
Suasana dalam kamar David malam itu seketika menjadi hening. David yang duduk di tepi ranjang dan Eve yang duduk di sofa terlihat canggung dan lelah setelah beberapa kali berusaha membuka pintu dan memanggil siapa pun yang di luar agar membukakan pintu kamar namun tetap tidak membuahkan hasil.
Sesekali Eve melirik ke arah punggung David namun tidak berani mengatakan apa-apa. Begitu juga dengan David yang sesekali sedikit menoleh ke arah Eve yang duduk di sofa yang ada di belakangnya, namun tidak mengucapkan apa-apa.
Ciyeee..lirik2an🤭🤭
Sampai tiba-tiba David melihat sebuah kotak berwarna merah dengan pita hitam yang ada di atas ranjangnya. Penasaran dengan kotak itu, David membuka pitanya untuk melihat isi dalam kotak itu.
"Brff! Uhuk uhuk! Uhuk"
Sontak isi kotak itu membuat David kaget hingga terbatuk-batuk. David yang langsung berdiri dan seperti cacing kepanasan yang ketakutan itu berusaha menutupnya kembali tanpa melihatnya.
"A-apa itu?" tanya Eve yang ikut terkejut saat melihat David yang tiba-tiba berdiri kaget.
"S-sepertinya itu dipersiapkan untukmu." Jawab David dengan gugup sambil mengusap bawah hidungnya.
"U-untukku?" Eve berdiri dari sofa lalu berjalan mendekati kotak yang berada di atas ranjang itu.
"Astaganagadinagaaa" Teriak Eve saat membuka kotak itu.
Sehelai kain renda berwarna hitam berbentuk segitiga runcing dengan tali di kedua sisinya serta pasangan atasnya yang berbentuk dua gunung dengan motif kain renda hitam yang sama terpampang rapi di dalam kotak tersebut. Ya, isi kotak itu adalah satu set lingerie sexy.
"Hm? Ada kartunya" David mengambil kartu yang ditaruh di atas tumpukan lingerie itu lalu membacanya.
Setelah membaca tulisan di kartu itu David hanya bisa menutupi wajahnya dengan satu telapak tangannya.
"Dari Mama." Ucap David sambil menyerahkan kartu itu pada Eve agar membacanya juga.
"Eve sayang...koleksi terbaru hadiah untuk malam pertama kalian..segera bikin cucu untuk Papa Mama ya❤"
"Ma-malam pertama? C-cucu?" tanya Eve yang menaikkan kedua alisnya sambil menatap ke arah David.
"Iya, mereka semua ingin kita segera punya anak." Jawab David.
"Apa?? T-tapi kan kita sudah sepakat untuk tidak melakukan apa-apa selain menikah? Kenapa kamu tidak jelaskan pada mereka di awal?"
"Bagaimana aku bisa jelaskan kalau dari awal mereka sudah berharap kita segera menikah dan segera punya anak?"
Eve langsung terduduk lemas di tepi ranjang setelah mendengar jawaban David.
__ADS_1
"Tenang saja. Aku tidak akan melakukan apa-apa terhadapmu." Ucap David.
"A-apa kamu yakin? Jangan langgar omonganmu sendiri ya." Sahut Eve sambil menyilangkan kedua tangannya menutupi dadanya.
"Hm? Apa mungkin..?" Tiba-tiba David tersenyum tipis lalu berjalan mendekat ke arah Eve.
"A-apa? Mau apa kamu?" tanya Eve yang sangat gugup melihat David terus mendekat.
"Apa mungkin....jangan-jangan kamu berharap melakukan malam pertama denganku?" tanya David yang membungkukkan badannya hingga wajahnya mendekat ke arah Eve.
"A-aku tidak berharap apa-apa!" Teriak Eve sambil berdiri hendak menghindari David yang sangat dekat di depannya.
Karena Eve yang tiba-tiba berdiri, tanpa sengaja kepala Eve membentur bahu kiri David hingga membuat David kehilangan keseimbangan dan David pun terjatuh menimpa Eve di atas ranjang.
BLUSHH
Kini Eve terbaring persis di bawah David dan David yang menahan tubuhnya dengan kedua lengannya itu dapat melihat wajah Eve dengan sangat jelas.
DEG DEG
Keduanya saling berpandangan tanpa ada seorang pun yang berkata-kata.
David langsung berdiri normal kembali dan berjalan ke arah sofa yang ada di samping jendela sambil memegang tengkuk lehernya berkali-kali karena gugup.
Apa dia mendengar suara detak jantungku yang berdebar kencang barusan? Batin Eve yang sudah terduduk diam di tepi ranjang sambil merapikan rambut panjangnya dengan tangannya.
"A-aku mau ke kamar mandi." Ucap Eve yang langsung berlari masuk ke dalam kamar mandi.
Setelah menutup pintu kamar mandi, Eve bersandar di belakang pintu sambil memegang kedua pipinya yang dia rasa panas.
Dia memang tampan
Tidak, tidak, sadarlah Eve, kalian menikah bukan karena suka satu sama lain, lagipula idolamu itu Alden Eve, bukan David. Batin Eve sambil menepuk-nepuk ringan kedua pipinya.
Sementara itu David juga langsung menghembuskan nafas panjang setelah Eve menutup pintu kamar mandinya, seolah dia tadi menahan nafas agar bisa tetap terlihat tenang di depan Eve.
Astaga...ada apa denganmu David? Cewek itu sangat jauh dari tipe idealmu. Kenapa tadi kamu berdebar melihatnya?
Tiba-tiba mata David tertuju pada isi kotak yang masih terbuka lebar di atas ranjangnya.Dia menelan salivanya dan pikirannya mulai menerawang jauh.
__ADS_1
Astaga David!! Apa yang kamu bayangkan? Teriak David dalam batinnya.
David lalu menutup kotak itu dan menaruhnya di bawah kolong tempat tidurnya.
Lalu mata David tertuju pada dua buah koper yang ada di sudut kamarnya itu.
"Koper? Apa mungkin ini koper milik cewek itu?"
"Dia pindah jauh dari tempat asalnya tapi hanya membawa dua koper ini? Apa dia tidak punya keluarga disana?" Gumam David.
"Ah apa peduliku? Untuk apa juga aku harus banyak tau tentangnya." Ucap David sambil membuka lemari pakaiannya dan mengambil piyama tidurnya yang berwarna hitam.
Ceklek
Pintu kamar mandi terbuka dan Eve berjalan ke luar menuju ke arah sofa.
"Apa ini kopermu?" Tanya David dengan jari telunjuknya menunjuk ke arah dua koper yang ada di sampingnya.
"Ah ya, itu koperku." Jawab Eve yang langsung berjalan ke arah koper-kopernya.
"Ayo tidur." Ucap David.
Eve yang kaget mendengar ucapan David barusan itu seketika terdiam kaku dan menatap David dengan mata yang membulat.
"Ah jangan salah paham. M-maksudku, istirahat lebih awal, kamu bisa tidur di ranjang dan aku akan tidur di sofa." Ucap David menjelaskan dengan gugup sambil berjalan masuk ke dalam kamar mandinya.
Tok Tok Tok
Baru saja David masuk, terdengar ketukan di pintu kamar mandinya.
"A-ada apa?" tanya David tanpa membuka pintunya.
"A-aku mau mengganti baju disini, jangan keluar sebelum ku ijinkan ya." Sahut Eve.
"O-okey" Jawab David dengan canggung.
Setelah David selesai mengganti pakaiannya dengan piyama tidurnya, dia hanya berdiri sambil menyilangkan kedua tangannya di dada seraya menunggu aba-aba dari Eve.
Tok Tok Tok
__ADS_1
"Aku sudah selesai. Kamu boleh keluar sekarang" Ucap Eve dari balik pintu.
Sambil memegang gagang pintu kamar mandinya, David memegang dadanya dengan satu tangannya sambil menarik nafas dan membuang nafas panjang seraya berusaha tenang. Beberapa detik kemudian dia mulai membuka pintu itu dan ke luar dari kamar mandi.