
Hari itu seharian mereka akan melakukan syuting kegiatan di luar dengan tema liburan. Taman, jalanan sudut kota dan pantai tidak luput dari jadwal syuting mereka.
Uwaaaaaahhh..Alden. Itu benar - benar Alden. Aku bisa melihat Alden yang tampan secara live. Hu hu..rasanya aku tidak ingin hari ini cepat berakhir. Duuh matahari, jangan cepat - cepat tenggelam ya nantiiii. Batin Eve yang tersenyum -senyum sendiri sambil memegang ponselnya dan diam - diam mengambil foto Alden yang tidak pernah lepas dari jangkauan pandangan matanya.
"Ehem!!"
"A-apa?" Tanya Eve yang terkejut oleh kehadiran David yang secara tiba - tiba sudah berdiri di sebelah kanannya.
"Asisten siapa?" Tanya David.
"Iya iya...tadi kan kamu masih sibuk di foto - foto.."
"Hoo... karena itu kamu ikut sibuk foto - foto yang lain?" Tanya David lagi dengan berdiri di hadapan Eve seolah menghalangi pandangan Eve terhadap Alden.
"Aku cuma mengambil foto pemandangan yang bagus." Jawab Eve sambil mengatupkan bibirnya dan menyembunyikan ponselnya.
"Hemm...... pemandangan atau..?" Sahut David mendekatkan wajahnya ke arah Eve yang lalu mengambil ponsel yang di sembunyikan Eve di punggung belakangnya.
"Ponselku! Kembalikan ponselku." Ucap Eve yang tidak bisa melawan saat David mengambil ponselnya.
"Karena kamu melanggar jadi kamu harus di hukum." Ucap David.
"Melanggar apa? Kenapa aku harus di hukum?"
"Sudah ku bilang kamu tidak boleh jauh - jauh dariku. Aku jadinya harus mencari - cari asistenku yang seharusnya ada di dekatku."
"Iya maap... aku tidak sadar kalau kamu sudah selesai. Jadi sekarang apa lagi ?" Tanya Eve dengan memasang wajah menyesal hingga membuat kesal David berangsur hilang.
"Ambilkan pakaian ganti yang sudah di sediakan untuk foto selanjutnya."
Hish. Ambil sendiri napa. Dasar cowok manja. Menyebalkan. Dumel Eve dalam hatinya sambil berjalan ke arah staf penyedia.
__ADS_1
Tidak lama kemudian Eve kembali dengan membawa pakaian ganti untuk David.
"Ini. Tenda ganti ada di sebelah sana, apa kamu akan ganti di sini?" Ucap Eve sambil menyerahkan pakaian ganti David.
"Kamu mau lihat aku ganti baju di sini? Dasar kucing mesum." Jawab David yang menyentil kening Eve dengan pelan.
"Sentil aja terus. Kebiasaan." Sahut Eve yang menepis tangan David sambil memanyunkan wajah.
"Manyun aja terus. Kebiasaan." Sahut David membalas Eve.
"Hiiish. Sudah sana cepat ganti baju." Ucap Eve yang mendorong punggung David menuju ke arah tenda yang di sediakan untuk mengganti pakaian.
"Ayo cepat kalau begitu." Senyum David sambil menarik pergelangan tangan Eve dan mempercepat langkah menuju tenda.
"Kenapa aku harus ikut sih....?" Dumel Eve dengan nada kesalnya.
"Asisten siapa....hmm? Atau kamu mau pulang saja ke villa..?" Tanya David yang tersenyum dengan sedikit nada mengancam.
"Asisten idola tampan. Aku mengerti. Ayo sekarang ganti bajunya okey." Dengan cepat Eve langsung memasang mode penurut saat mendengar ancaman David.
"Mm..... apa aku boleh meminta kembali ponselku?" Tanya Eve sesaat sebelum David masuk ke dalam tirai ganti.
"Tidak." Jawab David dengan singkat.
"Kenapa...? Aku kan sudah menurutimu? Kembalikan ponselku.....hiks" Ucap Eve dengan berpura - pura sedih dan memasang wajah memelasnya.
"Aku tidak akan tertipu dengan wajah memelasmu. Pilih, ponsel kukembalikan tapi kamu langsung pulang atau ponsel kusita tapi kamu tetap boleh ikut di sini." Sahut David yang tersenyum tipis sambil memainkan ponsel Eve yang ada di tangannya.
"Jangaaaan. Kamu boleh pegang ponselku, yang penting biarkan aku tetap ikut kalian sampai selesai." Jawab Eve dengan senyuman manisnya berusaha merayu David yang sedang mengancamnya.
"Bagus.. gadis pintar" Sahut David dengan tersenyum lalu menutup tirai pembatas ruang gantinya.
Iiiiiiiiiihh. Dasar cowok menyebalkaaaaan! Kalau tidak ada Alden di sini sudah pasti aku juga ga mau berlama - lama ikut dengan kalian. Hu uh. Dumel Eve dalam hati sambil ******* - ***** kedua tangannya dengan kesal.
Cewek manyun ini sepertinya sangat menyukai Alden. Kalau seumpama mereka berdua menjalin hubungan, bukannya itu akan jadi kesempatan bagiku untuk mengakhiri pernikahan terpaksa ini? Batin David saat sedang mengganti pakaiannya.
__ADS_1
Sesaat setelah selesai mengganti pakaiannya, David bergegas keluar dan menyodorkan ponsel Eve ke arah Eve dengan tersenyum manis.
"Ini, ambil saja ponselmu... kamu juga bebas kalau mau ambil foto Alden setelah ini." Ucap David dengan senyuman manisnya.
Hm?? Kenapa cowok ini tiba - tiba berubah pikiran? Tidak, tidak. Jangan - jangan dia berusaha menjebakku mengambil ponsel itu agar dia bisa memulangkanku ke villa langsung. Tidak. Aku tidak akan tertipu olehnya. Batin Eve yang merasa aneh dengan perubahan sikap David yang tiba - tiba.
"Tidak apa. Kamu pegang saja ponselku. Aku tidak keberatan dengan hukumanmu." Jawab Eve yang melangkah mundur satu langkah menghindari David.
"Tidak, tidak. Aku tidak akan menghukummu. Ini, ambil kembali ponselmu." Ucap David dengan senyuman manisnya dan melangkah maju mendekat ke arah Eve.
"Tidak, tidak. Aku memang bersalah tadi, jadi kamu berhak mengambil ponselku sebagai hukumannya. Ah, aku akan ambilkan air untukmu. Tunggu sebentar di sini." Jawab Eve yang langsung berlari ke luar tenda agar menghindar dari David.
Lha. Ada apa dengan cewek manyun ini? Kenapa dia bersikeras menolak mengambil kembali ponselnya? Kalau begini aku harus cari cara untuk mendekatkan mereka berdua... Gumam David dalam hati saat melihat Eve yang berlari dengan kencang meninggalkannya sendirian di tenda.
"Ayo semuanya, kita pindah ke lokasi berikutnya. Semua mobil tinggalkan di sini dan kita akan mulai jalan ke sana." Teriak sang Manajer yang berdiri di samping sang Sutradara.
Seluruh staf langsung berbenah dan mengemas peralatan yang ada di lokasi untuk di bawa ke lokasi berikutnya.
"Kita akan kemana lagi setelah ini?" Tanya Eve saat kembali dan membawakan sebotol air mineral untuk David.
"Sepertinya kita akan jalan menuju ke arah pantai." Jawab David sambil mengambil botol air dari tangan Eve.
"Uwaah...pantai." Sahut Eve dengan ekspresi girang.
"Kenapa? Apa kamu suka dengan pantai?"
"Tidak, bukan begitu. Hanya saja sudah lama aku tidak pernah ke pantai. Dan ini akan jadi pantai pertama yang aku kunjungi sejak aku tinggal di sini." Jawab Eve dengan mata yang berbinar - binar.
Tanpa sadar David ikut tersenyum saat melihat ekspresi wajah Eve yang terlihat sangat bahagia itu.
DEG DEG
"A-ada apa? Kenapa melihatku seperti itu?" Tanya Eve yang gugup saat melihat David hanya tersenyum dan menatapnya dengan lembut.
"Tidak apa - apa. Ayo cepat jalan, pantai sudah menunggu kita." Ajak David yang tersenyum sambil mengusap - usap rambut kepala Eve.
__ADS_1
Ada apa sebenarnya dengan cowok ini? Sesaat dia jahil, sesaat kemudian dia baik, lalu sekarang dia tersenyum lembut seperti itu. Dan lagi.. ada apa denganku? Kenapa aku berdebar saat melihat tatapan lembutt dan senyumannya barusan? Batin Eve sambil memegang kepalanya bekas usapan tangan David sesaat tadi.