Calon Suamiku Teman Idolaku

Calon Suamiku Teman Idolaku
Keluarga Kim


__ADS_3

Keesokan harinya Eve naik bus angkutan umum untuk sampai ke daerah rumah Jasmine setelah membeli sebuah hampers buah di toko buah dekat gereja. Tapi ternyata untuk bisa sampai ke rumahnya, tidak ada jalur bus yang melewati daerah itu sehingga Eve terpaksa harus berjalan kaki cukup jauh kesana.


"Seharusnya aku menerima tawaran Jasmine kemarin.." Keluh Eve saat menyadari karena alasan inilah Jasmine menawarkan supirnya untuk menjemput Eve.


"Sabar Eve...itung--itung kamu olahraga" Ucap Eve menyemangati diri sendiri sambil berjalan pelan menyusuri jalan yang cukup sepi itu dengan membawa sekeranjang buah di tangannya.


Jalan raya menuju rumah Jasmine tidak terlalu lebar dan bahkan sangat sepi. Sejak berjalan dari halte bus angkutan umum hingga sekarang, Eve tidak melihat adanya kendaraan ataupun orang yang lewat.


"Sepertinya daerah ini sangat mahal. Waah..rumah-rumah yang ada di sepanjang jalan ini besar-besar sekali." Ucap Eve yang sedang mengagumi rumah-rumah mewah yang ada di sisi kiri jalan itu.


"Hallo, permisi Tuan. Apa benar alamat rumah ini di sekitar daerah ini?" tanya Eve sambil menyodorkan kertas berisikan alamat rumah Jasmine pada seorang pria paruh baya yang sedang mencuci mobil di depan sebuah rumah.


"Benar. Itu alamat rumah keluarga Kim. Nona lurus saja, rumah dengan gerbang besar yang ada di ujung sana."


"Terima kasih Tuan." Ucap Eve yang kemudian kembali berjalan menuju ke arah yang ditunjukkan oleh pria itu.


Baru saja Eve melangkah ke arah pinggir jalan, tiba-tiba saja sebuah mobil hitam melintas dengan cepat dari arah belakangnya hingga genangan air cucian mobil yang ada di depan rumah tersebut terhambur dan memercik mengenai Eve yang ada di sisi jalan itu.


"Heiiiiiy!" Teriak Eve seketika, tapi mobil hitam yang melaju dengan sangat cepat itu tidak berhenti, malah semakin jauh dan menghilang dari pandangan Eve.


"Ya ampun. Tidak tahu aturan sekali mobil itu!" Umpat Eve sambil membersihkan cipratan air yang mengenai pakaiannya sambil terus berjalan.


Sekitar 10 menit kemudian tibalah Eve di sebuah rumah mewah dengan gerbang yang sangat besar.


"Nomor rumahnya benar. Astaganagadinaga! Rumah Jasmine seperti istana!" Gumam Eve yang bengong berdiri di depan gerbang rumah itu.


"Apa Nona yang bernama Nona Eve?" tanya seorang penjaga yang berdiri di balik gerbang.


"Benar. Tapi bagaima---"


"Nona Jasmine sudah memberi kami pesan bahwa Nona Eve akan datang hari ini. Silakan masuk Nona." Sahut penjaga keren itu sebelum aku selesai bertanya sambil membukakan pintu gerbangnya dan mempersilakanku masuk.


"Terima kasih." Ucapku sambil melangkah masuk.

__ADS_1


"Silakan Nona. Sebelah sini." Sahut penjaga itu seraya memintaku mengikutinya.


'Aku tidak pernah menyangka rumah Jasmine bakal sebesar ini. Astagaaa...sepertinya aku tidak layak menjadi teman seorang kaya raya seperti ini.' Batin Eve saat mengetahui bahwa Jasmine ternyata sangat kaya raya.



Kira-kira seperti begini penampakan rumah keluarga Kim hasil halu penulis..


Saat hendak memasuki pintu depan rumah itu, Eve melihat sebuah mobil sport hitam yang mirip dengan mobil tidak tahu aturan tadi sedang terparkir di tengah halaman depan pintu rumah.



"Eve, aku sudah menunggumu. Ayo masuk." Sambut Jasmine yang sudah menunggu di depan pintu masuk.


"Ah ini..mungkin tidak seberapa, tapi tolong di terima.." ucap Eve sambil menyerahkan hampers buah yang di bawanya.


"Terima kasih, lain kali tidak usah membawa apa-apa Eve. Kamu mau datang saja aku sudah senang." Sahut Jasmine sambil menyerahkan hampers itu ke seorang pelayan yang ada di belakangnya.


"Ayo Eve, kita naik ke kamarku saja. Ruang tengah sedang ada kakak laki-lakiku yang sedang berbincang dengan orangtuaku." Tarik Jasmine setelah meraih lenganku dan berjalan menaiki tangga.


"Eve, kemarilah. Banyak sekali yang mau aku tanyakan tentang Indonesia. Ceritakan padaku Eve." Ucap Jasmine yang duduk di sofa dekat jendela kamarnya sambil melambaikan tangannya seraya memanggilku datang mendekat.


"Baiklah, apa yang mau kamu ketahui Jasmine?" Sambil tersenyum aku pun duduk di sofa itu dan mulai menceritakan segala yang Jasmine ingin ketahui.


"Apa? Jadi pria itu mengkhianatimu padahal kalian sudah berpacaran selama 9 tahun?" Terlihat kekesalan terpancar dari wajah Jasmine.


"Lalu kamu putusin begitu saja?" tanyanya lagi.


"Ya jelas saja aku putusin. Apalagi dia sudah mendapatkan gadis yang jauh lebih muda dariku."


"Kenapa aku yang sebel ya denger ceritamu tentang pria itu? Ah sudahlah. Lupakan saja pria seperti dia. Semoga saja pacarku tidak seperti dia. Duh..jangan sampai deh!"


"Sayangnya kakak laki-lakiku sudah dijodohkan dengan seseorang yang belum pernah kami temui. Dan seandainya saja dia tidak terikat dengan tradisi, mungkin aku akan jodohkan kalian berdua."

__ADS_1


"Haha, tapi aku sudah tidak tertarik untuk menjalani hubungan Jasmine. Aku mau fokus jadi pekerja di gereja."


"Apa kamu tidak kenal siapa kakak laki-lakiku Eve?" tanya Jasmine dengan wajah herannya.


"Apa kami berdua pernah berkenalan? Sepertinya setiap Minggu ke gereja aku hanya melihat kamu bersama kedua orangtuamu saja. Bertiga saja."


"Hahaha. Benar juga. Kamu bahkan tidak tahu tentang kami." Tawa Jasmine sambil menepuk bahuku.


Tok Tok Tok


"Nona, makan siang sudah siap."


Terdengar suara seorang wanita dari arah luar pintu kamar.


"Kami akan segera turun." Sahut Jasmine menjawab wanita di luar.


"Ayo Eve, kita lanjut lagi ceritanya setelah makan siang." Ajak Jasmine sambil berdiri.


"Jasmine maafkan aku. Aku masih harus melakukan pekerjaanku di gereja, mungkin lebih baik aku pulang sekarang. Rasanya tidak sopan kalau aku pulang setelah makan." Ucapku sambil berdiri dan berjalan ke arah pintu kamar.


"Tidak bisa. Kamu harus makan dulu sebelum pulang Eve. Supirku akan mengantarkanmu pulang setelah selesai makan."


"Tapi--"


"Tidak ada tapi. Orangtuaku pasti sudah menunggu kita di bawah. Ayo cepat!" Tarik Jasmine begitu kami ke luar dari kamarnya.


Saat tiba di dalam ruang makan, terlihat orangtua Jasmine sudah duduk di meja makan. Melihat kami datang, mereka dengan sopannya berdiri dan menyapaku. Benar-benar keluarga yang sangat baik dan memiliki tata krama.


"Duduklah Eve, jangan sungkan. Kita makan bersama." Ucap Ibu Jasmine.


Ayah Jasmine duduk di tengah sudut meja makan itu, ibu Jasmine duduk di samping kanannya, sedangkan Jasmine duduk di samping kirinya dan Eve duduk di sebelah Jasmine.


Suasana sangat canggung bagi Eve yang kuatir dia tidak bisa menghargai makanan yang mereka sediakan di atas meja, karena pada dasarnya Eve adalah pemilih makanan. Eve tidak terlalu bisa memakan segala macam masakan terutama daging ataupun ikan. Selama ini Eve lebih sering makan Tahu, Tempe, Telur. Bukan tidak bisa memakan daging, hanya saja Eve tidak menyukai daging dengan jumlah banyak. Karena itu dia jadi sangat pemilih dalam hal makanan.

__ADS_1


Nah lhoo..Eve bisa ga tuh makan hidangan mewah yang udah di siapin sama keluarga kaya raya kyk mereka? Secara cuma suka makan tahu tempe telur alias 3TπŸ˜…πŸ˜…


__ADS_2