melewati Eve.
"Ti-tidak apa-apa." Jawab Eve dengan sangat gugup.
David yang melihat gelagat Eve yang terlihat menggemaskan itu mulai menyipitkan mata dan tersenyum hingga bibirnya sedikit melengkung naik ke kiri atas.
"O ya..ada yang penting mau aku ingatkan.." Ucap David sambil berbalik mendekat ke arah Eve.
"Apa?" tanya Eve sambil menatap David dengan matanya yang penuh tanda tanya.
"Jangan lupa bawa kotak hadiah dari Mama semalam...." Ucap David dengan pelan sambil mendekatkan wajahnya tepat di depan Eve dan mengedipkan satu matanya sambil tersenyum.
BLUSHH
Seketika wajah Eve memerah mendengar ucapan dan wajah tampan David yang sangat dekat di hadapannya itu. Sontak Eve terdiam mematung tanpa bisa berkata apa-apa.
"Jangan di tinggal disini, nanti Mama kecewa kalau tau kamu ga memakainya semalam." Ucap David lagi sambil berjalan ke arah pintu.
"Ayo cepat turun." Ucap David sambil membuka pintu kamar.
"T-tunggu sebentar. Di mana kotaknya?"
"Ah iya, aku lupa." Sahut David yang berbalik masuk kembali ke dalam kamar.
WUTT
"D-David?!" Teriak Eve yang terkejut karena David tiba-tiba mengangkat tubuhnya dan membuatnya berdiri dari tepi ranjang.
"Fuuh..kamu bisa untuk latihanku berolah raga angkat beban." Ucap David sambil tersenyum dan menaikkan kedua alisnya saat menatap Eve.
"Ha ha. Terima kasih sudah memujiku berat." Tawa Eve dengan sinis sambil menyipitkan kedua matanya membalas ejekan David.
David lalu mengambil kotak merah hadiah itu dari bawah ranjang dan menyerahkannya kepada Eve.
__ADS_1
"Simpan baik-baik.." Ucapnya sambil mengedipkan satu matanya.
"Hissh. Dasar cowok mesum." Dumel Eve yang langsung berjalan dengan cepat dan membuka kopernya untuk menaruh kotak tersebut.