Calon Suamiku Teman Idolaku

Calon Suamiku Teman Idolaku
Foto Bukti


__ADS_3

"Siapa namamu Nak..?" tanya sang Nenek sambil memegang tangan Eve.


"Nama saya Eve Lin" jawab Eve dengan senyuman.


"Nenek mendengar sedikit cerita tentangmu dari Jasmine..kamu pasti sudah banyak menderita selama ini.."


"Tidak apa-apa Nek..itu semua masa lalu. Sekarang Eve sudah cukup bahagia bekerja disini."


"Nak..Nenek masih ada keperluan denganmu, tapi sekarang ini Nenek harus bicara dulu dengan kepala pendeta. Mau kah kamu menunggu Nenek disini?"


"Tentu saja Nek.." jawab Eve.


"Jasmine..temani Eve disini, Nenek akan segera kembali." Sambil tersenyum ke arah Eve, sang Nenek pun berdiri dan berjalan menuju ruang kerja kepala pendeta.


"Siap Nek" jawab Jasmine dengan tersenyum gembira.


"Kamu beruntung punya Nenek dan Papa Mama yang sangat baik Jasmine.."


"Sebentar lagi kamu juga Eve" sahut Jasmine saking gembiranya.


"Hm? Apa maksudmu?"


"Eh tidak, tidak, maksudku aku juga beruntung punya teman sepertimu Eve. Ha ha ha" jawab Jasmine dengan tawa canggung.


"Eve, Kakakku juga datang tadi, apa kamu melihatnya?" tanya Jasmine dengan semangat.


"Kakakmu? Aku tidak memperhatikan karena aku harus fokus di meja depan tadi."


"Apa kamu tidak dengar ada sedikit kehebohan sebelum ibadah dimulai tadi?"


"Heboh? Hm...ya, sepertinya tadi suasana dalam ruangan sedikit lebih ramai dari biasanya. Tapi aku tidak memperhatikannya karena harus persiapan awal sebelum ibadah. Ada apa sebenarnya? Apa kamu yang membuat kehebohan tadi?" tanya Eve sambil tersenyum menatap Jasmine.


"Bukan aku. Itu karena Kak David! Setiap kali dia datang selalu saja para Bibi dan anak-anaknya yang genit itu membuat kehebohan dan berkerumun di sekitar Kak David. Hu uh!" ucap Jasmine dengan wajahnya yang lucu saat emosi dan menggebu-gebu menceritakan hal itu.


"Ha ha ha ha, kamu lucu sekali Jasmine. Sepertinya kamu sangat sayang kakakmu jadi kamu kesal kalau melihat kakakmu di kelilingi oleh mereka."


"Tentu saja aku sayang. Tapi dia sedikit menyebalkan. Dia selalu saja menggangguku tiap kali ketemu."


"Hm? Apa kamu jarang bertemu dengan kakakmu?"


"Ya Eve, dia sangat sibuk."


"Jangan sedih Jasmine.."

__ADS_1


"Aku sudah tidak sedih lagi. Sudah terbiasa dengan kesibukannya di dunia artis."


"Jadi kakakmu bekerja di dunia artis? Pantas saja sibuk."


"Ya. Apa kamu pernah mendengarnya Eve? Namanya David Kim" ucap Jasmine sambil menyipitkan matanya dan tersenyum pada Eve.


"David Kim? Sepertinya aku pernah mendengarnya....."


"D-David Kim ?? Salah satu anggota Star **? Dia kakakmu?" Teriakku terkejut mendengar hal itu.


"Ha ha ha ha ha. Akhirnya kamu sadar juga. Ya Eve, dia kakakku." Tawa Jasmine pecah saat melihat Eve yang terkejut dengan mata yang membulat.


"Jasmine? Jadi kamu adik salah satu anggota Star **?"


"Yup!" Jawab Jasmine sambil menganggukan kepalanya.


"Kamu pasti juga mengenal anggota-anggota yang lain?" Tanya Eve sambil menggenggam tangan Jasmine.


"Tentu saja aku kenal mereka semua. Mereka kan teman-teman Kakakku." Ucap Jasmine dengan menaikkan dagunya sedikit dan tersenyum seraya menunjukkan kebanggaannya.


"Kalau begitu apa kamu mengenal baik Alden Lee? Ceritakan padaku tentang Alden. Apa dia sudah punya kekasih? Apa dia juga sering datang ke gereja sini?"


"Wow wow wow....pelan-pelan Eve. Kenapa kamu sebegitu ingin tau nya tentang Kak Alden? Apa kamu menyukainya?"


"Yaaaah..kenapa Kak Alden? Kenapa kamu ga jatuh cinta sama Kakakku saja Eve?" tanya Jasmine dengan tatapan yang memelas.


"Ha ha...maaf" ucap Eve dengan senyuman canggung.


"Eve, bagaimana pendapatmu tentang Kakakku?" tanya Jasmine dengan mengedipkan kedua matanya beberapa kali.


"Mm..Kakakmu tampan, baik dan sopan, terlihat tidak sombong, atletis sudah jelas."


"Jadi kamu tertarik sama Kakakku kan?"


"Alden tetap idolaku." jawab Eve dengan senyuman bahagia bak seorang gadis yang sedang jatuh cinta.


"Iiiih. Eveee." Seru Jasmine sambil menggelitik Eve hingga mereka berdua saling menggelitik dan tertawa bersama.


Di tengah canda tawa mereka, sang Nenek datang bersama dengan kepala pendeta dan mendekati Eve dan Jasmine.


"Eve." panggil kepala pendeta.


"Ya Pak Pendeta"

__ADS_1


"Nyonya Besar Kim memintamu untuk ikut dengannya. Jangan cemaskan pekerjaanmu disini, yang lainnya bisa membantu menyelesaikan semuanya." ucap kepala pendeta dengan pelan.


"Benar Eve...ikutlah dengan Nenek ke rumah. Ada yang perlu Nenek bicarakan denganmu.." sahut sang Nenek.


"Ya Eve, ayo ikut ke rumah." Jasmine langsung menarik lengan Eve dan mengajaknya ke arah luar taman.


Eve yang tidak sempat berpamitan dengan kepala pendeta hanya bisa menundukan kepalanya ke arahnya seraya berpamitan.


Sesampainya di mobil, terlihat supir dan Nyonya Kim sedang berdiri menunggu disana.


"Hallo Nyonya Kim.." sapaku.


"Hallo Eve.." jawab Nyonya Kim memegang kedua tanganku dan tersenyum hangat.


"Papa dan Kak David mana Ma?" tanya Jasmine pada Nyonya Kim.


"Kakakmu menghindari kerumunan jadi dia minta ijin pulang duluan. Papa ikut dengannya supaya kita bisa semobil ini." jawab Nyonya Kim yang terus saja memandang Eve sambil tersenyum.


"Ayo kita pulang..." Dari belakang terdengar suara sang Nenek yang berjalan ke arah pintu mobil yang sudah dibukakan oleh supir.


° ° °


Sesampainya di rumah kediaman keluarga Kim, lagi-lagi Eve melihat mobil hitam itu terparkir disana.


Ketika sang Nenek dan Nyonya Kim turun dari mobil dan berjalan masuk, Eve menahan langkah Jasmine dengan menarik lengannya.


"Mobil hitam itu mobil siapa?" bisik Eve.


"Itu? Itu mobil kesayangan Kak David. Namanya Gaby." jawab Jasmine dengan berbisik pelan.


"Ayo cepat masuk, mereka sudah menunggu di dalam." Jasmine langsung menarik Eve dan berjalan masuk ke dalam rumah.


Di dalam, Nenek, Tuan dan Nyonya Kim sudah duduk di sofa yang ada di tengah ruangan. Dan yang mengejutkan bagi Eve adalah David Kim, kakak Jasmine yang duduk di samping Tuan Kim.


"Gadis di foto yang dikirim oleh Jasmine? Kenapa Nenek mengundang gadis ini kesini?" Batin David sambil memandang Eve yang baru saja masuk bersama dengan Jasmine.


"Ayo duduk disini Eve.." ucap Nyonya Kim yang mempersilakanku duduk di sebelahnya. Persis berhadapan dengan David dan Tuan Kim.


"Sebelum Nenek membicarakan hal yang penting, Nenek ingin memberikan sesuatu kepada Eve dulu..." ucap sang Nenek yang menyerahkan selembar foto kepada Nyonya Kim yang ada di dekatnya.


"Eve..apa kamu mengenal orang-orang yang ada di foto ini..?" tanya Nyonya Kim sambil menunjukkan foto yang ada di tangannya.


__ADS_1


"Ini..mereka adalah Kakek dan Nenek Eve. Tapi saya tidak tahu siapa anak kecil ini.." jawab Eve yang terkejut melihat foto kuno kakek nenek nya.


__ADS_2