Calon Suamiku Teman Idolaku

Calon Suamiku Teman Idolaku
Perintah Bulan Madu


__ADS_3

"Ah sepertinya kucing manyunku sudah mulai sehat kembali. Ini dia sedang mengibas-ngibaskan ekornya di sebelahku." Jawab David yang menyipitkan matanya sambil tersenyum.


Kucing manyunnya? Sudah sehat? Di sebelahnya? Apa maksudnya itu aku? Hiissh. Dasar cowok aneh. Dumel Eve dalam hati sambil memanyunkan bibirnya dan menatap David.


"Syukurlah kalau dia sudah sehat. Jangan lupa berikan makanan yang enak supaya dia bisa tidur nyenyak jadi ga mengganggu jam tidurmu lagi. Besok kita masih harus latihan jadi cepatlah istirahat." Ucap Alden.


"Thanks Bro. Sampai jumpa besok." Jawab David sebelum mengakhiri panggilan telpon dari Alden.


"Ah..kenapa ga lebih lama bicaranya?" Pinta Eve dengan wajah memelas.


"Kenapa? Supaya kamu bisa berlama-lama mendengar suara idolamu itu?"


"Tentu sajaaaa. Suara Alden yang merdu itu terdengar lebih merdu di telpon...di tambah lagi ternyata Alden sangat baik dan perhatian.." Jawab Eve yang tersenyum sambil memegang kedua pipinya seraya malu-malu sendiri.


"Lanjutkan ini. Aku capek gara-gara kurang tidur semalam. Aku mau tidur sebentar." Ucap David dengan nada kesal sambil berjalan menuju tangga.


"Iya..." Jawab Eve dengan nada yang masih gembira karena suara Alden.


Ck. Cuma dengar suaranya saja sudah gembira seperti itu. Bisa pingsan dia kalo ketemu Alden langsung. Gumam David dalam hati sambil menaiki tangga menuju kamarnya.


"Hhh...Percuma tadi aku skip latihan kalo ternyata dia baik-baik saja sendirian di rumah. Bahkan sepertinya cuma dengar suara Alden di telpon saja sudah bikin dia sembuh 100 persen. Ah kenapa juga aku harus sibuk mikirin cewek manyun itu." Dumel David sambil melentangkan badannya di atas tempat tidurnya.


Karena rasa lelah yang cukup melanda tubuhnya, David pun perlahan-lahan memejamkan mata dan mulai tertidur.


° ° °


KLONTANG


KLONTANG


Terdengar suara alat masak yang ribut dari arah lantai bawah sehingga David pun terbangun dari tidurnya.


"Sudah gelap..berapa lama aku tertidur?" Ucap David yang terbangun lalu memeriksa jam pada ponselnya.


"Jam 7..." David pun bangun dari tempat tidurnya dan berjalan ke kamar mandi.


Setelah selesai mandi David pun ke luar kamar dan hendak memeriksa keadaan Eve di bawah.


"Snif Sniff. Bau apa ini?" David mulai mencaritau bau yang tercium di udara itu dengan hidungnya.


"Sudah bangun? Makan malam sebentar lagi siap, tunggu sebentar.." Kata Eve yang sedang mengambil piring lalu menuangkan masakan yang ada di wajannya.


"Kamu memasak makan malam?" Tanya David sambil duduk.

__ADS_1


"Ya. Saat di Indonesia yang kuingat dari seorang David Kim adalah makanan favoritnya yaitu Nasi Goreng. Apa benar begitu?" Ucap Eve sambil meletakkan sepiring nasi goreng di depan David.


"Nasi goreng?" Tanya David dengan wajahnya yang sedikit terkejut melihat nasi goreng yang ada di hadapannya itu.


"Nasi goreng ala Eve." Jawab Eve dengan senyumannya.


Selama beberapa detik David memandangi nasi goreng buatan Eve yang berisikan potongan ham, telur, kacang polong, wortel, serta beberapa potong tomat dan mentimun di sisi piringnya.


"Apa itu tidak cocok dengan seleramu?" Tanya Eve yang menuangkan jus guava pada gelas kosong yang ada di samping piring David.


"Apa kamu yakin ini bisa di makan?" Tanya David sambil berusaha menahan gelaknya.


"Heiiishh." Eve menyipitkan matanya melihat kesal ke arah David yang menahan tawanya.


"Maaf, maaf. Aku hanya bercanda." Jawab David sambil mengambil suapan pertamanya.


"Bagaimana? Enak?"


"Lumayan. Lapar jadi enak."


"Iish. Kalau enak tinggal bilang aja enak." Ucap Eve yang langsung manyun.


"Iya enak...udah ga usah manyun terus. Ayo cepat makan." Jawab David dengan senyuman tipisnya.


"Ucapan terima kasihku karena semalam sudah menjagaku sampai kamu kurang tidur."


"Memangnya kamu berharap karena apa? Ah, karena aku juga lapar karena itu aku masak."


"Hmm....ku kira karena.." David tiba-tiba menghentikan makannya lalu bertopang dagu sambil menatap ke arah Eve dengan wajah yang tersenyum lembut.


"A-apa?" Tanya Eve yang merasa aneh dengan tatapan David.


"Ku kira karena kamu mau menyenangkan suamimu..." Jawab David yang menaikkan alisnya dua tiga kali sambil tersenyum.


"Uhuk Uhuk. Uhuk. Apa yang kamu pikirkan?"


"Makan yang pelan kucing manyun.." Ucap David yang tersenyum puas setelah berhasil mengganggu Eve.


TING


David memeriksa ponselnya dan ternyata itu adalah pesan masuk dari Nyonya Kim.


"Uhuk Uhuk Uhuk! Apa-apaan ini?" David tersedak saat membaca pesan yang masuk dalam ponselnya itu.

__ADS_1


"Makan yang pelan idola tampan..." Balas Eve dengan senyuman tipis.


David menyipitkan matanya menatap Eve yang sedang menjulurkan ujung lidahnya seraya mengejek David.


David meletakkan ponselnya di atas meja sambil menunggu panggilan telponnya di terima oleh Nyonya Kim.


"Mama menyuruh kami bulan madu? Apa ga salah?" Tanya David saat Nyonya Kim menerima panggilan telponnya.


"Ga ada yang salah Nak..Nenek sudah menyiapkan tiket dan hotel untuk kalian berangkat saat jadwalmu kosong." Jawab Nyonya Kim.


"Apa Eve ada di sebelahmu Nak..?" Tanya Nyonya Kim.


"Ya Ma?" Jawab Eve saat David menpersilakan Eve menjawab.


"Eve...jangan lupa untuk membawa beberapa hadiah dari Mama saat kalian pergi berbulan madu nanti. David sangat suka melihat wanita yang seksii Nak..."


"Ma, telpon ini David loudspeaker..." Sahut David saat mendengar ucapan Nyonya Kim pada Eve barusan.


"David tutup dulu Ma. Bye." Dengan cepat David langsung mengambil ponselnya dan mengakhiri panggilan tersebut.


"Bulan madu? Apa tidak bisa kalau kita tidak usah pergi berbulan madu?" Tanya Eve.


"Perkataan mereka itu seperti perintah. Tidak bisa tidak dituruti." Jawab David yang hanya bisa pasrah.


"Lalu apa yang harus kita lakukan? Menuruti mereka dengan--"


BLUSHH


Eve yang tidak melanjutkan ucapannya itu langsung terdiam dengan wajah yang mulai memerah.


"Dengan apa?" Tanya David.


"De-dengan...melakukan itu?" Jawab Eve tertunduk malu.


"Ho ho..dasar kucing manyun. Jadi kamu berharap melakukan itu denganku saat bulan madu nanti? Tanya David sambil menyilangkan kedua lengannya di dada.


"Tidak begituuuu. Iiish." Teriak Eve sambil menutup kedua pipinya dengan telapak tangannya.


"Aku akan pikirkan cara untuk menyelesaikan hal ini. Kita bicarakan lagi besok." Ucap David yang kemudian berdiri dan berjalan ke arah tangga.


"A-aku akan membersihkan ini." Sahut Eve yang terlihat gugup sambil membereskan meja makan.


"Oh ya. Jangan lupa untuk bawa hadiah dari Mama itu...aku suka cewek yang seksii" Ucap David sambil mengedipkan satu matanya dan tersenyum ke arah Eve.

__ADS_1


"Iiiiisshh. Dasar cowok mesuuuum!" Teriak Eve yang langsung membalikkan badannya.


Dengan gelak tawanya yang sangat puas mengganggu kucing manyunnya, David berlari kecil menaiki tangga kemudian masuk ke dalam kamarnya.


__ADS_2